Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 Persiapan Tasyakuran.
Selesai makan kami kembali ke toko mas mengambil cincin yang sudah di ukir nama kami, mama pesan tempat cincin katanya di pakaikan besok, kami pulang sampai rumah mama memanggil tukang bungkus seserahan dan minta di bungkus disini dan mereka sudah datang menunggu kami, mama bilang kalau di bungkuskan di rumahnya lama biar agak mahal mending di panggil saja.
"Kalian istirahat sana mama mau lihat di dapur buat persiapan tasyakuran besok" kata mama
Aku masuk ke kamar mas Arya bilang mau ke kebun juga ke gudang melihat kopi hasil petik hari ini dan dia kebelakan pakai baju khusus ke ke kebun dengan topi yang biasanya di pakai kesawah
" kalau ini aura Jude ke kebun bukan main bola" kata ku
" Adek tunggu Abang Jude mencari uang ke kebun dulu, kalau main sepak bola nanti malam dan kamu sebagai Emil Audero" kata dia sambil terkekeh dan menyentil dahiku
Mama dan lain nya tertawa, aku melihat mereka memasak buat berkat besok, kalau sate dan gulenya buat makan besok dan ada beberapa orang bikin roti bolu mungkin buat isi berkat besok
" bikin roti baut besok ma?" tanya ku
" iya tapi yang lain pesan mana mampu kalau kita bikin sendri, undangan nya jam tiga" kata mama
" karyawan di liburkan ma?" tanya ku
" iya, hanya pemetik nya yang tidak libur tapi besok juga penyortirnya kerja setegah hari" kata mama
" acaranya sederhana doa dan kenduri makan sate sama gule pulang bawa berkat simple saja ini tasyakuran karena anak mama dapat istri" kata mama
Mama mengajak aku duduk di ruang tengah sambil berbincang
" Kalau kamu mau kerja lagi jangan di tempat Wicaksono kamu cari saja yang lain dan kalau kamu mau, mama punya teman tapi dia di bidang perumahan gitu" kata mama
Bi Rahayu datang memberikan ramuan kepadaku
" ini neng bagus di minum kalau sudah selesai haid" kata bibi
" terima kasih bi,biar aku minum dulu" jawabku
" gulai pakis tadi bibi sisihkan di meja makan neng" kata bi Rahayu
" iya bi nanti aku makan sekarang masih kenyang" jawabku
" Iya ma aku mau lihat perusahan properti itu kan aku ingin beli rumah yang minimalis gitu , uang dari bapak saya dan uang ganti rugi biaya kuliah akan ku jadikan DP nya." jawabku
" Tolong jangan terlihat kaya di depan para penghianat itu nanti kamu di manfaatkan lagi" kata mama menasehati
" itu suami kamu pulang, bikinkan kopi buat dia sekalian tanya apa dia minta makan" kata mama
Aku bikin kopi buat suamiku dan suamiku lansung mandi di kamar mandi belakang aku di minta ambilkan handuk dan baju ganti untuk dia, selesai mandi dia ganti baju di kamar mandi dan keluar dengan memakai kaus dan celana selutut dia minta makan, ku ambilkan nasi dan gulai pakis dan ikan goreng kemudian bi Rahayu membawa tambah lauk telor dadar, kami tadi sarapan minum kopi dan kukusan kolo pendam jam sebelas makan di ayam gepuk sekarang jam empat sudah lapar lagi, kami makan lagi, mas Arya bilang kalau dari bebun atau sawah itu gampang lapar.
" kuli bangunan juga gampang lapar bang" Jawabku
" Abang lupa kalau kamu dulu jadi ketua kuli waktu kerja di proyek" kata mas Arya.
Mas Arya bilang tadi dia membantu memetik kopi dia minta yang di petik yang merah saja yang masih hijau dan kuning di petik lusa jadi nanti kopinya berkualitas super.
Kami masuk kamar bersama, pantesan kulit suami ku agak eksotis wong dia rajin ke kebun bukan seperti adek tirinya kulit putih pakai kaca mata dan gaya nya selangit tapi memang dai kaya sih.
