NovelToon NovelToon
Tetangga : Cinta Orang Kantoran Part 2

Tetangga : Cinta Orang Kantoran Part 2

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:479.5k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Asmara dan Andra jarang mengobrol walau pun sudah 10 tahun bertetangga, dan rumah mereka berseberangan. Namun suatu kejadian tragis malah mendekatkan mereka. Herannya, masalah datang bertubi-tubi, sampai Asmara mendapati kalau Andra adalah Boss baru di kantornya.

Sejak itu mereka saling mengamati. Lagipula... Tetangga itu memang adalah CCTV terbaik, bukan?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Toxic

"Tuh datang tuh Miss Perfect!" bisik Rani julid ke teman-temannya. Asmara mendengar julukan itu dengan jelas tapi ia akan anggap angin lalu saja. Buat apa meladeni orang sirik?

"Gimana cuti mendadaknya, Bu Mara? Jadi Ani-ani jangan mendadak dooong, kan jadwal bisa dibicarakan dengan si Om Sayang. Hahahaha!" seru salah satu kawan Rani.

Rani dan beberapa orang juga tertawa terbahak. Sementara teman-teman Asmara yang lain memandang tidak suka ke Rani. Menurut mereka Rani sudah keterlaluan, tapi mereka juga tak berani ikut campur karena divisi Marketing sedang di atas angin. Bisa-bisa malah menjadi boomerang ke mereka.

Harus Asmara sendiri yang melawan.

Masalahnya Asmara hanya diam, dengan elegan dia menganggap semua itu tidak ada. Ia sudah banyak mengalami berbagai hinaan dan ejekan, yang paling fatal dari Mutia dan Adit, dan sampai sekarang ia masih hidup. What doesn't kill you, makes you stronger, Yang tidak membunuhmu akan menjadikanmu kuat.

Dan aksi Rani, menurutnya hanya recehan. Jadi dia diam saja.

"Kasihan banget sih anaknya harus diasuh sales yang nyambi jadi ani-ani. Jangan-jangan anaknya juga sama profesinya hahaha!"

"Ya tahu kan pergaulan anak jaman sekarang, SMP sudah banyak yang hamil!"

"Memang seharusnya anaknya diasuh Sang Mantan saja kali ya, kan diceraikan juga pasti ada sebabnya kaaan!"

"Halah dia nggak perform paling juga sibuk sama kerja sambilannya, Ya nggak?! Liat aja nasabahnya om-om gadun semua, udah tua, ditinggalin sama nasabah."

"Makanya cari nasabah jangan modal ngang kang! Kendor ditinggalin hahahahah!!"

Asmara tertegun mendengarnya.

Mereka sudah berani menyenggol-nyenggol Kitty. Hal yang sudah di luar batas.

Asmara tahan saja kalau dihina, tapi tidak harus menghina anaknya!

Tapi saat Asmara membulatkan tekad melabrak Rani, Bude Astrid dan beberapa petinggi memasuki ruangan Marketing.

Semua langsung diam sambil berdiri menyambutnya.

"Pagi-pagi udah ribut aja? Kalian itu digaji bukan untuk bergosip ya! Sudah berapa pencapaian kalian? Serahkan laporannya ke saya dalam waktu 5 menit!" seru Bude Astrid.

Semua langsung bubar dan kalang kabut menyiapkan draft.

Asmara meraih mousenya dan mengamati layar komputernya. Ia akan memperbaiki beberapa hal dan menyesuaikan dengan kinerja terakhirnya.

Tapi entah kenapa layar itu terasa buram.

Air matanya perlahan menetes dari pelupuk.

Ia buru-buru ambil tissue dan menyekanya diam-diam. Berusaha tidak ketahuan orang lain.

Tapi Bude Astrid yang berdiri di depannya sudah memergokinya duluan. Wanita tua itu hanya bisa menghela nafas berat sambil mengalihkan pandangannya.

Jadi selama ini… Performance Asmara turun bukan karena urusan asmara.

Karena tidak mungkin Andra menyakiti wanita.

Bude Astrid paling tahu sifat Andra.

Bisa jadi, ribut-ribut para sosialita tadi yang membuat Asmara bersedih.

