NovelToon NovelToon
Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:641
Nilai: 5
Nama Author: Oceanluv_

Zakia tak pernah membayangkan hidupnya bisa berubah total karena fitnah yang ia dapatkan. Di usia yang masih muda yakni 22 tahun, Zakia terpaksa melewati jalan hidupnya dengan cara bekerja tanpa kenal lelah, semua itu ia lakukan demi membantu keluarganya. Bahkan, keinginannya untuk melanjutkan kuliah terpaksa ia urungkan demi membantu keluarga untuk mencicil motor.

Zakia selalu menatap langit dan berharap bisa mendapatkan setitik kebahagiaan di sela-sela kesengsaraan yang ia Terima. Namun siapa sangka, harapan kecil itu terpaksa runtuh dalam satu hari. Sebuah fitnah yang tidak pernah ia bayangkan menghancurkan nama baiknya, mulut manusia lebih cepat menyebarkan fitnah dari pada fakta, hal itu membuat hidup penuh dengan penenakan.

Akhirnya, demi menyelamatkan kehormatan kedua mempelai keluarga, Zakia dan pria itu terpaksa menjalan pernikahan. Akankah mereka akan menjadi pasangan yang penuh cinta? Atau hanya menjadi pasangan suami istri di atas kertas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oceanluv_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Jari jemari seorang pria mengetuk pelan sebuah meja yang ada di sampingnya, dengan ditemani air putih serta sedikit cemilan pada hari ini untuk menetralkan emosinya yang membara.

Niatnya pada siang ini ia akan bersantai ria, tapi begitu membuka ponsel pintarnya ia melihat sebuah postingan yang membuat emosinya terbakar dengan cepat.

Zakia, wanita itu telah menikah. Semua rencana yang sudah ia susun meleset, bukan, bukan seperti ini yang ia mau.

Selesai meminum air putih tersebut, gelas kaca yang dipegang tadi dilempar ke foto besar di depannya hingga terpecah belah, nafasnya memburu, tangannya mengepal, wanita itu ternyata bisa bahagia.

"Gapapa Zakia, gue cuma mau main sebentar, semuanya belum berakhir tapi baru dimulai," gumamnya pelan. Tangannya mengambil sebuah foto yang dibingkai indah lalu mengusap pelan foto tersebut, tak lupa dengan senyum licik yang terukir jelas di bibirnya.

****

Semua barang-barang Zakia dan Daren dipastikan sudah masuk ke dalam bagasi mobil, Rega pun ikut membantu sang abang ipar untuk menyiapkan barang-barangnya.

"Udah pas semua?" tanya Rega. Daren berkacak pinggang, menghela nafas dan langsung mengangguk.

"Udah," jawabnya. Rega langsung menutup bagasi mobil dan menjauh beberapa langkah dari mobil tersebut. Kepalanya menoleh ke arah suara sang ibu yang tengah menangis.

Perpisahan akan segera dimulai, setelah ini Zakia akan pergi bersama dengan Daren ke rumah baru mereka. Meninggalkan ke dua belah pihak keluarga dan memulai kehidupan bari milik mereka sendiri.

Sinta memeluk Zakia erat, sedari tadi ia menahan sesenggukan demi membuat anaknya tidak merasa sedih.

"Sehat-sehat di sana ya sayang, nurut kata Daren selagi itu untuk kebaikan kamu, mama do'ain kalian dari sini, nanti kalau ada waktu jangan lupa pulang ke rumah ya Nak, pulang ke rumah kabari mama dulu biar mama masakin makanan kesukaan kamu, sama Daren posisi kamu bakal jadi istri, tapi sama mama kamu tetap anak kecil mama," nasehat Sinta.

Zakia tak mengatakan apapun, terlalu berat rasanya untuk menjawab semua kasih sayang yang Sinta berikan. Zakia hanya bisa memeluk dan mengangguk pelan, usai dari itu ia pun beranjak mundur dan berjalan masuk ke dalam mobil.

Matanya bertemu dengan netra Rega yang menatapnya diam, begitu juga dengan Zakia yang sempat terdiam beberapa saat, Rega melihat itu pun tersenyum tipis dan mengangguk.

Tak lupa Zakia ikut membalasnya dengan senyuman dan masuk ke dalam mobil, hal itu membuat Rega berpindah ke tempat ke samping mobil yang dinaiki oleh sepasang pengantin itu, sedangkan sang ibu sudah bersiap berlindung di balik punggung Rega.

Perlahan-lahan kaca mobil pun tertutup, Zakia sempat melambaikan tangannya ke arah semua orang di sana, begitu kaca mobil tertutup penuh mobil pun dijalankan oleh Daren dan perlahan-lahan menjauh dari sana.

Saat itu juga pertahanan Sinta hancur, ia menyenderkan tubuhnya ke punggung Rega dan meluapkan emosinya di sana. Sedangkan Rega, pandangannya menatap lurus kepergian sang kakak.

