"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Naik kambing
Wuussssh.
Wuussssh.
Bayangan melintas cepat di hadapan Pak Seno dan juga Yanto, Yanto sudah mulai merinding tidak karuan karena tadi Sebenarnya dia malah sekali untuk menemani Pak Seno jual kambing ke pasar pada malam hari seperti ini, namun orang tua ini memangsa karena dia membutuhkan uang untuk berobat malam ini juga setelah pulang menjual kambing itu.
Karena kasihan dan juga tidak tega maka Yanto mau tidak mau menemani sang Pakde untuk jual kambing tersebut, Kasihan juga bila sendirian dan keadaan desa juga belum seberapa baik sehingga nanti takut ada sesuatu yang tidak biasa mendatangi Pak Seno yang sudah tua itu.
Jadi meski sekarang dia juga harus menahan rasa merinding di dalam tubuh ini maka mau tidak mau Yanto terus berjalan sambil menyeret kambing bandot itu, Pak Seno ingin jual kambing dua ekor karena penyakit dia yang semakin parah dan membutuhkan pengobatan yang sangat intensif sehingga dia memutuskan untuk menjual peliharaannya saja.
Ini ketika Yanto sudah berusaha untuk tetap tenang malah sekelebat bayangan lewat di depan mata dan dia jelas sekali melihat bayangan tersebut, tentu saja hati pemuda ini semakin tidak karuan dan dia merinding namun berusaha keras untuk tetap tenang agar Pak Seno juga tidak ketakutan dan tentu saja itu demi keselamatan mereka berdua.
Pak Seno memiliki penyakit jantung sehingga dia tidak boleh terlihat kaget, nanti bila Yanto terlihat ketakutan maka yang ada Pak Seno akan kumat di sini dan tentu saja Yanto akan kebingungan bagaimana cara membawa dia pergi dari tempat tersebut, terlebih lagi dirinya juga membawa kambing seperti itu sehingga pasti akan sangat kesulitan.
''Ikuti dua orang itu tadi karena terlihat nanti bisa dalam bahaya.'' Arya memberi perintah kepada Maharani dan Nana.
''Sama aku saja.'' Nilam menawarkan diri karena dia memang juga ikut dalam pencarian kali ini.
''Tidak usah, kalau kalian berdua yang pergi maka yang ada kedua manusia itu nanti pingsan di tempat.'' Arya sudah sangat hafal dengan tabiat dua Kunti edan.
''Aih dia tidak tahu saja kalau Nana bisa bersikap edan.'' batin Nilam di dalam hati dan dia terpaksa ikut bersama dengan Arya.
''Ayo kita pergi sekarang dan ikuti dua manusia tadi.'' Ratu burung hantu mengajak kucing hitam segera melangkah pergi.
Kedua wanita cantik tersebut segera mengejar Pak Seno dan juga Yanto untuk menemani Karena maksud mereka tentu saja hanya untuk menjaga, terkadang memang maksud para setan ini sangat baik tapi mereka lupa bahwa mereka itu adalah para setan sehingga ketika menampakan diri maka menimbulkan ketakutan yang cukup besar.
''Aku cemas aja nanti kalau dia sampai mengerjai dua manusia tadi.'' Jenderal perang sudah memiliki firasat itu.
''Tidak lah, Nana agak kurang klop kalau dengan Maharani jadi pasti terjadi hal yang bagus aja kok.'' Arya percaya dengan Nana.
''Mudah mudahan lah.'' ujar Xiela berusaha untuk percaya.
''Tapi aku sejak tadi rasanya tidak merasakan ada energi jahat di kampung ini.'' Nilam memperhatikan dengan seksama.
''Iya, sejak tadi aku juga sudah berusaha mencari namun tidak ada yang aneh kok.'' Jenderal perang cantik itu menatap sekitar.
''Oleh sebab itu kita harus berusaha keras untuk mencari tahu apakah memang ini pesugihan atau seseorang yang bisa menyembunyikan energi.'' Arya berkata dengan serius.
