Mungkinkah jatuh cinta pada pandangan pertama? Itulah yang terjadi pada Violita seorang gadis manis mahasiswi semester akhir sebuah perguruan tinggi. Ia sedang magang bersama sahabatnya di perkebunan milik Om sahabatnya. Om Aldrick adalah seorang pria misterius yang irit bicara dan anti pada perempuan.
Laki-laki itu pernah mengalami hal pahit yang membuatnya menarik diri dari semua hal yang berkaitan dengan perempuan.
Meski menyeramkan nyatanya Violita tidak bisa menahan hatinya untuk tidak terpesona pada Aldrick. Rasa penasarannya membuat Violita berusaha masuk ke dalam kehidupan laki-laki itu.
Mungkinkah Violita mampu memberikan cahaya pada hidup Aldrick yang kelam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam Belas.
Ada kepedihan melihat Celine yang memeluk kakinya erat dengan air mata yang membanjiri wajahnya.
"Ampuni aku mas, aku tau aku berdosa. setiap saat rasa bersalah atas kepergian Shita terasa membunuh. Aku tau aku tidak pantas untuk dimaafkan. Tapi bisakah mas kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya lagi mas?"
Celine mengiba, tangisannya terdengar menyedihkan.
"Aku sangat mencintai kamu mas. kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. ayo mas kita sama-sama saling mengobati luka kita. jangan tinggalin aku"
"Kamu bisa merangkai kebahagiaan kamu bersama kekasih mu itu Celine. aku sudah tidak memiliki hati untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang normal"
"Enggak mas, Aku khilaf kasih aku kesempatan. aku akan mengabdikan hidupku padamu untuk menebus semua dosa ku padamu mas.".
"Hari ini pun kamu masih bertemu dan bermesraan dengannya Celine. Aku meragukan kesungguhan kamu"
"Aku butuh teman bercerita untuk meringankan rasa sesak akibat kehilangan Shita mas. tapi aku akan segera mengakhiri semuanya mas, aku mohon aku nggak bisa kehilangan kamu. aku sudah kehilangan Shita, aku nggak mau kehilangan kamu juga"
Hati Aldrick sedikit melemah. bagaimanapun juga ia pernah sangat mencintai wanita ini.
"Baiklah Celine kali ini saja. Tapi jangan berharap lebih karena aku tidak tau apa aku masih bisa menjalani rumah tangga ini. Namun yang pasti untuk menjalankan seperti sebelumnya aku sudah tidak bisa"
Aldrick berlalu dari hadapan Celine. wanita itu masih terisak pilu. Ia telah kehilangan anak yang dicintainya dan juga telah kehilangan cinta suaminya. Celine harus menerima kepahitan atas kesalahan nya itu.
Sebelumnya Celine merasa hidupnya terlalu sempurna, memiliki suami yang mencintainya, anak yang cerdas dan cantik serta kemewahan yang ia punya. tiba-tiba ia merasa tertantang mencoba sensasi baru saat tidak sengaja bertemu dengan Juan laki-laki yang pernah ia sukai semasa SMA. dan terjadilah hubungan terlarang keduanya selama 1 tahun ke belakang. Aldrick terlalu mempercayainya hingga tak mencurigai dirinya sama sekali.
Celine tak menyangka semua akan berakhir seperti ini. Dengan tertatih ia berjalan menuju kamarnya, Merebahkan diri mencoba menenangkan hatinya yang sedang kacau. Ia terus menata hati dan otaknya, mensugesti diri sendiri bahwa semua akan kembali seperti sebelumnha. ia harus merebut cinta Aldrick kembali.
***
Aldrick terkejut saat memasuki ruang kerjanya sudah ada Celine yang menunggu, Aroma parfume yang menggoda tercium memenuhi ruangan, Celine juga tampak cantik dan tentu saja seksi dengan lingerie merah seolah menantang Aldrick untuk menjamah apa yang tidak berhasil ditutupi dengan sempurna.
Celine melangkah dengan gemulai, menatap Aldrick yang masih mematung. dengan gerakan sensual Celine mengunci pintu dan berbalik ke arah Aldrick. ia meraih wajah Aldrick agar lebih dekat pada wajahnya. ia tersenyum menggoda.
Hasrat yang terkubur selama beberapa bulan ini kembali bangkit, Aldrick meraih tubuh Celine dan melum*at bibirnya dengan kasar menyalurkan seluruh gairah nya yang sempat tertahan.
Kelegaan menelusup ke dalam hati Celine menyadari suaminya tak menolak tubuhnya. Wanita itu menikmati sentuhan-sentuhan yang sudah ia rindukan dari suaminya.
Aldrick menjamah tiap inchi tubuh Celine berusaha mencari kepuasan pada tubuh istrinya.
Aldrick menghentikan cumbuannya saat kilasan bayangan Celine berada dalam rengkuhan tubuh laki-laki itu tiba-tiba muncul, berganti dengan bayangan tubuh kaku Shita yang sudah tak bernyawa. Tubuh Aldrick menegang menahan kepedihan yang tiba-tiba mendera, memadamkan gairah yang sempat membakarnya.