Aku nggak boleh ingat mas Arief lagi kan, dia sudah menjadi suami Amelia, biarkan suami ku nggak sekaya dia yang penting dia perhatian dan banyak kebunnya, kan aku matre
" Dek kok kamu ngelamun, jangan jangan kamu membandingkan kulitku sama arief ya sana kan putih sedangkan aku hitam" kata dia
" Mas manis tahu, lelaki nggak perlu putih mas yang penting perhatian dan tanggung jawab" kata ku
" kirain selera kamu yang putih" kata mas Arya
" erling halan putih tapi aku lebih suka Jude yang kulitnya lebih gelap ya Judeku atau mas Arya ku sayang" Jawaku sambil mencium pipinya
Mama memangilku karena tadi yang bungkus seserahan sudah selesai aku di suruh lihat ada baju dua pasang, sepatu dan sandal,juga tas, handuk mandi dan pakaian dalam dan lingerie,ada skincare, peralatan mandi dan mukena aku jadi malu selama ini sholatku sering bolong.
" bagaimana menurut kamu suka?" tanya mama
" Suka banget ma waktu itu yang dari mas Arief aku kembalikan dan sekarang dapat gantinya tambah perhiasan yang aku pakai lagi" jawabku
Para pekerja sudah pulang tapi yang bagaian masak masih ada di dapur kata mama sih undangan kenduri sekitar dua ratus lebih dan membuat berkat dua ratus lima puluh.
Malam ini Judeku minta di pijitin kata nya capek aku ambil minyak gosok dan aku pijitin dia mulai dari punggung sampai kaki, kasihan dia habis kerja keras sebagai pemetik kopi dan akhirnya dia tertidur, ku curi saja ciuman nya.
Kami bangun kesiangan, malu sama mama dan aku mandi keramas karena haidku sudah berhenti semalam juga di kasih jamu sama Bu Rahayu jadi sekarang benar benar bersih
Selesai mandi ku bangunkan mas Arya dia pun mandi dan sholat subuh kesiangan
" Dek kamu habis keramas sudah selesai kan haidnya bisa dong nanti malam kita malam pertama" kata dia sambil senyum, dia memberi vitamin buat rambutku dan mengeringkan dengan hairdryer, selesai aku juga menyisir rambutnya dan menguncir.
Kami keluar kamar di dapur sudah ramai aku buatkan kopi untuk mas arya dan aku ingin minta racikan kopi dia. aku bikin dua cangkir , aku nggak tahu mama kemana tapi mereka bilang mama ke pasar sama mbak Rina.
" Aden mau sarapan apa? biar bi Rahayu bikinkan" Tanya bi Rahayu
" Samakan saja dengan sarapan orang orang bi" jawab dia
" Biar suamiku, aku ambilkan bi" pintaku
Aku kebelakang ambil nasi pecel dan sayur nangka muda dengan lauk rempeyek dan tempe goreng, aku ambil satu piring kemudian masuk as Arya ada di ruang tengah aku suapin dia menerima suapan ku dengan santai, bi Rahayu datang membawa telor dadar untuk mas arya katanya kesukaan dia.buat tambah lauk, dan aku juga ikut makan jadi kita makan sepiring berdua.
Mama datang bawa belanjaan bayak ternyata wadah berkat, mbak Rina membawa ke belakang dan di ikuti suaminya, ya suami mbak rina kerja di mama juga bagaian oven kopi.
" kamu minta di suapi istrimu le?" tanya mama
" iya ma enak tinggal mangap dan kunyah, kami makan berdua, kalau kurang ambil lagi" kata mas Arya dengan santai
" Nduk kamu kan sudah selesai datang bulan kan bentar lagi ada orang datang kamu di lulur dan pijit nanti kamu di rias baju sudah mama pilihkan maaf mama hanya menyewa" kata mama
" Iya ma nggak apa apa sewa,punya ku aku tinggal di rumah dan robek karena aku emosi dan ngamuk " jawabku
" Di sini nanti ada dekor kecil buat kalian jangan di rusak ya" kata mama sambil tersenyum.
" Tenang saja ma istriku sudah aku jinak kan ilmu beladirinya masih di bawah ku" kata mas Arya mengoda ku.
Bersambung.
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