NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5

Satu minggu telah berlalu. Pagi ini, udara desa terasa begitu sejuk dan mendamaikan jiwa. Bella duduk bersantai di teras rumah milik pamannya, menyeruput teh hangatnya dengan penuh rasa syukur.

Tidak ada lagi suara orang muntah heboh di kamar mandi. Tidak ada lagi drama tengah malam mencari salmon sashimi atau menangisi bayangan wajah keriput janin imajiner.

Ya, mual dan pusing Elena mendadak lenyap seolah ditelan bumi. Bella akhirnya bisa bernapas lega.

"Syukurlah, badai telah berlalu," gumam Bella sambil memejamkan mata, menikmati kicauan burung.

Brak!

Pintu depan terbuka dengan kasar. Bella nyaris tersedak tehnya sendiri. Ia menoleh dan mendapati Elena berdiri di ambang pintu, sudah berdandan cetar membahana lengkap dengan kacamata hitam besar, dress polkadot, dan lipstik merah menyala.

"Bella! Ayo cepat ganti bajumu! Kita berangkat ke kota sekarang!" seru Elena menggebu-gebu.

Bella mengernyit, menatap sahabatnya dari atas sampai bawah. "Mau ke mana dandan heboh begini? Mau ikut dangdutan di balai desa?"

"Sembarangan!" Elena bersedekap dada. "Dedek bayi di perutku ini lagi ngidam berat, tau! Dia minta diajak jalan-jalan ke mall paling mewah di kota. Katanya mau cuci mata lihat barang branded!"

Mata Bella membulat sempurna. "Hah?! Ngidam apa?! Barang branded?!"

"Iya! Aku tiba-tiba kepingin banget beli tas Gucci, sepatu Chanel, sama kacamata Dior. Kayaknya ini bawaan gen si kakek sultan itu deh, Bel. Seleranya high class banget!" ucap Elena sambil mengelus perut ratanya dengan ekspresi bangga yang teramat menyebalkan.

"Gila kamu, ya!" pekik Bella frustrasi dan buru-buru meletakkan cangkirnya. "Elena Anastasia! Sadar! Uang yang dikasih si kakek dari hotel malam itu memang banyak, tapi itu untuk biaya hidupmu sampai anak ini lahir dan sekolah nanti! Kalau kamu habiskan untuk foya-foya beli tas, besok kalau uangnya habis anakmu mau dikasih makan apa? Makan ritsleting tas Gucci?!"

"Ih, Bella jangan pelit dan bawel deh! Pamali tahu menolak permintaan ibu hamil. Nanti anakku ileran dari bayi sampai tua gimana?!" rengek Elena mulai mengeluarkan jurus andalannya "Lagipula, kakek itu kan sultan. Darahnya mengalir di sini. Anak ini berhak dong menikmati sedikit kemewahan masa kecilnya."

"Masa kecil apanya?! Anakmu itu ukurannya masih segede biji kacang hijau!" omel Bella tak habis pikir.

Namun, percuma saja berdebat dengan ibu hamil yang sedang dikuasai hormon gen sultan.

Setengah jam kemudian, Bella sudah terseret dengan wajah ditekuk ke dalam salah satu butik paling mewah di mal terbesar di pusat kota.

"Mbak, tas keluaran terbaru yang harganya di atas lima puluh juta ada tidak?" tanya Elena dengan gaya angkuh sok konglomerat pada pelayan butik.

Bella yang berdiri di belakangnya langsung lemas. Kakinya terasa seperti agar-agar. "E, ingat masa depan. Susu formula mahal, pampers mahal, biaya dokter mahal," bisik Bella panik sambil menarik-narik ujung baju Elena.

Elena menepis tangan Bella tanpa belas kasihan. Matanya berbinar menatap sebuah tas berukuran micro yang bahkan tidak muat untuk memasukkan bedak tabur.

"Wah, ini lucu banget, kecil mungil! Buat tempat nyimpan empeng bayi nanti pasti pas!" seru Elena kegirangan. "Saya ambil yang ini, Mbak!"

