Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.
Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.
Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan di Lembah Berdarah
Puluhan pria berkaus jubah hitam pekat berdiri angkuh di sepanjang bibir tebing batu. Busur panah, pedang panjang, dan tombak mereka semuanya telah dikunci, diarahkan lurus ke posisi rombongan Yu Chen di dasar lembah.
Sesosok pria paruh baya yang menjadi pemimpin kelompok bandit itu melangkah maju. Di pipinya terdapat sebaris bekas luka sayatan panjang yang teramat mengerikan, berpadu dengan sepasang mata yang berkilat penuh keserakahan mutlak.
"Serahkan seluruh barang logistik karavan beserta cincin penyimpanan spasial kalian sekarang juga!" gertak sang Pemimpin Bandit. "Lalu angkat kaki kalian dan tinggalkan Buah Roh Berdarah itu di sini jika masih menyayangi nyawa!"
Zhang Hu seketika melangkah maju, menghunus golok besarnya dengan geram. "Kalian bajingan dari kelompok mana?! Berani sekali menghadang jalur karavan resmi milik Kota Awan Hijau!"
Pemimpin bandit itu menyunggingkan senyuman sinis. "Pertanyaan yang konyol. Karena sekumpulan orang mati... sama sekali tidak perlu mengetahui identitas kami!"
Begitu kalimat ancaman itu selesai...
SWIIING! SWIIING!
Hujan puluhan anak panah mendadak melesat jatuh dari atas tebing bagai badai, merobek ruang udara dengan suara desingan yang tajam.
"Nona Liu, hati-hati! Menunduk!" seru Yu Chen. Dengan gerakan cepat, tangan kanannya mencengkeram bahu Liu Xue, mendorong gadis berjubah hijau itu ke samping di balik perlindungan kereta dagang.
Clang! Clang! Clang!
Bilah pedang besi tua di tangan kanan Yu Chen berputar cepat, menangkis rentetan anak panah yang mengincar titik vital rombongan dengan akurasi yang luar biasa.
Namun, volume serangan musuh terlalu padat. Sret! Sret! Dua orang pengawal karavan tidak sempat menghindar, membuat anak panah musuh menembus telak di bahu dan paha mereka.
"Aaaaaaaarrrrgghhh!!!" Kedua pengawal kekar itu seketika tumbang, mengerang kesakitan di atas tanah.
Zhang Hu menggertakkan rahangnya begitu kuat. "Sialan! Mata anak panah mereka... telah dilapisi oleh racun!"
Pemimpin bandit di atas tebing meletuskan tawa puas. "Hahaha! Benar! Dalam kurun waktu sepuluh kali tarikan napas pendek, racun itu akan melumpuhkan seluruh sistem saraf tubuh fisik kalian secara total!"
Wajah Liu Xue seketika memucat pasi. "Keji... Kalian benar-benar keji!"
Pria di atas tebing hanya mengangkat kedua bahunya dengan santai. "Di dunia kultivasi yang kejam ini, Gadis Manis... yang diizinkan untuk tetap hidup hanyalah mereka yang paling licik!"
Yu Chen berdiri tegak, sama sekali tidak menunjukkan ekspresi panik. Sepasang mata tajam pemburunya bergerak aktif, memindai dan membaca setiap struktur geografis lembah dengan ketenangan sedingin es.
"Mereka memilih tempat ini karena mudah mengepung lawan dari ketinggian," analisis Yu Chen dalam hati. "Namun sayang sekali... mereka terlalu percaya diri dengan formasi mereka."
Menggunakan sisa gerakan jari kirinya, Yu Chen diam-diam menjentikkan sebuah kerikil kecil ke arah dinding tebing batu.
Tak!
Suara ketukan kecil itu membuat beberapa bandit jubah hitam di atas tebing terdistorsi, menolehkan kepala mereka selama satu detik. Hanya satu detik kosong. Tapi bagi seorang pemburu sejati seperti Yu Chen... satu detik sudah lebih dari cukup!
