NovelToon NovelToon
Dua Kali Jatuh Cinta

Dua Kali Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:954
Nilai: 5
Nama Author: SAIDA VALE

Nadia mati mengenaskan akibat dikhianati. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan memindahkan jiwanya ke tubuh Chelsea Latief, gadis kaya raya yang sedang koma.

Terbangun sebagai Chelsea, Nadia tidak hanya harus mencari cara untuk menghancurkan orang-orang yang telah membunuhnya di masa lalu, tetapi ia juga harus bertahan hidup di rumah mewah yang penuh dengan konspirasi racun, sekaligus menghadapi Reynald—tunangan arogan yang tiba-tiba berbalik mengejar cintanya.

"Aku bukan Chelsea yang bisa kamu injak-injak lagi, Tuan Reynald."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAIDA VALE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Langkah Pertama di Atas Papan Catur

Satu minggu setelah malam penangkapan Hendra Latief yang menggemparkan jagat raya bisnis kota, atmosfer di dalam mansion Latief berubah total. Tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi rasa waswas. Rumah besar itu kini sepenuhnya bernapas di bawah kendali tunggal Chelsea.

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela besar ruang kerja pribadi mendiang Tuan Wijaya Latief. Nadia duduk di kursi kerja berbahan kulit premium yang dulu ditempati oleh ayah Chelsea. Di hadapannya, Adrian berdiri dengan tablet digital, sementara di layar laptop Nadia terpampang grafik pergerakan saham Baskoro Corp yang merosot tajam selama tiga hari terakhir.

"Seperti yang Anda duga, Nona Chelsea," Adrian membuka suara, nadanya penuh dengan rasa hormat. "Berita penangkapan Hendra Latief berimbas besar pada pasar. Publik dan investor mulai mencium adanya hubungan gelap antara utang judi Hendra dengan pendanaan di Baskoro Corp. Beberapa pemegang saham minoritas mereka mulai panik dan menjual saham mereka secara massal."

Nadia menyandarkan tubuhnya, mengetuk-ngetukan jemarinya yang lentik di atas meja marmer. Senyuman dingin terukir di bibirnya. "Baskoro pasti sedang kelimpungan setengah mati mencari investor baru untuk menstabilkan harga sahamnya."

"Tepat sekali. Dan pagi ini, Baskoro Corp mengumumkan akan mengadakan lelang suntikan dana darurat melalui perilisan saham simpanan (treasury stock) sebesar sepuluh persen besok siang," lanjut Adrian. "Jika ada pihak luar yang berhasil membeli sepuluh persen saham itu, mereka akan otomatis mendapatkan kursi di dewan direksi."

Nadia menegakkan tubuhnya, matanya berkilat penuh ambisi. "Ini dia. Pintu masukku untuk merebut kembali rumah lamaku. Adrian, siapkan seluruh dana tunai likuid dari sisa yayasan dan aset pribadi keluarga Latief yang sudah bersih dari Hendra. Kita akan membeli sepuluh persen saham itu."

"Tapi Nona... dana likuid kita saat ini hanya mencukupi sekitar tujuh persen dari total valuasi yang diminta Baskoro. Kita kekurangan modal sekitar tiga persen lagi untuk memenangkan lelang mutlak," ucap Adrian dengan raut wajah cemas.

Nadia terdiam sejenak. Otak bisnisnya berpikir keras. Kekurangan tiga persen di pasar saham kelas atas bukanlah jumlah yang sedikit. Ia membutuhkan modal besar dalam waktu singkat, dan hanya ada satu orang di kota ini yang bisa memfasilitasinya tanpa banyak bertanya.

Reynald.

Tepat saat nama itu melintas di kepalanya, pintu ruang kerja mendadak diketuk. Pak Haris masuk dengan membungkuk hormat. "Nona Muda, Tuan Reynald Group sudah tiba di bawah. Beliau mengatakan ingin mengajak Anda makan siang bersama."

Nadia tersenyum miring. "Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Suruh beliau menunggu di ruang tamu, Pak Haris. Saya akan segera turun."

Lima menit kemudian, Nadia melangkah menuruni tangga mansion dengan setelan kerja formal berupa blazer putih dan celana kulot senada. Rambut cokelat madunya dibiarkan tergerai lurus, memberikan kesan wanita karier yang dinamis dan berkelas.

