NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANJI YANG TERBAYAR.

Malam yang panjang merayap lambat di ruang perawatan intensif, namun bagi Kirana, waktu seolah berhenti berputar. Wanita itu sama sekali tidak membiarkan kelopak matanya terpejam bahkan untuk sedetik pun. Di bawah pendar lampu ruangan yang temaram, ia terus duduk kursi di sisi ranjang, menggenggam jemari tangan Damar yang tertancap jarum infus. Bibirnya tak henti-hentinya merapalkan selawat dan doa, mengetuk pintu langit tanpa lelah.

Ketika rasa sesak di dadanya kian tak terbendung, Kirana mendekatkan wajahnya ke telinga Damar. Ia mulai mengajak pria yang masih memejamkan mata itu berbicara, menyuarakan isi hatinya dengan nada lirih yang bergetar hebat.

"Kak... Suamiku... bangun, Kak," bisik Kirana, air matanya menetes pasrah mengenai punggung tangan Damar. "Aku menagih janjimu. Kemarin di kapal, Kakak bilang sendiri kalau Kakak akan baik-baik saja. Kakak bilang kita akan melewati tanggal lima belas April ini bersama-sama, kan? Lalu kenapa sekarang Kakak malah tidur lama sekali seperti ini?"

Kirana mengetatkan genggamannya, seolah-olah kekuatannya bisa tersalurkan ke dalam tubuh Damar.

"Jangan jadi suami pembohong, Kak. Aku minta Kakak kabulkan janji itu sekarang juga. Tolong buka matamu..." desak Kirana lagi, suaranya kian serak dan parau. "Kalau Kakak bangun sekarang, aku berjanji... aku berjanji akan menjadi istri yang paling penurut di dunia ini. Aku tidak akan memprotes lagi kalau Kakak menjahiliku, aku tidak akan menolak lagi kalau Kakak memelukku di siang hari, dan aku akan selalu mencintaimu setiap detik tanpa batasan. Jadi, tolong buka matamu, Suamiku... Bangun..."

Isak tangis Kirana kian pecah, mengalun begitu memilukan di dalam keheningan ruangan itu. Keperihan rasanya begitu nyata, menguliti setiap sudut hati siapa pun yang mendengarnya. Kirana menyandarkan keningnya di atas ranjang, menangis sesenggukan hingga bahunya naik-turun dengan hebat.

Tepat di saat keputusasaan itu hampir merenggut seluruh sisa energinya, Kirana mendadak merasakan sebuah pergerakan halus. Jemari tangan Damar yang berada di dalam genggamannya perlahan bergerak, memberi respons kedutan kecil yang sangat terasa.

Kirana tersentak. Ia langsung menegakkan tubuhnya dengan cepat, menatap lekat-lekat wajah pucat suaminya. Tak lama berselang, perlahan namun pasti, kelopak mata tegas itu bergerak perlahan sebelum akhirnya terbuka dengan sempurna, menampilkan sepasang manik mata legam yang langsung terarah menatap ke arah Kirana.

"Kak Damar..." cicit Kirana tak percaya.

Tanpa membuang waktu sepeser pun, Kirana langsung berbalik dan berlari kencang keluar dari ruangan ruangan intensif tersebut. "Dokter! Suster! Tolong... suami saya sudah sadar!" teriaknya memecah keheningan koridor rumah sakit.

Beberapa menit kemudian, dokter spesialis beserta beberapa perawat bergegas masuk dan melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Damar. Kirana berdiri di sudut ruangan bersama kedua orang tua Damar yang baru saja tiba, mengatupkan kedua tangan di depan dada dengan jantung yang berdegup kencang.

Setelah memeriksa tanda-tanda vital, dokter tersebut akhirnya berbalik menatap mereka dengan seulas senyuman lega. "Luar biasa. Tuan Damar telah berhasil melewati masa tenggang kritisnya dengan sangat baik. Kondisi jantung dan pernapasannya sudah stabil. Namun, beliau masih membutuhkan banyak waktu untuk istirahat total agar luka jahitannya di perut bagian dalam tidak terbuka kembali."

Begitu dokter dan perawat melangkah keluar, Kirana tidak mampu lagi menahan diri. Ia langsung menghambur mendekati ranjang dan memeluk tubuh Damar dengan sangat hati-hati, takut mengenai luka tusukannya. Ia menangis lagi, namun kali ini adalah tangisan penuh rasa syukur yang tak terhingga.

Damar memaksakan seulas senyuman tipis di bibirnya yang masih tampak kering. Dengan sisa tenaga yang ada, ia mengangkat tangan kanannya, mengusap pelan air mata yang membasahi pipi istrinya.

"Sstt... hentikan tangisanmu, Sayang," bisik Damar dengan suara bariton yang terdengar sangat lirih dan serak. "Lihat... suamimu yang tampan ini sudah menepati janjinya, kan? Aku tidak akan pergi ke mana pun."

Di ambang pintu, kedua orang tua Damar tampak mengembuskan napas lega yang amat dalam. Sang Ibu Mertua melangkah mendekat, matanya berkaca-kaca menatap putranya yang telah kembali dari ambang maut. Beliau kemudian mengalihkan pandangannya kepada Kirana.

"Kiran, sekarang Damar sudah sadar dan kondisinya stabil. Sekarang giliranmu untuk istirahat, Nak. Kamu tidak tidur semalaman dan belum makan apa-apa. Biar Mama dan Papa yang menjaga Damar sebentar," bujuk Sang Ibu dengan lembut.