"Zhang Hu! Kerahkan seluruh energimu dan serang sisi kiri tebing sekarang juga!" seru Yu Chen memberi instruksi tajam.
"Apa?! Tapi Senior Yu—"
"Lakukan saja! Percaya padaku!" potong Yu Chen penuh otoritas.
Tanpa sempat berpikir panjang, Zhang Hu mengaum keras, menyalurkan Qi-nya ke golok dan langsung melesat menyerang sisi kiri tebing.
Wush!
Bersamaan dengan itu, Yu Chen mengerahkan teknik Langkah Bayangan Ilusi. Sosok tubuh jubah abu-abunya seketika memudar menjadi siluet kabut hitam, melesat menuju ke arah sisi kanan tebing.
Kerumunan bandit mengira Yu Chen bergerak untuk mem-backup serangan Zhang Hu di sisi kiri. Namun, taktik itu hanyalah sebuah umpan palsu!
Flash!
Dalam satu kedipan mata, Yu Chen tahu-tahu sudah memotong jarak, berdiri tegak tepat di depan wajah sang Pemimpin Bandit berkulit luka.
Pemimpin bandit itu seketika tersentak kaget. "Sial! Cepat sekali!"
Refleks bertarungnya bangkit, ia dengan panik mengayunkan pedang panjangnya membentuk tebasan horizontal.
CLAAANG!!!
Benturan dua bilah pedang meletuskan percikan api yang menyala terang di udara.
Kedua pasang mata mereka saling mengunci dari jarak dekat. Pemimpin bandit itu menyunggingkan senyuman meremehkan setelah memindai basis energi Yu Chen.
"Heh... Body Tempering Tingkat Kedua rendahan? Berani sekali kau memiliki nyali menantang diriku yang sudah resmi bertengger di alam Qi Gathering Tingkat Pertama, huh?!"
Yu Chen tetap mempertahankan senyuman tipisnya. "Tuan Bandit... kau tampaknya telah salah paham. Sejak awal, aku sama sekali tidak tertarik untuk menantangmu duel."
Pemimpin bandit itu mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu?!"
Yu Chen mengarahkan jari telunjuk kirinya, menunjuk santai ke arah area bawah tebing di belakang pria itu. "Maksudku... aku hanya datang ke sini untuk mengambil Buah Roh Berdarah."
Wajah pemimpin bandit itu seketika berubah menjadi sangat buruk. Ia dengan panik memutar kepalanya menengok ke bawah lembah.
Dan benar saja! Di saat semua perhatian tersedot penuh pada duel di atas tebing, Liu Xue diam-diam telah berlari kencang menuju ke arah pohon tempat buah merah itu bertengger.
Namun... tepat pada fraksi detik ketika tangan Liu Xue hampir menyentuh buah tersebut...
KRAAAKKK!!!
Permukaan tanah tepat di bawah pohon itu mendadak retak dan amblas ke bawah. Sebuah gelombang raungan mistis yang teramat dahsyat seketika meletus keluar dari dalam perut bumi, mengguncang seluruh Lembah Berdarah.
ROOOAAARRR!!!!!
Yu Chen yang berada di atas tebing seketika menyipitkan matanya tajam. "Itu sebabnya... atmosfer di sekitar harta karun ini terasa terlalu sepi sejak awal!"
ROOOAAARRR!!!
Raungan menggelegar itu memutus hukum suara di sekitar kabut hutan. Tanah berbatu bergoyang tidak stabil bagai dilanda gempa. Liu Xue yang posisinya berada paling dekat dengan pusat getaran seketika melentingkan tubuhnya, melompat mundur sejauh belasan meter untuk mengambil jarak aman.
BOOOOMMMM!!!
Permukaan tanah dasar lembah meledak hancur, memuntahkan tumpukan tanah berlumpur ke udara bebas.
