NovelToon NovelToon
Tirai Hitam Para Pewaris

Tirai Hitam Para Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi
Popularitas:526
Nilai: 5
Nama Author: Pineapple banana

Sejak kecil, Kiara hidup sebagai anak yang dibenci dan disiksa oleh keluarga yang membesarkannya. Ia tak pernah tahu bahwa semua penderitaan itu berawal dari sebuah pembunuhan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu.

Demi merebut harta dan kekuasaan, pamannya membunuh ayah kandung Kiara, mengurung ibu kandungnya selama puluhan tahun, lalu membesarkannya dengan identitas palsu.

Saat kebenaran mulai terungkap, Kiara harus merebut kembali haknya dan membalas semua dosa yang telah merenggut keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Vera telah tiba di rumah Kiara, ia lalu keluar dari mobil menuju ke rumah megah itu. Di sana ada Kiara yg sedang duduk menunggu Vera.

"Ra ayok keburu gue laper." sahut nya sambil melangkah masuk.

Kiara lalu mendongak dan menatap Vera lalu menghela nafas nya dan ia bangkit dari duduk nya gegas keluar bersama dengan Vera menuju ke mobil.

Belum sampai di mobil , Baron kaki tangan pak Anton menegur Kiara.

"non maaf atas perintah pak Anton , anda tidak boleh keluar lagi." tegur nya.

Kiara lalu memutarkan tubuh nya menghadap Baron , "Bilang pada papa jangan urusi urusan ku , dan jangan pernah melarang ku." ucap Kiara.

"tapi non.." Kiara menempelkan jari nya di mulut nya untuk mengisyaratkan Baron agar diam tak banyak bicara , Baron mau tak mau harus mengalah dan membiarkan Kiara pergi bersama Vera.

Mobil Vera lalu melesat keluar dari halaman rumah menuju ke rumah Bara.

"kok ke sana lagi , lu kangen sama Bara." ucapnya.

"bukan itu Vera , nenek gue di sana. Maka nya gue nyusul." ujar nya.

"okeh deh."

"oh iya Kiara , itu bokap lu gitu amat sama lu ngelarang lu main."

"karena gue tadi udah keluar , dan gue tadi baru pulang , bokap gue ada di ruang tengah negur gue maka nya dia melarang gue keluar lagi."

"oh gitu , tapi kalo gue liat bokap lu ya Kiara waktu itu dia lagi di badan amal untuk bencana alam, bokap lu nyumbang atas nama bokap kandung lu. Gue lupa banget gak cerita ini maaf banget." jelas nya yg membuat Kiara terdiam dan menoleh ke arah Vera.

"elu yakin itu dia , atau orang lain yg emang mirip dia aja." ujar nya.

"iya gue yakin lah itu dia , karena gue di sana waktu itu sama bokap gue. Eh yg bikin gong nya Ra , bokap gue kenal sama bokap kandung lu dan si Anton." ungkap nya.

"lalu.."

"gue tanya dong sama bokap gue, tapi dia diem aja gak mau jawab pertanyaan gue. Curiga gak si Ra jadi nya." kesel Vera.

"udah nanti lu tanya baik-baik sama bokap lu deh , kaya nya ada sesuatu yg dia sembunyikan." Vera hanya mengangguk saja dan fokus pada jalanan.

tak lama kemudian mobil itu sampai di rumah megah Seno , kedua nya keluar dari mobil dan menaiki anak tangga menuju ke dalam rumah Seno.

sesampai nya di sana Kiara lalu masuk dan melihat nenek nya di sana sedang duduk bersama dengan Bu Yuni.

"nenek.. kenapa gak ngabarin kalo ke sini." Kiara menghampiri sang nenek.

"maafkan nenek ya , nenek tadi mau pamit tapi kamu nya tidur jadi nenek keluar." ucap nya.

" Kiara yg harusnya minta maaf nenek , karena tadi Kiara ketiduran." balas nya.

"nenek ke sini mau ada apa nek , mau nemuin om Seno." sahut Vera.

"iya dan dia sedang di kantor mungkin lagi dalam perjalanan pulang." Vera mengangguk.

Tak lama kemudian terdengar suara deru mobil di depan.

"itu mungkin mas Seno sudah datang." sahut Tante Yuni.

Seno yg sudah tiba di rumah nya , ia lalu menaiki anak tangga nya dan masuk ke dalam , namun ia kaget karena ada Bu Amira, Kiara dan Vera di sana.

"loh sudah lama kalian di sini." tanya Seno lalu menyalimi tangan Bu Amira.

"Kiara baru sampai om setelah nenek kabarin Kiara kalo beliau di sini." jawab Kiara.

"oh gitu.. Bu Amira apa kabar." tanya Seno beralih.

"saya baik nak , kita langsung saja ya Seno. Saya ke sini karena ingin melihat berkas itu , dan kapan Kiara akan di sahkan untuk menjadi Presdir di perusahan papa nya." tanya Bu Amira.

"3 bulan lagi Bu Amira , karena saat itu juga ada pelantikan Bupati dan di perusahaan Anugerah juga akan ada pengangkatan jabatan karyawan, saya pastikan Kiara yg akan menjadi pemilik perusahaan Anugerah itu." jelas nya.