Namun, Kirana langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Cengkeraman tangannya pada kemeja rumah sakit milik Damar justru kian mengerat. "Nggak mau, Ma. Kiran nggak mau tidur. Kiran takut... Kiran takut kalau Kiran memejamkan mata dan tertidur, Kak Damar akan pergi lagi meninggalkan Kiran..."

Rasa trauma yang mendalam membuat Kirana menjadi sangat paranoid. Damar yang mendengar penolakan keras dari istrinya langsung menggeser jemarinya, menggenggam tangan Kirana dengan erat, menyalurkan kehangatan yang nyata.

"Aku sudah baik-baik saja, Kiran. Dengarkan Mama, kamu harus istirahat, wajahmu sudah sangat pucat," ucap Damar, mencoba membujuk dengan nada tegas namun sarat akan kekhawatiran.

"Nggak mau, Kak. Aku mau tetap di sini menjaga Kakak," kekeh Kirana tetap bersikeras pada pendiriannya.

Melihat keras kepalanya sang istri yang tak bisa dibantah, Damar akhirnya mengembuskan napas pasrah. Sebuah ide melintas di benaknya. Ia melirik sisa ruang di ranjang rumah sakit yang ia tempati. Meski tidak selebar ranjang king size di kamar utama rumah mereka, kasur fasilitas VVIP ini tergolong lumayan luas untuk menampung tubuh mungil Kirana.

"Baiklah, kalau kamu tidak mau pindah ke sofa," ujar Damar sembari sedikit menggeser posisi tubuhnya ke sisi kanan ranjang dengan perlahan agar tidak menyengat lukanya. "Naiklah kemari. Baringkan tubuhmu di sampingku."

"Eh? Tapi Kak, ini kan rumah sakit..."

"Tidak ada bantahan, Kiran. Naik atau aku akan memaksakan diri untuk turun dari ranjang ini?" ancam Damar dengan kerlingan mata jahilnya yang khas, meski wajahnya masih tampak lelah.

Takut suaminya benar-benar nekat bergerak dan merusak jahitan operasinya, Kirana akhirnya menurut tanpa protes. Dengan gerakan yang teramat pelan dan hati-hati, ia melepas flat shoesnya lalu merangkak naik ke atas ranjang, memposisikan dirinya berbaring di sisi kiri tubuh Damar.

Begitu posisinya nyaman, Damar langsung melingkarkan lengan kanannya yang bebas dari infus untuk mendekap bahu Kirana, membawa tubuh mungil itu masuk ke dalam dekapan hangatnya yang protektif. Kirana menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang Damar.

Perlahan, Kirana meletakkan telapak tangan kanannya tepat di atas dada sebelah kiri Damar. Ia memejamkan matanya, meresapi setiap detakan konstan yang berdegup di balik rongga dada suaminya. Detakan yang menjadi bukti nyata bahwa pria yang teramat dicintainya itu masih bernapas, masih hidup, dan telah berhasil bersamanya menghancurkan belenggu takdir kelam tanggal 15 April. Dalam kehangatan dekapan sang pelindung, perlahan rasa lelah yang teramat sangat mulai menjemput kesadaran Kirana, membawanya terlelap dalam tidur paling damai yang pernah ia rasakan.

🍃🍃🍃

Malam semuanya, Author mau memberitahukan sesuatu. Karena banyaknya permintaan dari para reader yang suka dan meminta dilanjutkan. Akhirnya Karya Author yang berjudul : KALA CEO LAPUK JATUH CINTA kini sudah Author kabulkan. Sekarang karya itu sudah kembali update. Jadi berikan dukungannya ya, berikan Bintang dan alasan mengapa kalian menyukai karya tersebut. OK

Cus di baca ya guys tapi Cover sudah diganti oleh pihak Novel Toon. jadi jangan keliru ya, terimakasih 🙏🏻

1
Aidil Kenzie Zie
akhirnya gol juga
Nanik Arifin
si robot es unboxingnya masih tahun depan Thor ?
Aidil Kenzie Zie
🤣🤣🤣apa Ricko nggak paham tentang Operasi Bulan Madunya 🤭🤭🤭
Indri Almaidar
hummm
Indri Almaidar
aneh benar
Indriani Kartini
malu2tapi mau 🤣🤣🤣
Radya Arynda
akhirnya,,,bebas dari mimpi buruk
Lia siti marlia
semoga kebahagiaan kalian di berkahi tuhan 🤗🤗🤗
Radya Arynda
👍👍👍👍👍mantap,,,kalau bisa dekutu2 nya juga damar...
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪💪hancur kan semua manusia jahat💪💪💪💪
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
drama LG 🤭🤣
Elina thea
emang dasarnya Kirana masih bocil kali yah...makanya kekanakan dan ceroboh,dah tau jalan tapi gak liat kanan kiri...kalo dah kejadian baru DECH nyesel.
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
kirana mm bodoh tabrak saja, damar cari lagi
Lia siti marlia
aku pun kalau punya mertua sebaik mamah yenita pasti manut manut aja 🥰🥰🥰
Lia siti marlia
selamat yah kiran damar kalian akan jadi orang tua 🤗🤗🤗🤗
Pujiastuti
hamil ni kirana kan kak Author, kalau benar selamat buat kiran dan damar
Lia siti marlia
semoga kirana hamil 🥰🥰🥰
Radya Arynda
semangaaat semogah hamidun👍👍👍👍
Lia siti marlia
semoga saja kirana hamil🤭🤗🤗
Lia siti marlia
semangat kirana damar hempaskan badai yang menghantam dengan cinta kalian 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!