Dari balik lubang hitam yang menganga tersebut, sesosok monster ular raksasa berukuran kolosal mendadak menerobos keluar. Panjang tubuh ular tersebut mencapai lebih dari tiga puluh meter, dilapisi oleh jutaan sisik hitam legam yang berkilau tajam. Tepat di bagian tengah dahinya, tumbuh sepasang tanduk pendek berwarna merah pekat menyerupai darah.
Sepasang manik mata vertikal berwarna emas murni milik monster ular itu menatap semua orang dengan tatapan sedingin es.
Zhang Hu yang berada di bawah seketika gemetar hebat. "Itu... Ular Naga Bertanduk! Binatang Roh tingkat Qi Gathering Puncak!"
Melihat kemunculan monster ular raksasa yang berada di luar rencana tersebut, puluhan bandit jubah hitam di atas tebing seketika memucat pasi.
Sang Pemimpin Bandit menggertakkan rahangnya dengan sangat geram. "Sial! Informasi kita salah! Mengapa ada monster pelindung selevel ini di daerah luar?!"
Berbeda total dengan kepanikan massal yang terjadi, Yu Chen justru menggelengkan kepalanya perlahan. "Bukan. Informasi kalian tidak salah."
Semua orang spontan menoleh ke arah Yu Chen. Pemuda jubah abu-abu itu menatap dingin ke arah pemimpin bandit berkulit luka.
"Kalian sebenarnya sudah mengetahui keberadaan monster ular ini sejak awal. Kalian sengaja menyebarkan rumor tentang Buah Roh Berdarah ini, lalu menunggu para pemburu harta datang. Tujuannya agar mereka menjadi umpan daging segar untuk menguras stamina monster ini, baru setelah itu kelompok kalian memanen keuntungan, bukan?"
Ekspresi wajah sang Pemimpin Bandit seketika berubah drastis penuh keterkejutan. "Bagaimana... bagaimana bisa seorang bocah sepertimu mengetahui rencana ini?!"
Yu Chen menyunggingkan senyum tipis. "Karena aku juga seorang pemburu. Dan hukum emas bagi seorang pemburu sejati adalah: Jangan pernah melangkah masuk ke dalam sarang mangsa, sebelum kau memastikan jalan keluarmu sendiri."
Pemimpin bandit itu meletuskan tawa dingin yang teramat kelam. "Benar! Namun sayang sekali... kesadaranmu itu sudah teramat sangat terlambat!"
Namun, belum sempat pria berkulit luka itu bergerak...
SWIIING!!!
Ekor Ular Naga Bertanduk di dasar lembah mendadak bergerak aktif. Menggunakan kecepatan yang luar biasa, monster ular itu mengibaskan ekor hitam panjangnya, menyapu area tebing batu bagai cambuk raksasa!
DUAAARRRRR!!!!!
Hantaman ekor raksasa itu menghancurkan struktur tebing menjadi berkeping-keping. Belasan bandit berkaus jubah hitam seketika terpental hebat ke udara. Sebagian dari mereka tewas seketika, sementara sebagian lainnya menjerit histeris karena patah tulang yang parah.
Ular raksasa bertanduk itu menegakkan kepalanya tinggi-tinggi. Lidah bercabangnya menjulur perlahan. Bagi monster teritorial sepertinya, ia sama sekali tidak membedakan mana kawan ataupun lawan. Semua yang memasuki wilayahnya adalah mangsa!
"Lari!" teriak Zhang Hu histeris. Seluruh rombongan karavan dan sisa bandit seketika bergerak kocar-kacir, berpencar menyelamatkan diri.
Wush!
Menggunakan teknik Langkah Bayangan Ilusi, Yu Chen melesat cepat, menarik Liu Xue menjauh tepat satu milidetik sebelum rahang taring tajam monster ular itu menghantam tanah.
BOOOOMMMM!!! Sebuah lubang kawah besar seketika tercipta.
Liu Xue terengah-engah parah dengan dada kembang kempis. "Kalau terus begini, kita semua akan mati menjadi makanan ular itu!"
