NovelToon NovelToon
Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Hezlin terjebak dalam pernikahan bisnis dengan Garra Xaverius Kingston, menggantikan Felicia—wanita yang meninggalkannya demi karier. Selama empat tahun, Hezlin perlahan jatuh cinta, meski tahu dirinya hanya pengganti.
Saat Felicia kembali, Hezlin memilih pergi. Ia meminta cerai, yakin Garra akan kembali pada cinta lamanya. Namun keputusan itu justru mengguncang Garra, yang baru menyadari bahwa kehilangan Hezlin lebih menyakitkan dari yang ia kira.
Di antara masa lalu dan perasaan yang tak terucap, keduanya dihadapkan pada satu pilihan: berpisah… atau memperjuangkan cinta yang terlambat disadari.

"Aku ingin kita bercerai," -Hezlin Rayla Iyzebelle.

"Apa yang selama ini tidak cukup membuatmu tetap berada di sisiku?" -Garra Xaverius Kingston.

"Nyonya, Tuan tidak mau berceri!" -Ervan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 ~ Kau Yakin?

Hezlin menegakkan punggungnya, hatinya yang tadinya berat kini dipenuhi keberanian untuk melawan.

"Ayah, tapi pernikahan ini tidak ada artinya lagi! Aku tidak bisa terus berpura-pura selamanya hanya demi keuntungan semata!" bantahnya dengan suara meninggi, meski tetap berusaha sopan. "Aku sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan keluarga, dan sekarang aku berhak memutuskan hidupku sendiri!"

Tuan Arthur tertawa sinis, tatapannya menjadi semakin tajam dan mengancam. Ia mencondongkan tubuh ke depan, suaranya rendah namun menusuk.

"Memutuskan hidup sendiri? Jangan bermimpi, Hezlin! Selama aku masih kepala keluarga, kau tidak berhak bertindak sesuka hati!"

Ia berhenti sejenak, lalu melontarkan ancaman yang membuat darah Hezlin seolah berhenti mengalir.

"Dengar baik-baik. Jika kau tetap memaksakan perceraian itu, maka jangan harap aku akan mengakumu lagi sebagai anakku. Semua hak waris, fasilitas, dan perlindungan yang kau dapatkan selama ini akan segera dicabut. Kau akan menjadi orang asing di mata keluarga ini."

Tuan Arthur menunjuknya dengan tegas.

"Lebih dari itu.. ingat, nama besar Garra bukan hanya menguntungkan kita, tapi juga menjadi penyangga stabilitas perusahaan. Jika kau berani memutus ikatan itu, aku akan memastikan kau tidak akan mendapatkan sepeser pun, bahkan tidak akan ada satu pun tempat yang mau menerimamu bekerja atau bergaul. Kau akan hidup terasing dan jatuh miskin, sendirian."

Ia menatap putrinya tanpa ragu sedikit pun.

"Pilih saja. Tetaplah menjadi istri Garra dan nikmati kemewahan serta kehormatan, atau pergi dan hadapi akibatnya sendirian. Aku tidak akan ragu melakukannya jika kau berani merusak semua rencanaku."

Hezlin menggenggam tangannya erat hingga buku jarinya memutih, napasnya memburu menahan amarah dan kekecewaan. Tanpa ragu sedikit pun, ia menghentakkan kakinya kuat ke lantai, lalu berdiri tegak memandang ayahnya dengan tatapan tegas dan tak tergoyahkan.

"Kalau itu yang Ayah inginkan... biarlah begitu," ucapnya mantap, suaranya tidak bergetar meski hatinya terasa perih. "Aku sudah cukup lama hidup di bawah bayang-bayang keuntungan dan nama orang lain. Sekalipun aku harus kehilangan segalanya, aku tidak mau terus terikat dalam pernikahan yang tidak ada maknanya ini selamanya."

Ia menegakkan bahunya, tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut pada ancaman yang dilontarkan.

"Anggap saja aku tidak lagi memiliki hak apa pun. Tapi ingat, Ayah.. keputusan ini sudah bulat. Tidak ada yang bisa mengubahnya."

Tanpa menunggu jawaban atau izin lagi, Hezlin berbalik cepat. Dengan langkah yang pasti dan tegas, ia berjalan menuju pintu, membukanya lebar, lalu melangkah keluar dan menutupnya rapat di belakangnya, meninggalkan Tuan Arthur yang menatap punggungnya dengan wajah memerah karena marah.

