Takdir itu tidak dapat di tebak, kadang apa yang di inginkan tak sejalan dengan keadaan. Fitri, harus merelakan dirinya berpisah dengan suaminya karena suatu keadaan.
Akankah dia bisa menjalani kehidupannya seorang diri, ataukah dia bisa menemukan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 : Kencan
Seperti biasa Fitri siap-siap untuk berangkat kerja, di depan rumah sudah terparkir mobil Fajar yang telah menunggu. Akhirnya Fitri keluar rumah langsung menuju mobil Fajar. Setelah Fitri duduk di kursi sebelah kemudi tanpa aba-aba Fajar menarik tengkuk Fitri pendekat padanya dan mengecup sekilas kening Fitri, membuat Fitri sedikit terkejut dibuatnya.
"Selamat pagi sayang" ucap Fajar dengan tersenyum, Fitri hanya mengangguk membalas dengan senyuman.
Dalam hati Fitri sebenarnya dia masih sedikit ragu akan perasaannya namun ia ingin mencoba menjalani hubungan baru dengan Fajar dan berharap kedepannya Fitri bisa mencintai Fajar sepenuh hatinya.
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di parkiran kantor, Fajar turun terlebih dahulu berlari kecil memutari mobil untuk membuka pintu mobil sebelahnya dan mempersilahkan Fitri keluar.
Dari jauh, Ria dan Syifa melihat kejadian itu, dan mereka cengar-cengir sendiri. Mereka segera memasuki kantor tanpa menunggu Fitri yang asik berjalan mesra dengan Fajar.
Fajar masuk kedalam ruangannya dan Fitri menuju mejanya. Di sana sahabatnya sudah tak sabar ingin mengetahui kabar tentang Fitri dengan Fajar.
"Cieee..cciiieeee... tadi di anterin siapa nih!! mesra banget sampai dibukain pintu segala" ledek Ria menggoda Fitri.
"Ehem.. ehem... sampe jalan aja gandengan segala" goda Syifa cengar-cengir.
"Mau tau aja atau mau tau banget" ucap Fitri buat Ria dan Syifa tambah penasaran.
Kemudian Fitri menunjukan kalau dia memakai cincin pemberian Fajar.
"Serius lo, akhirnya kamu menerima perasaan pak Fajar!!!" ucap Ria senang.
Fitri pun menganggu dengan terus tersenyum.
"Yaahhhh... Kita keduluan lagi donk, kapan yah kita punya pasangan, bosen jadi jones mulu" keluh Syifa pada Ria.
"Betul betul" ucap Ria, lalu memeluk Syifa berasa senasib dan seperjuangan.
" Jadi kamu sekarang udah cinta sama pak Fajar" tanya Ria penasaran.
"Sebenarnya sih aku juga belum tahu, tapi aku selalu senang berada dekat dia, merasa pengen ketemu kalo gak melihat dia, pas kemaren-kemaren gak ada kabar, aku merasa lehilangan. Pak Fajar orangnya baik banget, jadi aku coba jalani hubungan ini" jelas Fitri panjang lebar.
"Yaudah, nanti pulang kerja kita keluar yuk" ajak Syifa di setujui oleh Ria.
"Kayaknya aku gak bisa ikut deh, soalnya udah punya janji sama pak Fajar buat nonton. Maaf yaahhh" tolak Fitri.
"Iya iya, kita tahu kok. Gak akan mengganggu orang yang lagi kasmaran" ucap Ria pada Fitri.
Tak henti-hentinya mereka terus menggoda Fitri sampai Fitri tersipu malu.
Malamnya Fajar menunggu di depan rumah Fitri dengan memakai pakaian casual dengan atasan kaos berwarna putih dan jaket berwarna hitam, dengan celana Jeans dan sepatu kets berwarna putih dilengkapi dengan jam tangan berwarna hitam. Tubuhnya yang tinggi altetis dengan wajah tampan membuatnya terlihat begitu sempurna.
Fitri pun keluar, dia pun menggunakan pakaian casual seperti pakaian Couple, Fitri pun menggunakan kaos berwarna putih, dengan celana jeans dan sepatu kets berwarna putih.
Akhirnya mereka berangkat menuju ke bioskop. Sesampainya di sana, Fajar segera membeli tiket film yang akan mereka tonton sebelumnya Fajar membeli satu wadah popcorn dan 2 gelas cola.
Mereka mendapat tempat duduk di tengah, ruangan bioskopnya tidak terlalu penuh, di sebelah kanan dan kirinya kursinya malah kosong. Film di mulai, Fitri pun serius menonton. Berbeda dengan Fajar, dia malah asik menatap wajah Fitri yang serius itu. Lalu tangan Fajar bergerak memegang tangan Fitri yang ada di sampingnya, sedikit kaget Fitri menoleh kearah Fajar sambil tersenyum. Spontan Fajar mengecup singkat pipi Fitri, hingga jantung Fitri berdegup kencang. Fajar hanya tersenyum melihat ekspresi Fitri yang salah tingkah.
Film pun usai, mereka memutuskan untuk makan malam sebuah restoran tak jauh dari gedung bioskop tersebut.
Mereka pun duduk di sebuah meja yang tersedia kemudian memesan hidangan yang akan mereka makan.
Setelah selesai makan, mereka segera pulang. Sesampainya di rumah Fitri seperti biasa Fajar membukakan pintu mobil untuk Fitri, sebelum masuk rumah. Fajar mengecup kening Fitri sekilas, lalu dia langsung menuju mobilnya dan melambaikan tangan pada Fitri.
Fitri pun balik melambaikan tangannya sambil melihat mobil Fajar yang melaju meninggalkan nya. Setelah itu Fitri langsung masuk kedalam rumahnya dengan masih tersenyum bahagia.