NovelToon NovelToon
Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:22M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

AREA DEWASA!!


Empat tahun menduda pada akhirnya Wira menikah juga dengan seorang gadis yang bernama Mawar. Gadis yang tidak sengaja Wira tabrak beberapa waktu yang lalu.

Namun, di balik pernikahan Wira dan Mawar ada seorang perempuan yang tidak terima atas pernikahan mereka. Namanya Farah, mantan karyawan dan juga teman dari almarhum istri Wira yang bernama Dania. Empat tahun menunggu Wira pada akhirnya Farah lelah lalu menyerah.

Tidak berhenti sampai di sini, kehidupan masa lalu Wira kembali terusik dengan kehadiran iparnya yang bernama Widya, adik dari almarhum Dania. Masalah yang sudah terkubur lama namun nyatanya kembali terbuka semua kebenarannya setelah kehadiran Widya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

"Eh Mawar, apa kabar?" sapa bu Wati yang tidak sengaja bertemu dengan Mawar dan Wira di pemakaman.

"Baik bu, siapa yang meninggal?"

"Saudaranya pak Agus," jawab bu Wati lalu menoleh ke arah Wira, "loh, ini kan mas-mas yang pernah cariin kamu Mawar."

Mawar tersenyum, "iya bu, suami Mawar sekarang!"

Bu Wati terkejut ketika mengetahui Mawar sudah memiliki suami.

"Hallo bu,...!" sapa Wira ramah.

"Kapan nikahnya? selamat ya Mawar!" ucap bu Wati turut bahagia.

"Dua minggu yang lalu bu."

"Suami mu ganteng loh!" bu Wati memuji Wira, membuat pria itu bangga.

"Halah, ganteng apanya? mana ada cocoknya sama Mawar!" sahut pak Agus yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.

Mata Wira langsung menyipit tidak terima dengan ucapan pak Agus.

"Oh pak Agus, terimakasih loh pak atas doa bapak waktu itu. Bapak menyumpahi ku dapat menikah dengan duda. Eh, sekarang aku malah menikah dengan duda ganteng tanpa anak dan anak tunggal kaya raya," ucap Mawar langsung memeluk lengan suaminya.

Pak Agus mendengus kesal, menatap tajam ke arah Mawar dan Wira.

"Semoga cepat cerai...!" sumpahnya lagi langsung menyulut emosi Wira.

Dengan sekali jangkauan, Wira mencengkram leher pak Agus.

"Sekali lagi anda berkata yang jelek, akan ku ratakan dengan tanah kontrakan mu yang tidak seberapa itu," ancam Wira emosi.

Bu Wati dan beberapa warga yang masih berada di area pemakaman langsung memisah Wira dan pak Agus.

"Pak Agus sih, kalau mendoakan orang yang baik-baik aja. Nanti susah sendiri loh!" tegur bu Wati.

"Udah, ayo pergi. Kapan-kapan aku akan memberi pelajaran pada si tua bangka ini," ucap Wira menakuti pak Agus, lelaki paruh baya itu hanya berdiri menahan malu dan ketakutan.

Wira kemudian mengajak Mawar untuk pergi. Untung saja mereka sudah selesai berziarah ke makam Andini dan kedua orangtua Mawar.

"Udah ah, jangan marah lagi. Pak Agus memang begitu orangnya. Suka berkata jelek pada orang lain,"

"Enak aja mengatai orang lain, awas saja dia...!" Wira benar-benar kesal.

Dongkol sekali hati Wira ketika pak Agus mendoakan mereka bercerai. Sudah puas mengeluarkan sumpah serapahnya di jalan, setibanya di rumah sikap Wira kembali seperti semula.

"Kita makan malam di luar aja ya. Lagian, mamah sekarang lebih senang menginap di rumah adiknya!"

"Iya mas, aku kasih tahu bibi dulu."

"Untuk apa?"

"Maksudnya bibi gak usah masak banyak, nanti makanannya mubazir."

"Oh, ya udah cepat. Mas tungguin nih...!"

"Nungguin? memangnya mau ngapain?" tanya Mawar dengan polosnya.

