Kisah Naimah yang tiba-tiba berubah dingin ketika mendapat kenyataan suaminya menduakan cinta nya dan juga mempermainkan pernikahan suci ini.
"Aku tidak menyangka, kamu mas Nabil. Bisa menduakan kesucian ini." ucap dingin seorang istri.
"Maafkan mas, Naimah. mas khilaf." balas pria itu suami Naimah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sifa ingin ke pantai, Nabil mengajak wanita lain bukan Naimah!
Sifa baru pulang dari sekolah, dan langsung menanyakan Nabil ayahnya yang dari pagi tidak kelihatan oleh bocah satu esde itu.
''Ibu ... Ibu ...'' Sifa berteriak
''Eh eh Sifa, kok pulang-pulang berteriak Nak, bukannya ngucapin salam sayang.'' tegur Naimah tapi dengan nada lembut.
''Iya maaf ibu, assalamualaikum ibu.'' Sifa menurut lalu menyalami tangan Naimah
''Waalaikumsalam, tadi kenapa manggil ibu sampai teriak begitu hm?'' Naimah memangku Sifa lalu membenarkan ikat rambut Sifa.
''Ibu, Ayah di mana Bu? Cifa ingin sama Ayah.'' beritahu nya dan menanyakan Nabil, memang Sifa ini begitu dekat dengan sang Ayah.
''Oh Ayah, ayahmu kerja Nak.'' jawab Naimah, dan memang Nabil langsung pergi setelah berdebat tadi lalu mengirimkan pesan pada Naimah kalau dia akan ke kantor.
''Yah Bu, kok Ayah kerja sih Bu, padahal Cifa kan rindu Ayah Bu.''. Sifa langsung sedih
''Sabar ya Nak, nanti ayah kan pulang lagi.'' Naimah menenangkan anaknya dan merasa kasian pada Sifa
''Yasudah Bu, Cifa ke kamar.'' anaknya langsung lesu
''Ayo Ibu bantu ganti pakaian ya sayang, dan nanti kita makan siang.''
''Tapi Cifa bisa sendiri Bu, pakai baju.''
''Biar kali ini ibu bantu, ibu lagi tidak ada pekerjaan rumah kok.''
''Iya Bu.'' Naimah pun mengikuti Sifa ke kamarnya.
''Nak, kamu sayang pada Ayah mu?'' tanya Naimah
''Iya sayang Koo Bu.'' jawabnya polos
''Sayang ini tidak Nak?'' kembali tanya Naimah
''Ibu? Iya sayang ... sekali Bu, Sifa sayang ibu dan Ayah.'' jawab Sifa dan menggambarkan bahwa dia sangat sayang Naimah dan Nabil.
''Begini Sifa sayang, kalau misalnya kamu harus memilih untuk tinggal dengan ibu atau ayah mu, kamu akan pilih siapa hm?''
''Memang ibu sama Ayah akan kemana? Kan ini rumah Bu.'' Sifa masih terlalu kecil masih belum mengerti yang di maksud Naimah
''Begini semisal Ayah mengajak mu untuk tinggal dengan ayah di luar kota, mau tidak? Tapi gak sama Ibu?'' ucap Naimah
''Cifa gak mau Bu, karena Cifa ingin sama Ibu.'' Sifa langsung memeluk Naimah
''Jangan menangis Nak, ibu hanya bertanya saja kok.'' Naimah mengusap kepala anaknya yang jadi menangis
''Dengar, sampai kapanpun kamu akan sama ibu. Apapun yang terjadi pokoknya bakal sama ibu ya.'' ucap Naimah
''Iya Bu, sama ayah juga ya.''
Tapi Naimah bergeming.
**
Sore hari Nabil pulang dan keadaan dia dengan Naimah masih tidak bertegur sapa.
Sifa langsung mengajak main Nabil karena memang Sifa begitu rindu pada ayahnya ini. ''Ayah, adek mau jalan-jalan Ayah.'' pinta Sifa
''Mau jalan-jalan kemana hm Sifa?'' tanya Nabil
''Cifa ingin ke pantai Ayah, kemarin teman Adek katanya main ke pantai dan Adek mau juga Yah.'' beritahu Sifa.
''Oh ke pantai ayo, kita pergi mau kapan?'' ucap Nabil setuju saja kalau menyangkut dengan Sifa
''Besok Ayah ya.''
''Ok ayo.''
''Besok masih sekolah Nak.'' Naimah datang lalu menyahut
''Biarkan libur dulu.'' kata Nabil
''Bukannnya Sifa ini harus pintar dan menjadi wanita karir ya, dan itu harus di mulai dari sekarang. Agar tidak menjadi wanita rumahan.'' ucap Nimah sengaja menyindir Nabil
''Kenapa masih saja membahas hal itu.'' sentak Nabil tertahan karena ada Sifa
''Aku tidak ada seperti itu, aku hanya mengatakan kenyataan nya bukan.'' Naimah tidak akan diam lagi
''Cukup jangan merusak momen ku sama Sifa, dan sebaiknya kamu ke dapur saja.'' secara tidak langsung Nabil mengusir Naimah
''Baik.''
''Tidak Ibu, kesini Bu.'' Sifa mencegah Naimah pergi
''Nak ibu harus ke dapur dulu.''