Yu Chen tetap mempertahankan ekspresi wajahnya yang teramat tenang. Sepasang mata jeli pemburunya terus mengamati setiap detail pergerakan musuh. "Mata... sisik... napas... Setiap makhluk hidup di bawah kolong langit ini, sekokoh apa pun zirahnya, pasti memiliki satu titik kelemahan fatal tersembunyi."
Tiba-tiba, mata jeli Yu Chen menangkap sebuah anomali visual.
Setiap kali monster ular itu membuka rahang mulutnya lebar-lebar, sebilah struktur sisik kecil yang terletak tepat di bagian bawah lehernya akan membuka dan terangkat ke atas selama sepersekian detik. Jeda itu teramat sangat singkat—hanya satu kedipan mata. Namun, hal itu sudah lebih dari cukup bagi mata seorang pemburu sejati.
"Itu dia..." bisik Yu Chen dengan senyum tipis. "Ada celah cacat pertahanan di lehernya."
Pada saat yang sama, sang Pemimpin Bandit berkulit luka yang tersisa ternyata juga berhasil menyadari celah tersebut. Matanya seketika berkilat dipenuhi nafsu.
"Kita serang lehernya!" raung sang Pemimpin Bandit seraya melompat maju memimpin sisa beberapa anak buahnya yang berada di dekatnya. Mereka melesat di udara, mengarahkan senjata lurus ke arah leher Ular Naga Bertanduk.
Yu Chen yang melihat pergerakan nekat tersebut sama sekali tidak bergerak maju membantu. Sebaliknya, ia justru menarik Liu Xue mundur beberapa langkah untuk mengambil posisi aman.
Liu Xue menatapnya dengan pandangan mata bingung. "Kenapa kita tidak ikut membantu memanfaatkan celah itu?"
Yu Chen menggelengkan kepalanya perlahan. "Terlalu mudah. Untuk ukuran Binatang Roh tingkat tinggi yang telah hidup lebih dari seratus tahun di hutan ganas ini... tidak mungkin bagi mereka untuk membiarkan titik kelemahan fatal aslinya terbuka begitu saja secara vulgar. Celah sisik itu... hanyalah sebuah jebakan."
Tepat setelah kalimat analisis Yu Chen selesai diucapkan...
Sepasang mata emas milik Ular Naga Bertanduk mendadak berubah warna menjadi merah menyala terang. Rahang mulutnya terbuka tiga kali lipat lebih lebar dari sebelumnya!
FUUUUUUUUSSSSSHHHHHH!!!!!
Sebuah semburan pilar api hitam legam mendadak meletus keluar dari dalam tenggorokannya, melesat vertikal membelah ruang udara lembah!
Dalam hitungan milidetik, para kultivator yang sedang melayang menyerang lehernya langsung tertelan sepenuhnya oleh kobaran api hitam tersebut. Jeritan histeris kematian mereka bergema kuat memantul di dinding lembah sebelum akhirnya hangus terbakar menjadi abu.
Sang Pemimpin Bandit berkulit luka berhasil memutar paksa poros tubuhnya di udara untuk melompat mundur di detik terakhir. Namun, ia harus membayar harga yang mahal—seluruh lengan tangan kirinya telah hangus terbakar hitam hingga ke tingkat tulang.
Ia jatuh tersungkur di atas tanah, menatap ke arah Yu Chen dari kejauhan dengan sepasang mata yang dipenuhi oleh rasa syok yang teramat sangat. "Kau... bajingan kecil... kau ternyata sudah tahu?!"
Yu Chen perlahan meletakkan tangan kanan pada gagang pedang besi tuanya. "Tidak. Aku hanya tahu satu logika sederhana... bahwa binatang yang mampu bertahan hidup lebih dari seratus tahun tidak akan sebodoh kalian semua."
WUUUUUUNGGG!!!!!
Tiba-tiba, tepat saat semua perhatian tertuju pada ular raksasa... Buah Roh Berdarah di puncak pohon memancarkan cahaya merah yang semakin terang dan menyilaukan.
Buah legendaris itu... akhirnya matang sepenuhnya!