"Mandi bareng lah. Mau ngapain lagi?"

"Mas....!"

"Wira tidak menerima penolakan. Jadi, Mawar harus cepat sekarang!" ucap Wira sambil mendorong istrinya keluar kamar.

Bergegas Mawar pergi ke dapur untuk memberitahu bibi. Setelah itu Mawar kembali ke kamar. Wira benar-benar menunggunya untuk mandi bersama. Mawar hanya bisa menghela nafas pasrah saja.

Tidak, tidak ada kamar mandi bergoyang ternyata. Wira dan Mawar hanya mandi bersama. Untuk mempersingkat waktu, begitu lah alasan yang selalu di lontarkan Wira.

"Tuh kan, restoran mewah lagi," ucap Mawar yang merasa suaminya ini sangat berlebihan.

"Lah, kenapa memangnya?"

"Cuma makan aja masa iya ketempat seperti ini?" protes Mawar.

"Sayang, kau ini aneh. Di mana-mana perempuan itu senang jika di ajak ketempat seperti ini. Tapi, kau malah tidak suka!"

"Suka sih mas, tapi malah. Kasihan mas Wira kerja tapi uangnya malah di hamburkan seperti ini,"

"Udah, kamu gak usah berpikir aneh. Mas kerja sekarang untuk kamu dan nanti untuk anak-anak kita! Udah, ayo turun."

Wira menggenggam tangan Mawar lalu mereka berdua msusk ke dalam restoran yang lumayan ramai.

Suasana makan malam yang sangat romantis dengan di iringi alunan musik klasik. Tiba-tiba saja Mawar tersedak sesuatu ketika memakan dessert atau kue penutup.

Mata Wira melotot, lelaki ini langsung berdiri dan menepuk pundak istrinya. Tak berapa lama, Mawar menutup mulutnya seperti memuntahkan sesuatu.

Wira langsung bernafas lega ketika benda yang mengganjal di dalam tenggorokan istrinya keluar.

"Kalung...!" ucap Mawar bingung, "kalung siapa ini mas?"

"Anu sayang,....!" Wira bingung sendiri.

"Jangan-jangan ini kalung chef yang jatuh ke kue ini mas!"

"Bukan,....!" Wira langsung menyanggah, "kalung ini sebenarnya untuk mu. Mas yang meminta mereka untuk memasukkannya ke dalam adonan kue!" jelas Wira benar-benar membuat Mawar naik darah.

"Mas, apa kamu tahu jika ini sangat berbahaya? kamu lihat sendiri kan aku tadi hampir.....!"

Bukannya senang mendapatkan kejutan dari suaminya, Mawar malah marah-marah.

"Maafin mas dong, mas gak tahu jika akhirnya akan seperti ini," ucap Wira sambil menggenggam tangan istrinya.

"Cukup kali ini, jangan lagi deh. Bahaya!"

"Iya, maafin mas ya...! Sini, mas kalung kan."

Sebentar Wira membersihkan kalung tersebut lalu menyematkannya di leher Mawar.

"Terimakasih mas!" ucap Mawar.

"Waktu di mall itu kan mas ajakin kamu beli kalung. Tapi, rubah betina itu mengganggu!"

"Husss,...gak boleh ngomong gitu!"

"Iya deh,...!" sahut Wira, "ciumnya mana?"

Wira memonyongkan bibirnya.

"Mas malu ah,...!'

"Kalau di kamar gak malu kan?" Wira mengedipkan sebelah matanya menggoda Mawar.

"Mas....!"

"Iya Mawar ku, malam ini dua ronde ya...!"

Mawar langsung membuang wajah ketika ada pelayan yang tanpa sengaja melintas dan mendengar percakapan mereka.

"Halah, mas kalau main game kalah mulu. Nantangin terus!'' Mawar mencari alasan agar sang pelayan tersebut tidak berpikir aneh.

Wira yang paham dengan ucapan istrinya hanya bisa menahan tawa.

"Cie,...malu ya...!" goda Wira.

"Mas, aku ngambek nih!" ancam Mawar.

"Semakin ngambek, semakin anteng kamu di ranjangnya!" celetuk Wira tanpa malu lagi.