''Kau sendiri memiliki firasat Bagaimana tentang masalah ini?'' Nilam bertanya kepada Pangeran ular.
''Aku menduga kalau ini adalah ulah dari manusia yang ingin menimba ilmu.'' Arya berkata dengan sangat yakin.
''Aku curiga juga begitu karena sepertinya Memang sesuatu telah terjadi di kampung ini hanya karena orang ingin mencari ilmu.'' Nilam setuju dengan hal tersebut.
Arya dan printilannya segera bergerak cepat untuk mencari keberadaan sosok yang menurut para warga sini telah hadir dan tidak memiliki kepala, Bahkan mereka juga sekarang mulai ketakutan karena cemas bila ternyata nanti sosok tersebut mendatangi rumah mereka untuk mencari kepala milik salah satu keluarga.
...****************...
''Aku tadi merasakan sambaran angin yang sangat kencang.'' Pak Seno juga merasakan hal yang sama.
''Ah itu hanya perasaan Pakde saja karena kita kan pergi sudah malam seperti ini.'' Yanto berusaha untuk mengelak.
''Masa sih? Ayo berjalan cepat dikit karena agak takut juga aku kalau suasana jadi seperti ini.'' Pak Seno memang cemas dan dia segera melangkah pergi.
Yanto menarik nafas panjang karena sebenarnya dia tahu bahwa yang dimaksud oleh Pak Seno itu adalah orang yang tadi berkelebat cepat, namun dia sengaja tidak ingin membahas hal itu agar suasana tidak semakin mencekam saja.
''Kenapa Kenapa mereka berjalan secepat itu?'' Maharani heran karena kedua manusia itu berjalan seperti sedang berlari.
''Pasti mereka takut juga karena sudah tersiar kabar kalau ada setan tanpa kepala.'' jawab kucing hitam.
''Meski ketemu dengan setan tanpa kepala tapi itu bukan hal yang buruk.'' ujar Maharani dengan sangat santai sekali.
''Bukan hal buruk piye to, Ran? ketemu setan kok bukan hal buruk!'' Nana jadi heran dengan kuntilanak satu ini.
''Ya kan dia tidak punya kepala yang berarti dia tidak memiliki mata untuk melihat kita, Kenapa harus takut.'' ujar Maharani.
''Oh iya juga, tapi dia pasti bisa melihat karena bisa mengambil kepala milik dua warga itu.'' Nana berkata dengan kekeh.
''Loh benar juga apa yang kau katakan itu ya, jadi dengan apa Dia melihat kalau tidak memiliki kepala?'' Maharani jadi bingung sendiri.
''Yan, kok aku merasa kalau di belakang sana terasa sangat berisik dan seperti ada orang sedang mengobrol.'' Pak Seno menatap Yanto yang sudah gemetar.
Yanto menggeleng dengan sangat cepat dan dia berjalan juga semakin tidak karuan, sebab Sebenarnya dia juga Mendengar orang yang seperti sedang bercakap-cakap di belakang sana namun mereka tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang telah mereka bicarakan tersebut sehingga rasa takut itu semakin tidak terkendali.
''Kan aku sudah bilang kalau besok saja jual kambing ini.'' Yanto mengalahkan Pak Seno.
''Lah wong Aku butuh sekarang untuk berobat kok malah kau suruh jual pagi sih.'' Pak Seno juga heran dengan Yanto.
''Aih ini sudah malam dan suasana Desa juga sedang tidak baik malah pergi keluar seperti ini.'' rutuk Yanto dan terus menarik kambing itu.
Mbeeeeeek.
Mendadak saja kambing itu berteriak keras seolah ada sesuatu yang sedang mengganggu dia sehingga membuat Yanto dan Pak Seno menjadi kaget bukan main, sama sekali mereka tidak menyadari bahwa kedua kambing itu ketakutan setelah dua wanita cantik naik di atas punggung kambing tersebut.
Selamat pagi besti, yoook semangat di tanggal satu bulan baru ini, tapi othor ngantuk berat oyyy.