"Saya juga minta satu persatu membuat target kinerja per 3 bulan ke depan. Satu orang satu lembar, kalian beri nama tapi…" Bude Astrid diam sejenak sambil menatap semua karyawan yang kini menatapnya dalam keheningan. "Kalian serahkan langsung ke saya. Tidak lewat atasan kalian. Saya mau kalian jujur ke saya mengenai kemampuan sebenarnya kalian. Bukan untuk show off atasan kalian. Saya akan menyortir jobdesk kalian berdasarkan target itu. Karena jangan sampai Presdir yang baru nanti kena tulah akibat ulah kalian! 5 menit saya tunggu…" dan Bude Astrid pun masuk ke ruangan Direktur Utama yang kosong.

Ruangan itu diperuntukkan untuk Andra. Tapi dipinjam sebentar oleh Bude Astrid.

Kini para karyawan saling menatap. Terutama Rani yang langsung pucat.

Namun, senyum tipis terulas di bibir Asmara.

Bude Astrid bisa membaca situasinya. Bude Astrid sedang mencoba membantunya…

**

"Jadi… Kemampuan kamu sebenarnya hanya 50 miliar? Itu sebabnya tidak perform?"

Asmara hanya mengangguk perlahan.

"Tapi bukan itu yang membuat kamu barusan menangis kan?" tebak Bude Astrid.

Asmara hanya mengangkat bahunya. Karena 1 kata saja ia ucapkan ia akan langsung meraung menumpahkan kekesalannya.

"Mara, saya mendengar kesaksian banyak karyawan, dan mereka bilang yang menekan mereka harus perform dalam jumlah tertentu adalah Rani. Apa kamu juga salah satu korbannya?"

Asmara diam.

"Saya asumsikan diamnya kamu berarti 'ya'." Begitu kesimpulan Bude Astrid.

"Kenapa kamu diam saja kalau masalah Rani? Apa karena dia dulu junior kamu dan kamu merasa bertanggung jawab atas perilakunya kali ini?"

"Saya yang mengajarinya banyak hal, termasuk caranya bersikap." kata Asmara lemah.

"Rani bukan kertas putih saat kamu hadir di hidupnya, Mara. Jadi hal itu bukan salah kamu."

"Hm…"

"Saya lupa kalau saya harus memberikan kamu dan Andra pilihan. Karena saat itu teralihkan. Kamu bisa memilih, resign dari sini atau tetap bekerja dengan merahasiakan hubungan kamu tapi kamu harus perform. Saya akan berikan kamu jalan untuk opsi kedua."

Asmara menghela nafas. Hubungannya dengan Andra membuat semua orang salah paham. Saat ini yang bisa ia lakukan hanya memilih opsi kedua karena ia harus tetap bekerja untuk kebutuhannya sehari-hari.Karena ia tidak benar-benar menjalani percintaan dengan Andra.

Namun…

Di saat yang bersamaan, Andra dalam perjalanan menyetir ke kantor lamanya. Tiba-tiba ia diliputi perasaan tak tenang.

Rasanya ia merasa tiba-tiba saja sedih. Hatinya terasa sesak.

Padahal seharusnya semua sudah sesuai jadwal.

Apakah sakit maag ku kambuh? Tapi gara-gara apa ya? Begitu pikir Andra.

Ia menjadi ragu untuk mengendarai mobilnya menuju lokasi awal.

Karena yang tersirat di benaknya kini hanya satu sosok.

“Sudahlah…” desisnya menghela nafas sambil mencari belokan untuk putar balik. Ia akan langsung saja menuju Kantor Asmara. Dan membatalkan jadwalnya hari ini. Ia sudah pernah tidak mengindahkan instingnya, hal itu berkaitan dengan pernikahannya dengan Mutia dulu. Padahal banyak keanehan yang terjadi tapi saking cintanya, ia tak pedulikan. Nyatanya ia menyesal.

Kini ia akan mengikuti kata hatinya.

Ia begitu terganggu dengan kenyataan kalau ia mengkhawatirkan keadaan Asmara, padahal ia bahkan tak tahu apa yang sedang terjadi.

Kalaupun tidak ada yang terjadi, ia akan mencoba melanjutkan jadwalnya. Tak ada ruginya, sebenarnya.

Dengan langkah agak cepat, ia naik menuju lift, mobil ia serahkan ke valet parking.

