NovelToon NovelToon
MEMORI YANG HILANG

MEMORI YANG HILANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:125.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yuanitaaw

Abiyasha Harsha Pranacipta kehilangan ingatannya lima tahun lalu karena sebuah insiden kecelakaan hebat. Selama itu pula ia berusaha mengembalikan ingatannya mengenai wanita yang selalu muncul dalam mimpi buruknya.

Yasmine Abichara, seorang sekretaris direktur baru sebuah perusahaan besar di Jakarta merasa kaget ketika mengetahui bosnya adalah pria dimasa lalu yang ingin ia lupakan. Timbulnya benih-benih cinta di hati Yasmine membuatnya bertanya-tanya, mampukah ia mencintai Abiyasha saat pria itu memiliki hubungan erat dengan masa lalunya? Dan bagaimana hubungannya dengan Rio saat Yasmine tahu sejak awal tidak ada cinta untuk pria itu sedikitpun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuanitaaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Bagian 16|

Abiyasha menegak wine-nya. Rasa pekat itu mengalir ke tenggorokannya, membuatnya mengernyit. Dihadapannya ada sebungkus rokok yang sudah terbuka namun belum tersentuh sama sekali. Abiaysha nyaris tidak bisa tidur malam ini—dan malam-malam sebelumnya—menyerah untuk terlelap, ia memutuskan untuk ke balkon. Menikmati semilir angin malam dan meminum wine-nya di sana.

Hampir tengah malam. Tapi Abiyasha belum berniat untuk memejamkan mata. Ia merogoh saku jasnya dan menemukan secarik kertas berisi digit yang akan menghubungkannya pada wanita yang sedang ia pikirkan.

Tadi sebelum pulang, Ronald memberikan secarik kertas padanya. Abiyasha yang sedang malas melakukan apapun menatap Ronald dengan bingung. "Apa ini?" tanyanya sebelum turun dari mobil.

Abiyasha membuka kertas yang sudah kusut tersebut. Lalu mengernyit ketika mendapati di dalamnya adalah sebuah angka. Nomor ponsel.

"Saya mati-matian menodong Maya untuk memberikan nomor ponsel Nona Yasmine..."

Abiyasha mengembalikan kertas tersebut pada Ronald. "Tidak. Aku tidak butuh semacam ini. Pulanglah, ini sudah malam!"

"Tapi, Pak. Setidaknya anda harus menanyakan bagaimana kondisinya. Apa anda ingat siapa yang membuat Nona Yasmine kelelahan? Anda. Anda yang menyuruh Nona Yasmine sendiri untuk menata meja kerjanya. Juga, bagaimana mungkin anda membiarkan seorang karyawan pingsan di kantor anda dan tidak memperhatikannya? Saya takut nanti akan ada gosip buruk tentang anda."

Abiyasha mengernyit. "Di sini aku bosnya. Kau kenapa mengatur-atur hidupku?" tanya Abiyasha. Nadanya penuh selidik. Tapi ia tidak serius dengan kalimatnya.

Ronald tertawa. "Saya hanya takut nanti akan ada gosip yang mempengaruhi citra perusahaan," dalihnya.

"Lalu kau mau apa? Kau tidak tahu tadi pria brengsek itu menyuruhku untuk tidak mendekati kekasihnya? Dia terlalu percaya diri. Lagipula seleraku bukan wanita seperti itu," oceh Abiyasha.

"Lalu seperti apa? Bukannya Nona Yasmine itu cantik, ya?" goda Ronald dengan senyum merekah.

Abiyasha mendelik. "Cantik darimana? Ron, menurutku kau harus memeriksakan matamu. Aku khawatir kau mengalami gangguan pengelihatan akut," seru Abiyasha.

"Ah, anda tidak tahu ya kalau anak-anak dari divisi lain banyak yang naksir dengan Nona Yasmine?"

Eh? Benarkah?

"Selain cantik dia juga ramah. Anda tidak tahu betapa baiknya dia di kantor," tambah Ronald. "Sepertinya di sini yang harus memeriksakan mata bukan saya. Tapi Pak Abi!"

Abiyasha melotot. "Kau ada-ada saja. Sekarang pulanglah, Ron. Jangan menggodaku terus!"

Ronald tertawa keras. Pria itu mengangsurkan kertas lusuh tersebut pada Abiyasha. Abiyasha menerimanya dengan malas. "Selama janur kuning belum melengkung, anda harus berusaha, Pak. Semangat!" Ronald menggenggam tangannya di udara.

Abiyasha berdecih. Ternyata hanya tampilannya yang sangar. Ototnya yang besar itu ternyata tidak diimbangi dengan otak yang sama besar.

