NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:152.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Bima

"Assalamualaikum, Mas." Sapa Nala yang melakukan panggilan vidio pada Arjuna malam itu.

"Waalaikumsalam, Nduk." Jawab Arjuna.

"Mama..." Terdengar suara Bima yang langsung naik ke pangkuan Arjuna.

"Maa Syaa Allah, Sayangnya Mama." Ujar Nala sambil melihat putranya di pangkuan Arjuna.

"Kak Bagas sama Mbak Bibil mana?" Tanya Bima.

"Ini ada." Jawab Nala sambil menyorot ke arah Bagaskara dan Bilva yang sedang bermain.

"Adek! Dek Bima!" Seru Bagas dan Bilva sambil melambaikan tangannya.

"Pak Ade... Pak Ade kapan main kesini? Udah lama Pak Ade gak main ke rumah Bibil." Kata Bilva.

"Nanti ya, Cah Ayu. In Syaa Allah setelah empat puluh harian Yuyut nanti." Jawab Arjuna.

"Dek Bima sama Mamas Aka, ikut juga, ya?" Tanya Bagas.

"Mamas sama Adek belum bisa ikut, karena Pakde ada jadwal penting di Perusahaan. Sabar, ya, nanti kalau longgar, Pakde ajak Mamas sama Adek ke Kota." Jawab Arjuna dengan lembut. Meski terlihat kecewa, namun Bagas dan Bibil tetap mengangguk patuh.

"Mamas Aka mana?" Tanya Nala.

"Lagi di hukum Mbun. Gara - gara panen kedondong sore tadi." Jawab Bima sambil berbisik.

"Kenapa kok Mamas di hukum, adek enggak?" Tanya Nala dengan tatapan menyelidik.

"Kata Mamas, Adek suruh sama Romo aja. Nanti tangan adek berdarah kalau bantuin Mamas kupas kedondong." Jawab Bima.

"Aduduh, so sweet banget Mamas sama kesayangannya." Ujar Nala sambil terkekeh.

Hal itu lah yang selalu Nala syukuri. Bima tinggal di sana dengan penuh limpahan kasih sayang. Ia terlihat sangat bahagia dan selalu ceria meskipun jauh dari keluarga kandungnya.

Bahkan, saat Nala dan Mifta mengajak Bima untuk menginap di Kota selama beberapa hari, Bima selalu menolak. Ia lebih suka tinggal di Desa Banyu Alas.

"Kenapa kok bisa di hukum, Mas?" Tanya Nala pada Arjuna.

"Wong manen dondong kok daun sama rantingnya di panen juga." Kata Arjuna. Nala yang mengerti dengan maksud Arjuna pun tertawa terbahak - bahak.

"Banyak dong, panenannya?" Tanya Nala di sela tawanya.

"Buanget! Itu mau di bikin manisan sama Mbakmu." Jawab Arjuna.

"Mamas yang kupas kedondong, Mbun yang bikin bumbunya." Timpal Bima.

"Bima tinggal makan aja, gak bantuin Mbun sama Mamas." Sahut Nala yang membuat Arjuna tertawa.

"Bima bantuin kok, nanti Bima yang buangin sampah kulit kedondongnya kalau belum di buang sama Mamas." Jawab Bima yang kembali membuat Nala dan Arjuna tertawa.

"Halah! Pasti udah beres di kerjain sama Mamasmu semua, Le." Ujar Nala.

"Dek Bima... Dek Bima... Nanti Kak Bagas mau manisannya, ya." Kata Bagas.

"Nanti Bima bilang sama Mbun, biar Kak Bagas di bagi juga manisannya. Karena mau di bagi sama Nty Ncim sama Mbak Ara juga. Kan tadi ambilnya sama Mbak Ara dan Nty Ncim juga." Cerocos Bima.

"Tapi gimana kita ambilnya? Kan jauh." Tanya Bibil.

"Gampang, ada Mamas Aka. Nanti di uncal (lempar) sama Mamas, pasti bisa sampe ke sana." Ujar Bima dengan percaya diri hingga kembali membuat Nala dan Arjuna tertawa.

"Papa kemana, Ma? Kok gak ada?" Tanya Bima.

"Papa masih di Perusahaan karena harus lembur sama Pakde Dipta." Jawab Nala.

"Ah! Pakde Dipta ini, selalu ajakan Papa lembur." Kata Bima.

"Romo mu tuh, yang bikin Papa sama Pakde Dipta lembur." Kekeh Nala.

"Enggak lah! Gak mungkin Romo yang suruh, orang Romo aja di rumah." Kata Bima yang membela Arjuna.

"Iya ya, Le. Romo aja di rumah kok, ya." Kekeh Arjuna yang kemudian menciumi Bima.

"Si paling gak terima kalau Romonya di salahin." Kata Nala sambil geleng - geleng kepala.

"Romoku gak pernah salah kok." Kata Bima.

"Romo apa, Le?" Tanya Arjuna.

"Romo selalu benar." Jawab Bima yang kembali membuat mereka tertawa.

"Siapa yang selalu benar?" Tanya Meshwa yang turut bergabung bersama Aka.

"Romo yang selalu benar. Kalau Mbun Maha Benar! Lebih hebat dari Romo." Kata Bima yang membuat mereka kembali tertawa.

"Kamu kok ada aja sih, bahasanya, Bim! Siapa yang ngajarin?" Tanya Nala.

"Siapa lagi kalo bukan Opa Aksa! Opaku, guruku, panutanku." Jawab Bima.