Di ruang tamu, Reynald berdiri membelakanginya, menatap lukisan pemandangan di dinding. Begitu mendengar suara ketukan sepatu hak tinggi Nadia, pria itu berbalik. Sepasang mata elangnya langsung mengunci sosok Nadia dengan kilat ketertarikan yang tidak pernah pudar.

"Gaya pakaianmu semakin hari semakin tidak mencerminkan seorang Chelsea Latief," ucap Reynald, suara baritonnya terdengar berat dan seksi.

"Chelsea Latief yang dulu sudah lama terkubur bersama racun pamannya, Tuan Reynald," balas Nadia sembari mengulas senyum menawan. "Jadi, ke mana kita akan makan siang? Kebetulan, saya punya proposal bisnis yang sangat menguntungkan untuk Anda."

Reynald menaikkan sebelah alisnya, sedikit mendengus geli. "Kamu selalu memperlakukan ajakan makan siangku sebagai rapat direksi, Chelsea. Baik, mari kita bicara di dalam mobil."

Di dalam kabin mobil Bentley yang senyap, Nadia langsung membuka tabletnya dan menyerahkannya kepada Reynald. "Besok siang, Baskoro Corp melepas sepuluh persen saham simpanan mereka untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Saya ingin membelinya."

Reynald melirik sekilas ke arah tablet, lalu beralih menatap wajah tegas Nadia. "Kamu ingin masuk ke dalam dewan direksi perusahaan musuhmu? Langkah yang sangat berani. Tapi setahu analisaku, dana likuid keluarga Latief saat ini tidak akan cukup untuk melakukan pembelian mutlak."

"Benar. Saya kekurangan sekitar tiga persen dari total nilai lelang," Nadia mencondongkan tubuhnya, menatap langsung ke dalam manik mata hitam Reynald dengan tatapan menuntut yang penuh percaya diri. "Saya ingin Reynald Group mendanai kekurangan tiga persen tersebut sebagai pinjaman modal investasi. Sebagai gantinya, begitu saya berhasil menduduki kursi direksi Baskoro Corp, saya akan memberikan hak eksklusif bagi perusahaan Anda untuk mengelola seluruh proyek pelabuhan logistik peninggalan Nadia Kirana yang saat ini telantar."

Reynald terdiam, menatap wanita di hadapannya dengan pandangan yang dalam. Proyek pelabuhan logistik peninggalan Nadia Kirana adalah salah satu mega-proyek emas yang paling diincar di dunia bisnis saat ini, namun terbengkalai karena Baskoro tidak memiliki kompetensi untuk mengelolanya. Jika Reynald Group bisa mendapatkannya, keuntungan mereka akan melonjak ratusan persen.

Taktik Chelsea ini sangat luar biasa. Dia tidak meminta bantuan sebagai tunangan yang bermanja, melainkan sebagai pebisnis ulung yang menawarkan keuntungan timbal balik yang sangat menggiurkan.

Reynald perlahan meraih tangan Nadia, menggenggam jemari lentik itu dengan lembut namun erat. "Aku bisa memberikanmu lebih dari sekadar tiga persen, Chelsea. Aku bahkan bisa membelikan seluruh sepuluh persen itu untukmu secara tunai sekarang juga."

Nadia menggelengkan kepalanya dengan tegas, menarik tangannya perlahan dari genggaman Reynald. "Tidak. Ini adalah dendam pribandiku, Tuan Reynald. Aku ingin menghancurkan Baskoro dengan tanganku sendiri, selangkah demi selangkah. Aku hanya butuh bantuan modal, bukan pahlawan yang menyelesaikan semuanya untukku."

Mendengar jawaban penuh harga diri dan ketangguhan tersebut, Reynald tidak bisa menahan senyuman miringnya yang penuh kekaguman. Ego esnya benar-benar telah runtuh oleh pesona singa betina kecil di hadapannya ini.

"Baik. Tiga persen dana talangan akan masuk ke rekening perusahanmu sore ini juga," ucap Reynald, suaranya melembut penuh dukungan. "Besok siang, aku sendiri yang akan mengantarkanmu ke gedung Baskoro Corp. Aku ingin melihat langsung bagaimana wajah Baskoro saat menyadari bahwa akhir dari kejayaannya telah tiba."

Nadia menatap keluar jendela mobil, melihat gedung pencakar langit Baskoro Corp yang mulai tampak di kejauhan. Kilat dendam di matanya menyala semakin terang.

Baskoro, Elena... bersiaplah, batin Nadia kejam. Besok siang, pemilik asli dari semua kekayaan kalian akan kembali melangkah masuk lewat pintu depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!