seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
duka dan balasan
Tuan besar..tuan besar..gawat..." teriak-teriak kepala pelayan kediaman perdana Menteri,mereka yang sedang berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan Maya dan Hana,sontak menatap Tajam pelayan itu.
" ada apa ? kenapa kamu berteriak-teriak seperti orang tidak waras ? " tanya kakek Hana dengan nada dingin.
pelayan itu sontak berlutut,lalu dia melirik Luna yang malah sedang bermesraan dengan pemuda yang bernama Jensen.
" tuan besar,, nyonya,,itu..itu nyonya Maya dia..dia tenggelam di danau,dan nyonya Maya sudah tidak bernyawa" beritahu pelayan itu dengan suara bergetar hebat.
deggggggggggggggg
semua orang yang ada disana terbelalak,begitu dengan Luna yang tadinya sedang memeluk Jensen, sontak berdiri dan menatap pelayan itu dengan marah.
" pelayan rendahan! apa yang kamu katakan, beraninya kamu mengutuk ibuku mati ! apa kamu sudah bosan bekerja di kediaman perdana menteri!" teriak nya,dia jelas tidak percaya karna baru saja ibunya pergi memanggil Hana.
" benar,,kamu jangan sembarangan berbicara! apa kamu tidak tau apa akibatnya jika seorang pelayan mengutuk majikan nya " bentak nenek Hana dengan wajah geram.
pelayan itu menggeleng dengan wajah pucat,dia menatap tuan besar yang terlihat terdiam membisu.
" nyonya besar,,saya tidak berani mengutuk majikan saya,,tapi apa yang saya katakan itu benar,,jika kalian tidak percaya,,cepat kalian lihat ke danau" ucap si pelayan,lalu dia berdiri dan berjalan lebih dulu.
melihat itu semua orang saling memandang,dan memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, sesampainya disana, ternyata benar Maya telah mengapung di atas air,melihat itu luna berteriak histeris.
" ibu...ibu...apa yang terjadi,,cepat selamatkan ibuku,, hikkkssssssssss,,ibu jangan tinggalkan aku,,tidak...ini tidak mungkin " histeris nya.
sedangkan nenek Hana sontak pingsan karna shock,dan suaminya dia mengusap wajahnya dengan kasar,dan menatap tubuh putrinya yang sudah tidak bernyawa dengan tatapan tidak percaya.
" apa yang sebenarnya terjadi,, bagaimana mungkin Maya tiba-tiba terjatuh kedalam danau,,pasti ada seseorang yang sengaja ingin membunuh nya " batin tuan besar.
jujur saja,dia merasa hancur saat melihat putrinya telah tiada,nafasnya tersengal-sengal dia menangis dalam diam.
" hikkkssssssssss,,ibu..ibu,,tidak mungkin,, tidak mungkin ibu meninggalkan ku,, hikkkssssssssss ibu,,aku mohon bangunlah Bu " Luna terus menggoyangkan lengan ibunya,lalu memeluknya dan menangis terisak.
Jensen hanya bisa menenangkan Luna kekasihnya,dia juga tidak menyangka calon ibu mertua nya secepat ini tiada.
drappppp.... drapppp... drappppp
seorang pengawal datang dengan berlari mendekati tuan besar,dia menatap tuhhh Maya yang terlihat pucat dengan wajah terkejut,lalu dia menatap tuan besar nya.
" lapor tuan besar,,saya mendapatkan kabar dari istana,,pangeran ketiga telah mangkat,dia diracuni oleh seseorang,,dan kaisar memerintahkan saya untuk menyampaikan kabar ini pada anda " beritahu nya.
sekali lagi,tuan besar terkejut,dia tidak menyangka impian nya pupus sudah,dia mengira Luna akan menikah dengan pangeran ketiga,dengan begitu kediaman perdana menteri menjadi salah satu keluarga terpandang tapi sekarang.
" pergilah aku akan segera memasuki istana,Jensen bawa Luna beristirahat dan kalian bawa nyonya besar kalian ke dalam kamar,juga kalian harus segera mempersiapkan acara pemakaman Maya putriku " perintah nya.
" baik tuan " ucap para pelayan itu,sebelum pergi tuan besar menatap putrinya yang sudah tidak bernyawa,dia menggeleng dengan wajah sedihnya,setelah itu dia pergi dari sana dengan berat hati.
Hana yang sejak tadi melihat semuanya di jendela kamarnya, tersenyum menyeringai dia begitu senang saat melihat keluarga kakek nya hancur berantakan.
" ini hanyalah awal penderitaan kalian semua ! aku tidak akan membiarkan kalian semua lolos " gumam nya,lalu Hana pergi meninggalkan kediaman perdana menteri.
******************
kabar kematian pangeran ketiga dan putri perdana menteri yaitu Maya seketika tersebar luas,banyak rakyat yang mengatakan jika keluarga perdana menteri pembawa sial.
