Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Kedalaman Air Ibukota
Berita hancurnya gedung Meika Empire menyebar bagaikan badai di kalangan elit Ibukota Jingcheng. Hanya dalam waktu satu jam, video amatir yang memperlihatkan Lin Chen menghancurkan lantai pualam hanya dengan satu hentakan kaki menjadi perbincangan panas di ruang-ruang rapat keluarga besar.
Di Kediaman Utama Keluarga Lin yang megah, suasana sangat tegang.
PRANG!
Sebuah vas porselen antik dari Dinasti Tang hancur berkeping-keping menghantam dinding. Lin Tian berdiri dengan napas memburu, matanya merah menyala karena amarah. Di depannya, Ye Mei berlutut di lantai sambil menangis tersedu-sedu, masih mengenakan gaunnya yang kotor dan robek.
"Bocah cacat itu... beraninya dia datang ke Ibukota dan menghancurkan investasiku bernilai miliaran Yuan!" raung Lin Tian. "Dan kau! Kenapa pengawal elit kita bisa dikalahkan oleh orang tua cacat berwujud Bai Feng?!"
"T-Tuan Muda, mereka bukan manusia biasa lagi!" isak Ye Mei, tubuhnya gemetar mengingat tatapan Lin Chen. "Lin Chen bilang... dia memberimu waktu tujuh hari untuk berlutut di makam ibunya. Jika tidak, dia akan meratakan Keluarga Lin..."
"CUKUP!"
Sebuah suara bariton yang berat dan penuh wibawa menggelegar dari arah tangga.
Seorang pria paruh baya dengan rambut yang mulai memutih di bagian pelipis berjalan turun. Jasnya disetrika sempurna, dan wajahnya memancarkan kekejaman seorang patriark. Dia adalah Lin Zheng, Kepala Keluarga Lin saat ini, ayah kandung Lin Chen dan Lin Tian.
Di belakangnya, mengikuti seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik namun memiliki sorot mata yang licik. Dia adalah Zhao Yuhua, ibu tiri Lin Chen.
"Ayah... Ibu..." Lin Tian menundukkan kepala.
Lin Zheng duduk di kursi utama ruang tamu. Ia menatap Ye Mei dengan jijik, lalu beralih pada putranya. "Lin Tian, kau terlalu mudah dipancing emosi. Lin Chen kembali dengan sedikit kemampuan bela diri, lalu kau panik seperti anak kecil?"
"Tapi Ayah, hentakan kakinya... dia pasti sudah mencapai Kelas Bumi!" bela Lin Tian.
"Lalu kenapa jika dia Kelas Bumi?" sela Zhao Yuhua dengan senyum sinis. Ia berjalan membelai bahu Lin Tian. "Anakku, jangan samakan Ibukota dengan kota-kota kecil seperti Donghai atau Jinling. Di sana, Kelas Bumi mungkin dianggap dewa. Tapi di Ibukota, sebuah keluarga besar tidak akan bertahan seratus tahun jika tidak memiliki pondasi yang sesungguhnya."
Zhao Yuhua mencondongkan tubuhnya. "Pelindung bayangan keluarga kita, Tetua Huang, telah menembus Tahap Langit Awal bulan lalu. Selain itu, pamanmu di militer Ibukota mengendalikan pasukan khusus. Jika Lin Chen berani melangkah ke pekarangan rumah ini, Tetua Huang bisa memenggal kepalanya bahkan sebelum dia sempat berkedip."
Lin Tian menarik napas lega, matanya kembali memancarkan kekejaman. "Ibu benar. Tapi kita tidak bisa membiarkan bajingan itu berkeliaran selama tujuh hari dan merusak reputasi kita!"
Lin Zheng mengetukkan jarinya ke meja. "Kirimkan Pasukan Serigala Besi untuk menguji kekuatannya malam ini. Jika dia benar-benar Kelas Bumi, jangan bunuh dia secara langsung. Pancing dia. Blokir semua akses keuangannya di Ibukota. Aku ingin melihat, seberapa lama naga palsu itu bisa bertahan tanpa sumber daya di wilayah kita."