"Memang bener - bener ya, Opamu. Njaluk di sentil lambene (Minta di sentil bibirnya)." Kata Nala.

"Sentil aja itu bibirnya Opa, Mas Aka. Kalau Opa ngajarin yang aneh - aneh." Ujar Nala pada Aka yang hanya bisa terkekeh.

"Jangan, Mama! Nanti gigi Opa ikut hilang kalau Mamas yang nyentil." Ujar Bima yang kembali membuat mereka terbahak - bahak.

...****************...

"Mbuun... Mbuuunn..." Panggil Bima yang baru bangun tidur pagi itu.

"Dalem, Le..." Jawab Meshwa.

Ia menyambut Bima yang menghampirinya di dapur. Selalu seperti itu, Bima akan selalu mencari Meshwa dan memeluk Mbunnya setiap bangun tidur.

"Hmmm! Acem banget anak Mbun." Komentar Meshwa setelah menciumi Bima yang berada di pangkuannya.

"Mamas sama Romo gak sholat subuh di Masjid, Mbun?" Tanya Bima.

"Sholat di Masjid, kok." Jawab Meshwa.

"Kok Adek gak di bangunin?" Tanya Bima.

"Adek udah di bangunin, tapi adek gak mau bangun." Kekeh Meshwa sambil menarik hidung mancung Bima.

"Adek mimpi apa sih? Kok susah banget di bangunin?" Tanya Meshwa kemudian.

"Adek mimpi main sama Yuyut Kung sama Yuyut Ti, Mbun." Kata Bima dengan suara bergetar. Netranya pun terlihat mulai berembun.

"Adek kangen main sama Yuyut." Lirih Bima yang kemudian menangis di pelukan Meshwa.

"Cup... Cup.. Cup..." Ujar Meshwa yang menenangkan Bima.

Hatinya terasa ngilu. Ia pun merasa rindu pada sosok Yang Ti dan Yang Kung. Selama ini, beliau berdua yang lebih sering menemani Meshwa saat Arjuna harus pergi ke Kota.

"Kita doakan Yuyut ya, kalau rindu." Ujar Meshwa yang mati - matian berusaha menahan tangisnya.

"Adek doain Yuyut setiap sholat sama Mamas. Tapi Adek masih kangen sama Yuyut." Kata Bima.

Meshwa pun tersenyum. Ia mengeratkan pelukannya lalu menghujani kepala putranya dengan kecupan.

"Lho! Ini Ibu sama Anaknya pagi - pagi kok udah sedih?" Tanya Arjuna.

"Romoo..." Bima mengulurkan tangannya pada Arjuna. Arjuna pun dengan senang hati menggendong putranya.

"Duh alah, Ya Allah. Kenapa to, Sayangku?" Tanya Arjuna.

"Bima kangen sama Yuyut. Tadi Bima mimpi main sama Yuyut Kung dan Yuyut Ti." Kata Bima.

"Sama, Romo juga kangen sama Yuyut. Yang lain pun gitu. Tapi, kita gak boleh sedih berlarut - larut. Kalau rindu, kita kirimkan doa. Yuyut pasti seneng kalau kita kirim doa." Ujar Arjuna.

"Bima selalu doain Yuyut kok, sama Mamas." Kata Bima.

"Wih! Pinter anak Romo." Kata Arjuna yang kemudian menciumi Bima.

"Mamasku kemana, Mo?" Tanya Bima.

"Mamasmu lagi nyapu halaman tuh. Bantuin sana." Kata Arjuna.

"Iya! Aku mau bantuin Mamas!" Jawab Bima yang meminta turun dari gendongan Arjuna.

"Kok gak bawa sapu, Le?" Tanya Meshwa.

"Aku bantu doain Mamas aja du teras, Mbun. Biar Mamas cepet selesai nyapunya." Jawab Bima yang membuat Meshwa dan Arjuna tertawa.

1
Eka
ya ampun bim jamu kok persis opa aska tho bimmm
Dehan_1
bagus bima..kanget banget sama io..😊
Naftali Hanania
🤣🤣🤣🤣🤣...bocah...bocah
Eka
heum memang keren bopo sama anaknya👍👍👍👍😍
rizky tria
Bima biangnya sih ini 🤭😅😂
Ayunda
ini covernya ganti lagi
Asihfitr
ngelunjak ngekonkon papamu iku piye Bim senenge trima beres ngono🤣🤭
aku baru
bima iki loooh,,,,ono wae jawabe 😄😄😄
Rahmawati
pasti tambah seru nih kalo semua bocil ngumpul
Eka
masyaalloh qda saja yg bikin sakit perut kel.bopo banyu alas bikin kangen atraksi2nya poro bopo ki lanjut trs ya thor
Cica Aretha
aduh ya Alloh bima..bima..ada aja jawabanmu bim..bim..semamgattt thor💪😍
Cheryl Calosa
akhirnya detik-detik io ketemu pak ade, kangen banget sama io
Atik Kiswati
bima ki emang gawe ngekel terus......🤣🤣🤣🤣
aurora
Bim Bim gemes aku 🤣🤣🤣
Nuri 73749473729
wis pokoke kocak kalau sama Bima gak ada habisnya kata2nya... lanjut thot
amilia amel
wes klop pancen Bima iki
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣
Listio Wati
🤣🤣bima..bima ada aja taktik mu
Ita Xiaomi
Nah benar tuh. Aku jg udah kangen ama Io😁
Ita Xiaomi
Jawaban cerdas 😁😁😁
Rusi Rusi
Bima emang TOP BGT pokok nya. lanjut lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!