NovelToon NovelToon
Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Supernatural / Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Minaaida

Asmi seorang janda muda yang ditalak suaminya karena di anggap mandul. Tiga tahun berumah tangga namun tak juga di karunia anak membuat Mas Ilham suaminya berselingkuh dan memutuskan menceraikannya. Asmi yang lelah karena terus di teror oleh mertua dan wanita selingkuhan suaminya, memilih merelakan perkawinannya. Dia memilih pisah dan keluar dari kehidupan Mas Ilham. Dia memilih tinggal sebuah rumah kecil peninggalan orang tuanya.

Namun, nasib membawanya berjumpa dengan Pangeran Hasyeem, lelaki rupawan yang bukan berasal dari golongan manusia, melainkan bangsa jin. Pangeran jin yang tampan itu jatuh cinta pada Asmi.

Sejak saat itu berbagai peristiwa aneh terjadi dalam hidup Asmi dan menghadirkan benih benih cinta yang tumbuh bersemi dalam hati wanita itu.

Apakah cinta keduanya yang berbeda alam dapat bersatu. Penasaran.. baca kisah selengkapnya. Salam manis dari Mina 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 Penebusan Karma ( part 1 )

Malam merangkak semakin larut menyelimuti setiap insan yang terlelap pulas dalam buaian mimpi. Mimpi yang kata orang bijak merupakan bunga tidur. Namun ada kalanya kita bisa bermimpi tentang sebuah kisah. Karena pada dasarnya sebuah mimpi dapat juga menjadi jembatan refleksi kisah masa lalu seseorang.

Pun demikian halnya dengan Asmi yang terlelap pulas. Saking pulasnya tidur, membuat Asmi bermimpi yang sangat aneh. Dalam mimpinya, Asmi seakan berada di suatu tempat. Tempat yang terasa asing bagi Asmi karena dia merasa seumur hidupnya belum pernah menginjakkan kaki kesana.

Namun yang aneh, dia seolah olah merasakan dirinya yang sedang bersedih. Kesedihan yang sangat dalam. Ada kekecewaan dan juga kemarahan. Juga rasa sakit akibat sebuah penghianatan yang di rasakan oleh Asmi hingga dia merasa sesak dan menangis dengan hebatnya.

Dia menangis dan terus menangis seperti orang yang putus asa di tempat itu. Sebuah tempat yang begitu sunyi, hanya suara deburan ombak yang pecah ketika bertabrakan dengan batu karang yang berdiri kokoh di bawah tebing yang curam.

Semakin lama rasa sedih itu semakin menyesakkan dada membuat Asmi menangis bahkan dalam tidurnya.

Asmi melihat dirinya yang berjalan mendekati pinggir tebing yang curam. Rasa di hatinya juga semakin membuncah. Ada perasaan tidak rela namun perasaan putus asa lebih mendominasi hingga pada suatu ketika.... tubuh Asmi melompat terjun ke dasar laut yang gelap dan hilang di telan ganasnya ombak laut yang menghantam cadas dan batu karang terjal di tepi tebing itu.

Asmi tersentak bangun dari tidurnya dengan air mata yang berderai dan rasa sakit di dadanya yang terasa menyesakkan. Entah mengapa dia juga menangis sedih sama persis dengan Asmi seperti yang ada dalam mimpi.

Seharian Asmi kerjanya hanya termenung saja seorang diri. Dia masih teringat dengan mimpi anehnya tadi malam. Mengapa mimpi itu serasa nyata dia alami. Dia bahkan heran karena dia juga ikut menangis ketika sadar dari mimpi.

" Dek, koq melamun saja dari tadi. apa ada,masalah ?" , suara Mas Ardi menyadarkan Asmi dari lamunannya.

" Nggak, mas. Asmi cuma lagi nggak enak badan. " jawab Asmi sambil membuang pandangannya ke arah lain.

" Oh, kalau gitu jangan duduk diluar. Masuk ke dalam dek, biar nggak kena angin. " ajak Mas Ardi sambil merangkul Asmi, membawa wanita itu masuk ke dalam rumah.

Mbak Nur dan Mirna terlihat sedang sibuk menyiapkan makan malam. Ikan bakar baru saja matang dari atas bakaran dan kini sedang di sajikan sebagai lauk makan malam. Kebanyakan ikan di tempat ini masih segar, karena baru di dapat dan langsung dijual. Desa tempat tinggal Mas Ardi memang terletak tak jauh dari laut karena Mas Ardi berprofesi sebagai nelayan. Kehidupan sehari-hari sehari-hari kakaknya itu tak pernah jauh dari laut.

" Mas Ardi mau kemana? " tanya Asmi pada Masnya.

" Mas mau turun kelaut. Sudah lama Mas nggak ke laut. Dapur mbakmu perlu ngebul, dek." kata Mas Ardi sambil terkekeh.

" Sama siapa, Mas? " tanya Asmi lagi.

" Sama Udin dan Herman."