"saya sudah tidak sabar untuk membuat mereka semua malu karena sudah mengharapkan jika Angga yg akan menjadi Presdir di sana."

"Angga tidak akan menjadi Presdir di sana Bu , karena dia bukan murni dari keluarga Anugerah." Bu Amira kaget saat seno mengungkapkan identitas Angga yg bukan murni dari keturunan Anugerah.

"kamu... Dari mana kamu tau kalo dia bukan keturunan Anugerah." tanya Bu Amira tak percaya.

"karena kami memiliki bukti saat Bu Risma sedang bersama dengan pacar nya di hotel." sahut Vera.

"kalian semua tau." tanya nya lagi.

"iya nek , Kiara juga baru tau dan itu tadi pagi. Kasihan sekali papa Anton jika dia tau kalo anak yg di gadang-gadang kan akan menjadi seorang Presdir itu malah bukan anak kandung nya." jawab Kiara.

"ya tuhan Anton, jadi selama ini dia di tipu Risma." ucap Bu Risma lirih.

"ya nek apa kita harus memberitahu jika Angga bukan anak kandung nya." ujar Kiara.

"lebih baik jangan , kita sudah merencanakan untuk membongkar kebusukan Angga , jangan sampai gagal karena untuk membongkar identitas Angga." sahut pak Seno.

" apa rencana mu Seno dan kebusukan apa yg di lakukan Angga." tanya Bu Amira.

"Angga secara diam-diam memiliki bisnis gelap dengan perusahaan lain diluar negeri. Barang haram yg dia jual untuk para pecandu narkoba." jawab om Seno.

"oh ya tuhan ,.begitu malang Anton , tapi apa dia tau." ucap nya.

"Anton mengetahui itu namun ia mendukung Bu Amira, maka nya kami ingin membongkar itu nanti ketika Presdir di sahkan kepada sang ahli waris dari keturunan Anugerah." jelas nya

"tapi kan ada kak Rico yg asli anak kandung papa Anton kan." tanya kiara.

"tapi tetap kamu sayang yg akan menjadi Presdir itu , karena kami tidak tau apakah Rico memiliki jejak yg sama seperti Angga. Dan kamu harus berhati-hati ya , Rico itu penuh misteri dia diam dan perhatian. Namun di balik itu semua kita tidak tau apakah ada niat jahat dari nya." sahut Tante Yuni.

"iya yg dibilang Tante Yuni benar ra, kenapa tadi kita gak kepikiran." ucap Vera.

"untuk Rico memang kamu perlu waspada dan berhati-hati, jangan terlalu dekat apalagi menjauhi dia ,. Takut nya dia curiga juga padamu." kata om Seno menjelaskan.

"oh iya ma Bara mana." tanya om Seno.

"dia lagi mandi tapi entahlah kenapa lama sekali." jawab Tante Yuni.

Tak lama kemudian yg di cari sudah keluar dari kamar nya menuju ke ruang tamu.

"Bara kamu lama amat mandi nya." tanya papa nya.

"Bara sudah mandi sedari tadi pa , tapi tadi ada kabar dari Ucup kalo tadi Rico habis berkunjung dari Tanggerang, dan ia habis menemui temannya di rumah megah itu. Kata nya ada sesuatu yg aneh yg di sembunyikan Rico." jawab bara.

"uhm.. Tanggerang ya." Bara mengangguk.

"Kiara kamu harus berhati-hati ya, apapun yg terjadi jangan lupa mengabari mas." sahut Bara menatap Kiara yg duduk dekat Bu Amira.

Bu Amira yg melihat mata tulus Bara, ia sudah paham kalo Bara menaruh hati pada Kiara. Namun sang cucu itu belum ingin membalas heti nya Bara.

"iya mas tenang aja." jawab Kiara.

Ting... pesan notifikasi masuk ke ponsel Kiara.

Kiara lalu mengambil ponsel itu di dalam tas dan membuka nya , melihat siapa yg mengirimi nya pesan.

Pesan itu dikirim tanpa nama tertera yg membuat Kiara terdiam dan menatap satu persatu orang-orang di sekitar nya lalu ia mengalihkan kembali pandangan nya menatap layar ponsel itu dengan perasaan gundah

"Kiara.." sahut Vera.

"siapa yg mengirimi mu pesan Ra." sahut om Seno.

"Ra.. kenapa..?" sahut Bara di sana.

"Ra... Kenapa kamu diam dan kenapa kamu seperti orang bingung." tanya nenek nya, karena masih terdiam dan bingung Tante Yuni lalu mendekati Kiara dan mengambil alih ponsel itu dari tangan kiara ia melihat isi pesan di dalam ponsel itu yg membuat Tante Yuni tercengang lalu menatap satu persatu orang-orang yg berada di sana.

"i-ini... Ini siapa yg kirim Ra." tanya Tante Yuni pada Kiara namun si empunya nya hanya menggeleng kan kepala.

apa isi pesan itu , kenapa Kiara dan Tante Yuni kaget dan gugup.?

Bersambung

1
Noviyanti
satu bunga untuk kiara
Noviyanti
semangat Thor, salam kenal
Abyyasdemons: oke KK , salam kenal kembali 😍💪👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!