Dan saat ini Abiyasha menatap kertas lusuh yang ada di tangan kirinya tersebut. Ia sudah menyiapkan ponselnya untuk memasukkan nomor wanita itu, tapi sebanyak itu pula lah Abiyasha harus urung melakukannya. Banyak sekali pertimbangan yang ia pikirkan.

Bagaimana kalau wanita itu sudah tidur?

Bagaimana kalau pesannya malah menganggu jam istirahat orang lain?

Bagaimana kalau Yasmine malah mengabaikan pesannya dan membuatnya malu di kantor besok?

Bagaimana kalau dia menggosipkan Abi dan berpikir kalau Abiyasha sedang berusaha menggodanya?

Masa bodoh. Abiyasha hanya perlu memasukkan dua belas digit nomor tersebut, menulis pesan semoga cepat sembuh, dan kembali tidur. Baiklah.

Abiyasha memasukkan nomor Yasmine. Ia masuk ke kotak pesan dan berniat mengirimkan beberapa patah kata untuk wanita itu, mungkin seperti...

To : Sekretaris Galak

23.06

Kau baik-baik saja? Aku khawatir sekali

sampai tidak bisa tidur.

Abi

Ah tidak-tidak. Pesan semacam itu akan membuka peluang untuk digosipkan di kantor. Mungkin akan lebih baik kalau...

To : Sekretaris Galak

23.07

Hei, kau jangan sampai bergosip yang

tidak-tidak di kantor. Kau pingsan karena

ulahmu sendiri. Mengerti?

Abi

Ah, kenapa pesannya jadi terkesan menyudutkan semacam itu? Abiyasha mengusap wajahnya dengan kasar. Sialan! Benar-benar menyebalkan. Besok pagi ia bersumpah akan memarahi Ronald dan—

"Tuuuut... Tuuutt... Tuttt..."

Nada sambung? Abiyasha menatap ponselnya. Astaga, tanpa sadar ia menekan tombol hijau dan kini terdengar suara nada sambung. Abiyasha kelimpungan. Ia berniat akan mematikan panggilan. Tapi gagal karena terdengar suara lembut di ujung sana.

"Halo?"

Sial! Sial! Sialllll!

Brengsek! Brengsek!!!!

"Halo? Siapa ini?" suara Yasmine menggema lagi. "Tolong katakan sesuatu karena anda yang menelepon!"

Abiyasha meraup oksigen sebanyak-banyaknya . Begitu napasnya teratur, ia membuka suara. "Halo? Ini aku." Katanya seperti suara tikus terjepit. Demi Tuhan, Abiyasha sudah terbiasa mengahadapi berbagai macam orang dengan berbagai kemauan juga. Berpuluh-puluh Buyer bersedia bekerja sama karena terpesona dengan keahliannya berbicara.

"Aku siapa?"

Abiyasha memejamkan matanya rapat-rapat. "Abi!"

Jeda sejenak. Sepertinya wanita itu masih syok Abi menelepon. Jangankan Yasmine, Abiyasha juga syok. "O-oh? Pak Abi, ada apa?"

"Tidak ada!"

"Kalau tidak ada kenapa menelepon?" tanya Yasmine dengan nada bingung.

Benar juga. Kenapa pula Abiyasha harus menelepon wanita itu. Pasti saat ini ia sedang berpikir kalau Abiyasha sedang mencoba merayu dan mendekatinya. Abiyasha menepuk jidatnya. Ia memutar otak untuk mencari alasan yang paling masuk akal dan dapat diterima oleh otaknya.

"Kau..." Abiyasha tercekat. "Kau jangan sampai membuat gosip tentang aku ataupun perusahaanku pada orang-orang. Kau mengerti?" kata Abiyasha tegas.

Ah kenapa harus itu alasannya? Aku kasar sekali.

Terdengar helaan napas dari Yasmine. "Pak Abi, saya kan sudah berjanji pada anda. Anda tidak perlu khawatir sampai sebegitunya..."

"Ya benar. Kau sudah berjanji padaku. Aku hanya mewanti-wanti dirimu. Kalau sampai ada orang yang mengatakan kalau kau pingsan karena aku, maka aku akan langsung memecatmu!"

"Ya-ya-ya." balas Yasmine.

"Kau mengejekku, ya?" Abi bertanya karena Yasmine seperti mengejeknya di ujung sana.

"Kenapa anda selalu berpikiran negatif tentang saya? Saya ini sekretaris anda. Bukan musuh anda!"

Benar juga. Kenapa pula Abiyasha malah selalu bersikap kasar pada wanita itu. Entahlah, tapi setiap kali dekat dengan Yasmine, Abiyasha selalu merasa dadanya sakit. Seolah ingin membalaskan sesuatu entah apa. Abiyasha tetkadang berpikir kalau dirinya konyol sekali.

"Sekarang hentikan tuduhan anda. Saya harus istirahat!"