"Pilihan yang sangat luar biasa, Kak. Tas limited edition ini harganya tujuh puluh lima juta rupiah," ucap pelayan itu dengan senyum ramah yang terlihat mengerikan di mata Bella.

Deg!

Jantung Bella rasanya anjlok menembus lantai mall. "T–tujuh puluh lima juta?! Buat tas sekecil upil ini?!" pekik Bella histeris, membuat beberapa pengunjung butik menoleh ke arah mereka.

"Ssst! Malu-maluin aja sih kamu ini!" tegur Elena santai. Ia mengeluarkan kartu debit hasil bayaran malam itu yang sudah dipindah ke rekening lain atas nama Bella dan menyerahkannya pada pelayan kasir. "Nih, Mbak. Tolong digesek ya, jangan ragu-ragu."

Sambil menunggu proses pembayaran, Elena tersenyum puas dan berkaca mematut diri, sementara Bella menyandarkan kepalanya ke etalase kaca dengan tatapan kosong.

Jiwa miskin Bella meronta-ronta hebat seakan ingin terbang keluar dari ubun-ubunnya.

"Tenang aja, Bel," Elena menepuk pundak sahabatnya dengan gaya sok bijak. "Uang kan bisa dicari lagi kalau kamu kerja keras, tapi kebahagiaan batin ibu hamil itu nomor satu."

"Kebahagiaan batinmu, tapi penderitaan mentalku. Aku sumpahin anakmu nanti pas lahir wajahnya benar-benar mirip kakek-kakek keriput itu! Biar mampus sekalian!" balas Bella dengan suara parau bak mayat hidup.

Elena hanya tertawa renyah tanpa dosa. Ia melenggang anggun keluar dari butik menenteng kantong belanjaan mungil yang sangat mahal, meninggalkan Bella yang masih berjalan gontai di belakangnya sambil meratapi sisa tabungan mereka yang mulai menyusut.

*

*

Suasana ruang kerja di villa mewah itu seharusnya setegang markas kartel. Di layar laptop, tiga bos underworld Eropa sedang menunggu instruksi eksekusi.

Leonard duduk angkuh, menatap tajam ke arah kamera.

"Pastikan pelabuhan itu rata dengan tanah sebelum fajar. Jika ada yang menghalangi—"

Tiba-tiba, kalimat mematikan Leonard terputus. Wajah pahatan dewa Yunani itu mendadak pucat. Jakunnya naik turun dengan cepat.

Tanpa peduli pada para bawahannya yang melongo di layar, Leonard membanting laptopnya hingga tertutup, melompat dari kursi kebesarannya, dan berlari terbirit-birit menuju kamar mandi.

"Sir! Anda kenapa?!" jerit Joni histeris. Asisten berjas rapi itu langsung menyusul bosnya dengan wajah panik setengah mati.

Di dalam kamar mandi berlapis, Leonard memeluk kloset seolah itu adalah benda paling berharga di dunia. Ia memuntahkan seluruh isi perutnya dengan dramatis.

Wibawanya sebagai mafia berdarah dingin hancur lebur berserakan di atas lantai.

"Astaga, Sir! Anda diracun, kan?! Pasti ini ulah kartel Rusia!Bertahanlah, Sir! Saya akan memanggil helikopter medis dan tim spesialis racun sekarang juga!" Joni mondar-mandir seperti setrikaan rusak, merogoh ponselnya dengan tangan gemetar.

"Tutup mulutmu, Joni... hoek!" Leonard mengangkat sebelah tangannya yang lemas. Matanya merah dan berair. "Aku tidak... diracun. Tapi... astaga, bau apa ini?!"

Leonard mendadak menutup hidungnya rapat-rapat, menatap Joni dengan garang.

"Jauhkan tubuhmu dariku! Bau parfum sialan mu itu membuatku ingin muntah lagi!"

Joni mematung. Ia mengendus kerah kemejanya sendiri dengan polos.

