NovelToon NovelToon
Obsesi Ketua OSIS

Obsesi Ketua OSIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nalara amora

Kanaya Leticia Clarissa hanya ingin masa SMA-nya berjalan tenang tanpa gangguan. Namun, kecantikannya yang mencolok justru menjadikannya target perundungan oleh senior OSIS yang iri. Di tengah ketakutan itu, Alden Arsenio Malik—sang Ketua OSIS yang dikenal sempurna dan dingin—datang mengulurkan tangan. Letta mengira itu adalah sebuah perlindungan, tanpa menyadari bahwa di balik tatapan tegas Alden, ada obsesi gelap dan posesif yang siap mengurung seluruh hidupnya.

"Kamu aman di sini, Letta. Tapi ingat, kamu hanya milikku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nalara amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

latar belakang

Bi Sumi melangkah masuk ke dalam kamar majikannya dengan perasaan waswas, begitu kakinya melewati pintu dan matanya tertuju pada ranjang king size di tengah ruangan, langkah kakinya seketika terhenti.

Wanita paruh baya itu terbelalak, hatinya mencelos melihat kondisi perempuan yang terbaring di sana. Rasa kaget dan panik langsung menyerang dadanya saat melihat perempuan itu tampak begitu rapuh, pucat, di ke dua pipinya jejak air mata terlihat jelas dan noda kemerahan yang terlihat di lehernya yang terbuka.

"Non ..." bisik Bi Sumi dengan suara bergetar.

Tanpa membuang waktu lagi, ia buru-buru berlari kecil menghampiri ranjang.

Langkahnya tergesa-gesa,

Bi Sumi langsung berlutut di samping kasur, tangannya yang gemetar menyentuh dahi Aleta dengan sangat lembut, mendapati suhu tubuh gadis itu yang terasa dingin dan berkeringat.

"Non...ini Bibi, Non," panggil Bi Sumi dengan nada suara yang sangat cemas dan penuh keibuan, air matanya sendiri hampir menetes melihat kondisi mengenaskan gadis di hadapannya. Ia segera mengambil alih kain kompres dan menatap wajah Aleta dengan hati yang tersayat, mengerti tanpa perlu bertanya apa yang sebenarnya telah terjadi selama dua jam di dalam kamar terkunci ini.

baru pertama kali tuan muda nya berkelakuan buruk, semenjak dua bulan yg lalu Karna pa Anggara lebih tepatnya tuan besarnya pergi meninggalkan rumah, bi Sumi tak tahu jelas masalah nya apa, ia cuma tahu bahwa tuan besarnya selingkuh dengan wanita yg umurnya tak jauh beda dengan tuan mudanya.

Dengan telaten dan penuh kasih sayang, Bi Sumi mulai mengelap tubuh Aleta menggunakan air hangat secara perlahan, membersihkan sisa-sisa keringat dingin dan jejak pilu yang tertinggal di kulit gadis itu.

Setiap kali kain hangat itu menyentuh leher Aleta yang bernoda kemerahan, Bi Sumi melakukannya dengan sangat hati-hati, seolah takut menambah rasa sakit yang dirasakan Aleta.

Selama proses itu, Aleta hanya diam memejamkan mata. Air matanya sesekali masih menetes dalam keheningan, tetapi ia tidak menolak sentuhan hangat dan aman dari Bi Sumi.

🌍🌍🌍

Setelah selesai membersihkan tubuh Aleta, Bi Sumi mengambil paper bag berisi pakaian baru yang tadi sore dibeli oleh penjaga gerbang depan atas perintah Alden sebelum kekacauan ini terjadi. Pakaian itu berupa kaus longgar berbahan katun lembut dan celana kain yang nyaman.

"Permisi ya, Non... Bibi ganti dulu bajunya biar badannya lebih seger dan hangat," bisik Bi Sumi dengan nada selembut mungkin.

Dengan gerakan perlahan agar tidak menyakiti tubuh Aleta yang masih sangat lemas, Bi Sumi membantu mengganti pakaian gadis itu. Setelah semuanya rapi, Bi Sumi menarik selimut tebal hingga sebatas dada Aleta, memastikan gadis itu merasa hangat dan aman di posisi nya.

Bi Sumi merapikan ujung selimut Aleta sekali lagi dengan saksama. Setelah memastikan napas gadis itu mulai teratur dan matanya terpejam sepenuhnya karena saking lelahnya, wanita paruh baya itu mengembuskan napas berat. Dengan langkah yang sengaja dibuat seringan mungkin agar tidak menimbulkan suara, Bi Sumi berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar.

Begitu pintu jati itu tertutup rapat di belakangnya, Bi Sumi langsung dikejutkan oleh sosok yang berdiri tegak tak jauh dari sana.

Di depan pintu, Alden sudah menunggunya.

Penampilan cowok itu tampak kacau. Rambutnya berantakan, beberapa kancing kemeja atasnya terbuka, dan kedua tangannya terkepal di dalam saku celana. Begitu melihat Bi Sumi keluar, Alden langsung menegakkan tubuhnya. Sorot mata yang biasanya tajam dan penuh keangkuhan kini meredup, menyiratkan kecemasan dan rasa bersalah yang amat besar yang berusaha ia sembunyikan.

"Bagaimana keadaannya, Bi?" tanya Alden dengan suara yang sengaja ditekan serendah mungkin, takut suaranya akan menembus pintu kamar dan mengusik tidur Aleta.

