NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemburuan Pertama di Lereng Gunung

Luo Chen itu segera meninggalkan area luar pasar selatan, bergerak

lurus menyusuri jalan setapak berbatu yang menanjak menuju lereng hutan Gunung

Tiga Jari. Rimbunnya pepohonan liar mulai menutupi pandangan dari arah kota,

digantikan oleh jajaran pohon bambu tua dan semak belukar berduri yang lebat di

sepanjang lereng gunung.

"Herba Daun Perak tingkat satu ini... daunnya berwarna keperakan dengan urat

putih halus," bisik Luo Chen berjongkok di bawah naungan batu besar untuk

mencabut beberapa batang tanaman obat, berbicara langsung pada dirinya

di tengah sunyinya hutan. "Menurut Kitab Maha Tahu, herba ini memancarkan aroma

khas yang sangat disukai oleh binatang spiritual berelemen angin seperti

Serigala Taring Angin. Aku bisa menggunakannya sebagai umpan pengalih perhatian

nanti."

Dari arah semak belukar yang berjarak sekitar sepuluh meter di sebelah kanannya,

suara gesekan dedaunan kering mendadak terdengar kasar dan cepat, memicu deteksi

bahaya di kepalanya. Sesosok serigala berbulu abu-abu dengan taring panjang yang

melengkung keluar dari rahangnya melompat lambat, menatap lurus ke arah tanaman

obat di tangan pemuda tersebut dengan mata yang memancarkan cahaya hijau redup.

"Serigala Taring Angin tahap ketiga... kecepatannya sangat tinggi berkat energi

angin di sekitar cakarnya," bisik Luo Chen meletakkan ember kayunya

perlahan, berbicara pelan untuk menyusun strategi

pertarungan. "Kelemahannya berada di bagian lambung bawah yang lunak. Jika aku

menyerangnya dari depan secara langsung, kecepatannya akan dengan mudah

menghindari pukulanku. Aku harus mengalihkan perhatiannya menggunakan tanaman

ini."

Dengan satu ayunan tangan yang cepat, Luo Chen melempar seikat Herba Daun Perak

ke arah semak di sebelah kiri serigala tersebut. Begitu perhatian binatang buas

itu teralih selama sepersekian detik oleh aroma tanaman obat di udara, ia

langsung melesat maju menggunakan kekuatan fisik penuh dari "Tinju Dasar klan

Luo" tahap ketiga.

Satu sabetan cakar angin dari serigala tersebut meluncur cepat memotong arah

gerakannya, meninggalkan tiga garis angin transparan yang tajam di udara.

Meskipun Luo Chen sempat memiringkan kepalanya dengan cepat, ujung cakar angin

tersebut tetap berhasil menggores pipi kirinya hingga mengeluarkan garis darah

tipis.

"Tahan ini!" seru Luo Chen mencabut pisau besi berkarat peninggalan Ye

Feng dari pinggang jubahnya untuk menahan gigitan rahang serigala yang mengarah

ke tenggorokannya, menggunakan tangan kirinya sebagai tumpuan penahan.

Hantaman telak fisik dari kepalan tangan kanannya yang telah diperkuat energi

tahap ketiga mendarat lurus ke arah lambung bawah serigala yang lunak. Suara

retakan tulang rusuk terdengar nyaring dari tubuh binatang buas tersebut,

membuatnya terlempar sejauh dua meter ke atas tanah dengan erangan rasa sakit

yang keras, namun tubuhnya masih terus berusaha menggeliat untuk bangkit

kembali.

Langkah kaki kasar yang mendadak terdengar dari arah semak belukar bagian atas

memotong jalannya pertarungan. Seorang pemburu liar paruh baya bertubuh tegap

dengan parang panjang di tangan kanannya melangkah keluar dari balik pohon,

menatap bangkai serigala dan tanaman obat milik Luo Chen dengan pandangan mata

yang serakah.

"Bocah, tinggalkan serigala itu dan semua herba di kantong jubahmu jika kau

masih ingin pulang ke desa dengan tubuh utuh!" teriak A-Biao mengayunkan

parang panjangnya dengan gerakan memutar di udara, memancarkan energi Qi

berwarna kuning tanah yang tipis di sepanjang mata pisaunya.