Ada rasa cemas di hati Asmi ketika dia teringat akan perkataan Hasyeem tentang kakaknya beberapa hari yang lalu. Namun dia berusaha untuk menyimpan kecemasan di hatinya dan memilih berdoa untuk keselamatan Sang kakak di laut.

" iya, Tapi beneran kan mas sudah sehat? " tanya Asmi ragu.

" Mas sudah merasa sehat, Dek. kasian juga mbakmu kalau mas kelamaan sakit. Nggak ada uang belanja untuk keperluan dapur. " jawab Mas Ardi kalem.

Asmi mengangguk lalu mengambil tangan Masnya dan kemudian menciumnya dengan takjim tanda bakti. Setelah itu Mas Ardi berangkat ke laut bersama dengan kedua orang temannya yang juga merupakan anak buahnya.

...-----...

Malam ini Asmi tak dapat tidur dengan nyenyak. Dia terjaga dari lelapnya setelah kembali bermimpi yang sama untuk yang kedua kalinya.

Perkataan Hasyeem, bayangan di mimpinya, dan kepergian Mas Ardi ke laut sungguh membuat hati Asmi diliputi kekhawatiran dan rasa takut. Dia takut bakal terjadi sesuatu, suatu kejadian yang buruk yang menimpa terhadap kakaknya.

Dia kemudian turun dari tempat tidur nya dan pergi ke belakang untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat malam. Memohon petunjuk kepada Sang Khalik akan nasib keluarganya.

Cukup lama Asmi melaksanakan sholat malam dan berzikir ketika sebuah sinar kebiruan melesat dan berpendar di hadapannya untuk beberapa saat dan sekejap kemudian sinar itu menghilang kembali.

Asmi tersadar dari keterkejutanya dan kembali lagi beristighfar dan melanjutkan zikirnya. Hatinya mulai dilanda kecemasan akan nasib Mas Ardi. Pertanda apakah tadi? pikir Asmi.

" Hasyeem, datanglah..! aku ingin bicara. Hasyeem! Hasyeem ! datanglah..! " Asmi memanggil Hasyeem untuk segera datang menemuinya.

Dia memerlukan lelaki tampan dari bangsa jin itu untuk melakukan sesuatu. Hanya dia yang Asmi pikir bisa membantunya untuk menyelesaikan masalah ini. Masalah yang menyangkut hidup mati kakaknya dan juga keturunan dari Hardi Rahardian berikutnya.

Blusss! Sesosok makhluk tampan hadir lengkap dengan pakaian kebesarannya. Dia lalu duduk bersila di hadapan Asmi. Menatap dalam sorot mata wanita cantik yang sangat di cintainya itu.

" Kamu sudah mengetahuinya, kan? " tanya Asmi. Hasyeem mengangguk dalam diam.

" Tapi mengapa tak kau katakan jika anak perempuan keturunan Hardi Rahardianlah yang bisa menghapus kutukan itu..! " Asmi menatap tajam pada lelaki di depan dia itu dengan sorot mata penuh tanya. Hasyeem menghela nafas dalam.

" karena aku tak sanggup jika nanti akhirnya aku harus kehilanganmu. Itu sama saja halnya dengan aku menyerahkan kamu pada penguasa Pantai Selatan sebagai ganti dari wadal dari perempuan itu. " kata Hasyeem dengan sendu.

Asmi menghela nafas. Dia bisa memahami bagaimana perasaan Hasyeem, karena dia juga sedang dalam posisi seperti itu saat ini. Dia juga takut jika harus kehilangan kakaknya lelaki satu satunya.

"Tunjukkan padaku, Hasyeem!" perintah Asmi pada Hasyeem. Hasyeem kembali menggelengkan kepala.

" Tidak, kamu tak akan siap jika melihat hal ini. Aku takut kamu akan kalap dan berbuat di luar nalar. "

" Lantas apa yang harus ku lakukan, Hasyeem..? " tanya Asmi kalut.

Hasyeem memeluk tubuh Asmi dengan erat.

" Jangan lakukan hal itu. Jangan berikan apa yang mereka inginkan, karena sesungguhnya mereka hanya ingin darah segar untuk menambah kekuatan mereka.Mereka hanya ingin jiwamu saja. "

"Aku harus melakukannya, Hasyeem. Kakakku membutuhkan bantuanku, juga keluargaku " Hasyeem menggelengkan kepalanya. Tidak, dia sungguh tidak rela.

"aku mohon bantulah aku. Karena hanya kamu yang bisa menolongku menghadapi wanita itu dan juga Penguasa Pantai Selatan." Asmi menatap Hasyeem dengan sorot memohon. Hasyeem tak berdaya dengan tatapan itu, hingga akhirnya dia terpaksa mengiyakan dan merelakan wanita itu melakukan apa yang harus dia lakukan.

" Baiklah, pegang tanganku dan apapun yang kamu lihat dan apapun yang terjadi, aku mohon jangan lepaskan pegangan tanganku. Berjanjilah dulu padaku, baru aku bisa membantu untuk membawamu ke sana.! "

Asmi menganggukkan kepalanya.

" Baik, aku berjanji akan mematuhi semua perkataanmu."