Bi Sumi menatap tuan mudanya dengan pandangan campur aduk—ada rasa kecewa, sedih, sekaligus iba melihat kepanikan di wajah Alden. Ia menghela napas panjang sebelum menjawab,

"Non yang di sana sudah tidur, Den. Badannya sudah Bibi bersihkan dan bajunya sudah diganti dengan pakaian yang tadi pa Rusli kasih ke bibi..." Bi Sumi menggantung kalimatnya, melirik sekilas ke arah pintu kamar yang tertutup.

" tapi sepertinya non yang di dalam benar-benar syok dan badannya masih sangat lemas."

Mendengar penuturan Bi Sumi, dada Alden terasa semakin sesak. Kata "syok" dan "lemas" menghantam kesadarannya berulang kali, membuat rasa bersalah itu kini berubah menjadi ketakutan yang nyata. Tanpa membalas ucapan pelayan tuanya lagi, Alden buru-buru memutar kenop pintu dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.

Langkahnya yang semula tergesa-gesa mendadak melambat saat kakinya menginjak karpet tebal di dekat ranjang. Kamar itu kini terasa sangat hening dan dingin.

Di atas tempat tidur besar itu, Aleta tampak begitu kecil di balik selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Wajahnya yang damai saat tidur masih menyisakan rona pucat di kedua pipinya. Pakaian longgar yang dipasangkan Bi Sumi menyembunyikan lehernya, namun Alden tahu persis kerusakan apa yang telah ia perbuat di balik kain itu.

Alden mendekat dengan sangat perlahan, seolah langkah kakinya bisa saja membangunkan mimpi buruk gadis itu kembali. Ia duduk di tepi kasur, menatap wajah Aleta dengan tatapan yang kosong sekaligus penuh penyesalan.

Tangan Alden terangkat, mengambang di udara, ingin sekali menyentuh kening atau merapikan anak rambut yang menempel di pipi Aleta yang basah oleh sisa air mata.

Tapi Alden menarik tangannya kembali. Ia sadar, diri nya lah yang beberapa jam lalu menjadi sumber ketakutan terbesar gadis ini.

Alden hanya bisa menunduk, menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangan sambil mengembuskan napas berat, berjaga di sisi Aleta dalam keheningan malam yang menyiksa batinnya sendiri.

🌍🌍🌍

Bukannya tidur Alden terus menatap wajah Aleta lekat dan dalam.

memperhatikan setiap inci wajah perempuan cantik di depannya..

hidung yang mancung, bulu mata yang agak tebal, alis tipis tipis nya sedikit berwarna coklat seperti mengikuti warna rambutnya yang agak coklat alami.

Hingga pandangan Alden jatuh pada bibir mungil Aleta yang agak bengkak karna ulahnya, bibir Aleta begitu terlihat memerah alami membuat Alden kembali menahan nafasnya.

Sekelebat bayang mampir di pikirannya, ia kembali mengingat pertengkaran orang tua nya dua bulan lalu.

Ayah yang selalu Alden banggakan pada siapapun ternyata menyimpan sesuatu yang membuat keluarga nya sekarang berantakan.

Alden tertawa pelan, mengasihani dirinya sendiri.

Setelah kepergian ayahnya, ibunya benar benar berubah, seperti menjadi orang yang berbeda, bahkan Alden sekarang tak mengenalnya.

ternyata kepergian ayahnya sangat berpengaruh besar bagi mama yang paling di sayangi nya.

Tapi Alden belum bisa apa apa, bahkan sekarang ia masih tak percaya akan berita itu.

Alden kembali menatap wajah teduh Aleta mencari ketenangan di sana.

perlahan lahan ia kembali mendekatkan bibirnya pada bibir Aleta, mengecupnya pelan Alden berjanji ia hanya akan setia pada satu orang dan itu sekarang ialah cuma Aleta.

cuma pada " Leticia Kanaya Clarisa "

🌍🌍🌍

1
Putri Ayu/PqxxyZ
oh tidak bisa😭 sudah berkeliling pikiram
Nalara amora: di larang keras woy ka itulah 😭
total 1 replies
Putri Ayu/PqxxyZ
mama aku takut banget sama Alden 😭😭
Putri Ayu/PqxxyZ
obat itu... ngeri sih..😭 agak lain memang
Putri Ayu/PqxxyZ
wah ini nih.. oke lanjut baca lah.. 😭
Putri Ayu/PqxxyZ
gak bang.. aku gak bang😭😭
Putri Ayu/PqxxyZ
seperti ada kebanggaan ya😭
Putri Ayu/PqxxyZ
ayo bisa ayo kabur mbak😭 takut banget hidup kek gitu
Putri Ayu/PqxxyZ
mas yang bener aja lah... cinta memaksa gitu gak baik toh mas
Putri Ayu/PqxxyZ
Aleta.. run mbak.. run 😭😭
Putri Ayu/PqxxyZ
ini betulan gak dibawa ke RS gitu? kasian banget lemes gini
Enz99
menarik
Putri Ayu/PqxxyZ
langsung di hap aja deh🤭
Putri Ayu/PqxxyZ
no no ya.. gak boleh gitu ama cewek toh bang
Putri Ayu/PqxxyZ
lohh ini mah hukuman seumur hidup namanya
Putri Ayu/PqxxyZ
Sangat di rekomendasi baca ini.. Keren banget
Putri Ayu/PqxxyZ
enak tau teh di UKS tuh 🤣 kek beda gitu rasanya
Putri Ayu/PqxxyZ
aw gentle sekali... bungkus deh 😭🤭
Nalara amora
seruu bgt
Nalara amora
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!