"Hezlin!!"

Teriakan Tuan Arthur menggema di seluruh ruangan, diikuti suara gesekan kasar kursi yang didorong ke belakang.

"Brengsek!!"

"Anak itu benar-benar sudah gila!" umpatnya keras, wajahnya memerah menahan amarah yang meluap. Tangannya mengepal erat di atas meja, matanya melotot menatap pintu yang baru saja ditutup rapat.

"Berani-beraninya dia menentangku! Membuang kesempatan sebesar ini hanya karena keinginan konyolnya sendiri!" geramnya pelan, lalu mengayunkan tangannya menjatuhkan hiasan di atas meja hingga berantakan.

"Baiklah... kalau dia merasa begitu hebat, biarkan saja dia merasakan sendiri betapa kerasnya dunia di luar sana tanpa perlindungan keluarga dan nama besar Kingston itu!"

••

••

Di sisi lain...

Pesawat jet pribadi milik Garra baru saja menyentuh landasan pacu, mendarat mulus di sebuah pulau terpencil yang masih asri. Begitu pintu pesawat terbuka, angin kencang langsung menyambut, menerbangkan ujung jas Garra dan membawa aroma garam laut yang segar.

Ervan, asisten pribadinya, sudah berdiri siap di sampingnya begitu mereka melangkah turun. Ia segera menyerahkan map berisi dokumen, lalu menyampaikan laporan dengan nada tegas dan teratur.

"Tuan, selamat datang. Berikut jadwal dan rincian yang harus diselesaikan selama di sini," ucapnya sambil berjalan berdampingan. "Pertama, pertemuan dengan mitra lokal besok pagi untuk membahas proyek pengembangan wilayah. Selain itu, saya juga sudah mengumpulkan semua data dan laporan yang Tuan minta, termasuk informasi lengkap mengenai perkembangan di sana dan hal lain yang sedang diselidiki tim."

Ervan menyerahkan tablet tipis di tangannya.

"Semuanya sudah terverifikasi dan disusun rapi. Jika Tuan ingin membacanya sekarang atau nanti setelah beristirahat, saya siap mengantar langsung ke vila yang sudah disiapkan."

Garra menatap ke sekeliling, membiarkan angin menerpa wajahnya, lalu mengangguk singkat.

"Baik. Bawa aku ke tempat menginap. Aku ingin melihat semuanya nanti malam."

"Siap, Tuan."

Ervan mengangguk paham, lalu melanjutkan penjelasannya sambil berjalan menuju kendaraan yang sudah menunggu.

"Satu hal lagi, Tuan," tambahnya hati-hati. "Bisnis besar di pulau ini ternyata juga sangat diinginkan oleh Tuan Arthur. Beliau sudah menyampaikan permohonan secara tidak langsung, meminta agar Tuan sudi melibatkan dirinya dan perusahaan keluarga dalam kerja sama proyek ini."

Garra berhenti sejenak, matanya menyipit mendengar nama itu disebut. Angin masih berhembus menerpa tubuhnya, namun rahangnya perlahan mengeras.

"Begitu?" gumamnya rendah, nada bicaranya terdengar dingin.

"Benar, Tuan. Beliau berharap nama keluarga Kingston dapat membuka jalan agar posisinya lebih kuat, dan keuntungannya pun akan sangat besar jika dapat terlibat," lapor Ervan jujur.

Garra tersenyum tipis, senyum yang tidak menyentuh matanya. Ia melangkah kembali menuju mobil mewah yang sudah siap.

"Katakan padanya... kita lihat saja nanti. Semua harus sesuai aturan dan kepentingan perusahaan, bukan karena ikatan pribadi."

"Baik, Tuan. Akan saya sampaikan."

••

••

Di tempat lainnya...

Saat ini Hezlin duduk di sebuah sudut kafe yang tenang, berhadapan dengan Rachel, sahabatnya.

Rachel menatapnya dengan tatapan penuh perhatian, lalu bertanya lembut namun tegas:

"Hezlin... apa kau sudah benar-benar yakin ingin bercerai?"

Hezlin menatap cangkir di hadapannya, jari-jarinya memegang gagang cangkir dengan erat. Ada rasa perih yang samar di dadanya, namun ia mengangguk mantap.

