pilihan? kalau bukan aku, kenapa kamu menikah denganku, Cand..
Apa itu semua hanya karena peristiwa 8 Tahun lalu?! Aku bahkan SUDAH LUPA apa itu nyaman....
"kamu pikir apa?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cathrine lei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
mobil sedan hitam berlogo Audy berhenti persis di depanku. " Ayo naik cepet!" Candra turun dari mobil dan menarikku masuk dalam mobil...
"udah jam 8 malem kok kamu masih di-jalan."
"maaf Candra. saya emang kalo balik jam 8 malam. ini malah lebih cepat dari biasanya." aku membuang muka ke arah jendela.
"kamu ketemu sama Richie kan?" nada Candra begitu ketus.
"iya aku ketemu pas jalan kaki. Mila kemudian menarikku agar ikut makan malam."
"Kamu ga boleh lagi keremu Richie! pokoknya ga boleh. inget! kamu udah mau nikah."
hah...ga salah. "seingetku ya...seingetku... kalo di kontrak kita ada berbunyi...tidak saling membatasi, dan Tidak saling mencampuri urusan masing - masing.
lagipula dia kan sodara kamu."
crriiiiittt.....(Candra ngerem Mendadak)
"aku pengingatkan ya ke kamu! JANGAN PERNAH KETEMU RICHIE!! ATAU KAMU BAKALLLL...." aku memejamkan mata.. Candra sudah menyiapkan telapak tangannya untuk menampar-ku.
"maaf...." Candra langsung tersadar dan kembali duduk dan mulai menjalankan mobil.
********
aku tiduran di atas kasur kostku..memandang fosfor bintang di langit kostku.
Aku masih merasa kaget apa yang candra lakukan tadi. mengapa ia begitu marah kepada-ku.
Ada apa dengan mereka?
katanya sodara yang dekat sekali, bahkan mereka tumbuh bersama..tapi candra lebih mirip musuh ketika aku menyebut namanya.....
Cepat atau lambat, aku pasti tahu, ada sesuatu yang terjadi antar mereka..
Ruang kerja candra di Nusatower.
Candra mengambil buku diari dari dalam laci. membuka satu persatu. dan berhenti di foto sekumpulan anak kecil.
5 anak kecil..."Cristin...hanya kamu yang menghiburku saat semuanya terjadi. kamu'lah penyelamatku. tapi kenapa kamu malah meninggalkanku dengan Om itu."
mata Candra me'merah, flashback teringat saat Cristin melangkah masuk ke dalam vihara. Ya....
hari Pernikahannya dengan Om...om Hendra, teman ayahku sendiri.
Cristin begitu membutuhkan uang setelah kedua orang tuanya kabur dari kebangkrutan. Cristin yang harus tanggung jawab dengan seluruh karyawan.
Cristin sendiri tidak pintar dalam sekolah dan mencari pekerjaan. mau tak mau...dia menikahi Om Hendra. lelaki tua yang haus akan gadis muda. menjadikan Cristin istri sebagai pelengkap status sosial nya.
"Jangan Takut aku tidak bahagia..justru dengan begini aku banyak menciptakan kebahagiaan buat adik-ku dan pegawai ayahku." Cristin begitu cantik dengan balutan gaun pengantin nuansa merah muda.
"semua ini bukan tanggung jawabmu Cris..." Candra menggenggam tangan Cristin...erat..
"Berjanji' lah, kamu akan menemaniku berkeliling dunia. berdua kita lewati setiap sudut kota, setiap taman dan makan dari satu kedai ke kedai lainnya.." kemudian Cristin memeluk Candra...
kemudian Cristin berjalan ke altar sembahyang. ia duduk berdampingan dengan Om Hendra.
Om Hendra tersenyum licik ke arah Candra. sungguh, pemandangan yang tak lazim. mereka terpisah jauh jarak umur, lebih pantas menjadi ayah daripada suami nya.
"Els..apa kamu diet keras? ukuran baju ini Turun drastis..dari no 20 ke 12..atau aku salah ukur ketika kamu bertunangan kemarin?"
Jess mengambil meteran baju dari atas meja kerjanya. mengukur kembali lingar pinggang dan lengan Elsa..
"Tapi semua terlihat sempurna.....kamu jadi Cantik dengan Gaun putih A-line ini."
Jess mundur dan membiarkan Elsa berkaca..yah....banyak sudah badanku susut..dari berat 65kg ke 50kg.
rasanya sekarang lebih proporsional badanku..tinggiku bahkan hanya 159cm..
"bukannya bagus Jes?"
suara itu seperti aku kenal. aku menoleh..."Richie..."