" dari dulu aku sudah menebak nya,Luna adalah wanita pembawa sial,,selain itu dia wanita yang sangat sombong dan sering menindas orang miskin "
" benar,, kasihan sekali pangeran ketiga,jika saja dia tidak akan menikahi Luna,pasti pangeran ketiga saat ini masih hidup,,pangeran ketiga sungguh tidak beruntung, seharusnya dia membatalkan pernikahan nya sejak dulu "
banyak rakyat yang berasumsi jika Luna adalah pembawa sial,bukan hanya itu mereka juga tidak menyukai nya,karna sering merendahkan orang lain.
sementara disisi lain.ajeng ibu kandung Hana yang mendengar kematian kakak kandungnya terkejut,sudah lama dia tidak kerumah orangtuanya,dan sekarang dia mendengar kabar jika kakaknya sudah tiada.
" hikkkssssssssss,,, bagaimana mungkin,aku belum sempat bercerita pada kakak ku,tapi dia sudah meninggalkan ku,, hikkkssssssssss,,ini semua adalah salah ku,aku terlalu egois" Isak nya di dalam kamar.
memang benar,,Ajeng dan Maya adalah kakak beradik,alasan Ajeng tidak pernah kerumah orangtuanya karna dia merasa iri pada kakaknya,kedua orangtuanya selalu saja memanjakan Maya dan mengacuhkan nya,dia menyalahkan pilih kasih kedua orangtuanya pada kakaknya.
" sudahlah Jangan menangis,lebih baik kita kesana saja,apa kamu tidak ingin melihat kakak mu untuk yang terakhir kalinya " ucap suaminya dengan nada lembut.
" kamu benar,,aku harus menemui kakak ku untuk yang terakhir kalinya,,kalau begitu sebaiknya kita pergi sekarang " ajak Ajeng yang dia angguki oleh suaminya.
mereka pun pergi ke kediaman perdana menteri,dan mereka tidak mengajak Tiara karna putrinya masih tidur didalam kamarnya,Tiara memang terkenal dengan wanita pemalas,dia hanya ingin bersantai-santai dan menghabiskan banyak uang.
dimalam harinya,suasana di kediaman perdana menteri hanya terdengar suara tangisan dan ucapan penyesalan,siapa lagi kalau bukan Luna dia begitu menyesal karna selama ini dia sering kali membuat ibunya marah dan kecewa.
sedangkan di kediaman bupati ( rumah suami Ajeng ) disana ternyata sudah ada Hana,dia menyusup kedalam kamar Tiara dengan memakai penutup wajah.
" akhirnya aku bisa bertemu dengan Tiara,aku jadi tidak sabar membuat nya merasakan apa yang aku rasakan " batin nya.
dia melihat kediaman bupati itu yang terlihat megah dan luas, bibirnya berdecih sinis karna ternyata selama ini ibu kandungnya hidup enak.
" sistem selain membunuh,,apa melukai orang lain juga aku bisa mendapatkan uang dan kekuatan ? " tanyanya dengan serius.
dia memikirkan rencana yang lebih baik untuk hidup saudari tiri nya Tiara.
( tentu saja nona,,tapi luka orang itu harus benar-benar terlihat,,semakin jelas dan dalam orang yang akan anda lukai itu,,semakin banyak uang dan juga kekuatan yang anda dapatkan )
mendengar itu Hana tersenyum dingin,dia berjalan memasuki kamar Tiara tapi tiba-tiba.
" siapa kamu ? " suara seorang wanita membuat Hana menghentikan langkahnya,dia mengepalkan tangannya apakah dia akan tertangkap disini fikirnya.
sementara pelayan yang tidak sengaja lewat, melihat seseorang yang terlihat mencurigakan mendekati kamar nona nya.
" kenapa kamu diam saja ? apa kamu penyusup ? " tanya pelayan itu lagi,dia berjalan mendekati nya,dan menarik tangan Hana.
jlepppppppppppppp
tapi Hana dengan sigap menusuk dada pelayan itu,yang membuat si pelayan terbelalak dan langsung tewas, buru-buru Hana membuka pintu kamar Tiara dan menyeret pelayan itu masuk.
setelah beres,dia menatap kearah ranjang,dan melihat disana Tiara masih tertidur pulas.
" Tiara membunuh mu itu sama aja aku memaafkan mu, bagaimana jika aku membuat mu menjadi orang tidak berguna ? bukankah itu adalah hal yang bagus " gumam Hana,dia berjalan mendekati ranjang.
setelah itu dia langsung melilit mulut Tiara dengan kain yang ada di samping meja,Tiara yang tidur pulas tiba-tiba terbangun dengan wajah terkejut,dia menatap keberadaan seseorang yang mengenakan penutup wajah dengan takut-takut.
" ummmmmmmm" Tiara tidak bisa mengeluarkan suaranya,dia menggeleng dan mencoba melepaskan ikatan yang ada di mulut nya.
Hana yang melihat itu tidak tinggal diam,dia mengangkat tinggi-tinggi pedang yang dia bawa,melihat pedang itu mata Tiara melotot dan.
jlepppppppppppppp
#apakah kita lanjutkan ? silahkan tinggalkan jejak kalian di komentar,, terimakasih.