" Baiklah, Ayo kita lakukan. Pegang tanganku dan ingat jangan pernah lepaskan.! " Asmi mengangguk dan menggenggam tangan Hasyeem. Kemudian tubuh kedua insan yang berbeda asal itu pun menghilang dari pandangan mata.

Hasyeem dengan kekuatan yang dia miliki membawa Asmi ke masa lalu. Ke suatu tempat di mana asal muasal kisah itu di mulai. Asmi dapat melihat dengan jelas semua kejadian demi kejadian yang terjadi di sana. Seperti sedang menonton sebuah film sinetron saja layaknya. Hingga sampai pada kejadian Husna yang menerjunkan dirinya ke laut. Asmi tersentak kaget.. Kejadian itu sama persis dengan kejadian yang ada di mimpinya. Tapi bedanya yang ada dalam mimpinya adalah dirinya yang melompat ke dalam laut bukan Husna.

Berikutnya, Hasyeem membawa tubuh Asmi ke tengah lautan yang luas. Disana , Asmi di dapat melihat sebuah perahu nelayan yang terombang-ambing di hantam hujan badai dan ombak laut yang besar. Saat tubuh Asmi mendekat, Dia menjerit sekuat tenaga tapi suaranya seakan hilang di telan angin.

Di dalam perahu itu kakaknya dan kedua orang temannya sedang berjuang mengendalikan perahu yang diserang Badai dan angin topan agar tak tenggelam. Kedua orang anak buah kakaknya , Udin dan Herman terlihat sedang sibuk menimba air laut dan air hujan yang terus saja masuk ke dalam perahu, sementara kakaknya sedang berjuang mengemudikan perahu agar tetap stabil.

Asmi menangis melihat semua itu. Dia sangat iba melihat keadaan kakaknya saat ini.

Tangis Asmi berubah menjadi kepanikan saat matanya tidak sengaja melihat kilatan cahaya terang kebiru - biruan terbang melesat ke arah perahu kakaknya, cahaya yang sama yang datang padanya saat dia sedang berzikir. Apa itu yang datang?? Apa yang akan terjadi pada kakaknya.

Asmi ingin berteriak untuk memperingatkan kakaknya, tetapi mulutnya seakan tak bisa terbuka. Dia ingin sekali berlari melompat ke perahu kakaknya, tapi dia ingat perkataan Hasyeem. Sehingga Dia hanya bisa pasrah dan menangis meminta Hasyeem untuk berbuat sesuatu.

1
Musa Johnathan
👍
Wirda Wati
ngeri ngeri sedap ceritamu thort
Mamah Enung
mungkin keluarga itu asal usul nya keturunan jin
Emi Zulaika
Luar biasa
Wulan Sari
critanya bagus banget walau beda dunia sangat menarik trimakasih Thor semangat 💪 salam sehat selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
tini 06
ko jinnya salam g dijwb deh asmi bukan islam ya jin aja tau ngucap salam
Nana Niez
meski baca sambil ngomel, ngomel penuh emosi krn tokoh utamanya yg g punya kesaktian apa apa,, dan kagum krn othor nya keren abis,, mikir apa ini semua adalah pengalaman pribadi othor yaaa,, g kerasa lha kok sdh tamat aja,, 😁😁😁😁😁
Nana Niez
kenapa nadia hrs di ajak? knp dia g dibawa plg aja,, tinggal Terima beres kan dia manusia biasa jdi bahaya sekali
Nana Niez
mending sm andros aja lah,, lbh kuat dan punya kemampuan melindungi sang tuan putri
Nana Niez
wow Thor,,, km seperti ensiklopedia,, berasa fantasi tapi berasa nyata juga,, jdi ngeri ngeri sedaaappp
Nana Niez
bukannya istana dijaga dg ketat knp bs palasik masuk??????
Nana Niez
dari awal hingga akhir kelebihan asmi sepertinya hanya bs membuat bayi bayi tangguh,, tpi g bs melindungi diri sendiri
Nana Niez
cerai dulu kyk asmi del
Nana Niez
knp yg jdi asmi ga ada kelebihan apa apa sih Thor,, selain cm cantik,, dan punya aura yg unik,, tpi selebihnya menyeeeeeee sekali
Nana Niez
knp aq selalu emosi aja kl liat si asmi ini,,, knp g ada waspadanya sm sekali,,
Nana Niez
allahu akbar,,, ganteng banget mak
Nana Niez
bukan hinaa,, cm merepotkan saja,, krn kebanyakan tingkah km nya asmi,,,
Nana Niez
asmi knp genit banget ya
Nana Niez
asmi asmi,,, kok mau Hasyim sm km,, udah sok cantik,, geleman,, dipegang may di peluk mau,, g bs apa apa,, hadeh,, sakti juga enggak,,, kok bs jdi tokoh utama,, Tho, asmi ganti ajalah,, yg lbh elegan gt kl jdi janda,, atau jdi cewek
Nana Niez
males banget sm asmi,, udh g punya kesaktian apa apa,, banyak gaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!