Di sebuah Penthouse Mewah rahasia di pusat Ibukota.
Lin Chen berdiri di depan jendela kaca panorama, menatap kelap-kelip lampu kota Jingcheng. Di tangannya, ia memegang segelas air putih.
Permukaan air di dalam gelas itu sedikit bergetar.
Lin Chen menatap tangan kanannya. Ada sedikit sensasi mati rasa yang menjalar dari telapak tangannya hingga ke siku. Hentakan kekuatannya di Meika Empire tadi memang terlihat sangat mendominasi, namun itu menyadarkannya pada satu batasan penting.
"Sistem," panggil Lin Chen dalam hati. "Berapa persentase kemenanganku jika aku berhadapan langsung dengan seniman bela diri Tahap Langit saat ini?"
[Ding!]
[Menganalisis probabilitas berdasarkan data statistik Ibukota...]
[Hasil: 30% peluang menang, 50% peluang cedera parah, 20% peluang gugur.]
[Penjelasan: Meskipun Host memiliki 'Tulang Giok Naga' (kebal serangan fisik kelas bawah) dan pemulihan Qi instan dari 'Giok Penelan Surga', level kultivasi Host masih di Tahap Awal Tingkat Bumi. Ahli Tahap Langit memiliki kemampuan memanipulasi ruang (Domain Qi). Serangan mereka dapat mengabaikan pertahanan fisik luar dan langsung menyerang organ internal serta lautan spiritual Host.]
[Saran: Host disarankan untuk tidak melakukan konfrontasi frontal dengan Markas Utama Keluarga Lin hingga Host menembus Tahap Menengah Tingkat Bumi, atau memperkuat bawahan untuk memecah fokus musuh.]
Lin Chen menyesap airnya dan tersenyum getir.
Tentu saja, batinnya. Ibukota bukanlah Kunlun yang terpencil. Keluarga-keluarga di sini memiliki sumber daya dari seluruh negeri selama ratusan tahun. Jika aku gegabah menyerbu masuk hari ini, aku mungkin bisa membunuh Lin Tian, tapi Paman Bai dan Ah Fei pasti akan mati di tangan pengawal tingkat tinggi mereka.
Pintu ruangan terbuka. Paman Bai dan Ah Fei masuk dengan laporan.
"Tuan Muda," lapor Ah Fei, "Kedelapan belas Pengawal Naga Hitam sudah menempati titik-titik buta di sekitar aset Keluarga Lin. Namun, kami mendeteksi pergerakan besar. Ada puluhan ahli bela diri Kelas Fana Puncak yang mulai menyisir jalanan untuk mencari lokasi Anda."
Paman Bai mengerutkan kening. "Tuan Muda, Keluarga Lin memiliki Tetua Huang. Lima tahun lalu beliau adalah Puncak Kelas Bumi, sekarang kemungkinan besar sudah menembus Tahap Langit. Kita kekurangan ahli bela diri tingkat tinggi untuk menahan serangannya."
Lin Chen berbalik, wajahnya kembali tenang dan memancarkan wibawa sang pemimpin.
"Aku tahu, Paman Bai," ucap Lin Chen. "Kekuatan fisik tidak selalu menjadi satu-satunya cara untuk membunuh raksasa. Jika kita tidak bisa menebang pohonnya sekaligus, kita akan meracuni tanahnya, memotong akar airnya, dan membiarkannya layu dari dalam."
Lin Chen berjalan ke meja dan membuka sebuah peta proyeksi digital Ibukota.
"Selama lima tahun terakhir, Keluarga Lin sangat bergantung pada pasokan dana dari pasar saham teknologi dan impor medis. Mereka juga sedang membangun aliansi bisnis dengan keluarga-keluarga kelas dua Ibukota."