Mulut diam, mata juga menatap lurus tapi siapa yang tau isi hati seribut apa memberikan doa tulus untuk orang yang kita sayangi.

'Hati-hati ya kak, semoga lo selalu bahagia'

'Kalau capek, jadi anak mama dan kakak gue lagi ya, pulang ke rumah, karena rumah itu tetap menjadi rumah lo,'

Semakin lama mobil Zakia dan Daren tidak terlihat lagi, semuanya telah selesai, acara sakral itu telah berakhir dan semua orang kembali melanjutkan hidupnya masing-masing.

Rega yang merasakan itu pun hanya bisa membuang nafas dan menggandeng tangan ibunya.

"Yok Ma, kita masuk," ajaknya pelan dan menuntun sang ibu.

***

"Wihh enak banget gilak!" seru Reza. Dinda yang duduk di sampingnya berusaha tersenyum manis ke orang-orang sekitar mereka.

Sikutnya menyenggol pelan lengan Reza, "pelamin dikit suara lo, malu diliatin orang," bisik Dinda.

"Duh gimana ya, soalnya ni bubur enak banget," jawab Reza. Apa yang Reza katakan tidak terlalu didengae Dinda dikarenakan mulut pria itu penuh dengan makanan.

"Za, gue mau nanya deh." Dinda meletakkan sendok buburnya dan mulai memandang ke depan.

"Nanya apaan?" tanya Reza. Kalau Dinda mode serius maka Reza tetap di mode awalnya, mode kelaparan, bukan berarti tadi di acara Zakia mereka tidak makan, namun ketika sore ini melihat ada penjual bubur, Reza tidak tahan dan akhirnya membawa Zakia bersama dirinya untuk memakan bubur tersebut.

"Kira-kira bang Daren bakal cinta ga ya sama Zakia?" tanya Dinda.

Reza menelan kunyahan terakhirnya, ia meminum air dan tersenyum tipis. "Din, yang namanya cinta itu bakal tumbuh kalau mereka berdua semakin lama semakin deket, adanya interaksi, saling memahami, ga mungkin hati mungil kak Zakia dan bang Daren ga ngerasakan cinta," jawab Reza.

Dinda mengangguk, ada benarnya juga apa kata Reza. Toh banyak dari mereka yang nikah karena dijodohkan tapi bisa awet sampai hari tua, ya namanya kalau jodoh ga salah alamat, gimanapun caranya pasti bakal saling cinta sih.

"Tapi kan Za, gue juga pengen banget entar nikah kayak kak Zakia, bukan di bagian itu nya ya, tapi di bagian nikah sederhananya itu, nikah di mesjid, rasanya kayak adem banget, entar gue kalau ketemu jodoh gue minta acara nikahan kayak kak Zakia aja deh, biar kagak repot," jelasnya panjang lebar.

"Lo emangnya mau nikah?" tanya Reza spontan. Dinda langsung mengernyit, heol pertanyaan gila macam apa itu.

"Ya kagaklah gilak! Gue masih mau kuliah elah, ini juga gua masih ngumpulin dana buat kuliah, ngapain nikah anjirr!" sahur Dinda sewot.

"Iya sih, gue juga belum kepengen," jawabnya pelan tapi mata Reza menatap ke sekumpulan orang yang melakukan binsik di sore hari.

"Hm, bagus deh, katanya mau jadi Abdi negara, jadi abneg dulu baru nikah, entar kalau udah jadi abneg jangan sombong ya, ingat gue temen seperjuangan lo haha," canda Dinda.

Reza ikut tertawa mendengar itu, tapi ngomong-ngomong tentang Abdi negara, ada hal yang aneh dari Dinda beberapa hari ini.

"Cowok lo ga marah kalau dia tau gue bawa lo makan gini?"

Dinda menyudahi suapan buburnya dan menggeleng. "Udah putus, usai pelantikan kemaren dia cari cewe yang katanya setara sama dia, dia ga mau sama orang yang kerja toko kayak gue," jawab Dinda.

Reza menggaruk tengkuknya, rasanya jadi canggung setelah mendengar jawaban Dinda. Reza memang tahu bahwa Dinda memiliki pacar seorang abdi negara, tapi dia tidak tahu bahwa kejadiannya akan seperti ini.

"Makanya gue ingetin sama lo, entar kalau udah jadi, jangan sombong ya, inget yang selalu nemenin siapa, semua manusia punya proses tau, jangan karena lo udah berhasil duluan jadinya lo ninggalin orang yang udah nemenin lo dari nol, cuman karena orang itu belum jadi apa-apa, semua orang juga pengen jadi kebanggan orang tuanya, tapi ga semua orang punya jalan yang sama."

Yeaahhh akhirnya Zakia sama Daren udh mulai satu rumah, Kira-kira entar Daren bakal romantis apa kamu dingin gitu ya??

1
Oceanluv_
Hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!