“Ah! Pak Andra?” seorang wanita menghampirinya tepat saat ia masuk ke area manajemen. Wanita dengan dandanan glamor dan perhiasan yang berlebihan. Bibirnya tebal, diwarnai gincu merah merona, hal yang cukup mencolok. Dan matanya memakai bulu mata palsu.

Pasti seorang marketing. Mereka memang bekerja untuk menarik perhatian. Jadi dandanannya sudah pasti heboh.

“Baru saja Bu Astrid datang, Pak.”

“Bude Astrid di sini? Dimana dia?”

“Sedang menginterogasi salah satu karyawan atas kesalahan yang baru saja dibuat.” Sang Marketing tersenyum sangat manis.

Tapi Andra sudah sering menerima senyuman semacam itu sebelumnya, dari Mutia.

Dari Mutia saat wanita itu berbohong. Berusaha tenang dan tersenyum, padahal hatinya bergejolak dan berusaha memanipulasi keadaan.

“Siapa nama kamu?” dengan penasaran Andra bertanya.

“Nama saya Rani, Pak. Saya Kepala Marketing di area penjualan, divisi tepat di bawah Pak Andra.”

“Oh, kamu Rani. Jadi yang ada bersama Bude Astrid… Asmara Dipta, kan?” tebak Andra. Ya karena mendengar nama Rani saja, ia sudah bisa menebak wanita itu tidak pernah berbicara hal-hal baik tentang Asmara. Ia sudah tahu cerita awal mula konflik mengenai Asmara dan Rani ini.

Rani, yang terkejut karena Andra mengetahui mengenai Asmara padahal tidak pernah bertemu sebelumnya, kini berwajah tegang.

“Oh, Bapak sudah kenal sebelumnya dengan Bu Mara?” Rani Masih mencoba menguasai keadaan.

“Asmara adalah sekretaris saya.”

“Mohon maaf Pak, sepertinya bapak salah,karena di sini jabatan Bu Mara adalah Sales Senior. Mungkin Asmara yang lain Pak?”

“Yang namanya Asmara Dipta hanya satu orang. Mulai sekarang akan ada rotasi jabatan.” kata Pak Andra sambil memasuki ruangan Presdir.

Rani hanya bisa menatap Andra dengan raut wajah yang kebingungan sekaligus tak percaya.

1
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aprilinda
mantap cerita nya bagus, keren deh
Risma Wati
kereeeeennn👍👍👍
Sha_riesha
Selalu Bagus ❤️❤️❤️
Nining Chili
👍👍
another Aquarian
gak taulahh, kayaknya jiwa sikopet mulai nular.. kok aku ngerasa itu terlalu ringan untuk hukuman mereka ya. duo sikopet itu maksudnya..
another Aquarian
jadi inget kang Galon 🤣🤣🤣
another Aquarian
bisa multitasking, masak sambil akrobat pasang genting, nyuci sambil nyuapin anak, nyapu sambil dandan, dll.. manusia paling sakti di muka bumi.. 🤣🤣🤣
another Aquarian
aku malah kudu nangis.. pengorbananmu le.. cah bagus.. 😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
mulaiiiii
another Aquarian
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
ini... direkam dan dikirim ke Andra kan? yang didengarkan bareng mara di RS?
another Aquarian
kan masa labil eyang uti......
another Aquarian
sukaaaaa dehhh kalau boneka ucan dibawa-bawa.. keren banget caranya melepaskan suaminya dari istri pertama n kedua, tanpa menimbulkan permusuhan, malah semua dirangkul jadi keluarga besar..
aahh, aku ralat.. yang KEREN ADALAH MADAM @Angspoer
yakin madam makannya hanya nasi dkk doank? canggih banget sumpah isi otaknya.... aku padamu madam.. @Angspoer
another Aquarian
manisnya mereka..... 🥰
another Aquarian
apakah virus seven menular???? ataukah revan yang terlalu cerdas menyerap tingkah fakboi seven??? 🤣🤣🤣🤣🤣
another Aquarian
menyala uti Nimas 🔥🔥🔥
another Aquarian
dasar Kitty bocil bawel 🤣🤣🤣
another Aquarian
kan.. jadi ikut baper 😭😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
wihhh, camer ini mah.. bude Nimas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!