"Tapi, Sir... ini parfum bulgari mahal. Bukankah ini merek parfum yang sama yang selalu anda pakai?"

"Mulai hari ini, buang parfum itu atau aku potong gajimu selama sepuluh tahun!" ancam Leonard sengit sambil bersandar pasrah di dinding kamar mandi. Napasnya terengah-engah, tampak sangat menyedihkan untuk ukuran bos mafia.

Joni mundur dua langkah, menatap bosnya dengan raut bingung campur iba.

"Lalu, anda butuh apa, Sir? Obat mual? Atau saya panggilkan koki pribadi kita untuk membuatkan truffle soup agar perut anda lebih nyaman?"

Leonard memejamkan mata, lalu menelan ludah dengan susah payah. Entah setan lokal mana yang merasukinya sejak seminggu menginjakkan kaki di desa Indonesia ini, tapi otaknya tiba-tiba memvisualisasikan sesuatu yang sangat spesifik dan tak masuk akal.

"Tidak," erang Leonard parau. Matanya terbuka perlahan, memancarkan keseriusan mutlak seolah sedang merencanakan pembunuhan berencana. "Aku mau sate usus."

Joni berkedip pelan. "S–sate apa, Sir?"

"Sate usus ayam! Yang ditusuk pakai lidi dan dijual di gerobak pinggir jalan!" bentak Leonard tak sabar. "Cari yang bumbu kacangnya kental dan agak gosong! Cepat belikan sekarang juga sebelum aku menembak lututmu!"

Mulut Joni terbuka lebar. Ia menatap bos mafia paling ditakuti se-Eropa itu dengan tatapan kosong nan horor.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada sir Leon? Apa udara desa ini telah menggeser kewarasannya secara permanen?" batin Joni merana, sebelum akhirnya berlari keluar villa demi berburu sate usus pesanan sang bos besar.

1
Nice1808
elena mata duitan demi uang dia akan bermanja2 dgn xander buat leonard cemburu🤭🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
bener noah keluarga ayah mu emang aneh termasuk ibu mu🤣
Pawon Ana
ayo kita lihat dan nikmati ketika para tetua mengerjai cucu singa-nya....🤣
tinie
🤣🤣 kakek nenek mau balas dendam
tetang bagaimana jadinya ada anak kecil yng mirip
Dew666
Lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus kau opa🤣🤣🤣🤣🤣🤣ciap oma jd singa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
hahhah xander bego bukannyz menjelaskan dr awal klo elena salah tebak klo xander yg tdr di hotel itu, krna topeng leon yg mirip xander, mampus kau xander kena amukan naomi🤣🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣iya betul
total 2 replies
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣segera jelasin ke istrimu Xander...sebelum terjadi perang dunia...🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wkwkwkkk....kaget Naomi denger Noah panggil Xander PAPA.bukan kakek buyut 🤩🤩🤩...lanjut Thott kepo nih 😘😘😘
Mita Paramita
kakek nenek datang 🤣🤣🤣
Keysha Aurelie
hahaha lucu saat Noah panggil Opa Xander "Papa"🤣🤣🤣
Elena pasti panik melihat Naomi , berasa jadi wanita simpanan
🤣🤣
Leon siap siap jadi asisten opa dan oma mu🤣
vj'z tri
amin kan gak yaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ itu dirimu versi mini maseee
Dew666
Lanjut lanjut lanjut
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya

meskipun namanya Leon tetap saja akan kupanggil singa yang alergi sentuhan🤣
hahaha Joni sampai menangis itu lho Leon 😂
habislah Leon setelah ini di tangan opa Xander 🤣
berani banget menghamili gadis sampai ada nya seorang anak yang menyebalkan
Senja: Wkwk sama sama beb, ini sambil nunggu kontrak baru up banyakan
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Senja: Okeeee kk
total 1 replies
Mita Paramita
kocak bapak sama anak🤣🤣🤣
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr...asyik ceritanya 😘😘😘😘😘
Senja: Siappp
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!