"Aku berburu dengan kekuatanku sendiri, dan herba ini adalah milikku," jawab Luo

Chen berdiri tegak menghadap pemburu tersebut, suaranya terdengar sangat

datar dan tenang tanpa ada keraguan sedikit pun. "Menyingkirlah dari jalanku

jika kau tidak ingin merasakan akibatnya."

Sambil mendengus kasar dengan tawa mengejek, pemburu liar itu mengalirkan

seluruh sisa energi Qi miliknya untuk mengaktifkan "Jurus Tebasan Palu Bumi".

"Kau hanya bocah fana tanpa aliran Qi di dantian! Mati kau!" teriaknya

menerjang maju dengan ayunan parang yang mengarah lurus ke dada pemuda tersebut.

Satu sapuan parang berlapis energi kuning tanah membelah udara dengan suara

dengungan yang berat, menekan permukaan tanah di bawah mereka hingga menyebarkan

kepulan debu tipis.

Dengan kelincahan tubuh fisiknya yang telah ditempa secara ekstrem, Luo Chen

memiringkan tubuhnya ke samping dalam jarak beberapa sentimeter dari lintasan

parang tajam tersebut. Di saat yang sama, ia meluncurkan pukulan siku kanannya

dengan kecepatan tinggi, menghantam sendi pergelangan tangan kanan pemburu itu

dengan kekuatan penuh tahap ketiga.

"Aaaaakh! Sendi tanganku hancur!" jerit A-Biao seketika melepaskan

pegangan parang panjangnya yang langsung terjatuh ke atas tanah berlumpur,

tubuhnya terdorong mundur beberapa langkah dengan wajah yang memucat padam

menahan rasa sakit yang luar biasa.

Sambil memegangi pergelangan tangannya yang membengkok aneh, pemburu liar itu

menatap Luo Chen dengan pandangan mata yang penuh ketakutan yang mendalam.

"Kau... monster macam apa kau ini? Kulitmu sekeras baja!" teriaknya sebelum

segera berbalik arah dan berlari melarikan diri ke dalam rimbunnya hutan dengan

panik.

"Parang peninggalan pemburu ini jauh lebih tajam dan berguna daripada pisau

berkarat Feng'er," bisik Luo Chen memungut parang panjang milik A-Biao

dari atas tanah, berbicara langsung kepada dirinya sendiri seraya melangkah

mendekati tubuh serigala yang masih sekarat di atas tanah.

Dengan satu tebasan cepat yang bersih ke arah leher belakang Serigala Taring

Angin, ia mengakhiri pertarungan tersebut seketika tanpa membuang banyak tenaga.

Menurut panduan dari "Kitab Maha Tahu" di kepalanya, Luo Chen membelah bagian

dada serigala tersebut untuk mencari letak "Inti Api" berunsur angin yang

tersimpan di dalam nadinya. Ujung jarinya menyentuh sebiji kristal kecil

berwarna hijau pucat yang memancarkan hawa hangat yang sangat tipis namun padat

di dalam bangkai binatang buas tersebut.

Satu sensasi hangat merambat cepat dari ujung jarinya saat ia perlahan menyerap

energi Inti Api tersebut masuk menyatu ke dalam jalur meridian tangannya,

menyimpannya di dalam ulu hati sebagai modal awal bagi metode alkimia kunonya.

"Penyerapan Inti Api berunsur angin berhasil... ini adalah dasar yang bagus

untuk mulai memurnikan pil pertamaku nanti," bisik Luo Chen menatap

telapak tangannya yang sempat memancarkan kilatan cahaya hijau tipis sebelum

kembali meredup.

Ketika membelah bagian perut serigala tersebut untuk mengambil taring dan

cakarnya yang berharga, ujung belatinya membentur sebutir kristal bulat berwarna

biru jernih seukuran biji kelereng yang memancarkan energi murni tingkat tinggi.

"Inti Jiwa binatang spiritual tingkat satu... ini adalah bonus yang sangat

berharga dan langka di lereng luar gunung," bisik Luo Chen mengangkat

kristal biru tersebut di bawah naungan cahaya hutan, berbicara pelan pada

dirinya sendiri dengan senyum tipis di bibirnya. "Terima kasih atas hasil buruan

yang melimpah hari ini. Sekarang aku memiliki cukup modal untuk membeli bahan

alkimia dasar di kota esok hari."

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!