NovelToon NovelToon
Menjinakkan Tuan Kaku

Menjinakkan Tuan Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Freya Winata (25) adalah definisi sempurna dari wanita modern, cantik, ceria, manja, dan enerjik. hidupnya yang penuh warna mendadak berubah ketika kedua orang tuanya menjodohkannya dengan Adrian Valerick (30), seorang CEO dingin yang kaku, keras kepala dan hanya peduli dengan tumpukan berkas di kantornya.

Bagi Adrian, pernikahan adalah transaksi yang tidak logis. Namun, ancaman pencopotan jabatan dari sang ayah membuatnya terpaksa mengucapkan janji suci. Berbeda dengan Adrian yang murka, Freya justru melihat kejengkelan Adrian sebagai tantangan paling seru dalam hidupnya. Ia bertekad menjinakkan "Tuan Kaku".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wilayah Baru Tuan Kaku

Pintu ganda mansion akhirnya tertutup rapat seiring dengan suara deru mobil para orang tua dan motor Arsen yang perlahan menjauh membelah keheningan malam. Atmosfer di dalam mansion mewah itu mendadak drop ke titik paling kaku. Adrian Valerick masih berdiri tegak bagai patung di tengah ruangan keluarga. Kemeja putihnya sudah tidak serapi tadi, kerah atasnya terbuka pasca perdebatan panas yang menguras emosinya.

Freya melangkah mendekat dengan ritme sepatu hak tingginya yang anggun, melipat tangan di dada sembari memiringkan kepalanya lucu. Rambut poninya bergoyang lembut. "Aduh, Hubby... kok mukanya tegang banget sih? Santai dong, kan sekarang kita sudah resmi jadi teman satu kamar," goda Freya centil, memamerkan kuku-kuku manikurnya yang berkilau warna pink.

Adrian membalikan tubuhnya dengan satu sentakan kaku. Tatapan matanya menghujam lurus, sedingin es kutub. "Kamu sengaja membocorkan ini semua pada mereka, kan? Ini taktik manjamu agar bisa merusak sistem privasi saya?" suara bariton Adrian menekan rendah, sarat akan kemarahan yang tertahan.

"Eh, enak aja!" Freya membela diri dengan tegas, namun nadanya tetap terdengar manja.

Ia mendongak, memajukan wajah cantiknya beberapa senti di depan dada bidang Adrian. Aroma manis nan segar parfum miliknya langsung menginvasi indra penciuman suaminya. "Aku nggak bocorin apa-apa ya, Hubby. Mama Diana sendiri yang bersikeras mau naik dan naruh selimut sutra itu ke kamar."

"Sialan," umpat Adrian serak.

Rahangnya mengeras sempurna, menciptakan garis tegas yang mengerikan pada struktur wajahnya. Pria tiga puluh tahun itu mengepalkan tangannya kuat-kuat di sisi tubuh. Seumur hidupnya, dialah sang kaisar bisnis yang mengatur pergerakan bursa saham dunia, namun malam ini seluruh hidup pribadinya justru diatur dan dikunci total oleh ancaman orang tuanya. "Saya paling tidak suka hidup saya diintervensi seperti ini!"

"Ssshh... Chill, Hubby. Jangan mengumpat begitu ah, nanti ketahuan bursa saham internasional, indeks harga diri kamu bisa anjlok loh," tenang Freya lucu, menaruh satu jari lentiknya di depan bibirnya sendiri sembari mengedipkan mata dengan gaya yang sangat memikat.

Adrian menepis jarak di antara mereka, menatap Freya dengan pandangan yang luar biasa tajam dan mengintimidasi. "Dengar baik-baik, Freya Winata. Walaupun malam ini kita dipaksa berada di dalam satu kamar yang sama, saya tidak akan pernah sudi menyentuhmu. Jangan pernah berharap saya akan melakukan hal-hal manis atau bersikap lembut kepadamu sebagai seorang suami. Bagi saya, kamu tetap tidak penting."

Mendengar penegasan sedingin es freezer itu, Freya tidak terlihat tersinggung atau sedih sama sekali. Ia justru terkekeh renyah, sebuah suara merdu yang memecah ketegangan malam. Ia menopang dagunya, menatap tepat di manik mata suaminya yang membeku dengan binar menantang yang sangat berkelas.

"Oh ya? Yakin banget nih, Pak CEO? Aturan kaku kamu aja baru saja runtuh dalam satu malam. Kita lihat aja nanti, seberapa lama Mas Kulkas ini bisa bertahan di dalam wilayah kekuasaanku tanpa merangkak minta ditemani tidur."

Para staf mansion yang masih berdiri siaga hanya bisa menelan ludah gugup dan menunduk dalam-dalam. Mereka merinding mendengar ucapan-ucapan tajam Adrian, sekaligus takjub melihat bagaimana nyonya muda mereka yang anggun itu sama sekali tidak goyah menghadapi amarah sang kaisar bisnis Valerick Group.

Adrian menarik napas panjang untuk menetralkan syarafnya yang kaku. Ia berbalik memandangi para staf mansion dengan wibawa yang menekan. "Kembali ke pos dan kamar masing-masing. Urusan malam ini selesai."

"B-baik, Tuan Muda," jawab Pak Hadi sigap, membungkuk hormat lalu segera memimpin para staf membubarkan diri ke koridor belakang dalam senyap.

Freya melirik ke arah tangga jati yang mewah, lalu kembali menatap Adrian dengan kedipan mata yang manja. "Yuk ke atas, Mas Adrian. Sudah malam, waktunya kita masuk ke kamar baru kita di koridor kanan."

"Kamu duluan. Saya masih ada analisis berkas pengembang utama yang harus diperiksa," ketus Adrian kaku.

"Okey, aku duluan ya, Hubby. Aku akan menunggu kamu di atas ranjang baru kita. Jangan lama-lama ya nanti kangen!" goda Freya, lalu berbalik melenggang anggun menaiki tangga.

Adrian tetap berdiri diam di bawah pendar lampu kristal foyer yang mulai meredup, menatap punggung istrinya hingga menghilang di balik pintu kamar kanan dengan rahang yang mengeras rapat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!