"Eh, eh, tunggu dulu!" cegah Abiyasha.

"Apa lagi?"

Abiyasga tersenyum. Ia bisa membayangkan wajah marah Yasmine. Seandainya Abiyasha di sampingnya, mungkin wanita itu akan langsung mencekiknya sampai lemas. "Kau... Kau apa sudah baik-baik saja?"

Jeda sejenak. "Ya. Tumben. Kenapa anda bertanya soal kesehatan saya?"

Abiyasha menepuk jidatnya lagi. Ia harus membuat alasan untuk yang kedua kali. "Tentu saja. Kalau kau sehat kau bisa cepat masuk ke kantor dan aku tidak perlu repot-repot memberimu gaji gratis!"

Yasmine mencibir. "Jangan khawatir. Besok saya akan tetap masuk kantor seperti biasa!"

Lho, kok?

"Kenapa begitu?" tanya Abiyasha. Sungguh ia tidak mempunyai maksud untuk membuat wanita itu masuk kantor lebih cepat. "Kau kan belum sehat?"

"Anda bilang barusan, saya harus cepat sehat supaya cepat masuk bekerja. Lagipula saya tidak mau digaji secara gratis!"

Abiyasha bodohhh! Menyerah berurusan dengan wanita ini. Abiyasha memijat pangkal hidungnya yang berdenyut pusing. "Terserah kau saja lah. Suka-sukamu."

...***...

...Bab ini kupersembahkan untukmu,...

...yang selalu memaklumi setiap kesalahan...

...yang kuperbuat...

...IG : @_yuanitaaw...

1
Widya Asyanti
ciiih amara memang pr licik
Widya Asyanti
dasar amara jalang, teriak org jalang, musuh dlm selimut, hari2 yasmine
Widya Asyanti
jalang juga si amara
Yanti Rosmiati
😘
BIO zorx
Semangat thor...💪💪
Susy Avryl Yume
Ceritanya beda dr yg lain, jd semangat bacanya
Fajriyah Siti
gk masalah dg cerita yg pendek Yuanita....karena karya yg bagus gk diukur dg brp byknya episode....bersyukurlah karena bisa menuangkan ide.... jadi ingat sama kata2 teman di masa kuliah dulu..." hal yg paling kejam adalah membunuh ide...."
Dulu aku punya keinginan menulis biografi (kisah hidupku pribadi)...pengen berbagi pengalaman & pembelajaran hidup.... tapi.... sulit.... mo mulai darimana.... makanya salut sama novelis2 sptmu....yg bisa menuangkan ide secara bebas....meski mungkin sambil merasa tertekan yaa.... tipa hari kayak yg dikejar2 biar bisa up.... hahaha...
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): hahahha. setujuuu. harus sabar waktu novelnya dibaca banyak orang tapi like nya dikit juga😂
total 1 replies
Fajriyah Siti
so sweet....... terima kasih sudah bersabar dgn tuntutan penggemar ceritamu thor..... semangat untuk terus berkarya lagi yaaaa.....
Fajriyah Siti
makasih byk sdh up banyak thor.....salut dg kekayaan imajinasimu....👍👍👍👍👍
Fajriyah Siti
hampir aja kusangka bakal seperti sinetron.... ceritanya semakin diperpanjang....gara2 kebohongan Amara.... semangat Thor...👍👍👍👍👍
Neneng Aulia
maaf ya thor....disini knp aku merasa tokoh abiyhasa terlalu bodoh🙈🙈
Chandra Maulana
kok lama bgt sh thor up nyh..siang mlm q terus nggu lho thor,,semangat thor q penasaran bgt thor ama cerita nyh klo bisa jgn sad ending yh thor🙏🙏🙏
Fajriyah Siti
mmmmmmh.... kesel ah..... author..... kok ngacak2 emosi shi...... 😥😥😥.... bikin aku jadi males like nhi..... but by the way.... salut for u..... tetap semangat berkarya yaa.... tetap kutunggu endnya loh....
Fajriyah Siti
by the way..... thank's bgt ya sudah up.....gk sabar nunggu kelanjutannya.....👍👍👍
semangat Yuanita....
Fajriyah Siti
hhhhhhhmmm nanggung.......
bikin gemezzzz deh.....😣😣😣😣
Rismiwati Wati
up ditunggu
Fajriyah Siti
semangat Thor....👍👍👍
Fajriyah Siti
thank's sdh up ya Thor....
Fajriyah Siti
mmmmhhhhhh gk sabar sama endingnya Thor.....
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): Wkwkwk. Terima kasih🙏
total 2 replies
Risty Agustari
kapan lagi lanjut ya.. gk sabar menanti ceritnya
Yuanitaaw (IG : @_Yuanitaaw): Insyaallah mulai senin ya... author habis nikahan. Jadi masih pegel semua hehe.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!