Bisa gila Mawar lama-lama, Semakin mengenal Wira, Mawar semakin mengerti sikap suaminya yang mesum ini.

"Mesum!" seloroh Mawar.

"Mesum sama istri itu halal. Kalau mesum sama istri tetangga, itu baru cari mati...!"

Sudahlah, Mawar tidak mau menanggapi suaminya lagi. Jika di teruskan akan sampai ke mana-mana.

Selesai makan malam, Wira mengajak Mawar pergi berkeliling sebentar kemudian langsung pulang ke rumah.

"Sayang,....!" suara Wira terdengar sangat manja.

"Aku ngantuk loh mas, mau tidur!"

"Kan sudah janji mau dua ronde!" rengek Wira.

"Kapan aku berjanji?"

"Lah, salah sendiri tadi gak mau cium. Jadi, ini hukuman untuk mu!"

"Mas Wira suka gitu deh, memanfaatkan keadaan!"

"Mau secara lembut atau paksa nih?" Wira mengancam istrinya, "kalau main lembut mas yang di atas, kalau main kasar kamu yang di atas!"

"Gak dua-duanya!" seru Mawar.

"Sayang, ayo dong. Mas janji, kalau nanti pagi gak minta jatah deh!"

Sebenarnya Mawar hanya menggoda suaminya, mana mungkin Mawar berani menolak permintaan sang suami apa lagi masalah ranjang seperti ini. Menit itu juga, mereka langsung tancap gas, hampir setiap malam dan menjelang pagi Wira menggoyang istrinya.

1
Tri Oktifatun
kesambet jin iprit kalii 😅😂🤣🤭
Melia Gusnetty
wanita2 yg mengejar2 wura....muka badak semua..gk tau malu dan gk tau diri...😏
Melia Gusnetty
duo hama dh sadar...datang hama satu lg...tak hbs2 lh hama2 d sekitar wira dn mawar🤦‍♀️
Melia Gusnetty
si bambang cocok sm si yunita...sama2 bau tanah...gk tobat...
Melia Gusnetty
silla dn farah sama2 muka badak..d tambah satu mak lampir si yunita...wanita2 yg gk ounya urat malu
Melia Gusnetty
yg ngejar wira hampir sm...sama2 gk punya urat malu...
Melia Gusnetty
jgn cuma ngomong lapor polisi aja wira....lapor benaran kek..ini ngomong aja tp gk lapor2 juga tuu betina...
Melia Gusnetty
mungkin si yunita dl juga pelakor mk nya ngajarin anak nya buat merusak rmh tangga orang ..geloo..
Atinah Khamil
wira diibaratkan gaston castanyo😄
Farichatur Rohmah
min...
klo naruh koma jgn kebalik dong...
bacanya nd mikir dulu😇😇
Melia Gusnetty
farah sok merasa berhak tau semua urusan atasan...karyawan gk tau diri...sok merasa nyonya wira...
hati2 mawar sm wc umum...
...
Firman Sutriyono
ceritanya konyol sih,tp seru,gmn dong???🤭
Jamayah Tambi
Rasanya Wira ni memang tak waras.Ada sehenis penyakit jiwa tp bukan gila
Jamayah Tambi
Wira ni ada salah makan kalu.Kok nafsunya tak boleh kontrol klu sama Mawar
Jamayah Tambi
00 memang keturunan Silla dan Valdi suka pada hak orang.
Jamayah Tambi
Wira inibl kok bini hamir tak suka.Hanya pentingkan senjata tumpulnya saja.
Jamayah Tambi
Lucah.Jerja mencarut je
Jamayah Tambi
Ada ie lelaki dlm dunia ni mcm Jones./Grin//Facepalm//Tongue//Tongue//Tongue/
Jamayah Tambi
Kata sayang bini tp bila dah enjut2 semut tak tau diri.Mkn ubat kuatvlagi Dasar lelaki egois.Tau nak sedap sendiri.Tenaga bini tak di pikir
Jamayah Tambi
Pak Hantonto mungkin juga tidak menyokong Widya kerana bukan anak kandungnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!