''Ibu ayo sini duduk dekat Ayah.'' Sifa menuntut Naimah dan menyuruhnya untuk berada di depan Nabil
''Ayah, ibu tadi Sifa dapat nilai seratus loh.'' ujarnya begitu senang
''Oh ya, itu bagus Nak kami harus selalu juara sayang dan terus jadi anak yang pintar dan banggakan ayah.'' seru Nabil memang dia sangat bangga terhadap prestasi Sifa yang selalu juara namun Nabil lupa kalau dibalik semua itu ada seseorang yang selalu mengajarkan Sifa tentang pendidikan.
Nabil tidak pernah memuji Naimah yang sudah melakukan tugasnya, sedangkan Nabil selama ini hanya sibuk bekerja dan tak pernah mengajarkan Sifa hanya tahu Sifa selalu juara.
**
''Sifa, kita pergi nya berdua saja ya sayang jangan ajak ibu mu.'' ucap Nabil pada Sifa dan besok adalah hari dimana Sifa akan jalan-jalan ke pantai
''Kenapa gak sama ibu Ayah, Cifa mau sama Ibu.'' ucap Sifa tidak terima
''Pokoknya kita pergi berdua sama saja kok Dek, katanya kamu rindu sama Ayah.'' Nabil masih membujuk
''Tapi Ayah, Cifa mau dengan ibu juga pergi nya Ayah.'' kukuh Sifa dan aneh saja rasanya bila pergi tanpa Naimah, karena dari dulu juga mereka selalu keluar sama-sama.
''Dek, dosa loh melawan orang tua apa ibumu gak pernah mengajari mu tentang ini? Apa yang orang tua bilang itu harus di turuti sayang, jangan suka membantah dosa Nak.'' Nabil mengingatkan tentang nasehat pada Sifa,
''Baiklah Ayah, ibu suka kok mengajari Sifa, memang anak harus menuruti perintah orang tua. Tapi Sifa ingin pergi dengan ibu .'' Sifa sedih
''Lain kali akan pergi sama ibu mu, ayah janji kita akan jalan-jalan lagi kok.'' ucap Nabil meyakinkan Sifa
''Iya Ayah.'' walaupun enggan tapi Sifa pasrah asal pergi dengan Nabil, pikir Sifa.
''Bagus Sifa, Ayah suka kalau Sifa menurut pada ayah ya.'' Nabil langsung tersenyum bahagia
''Tapi nanti ibu akan sedih kalau tidak ikut jalan-jalan ayah.'' ucap Sifa memikirkan Naimah mungkin akan sedih karena tidak di ajak.
''Hei ibu mu bukan anak kecil, lagian ibu mu Sudah besar dan akan mengerti Nak, kalau Ayah ingin jalan-jalan dengan kamu aja, ibu kamu sibuk dengan membersihkan rumah Nak.'' beritahu Nabil masih mencoba membujuk Sifa agar tak memikirkan Naimah lagi.
''Yasudah.''
Tanpa Nabil sadari, sebenarnya sedari tadi Naimah menguping pembicaraan Nabil dan Sifa.
''Sudah berani ya mas kamu keluar tanpa mengajak ku,''
''Kamu begitu bahagia nya Mas, akan pergi tanpa aku. Dan itu membuat ku semakin curiga, kamu ini akan pergi dengan perempuan itu kan mas?''
''Tapi jangan sebut aku Naimah, bila aku percaya begitu saja tanpa melakukan apapun.''
''Tunggu apa yang akan aku lakukan, terhadap mu dan semua rencana busuk mu itu.''
Sebelum mendengar ini, Naimah lebih dulu mendengar keterkejutan yang lain. Di mana saat Nabil sedang mengobrol di telepon.
[Halo sayang, tadi anak nya Abang mengajak Abang berlibur ke pantai.] ucap Nabil pria brengsek yang menelpon wanita asing lalu mengatakan hal yang ada di rumahnya ini. Yang seharusnya itu suatu kerahasiaan dari orang asing.
[Oh ya, kapan ke pantai pasti istrimu yang kumuh itu ikut juga ya?] terdengar suara wanita itu yang keberatan
[Iya anak Abang, ingin kami bertiga pergi.] balas Nabil
[Enak dong Bang wanita kumuh bau itu yang pergi, apa nanti di pantai kamu gak akan malu bang? Datang dengan wanita tertutup di pantai, padahal pantai itu enak untuk berpakaian seksi Bang. Kamu akan malu bang kalau bawa dia,] wanita itu mengompori dan merubah pikiran Nabil
[ Oh ya kamu Koo benar ya sayang, dia sepertinya tidak pantas untuk pergi ke pantai bersama ku.Dia akan membuat ku malu, apa sebaiknya kita pergi saja sayang?]
[Kita bang?] wanita itu pura-pura kaget
[Iya kita pergi, aku kamu dan Sifa.]
[Lalu istrimu itu?]
[Itu urusan Abang, nanti Abang suruh dia untuk ke pasar kek dan abang akan mengatakan kalau Abang hanya pergi berdua dengan Sifa.] kata Nabil begitu tak berperasaan.
Maka dari situ lah, Nabil Sudah mengatakan pada Sifa kalau mereka akan pergi berdua tanpa Naimah. Dan Naimah mengetahui semuanya, rencana Nabil yang tidak akan mengajaknya, melainkan mengajak perempuan ular itu, memang Nabil sudah buta karena cinta. Tapi tanpa Nabil ketahui juga, Naimah pun dia sudah memiliki rencana.
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profil ku. semangat berkarya author ♥️