Lin Chen mengeluarkan ponselnya dan menghubungi dua nomor secara bersamaan. Panggilan video grup itu segera tersambung. Di layar, muncul wajah Su Ruoxue dari Donghai dan Shen Bing dari Jinling.
"Suamiku, kau baik-baik saja?" Su Ruoxue langsung bertanya dengan nada cemas.
"Aku sangat baik, Ruoxue. Aku butuh bantuan kalian berdua," ucap Lin Chen, nadanya berubah menjadi sangat profesional.
"Apa pun untuk Anda, Tuan Lin," sahut Shen Bing dengan senyum hormat.
"Gunakan seluruh modal likuid Grup Su dan Keluarga Shen. Aku ingin kalian meluncurkan serangan short-selling massal terhadap seluruh saham afiliasi Keluarga Lin besok pagi saat bursa buka. Putus semua rantai pasokan bahan mentah dari wilayah selatan dan timur menuju Ibukota," perintah Lin Chen.
Shen Bing sedikit terkejut, namun matanya berbinar antusias. "Perang ekonomi berskala nasional? Ini gila, Tuan Lin. Keluarga Lin akan membakar miliaran Yuan setiap harinya untuk menstabilkan harga saham mereka!"
"Itulah tujuannya," seringai Lin Chen. "Buat mereka sibuk menyelamatkan uang mereka sehingga mereka tidak punya sumber daya untuk menyewa lebih banyak pembunuh bayaran."
"Kami mengerti," jawab Su Ruoxue dengan tekad bulat. "Grup Su akan menjadi pedang finansialmu dari Donghai."
Setelah menutup telepon, Lin Chen menoleh ke arah Ah Fei. "Tugas Paviliun Naga malam ini bukan bertarung, tapi menyusup. Sebarkan bukti-bukti skandal suap dan proyek cacat Keluarga Lin ke semua media saingan mereka. Aku ingin besok pagi, Lin Tian pusing memikirkan konferensi pers, bukan mencariku."
"Taktik yang brilian, Tuan Muda!" puji Paman Bai. Dengan memecah konsentrasi Keluarga Lin, keamanan di dalam kediaman utama mereka akan melemah karena harus mengirim personel untuk mengamankan aset di luar.
Lin Chen kemudian teringat akan hadiah dari sistem setelah menghancurkan acara Ye Mei.
"Sistem, tampilkan lokasi Herbal Penumbuh Tulang."
[Ding!]
[Lokasi: Pasar Gelap 'Bulan Darah' (Blood Moon Black Market), Distrik Bawah Tanah Ibukota.]
[Akses: Dilelang pada tengah malam ini. Barang tersebut adalah inti dari akar Teratai Tulang Putih berusia 800 tahun.]
Lin Chen menatap lengan kiri Paman Bai yang kosong. Pengawal tua ini telah mengorbankan segalanya untuk Lin Chen, dan Lin Chen tidak pernah melupakan hutang budinya.
"Paman Bai, Ah Fei, bersiaplah," ucap Lin Chen sambil mengambil mantel hitamnya. "Malam ini kita akan berkunjung ke Pasar Gelap Bulan Darah."
"Pasar Gelap Ibukota?" Paman Bai sedikit terkejut. "Tempat itu dikuasai oleh faksi netral yang sangat berbahaya. Mereka menolak campur tangan keluarga besar manapun."
"Bagus," Lin Chen tersenyum misterius. "Itu artinya, jika kita membuat sedikit keributan di sana, Keluarga Lin tidak akan bisa menggunakan otoritas mereka untuk ikut campur. Malam ini, aku akan mencarikan lengan baru untukmu, Paman."
Mendengar itu, mata Paman Bai langsung memerah. Ia menahan napas, tidak berani percaya. Menumbuhkan kembali anggota tubuh yang putus adalah mukjizat tingkat dewa. Namun, melihat punggung tegap Tuan Mudanya, Paman Bai tahu, bagi Sang Naga, tidak ada hal di dunia ini yang mustahil.