"hei Els.. kamu cantik banget. belum make up saja sudah Cantik..oh iya badan kamu terlalu kurus. kuran menarik di lihat.." Richie mengamati ku dari ujung rambut hingga ujung kaki.
muka-ku memerah..."apaan sih Richie..." (coba kalau itu keluar dari mulut dari Candra).
"Richie...pas banger kamu disini coba jas ini.. ini jas untuk Candra. pernikahannya tinggal 2 minggu lagi. Tapi dia belum mencoba jas ini lagi. entah hilang kemana dia. Elsa tau dia kemana?" Jess membawa setelan Tuxedo berwarna putih.
"Hah..aku? tidak Jes...mungkin dia lagi...emm...sibuk begitu..." aku sendiri tidak tahu dia dimana..
"sini! biar aku saja..." Richie mengambil setelan jas warna putih itu. masuk ruang ganti dan mencoba setelan jas itu.
beberapa menit berselang...
"jess gw copot aja ya gaunnya..." aku mulai gerah kepanasan dengan gaun ini.
"eh jangannn....belum juga si laki satu itu keluar. gw mau menyandingkan masterpiece gw terbaru. bakalan bagus dan perfect atau engga nya."
Richie keluar dari ruang ganti...
alamaak......Tampan kali dia....setelan putih dengan Vest warna hitam dengan list silver...
aku menutup mulutku dengan kedua tanganku...
tak kusangka dia begitu tampan....andai saja ia yang menikahiku..
"NAH!!! bener kan..lo cocok pake ini Richie...berdiri sana di samping Elsa..biar gw foto buat model baju gw.." Jess memanggil Mona untuk segera membatu pengambilan foto.
"eits...enak aja...bayar kali lo moto gw. Endorse kek atau gimana."
"tenang...gw bayar pake dress ato jas kalo lo mau sewa.....haha...sama temen bantu lah..."
Richie kemudian melihatku, sambil merapikan jas nya..."eh, sini lo ngeliatin aja. jatuh cinta lo sama gw?"
"ih..apaan sih...iya gw kesana!" aku berjalan mendekati Richie...tiba - tiba saatku berjalan....kaki kiriku Ter'sangkut ekor gaunku dan...
"eeeeee....."
Richie langsung memegang kedua tanganku.
Tangan kirinya menahan pinggangku. aku merasa kikuk dan kaget....langsung aku berdiri..
"maaf.....terima kasih.." aku menundukan wajahku. malu rasanya...
Jess diam menatap kami...
"e....lo gapapa kan Els..ini gaun baru gw jangan sampe rusak...sama makasih Richie, untung lo nolong Elsa.."
"udah buruan foto..." Richie merasa gerah dan kurang suka dengan ide Jasson.
Jess memanggil fotografer pribadinya. Jess memang memiliki tukang foto pribadi untuk promosi bajunya, ia tidak mau tangan sembarangan yang mengabadikan foto gaun jess..
satu jam kemudian...
"baiklah jess...gw pulang duluan ya..terima kasih bantuannya..sampai jumpa minggu depan.." aku permisi pulang dari tempat jess.
"iyah..makasih juga...lo bikin malem minggu gw ga sendirian. jadi gw bisa ngelembur kerjaan gw juga..kamsia ya...btw..hati - hati ya..
lo balik sama Richie aja..dia anak baik kok."
kemudian kami melihat ke arah Richie.
"Kaya'nya lo tau banyak soal Richie - Candra.. boleh gw tanya jess? kenapa ya, Candra benci banget sama Richie. karena gw pernah hampir di tampar Candra. pas dia tau kalo gw ketemu Richie di jalan.."
Jess diam beberapa saat..."Candra ga cerita apapun sama lo?"
aku mengeleng kan kepala..
"hmmm.....(menghela nafas) mereka itu masih bau sodara sepupu karena istri kedua papa'nya Candra. jadi..waktu mereka kecil sering main bareng..Candra, Richie,Cristin, surya sama Rena...
Tapi...papa Candra kaya buta gitu..kejadian lah, dia tidur sama kakaknya si mama Richie..
ribet kan?"
aku masih diam mendengarkan Jess..
"semoga gw ga salah Tuhan cerita sama lo. Tapi, lo bakal nikah sama Candra lo mesti ngerti dulu gimana nanti posisi lo.
terus karena kakak nyokab Richie tu sorry...perawan tua..dia bunting...
mama richie terus tau, kalo tu perempuan hamil...makanya minta Cerai, pas Candra umur 12 tahun kalo gw engga salah, waktu SMP gitu..
itulah kenapa Candra ga pernah pulang ke rumah papanya...
mama Candra itu hatinya rapuh banget..setelah pisah kesehatan mama'nya Drop..