Ia melepaskan tubuh Celine, kemudian menuju sofa. ia meremas rambutnya berusaha meredakan gejolak di hatinya. Celine menatap Aldrick penuh tanya, perlahan ia meraih kimono tipis yang tersampir di kursi untuk menutupi tubuhnya yang sudah polos, kemudian memberanikan diri mendekati suaminya.
"Kenapa mas?"
"Maaf Celine"
Aldrick tak melanjutkan kalimatnya. ia beranjak dari tempat duduknya dan meraih kunci mobil. pria itu berlalu keluar dengan langkah besar meninggalkan Celine yang terhenyak, ia menyandarkan tubuhnya di sofa pandangannya jauh menerawang.
****
3 bulan berlalu masih dengan kejadian yang sama, Celine yang terus berjuang mengembalikan suaminya namun Aldrick masih dengan traumanya. berulang kali Aldrick berusaha melawan bayangan-bayangan menyakitkan itu tiap kali ia mencumbu Celine. namun selalu saje berakhir tanpa penyelesaian.
Aldrick merasa bersalah pada Celine. namun ia juga tak bisa membohongi diri bahwa hatinya telah mati bersama kepergian Shita.
Sepulang kantor Aldrick menuju kamar, hal yang sudah ia lakukan sejak 3 bulan yang lalu. Meski selalu gagal namun Aldrick ingin memperbaiki hubungannya dengan Celine. sedikit kemajuan Aldrick sudah bisa tidur dengan memeluk Celine namun untuk melakukan kegiatan suami istri Aldrick masih belum bisa.
Aldrick mengernyit heran saat tak mendapati Celine di kamarnya. biasanya istrinya itu selalu menyambut kepulangannya.
Aldrick melangkah keluar kamar setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian. ia menuju meja makan berharap dapat menemukan istrinya. Namun ia hanya menjumpai asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan makan malam
"Ibu mana bik?"
"Ibu dari pagi keluar belum pulang pak"
Jawab Bi Rita dengan takut
"Ke mana?"
"Nggak tau pak. tapi sudah seminggu ini Ibu pergi setelah bapak ke kantor dan pulang sore hari"
Terlihat asisten rumah tangganya sedikit ragu untuk mengungkapkan apa yang dia tau mengenai kegiatan majikannya.
"Oh baik bik. saya ke kamar dulu"
Aldrick tak menanggapi lebih lanjut laporan dari asisten rumah tangganya. Meski demikian otaknya sibuk berfikir tentang apa yang istrinya lakukan.
Aldrick berdiri di balkon kamarnya menikmati hembusan angin malam yang menyapa tubuhnya. sebuah tangan tiba-tiba melingkar dipinggangnya bersama aroma wangi yang sangat dikenalinya.
"Uda lama pulangnya sayang?"
Tanya Celine manja sembari menciumi punggung suaminya
"sudah sejak satu jam yang lalu"
Jawab Aldrick datar.
"Aku ke rumah bibik Nisa mas. aku bosan di rumah"
Semenjak menikah dengan Celine Aldrick menyuruh bik Nisa berhenti bekerja dan memberikan rumah serta modal untuk berjualan.
"Maaf ya, mas pulang akunya malah nggak ada di rumah. tadinya aku uda cepat-cepat pulang. tapi mobil aku mogok, abis ke bengkel uda sore jadi macet banget. Maaf ya sayang"
Celine menarik tubuh Aldrick agar menghadap padanya.
"Iya nggak apa-apa"
Aldrick memaksa tersenyum.
Aldrick meraih pinggang Celine dan mendaratkan ciuman di bibir istrinya, ciuman itu turun ke leher, hembusan nafas Aldrick membuat Celine meremang dan tanpa sadar melenguh halus. Aldrick tersenyum tipis dan melanjutkan cumbuannya pada leher istrinya, namun Aldrick menghentikan cumbuannya saat melihat tanda merah di leher belakang Celine, Ia memperhatikan tanda itu lebih lama, tanpa Wanita itu ketahui Aldrick tersenyum pahit.
jelas sekali tanda itu bukan darinya, karena masih terlihat sangat baru. dan seingat Aldrick beberapa hari ini mereka tidak bercumbu sama sekali.
"Sana mandi dulu Celine"
Aldrick membalikkan tubuh Celine dan mendorongnya pelan. Celine sudah terbiasa dengan kegiatan yang berhenti tiba-tiba, Ia tau Aldrick masih trauma. Wanita itu sama sekali tidak menyadari bahwa Aldrick telah mengetahui sesuatu tentang dirinya.
pria2nya sama menikah 2x🤭 tpi karakter aldrik ini emank jujur bangetz. siapa yg gak trauma kehilangan anak dgn cara tragis n kejam.💜
oh ya mampir dong kak di karya pertamaku "aku cuma punya hati" beri saran dong kak, aku mohon