"Aku sudah yakin, Rachel," jawabnya pelan namun tegas. "Aku tidak bisa terus bertahan dalam pernikahan yang dasarnya hanya kesepakatan. Apalagi sekarang dia sudah kembali..."

Ia menarik napas panjang, berusaha menahan gejolak di hatinya.

"Lebih baik aku pergi sekarang, sebelum aku semakin jatuh cinta dan semakin sulit untuk melepaskannya. Setidaknya dengan berpisah, dia bisa bersama orang yang memang ditakdirkan untuknya, dan aku... aku bisa belajar untuk hidup tanpa dia."

Rachel menghela napas, lalu meraih tangan Hezlin di atas meja.

"Tapi kau yakin bisa menghadapi semuanya sendirian? Ayahmu pasti tidak akan memudahkanmu, dan Garra pun—"

"Aku sudah siap," potong Hezlin sambil tersenyum tipis, meski matanya berkaca-kaca. "Sekalipun aku harus memulai dari nol, setidaknya aku bebas. Aku tidak mau menjadi penghalang, dan aku juga tidak mau dimanfaatkan selamanya."

Ting.

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, suara notifikasi pesan masuk terdengar dari ponsel Rachel. Wanita itu segera meraihnya, membuka layar, dan seketika matanya melebar tak percaya. Ia langsung mengangkat wajahnya, menatap Hezlin dengan pandangan yang campur aduk antara kaget dan ragu.

"Ada apa?" tanya Hezlin, merasa ada yang tidak beres dari raut wajah sahabatnya.

Rachel menelan ludah sejenak, suaranya terdengar berat saat menyebut nama itu.

"Hezlin.... Garra..."

Hezlin mengerutkan kening, detak jantungnya tiba-tiba berpacu lebih cepat.

"Ada apa dengan dia?"

Rachel menatap layar sekali lagi, lalu menatap kembali ke arah Hezlin dengan hati-hati.

"Garra... dia sekarang sedang...."

❤️

1
Zhao_Xena
bagi yang sudah membaca, author minta maaf ada revisi sedikit didalamnya yakk... tidak banyak tapi cukup mempengaruhi ceritanya.. terimakasih 💋
Siti Amalia
ceritanya bagus banget thor, jgn digantung ceritanya ya ...plisss
Siti Amalia
Novel nya bagusss banget thor ..jgn digantung ceritanya. plisss
Zhao_Xena: terimakasih banyak, selalu author usahakan sampai selesai ya... 🥰
total 1 replies
Emi Sudiarni
krang suka dgn sikat nya hezlin, kok cpat ambil kesimpulan klw garra mau kmbalidgn felicia
Alya Bau
up lagi kak, ceritanya seru😍
Zhao_Xena: di tunggu ya kak../Smile/
total 1 replies
Siti M Akil
lanjut thor
Zhao_Xena: Siap kak 🫡
total 1 replies
You `ka
lanjut 💪
Zhao_Xena: siap!🫡
total 1 replies
You `ka
semoga saja hamil, biar Felicia nggak ada kesempatan ganggu lagi
You `ka
🤣🤣🤣 kode itu.. butuh yang anget-anget
You `ka
jih! dasar ulat bulu. ada aja akalnya si Felicia.
You `ka
mendingan mundur deh, Felicia.. hati Garra udah bukan buat kamu 🤣🤣
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut thor💪
Zhao_Xena: siap🫡
total 1 replies
🥀
laki kayak garra ni perlu dibuang kelaut
Zhao_Xena: buang aja kak.... biar dimakan paus 🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Kalau memang Hezlin beneran hamil, lebih baik tidak bercerai, dan Garra harus memperbaiki diri, jangan terus bersama Felicia..😤😤
Zhao_Xena: Garra harus belajar menjadi lebih romantis dan tidak kaku mungkin ya kak?🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Garra mulai posesif...😝😝😝
Brown choco
Lemah banget cewe nya
You `ka
sampai muak Garra... sampai gumooh...🤣🤣🤣. jangan² Hezlin hamil itu..
You `ka
wahh.. seru ini.../Joyful/
You `ka
mampus! kena mental kan dengan jawaban Hezlin?🤣🤣
You `ka
wahh.. kael, jangan terlalu berharap dulu pada Hezlin.. takutnya nanti patah hati..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!