Candra milih tinggal ikut mamanya, dengan ekonomi yang mepet...karena pengobatan mama'nya mahal banget waktu itu."
air mataku tanpa sadar mulai menetes..kebawa perasaan dengan bagian hidup yang harus Candra lewati.
"saat jatuhnya Candra itu, Cristin...cuman dia yang mau nemenin Candra...yang lainnya...tauk pada kemana..ngilang....
maka'nya 2 tahun kemudian habis mama Candra meninggal dia begitu tergantung sama Cristin. segalanya buat Cristin.
Candra itu juga punya cinta pertama, tapi sejak di tinggal meninggal cinta pertama nya, Paula kecelakaan mobil, hanya dengan Cristin dia pergi..
gw aja mikir mereka bakalan bersama. Ngga taunya, Cristin malah milih menikah sama Om Hendra...." Jess meminum Teh Hijau sambil duduk santai..
"om? Om Hendra?"
Jess meng'angguk..."iya..Om Hendra itu teman papa Candra..Candra jatuh dan ga bisa bantuin Cristin yang di tinggal minggat papa - mamanya, waktu mereka colaps.. jadi demi adek dan seluruh karyawan keluarga mereka..
Cristin rela menikahi duda kaya Tanpa anak itu."
'pantas saja Candra tidak bisa lepas dari Cristin..dan selalu menganggap aku hanya mau uangnya saja.' aku mulai mengerti atas semua pertanyaanku selama ini.
"Lama setelah lulus SMA candra pindah keluar negeri. Sekolah dan membangun dari bawah. Dia kerja jadi OB di hotel, kerja jadi pelayan sampe dia akhirnya keterima kerja di kantor papa'nya."
"Tunggu dulu jes..waktu Om Joko sakit, Candra kenapa kelihatan begitu bergantung dan patuh sm papanya. bahkan Om Joko malah nyebut Candra anak Durhaka."
"aduh...lo tu emang polos ya... jelas anak Durhaka, dia ga pernah manggil istri kedua papanya dengan sebutan mama, ibu ato mami. selalu memanggil 'dia' Candra juga udah ga pernah balik ke rumah papanya sejak dia mampu membeli Rumah sama Apartemen sendiri.
waktu itu kalo gw ga salah denger. Papa'nya minta Candra handle salah satu proyek perumahan, kerjasama bareng Om Hendra.
Candra ga sudi, makanya dia Cancel semua.
tapi impact nya......Cristin jadi bulan - bulanan Om Hendra..."
"Maksudnya Jess??" aku makin penasaran..
"iya Cristin berantem hebat sampe dia lari dari rumah..terus ketabrak di deket kompleksnya..makanya Candra merasa bersalah banget. Terus dia mau terus kerja atas perintah papa nya.. dan salah satunya.....Nikahin lo juga pilihan dari Papa' nya kan?"
"Jess tau??" aku kaget jika Jasson tau.
"jelas tau...aku sama keluarga Candra sudah saling berteman dekat. aku pertama kaget, maaf ya....kamu perempuan yang 'biasa' aja...wajah, badan juga agak gemuk dikit lah, sama maaf keluarga kamu juga bukan se 'kumpulan' Candra dan kawan kawan. maaf ya...."
Aku agak ciut hati atas perkataan Jess...
"memang benar jess... Dia menikahi gw karena pilihan papanya.."
"Tapi...setelah gw ketemu lo, gw lihat lo itu menarik... dan gw juga bisa lihat hati lo itu tulus dan baik...
gw inget pernah ketemu lo, pas nyebrang jembatan busway, lo mau gandeng ama(nenek tua) yang kesusahan bawa belanjaan sama jalan. gw liat lo nuntun dia..
gw juga pernah lihat, lo banyak aktif acara CSR di kantor..karena beberapa kali gw sering ngeliat lo"
"gw malah lupa jess...hehe...."
"pokoknya...lo harus bahagia sama Candra...ciptain lah..kebahagiaan buat kalian
..Candra udah terlalu banyak menderita ya..hatinya udah hancur.."
"apa gw bisa jes...?"
"lo jangan Patah semangat! gw bisa liat kok lo bisa jadi orang yang dateng buat nyembuhin hati Candra yang udah Hancur."
#saat kita masuk ke dalam hidup seseorang...kita juga membawa serta hati'nya...hati yang hancur ato hati yang masih utuh...atau kita bisa saling mengobati hati kita masing - masing...
tidak bosan membacanya dan sentiasa penasaran kisah selanjutnya...🥰❤️