"1 salah 5 ciuman"
"Enak aja lo,gak gue gak mau!"
"Terserah"
"Ehh lo mau apa!?"
"Ngelaporin lo ke pak bima"
"Ehh setan jangan! iya udah iya! gue mau"
***
Fika lavina maureen. murid yang terkenal bodoh dalam pelajaran matematika, nilai nya yg selalu anjlok dan jauh dari kkm, membuat dirinya harus les privat matematika bersama seorang murid yg terkenal pintar, namun seorang itu tak lain adalah tetangga nya sendiri.
Arkan keano. tetangga Fika, menurut Fika sifat Arkan berbeda dengan nya, jika Arkan disekolah sangat sangat menyebalkan, namun bersama dirinya sifat nya berubah total.
lalu bagaimanakah kisah kedua nya?
apa mungkin mereka tidak menjalin hubungan?
"SUMPAH SUMPAH GUE BAKAL STRESS!"
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Pertandingan perasaan
ARKAN!! ARKAN!!
GO!GO!GO!...
ALAND!! ALAND!!
GO!GO!GO!...
Suara cheleeders menggema di lapangan basket.
Arkan dan Aland yg tengah bertanding saat ini.
Lapangan yang dipenuhi siswi, untuk memberi semangat dan sorakan untuk pemain yang mereka pihaki.
Termaksud seorang gadis yang tengah menyiapkan cemilan dipangkuannya, ditemani oleh kedua kawan lelakinya. Gadis itu Fika.
“ALAND!! GO!GO! GO! Teriak Fika disela makannya.
Siswa MIPA 1 melihat Fika yang malah mendukung Aland daripada Arkan. Padahal Arkan adalah siswa yang sekelas dengannya. Aland yang melihat dan mendengar teriakan Fika, senyumnya terukir di wajahnya.
Fiiiittttt…! Bunyi pruit yang ditiup oleh wasit.
Keduanya focus dengan strategi jalan pikiran mereka. Bola yang diambil oleh Arkan saat itu, mengecohkan lawan dengan strateginya. Meloncat, menggiring bolanya…
Daaan…!
Hap…!
Bola basket itu masuk.
YEEEE!!!
ARKAN!!
ARKAN!!
TETAP SEMANGAT ALAND!!
Suara ricauan siswi-siswi.
“ALAND AYO GUE YAKIN LO BISA!!” teriak Fika melebihi sorakan dari siswi lainnya.
Fiiiittttt…! Bunyi suara pruitt ditiup lagi oleh wasit.
Bola tersebut diambil alih oleh Aland. Kefokusan Arkan melebihi Aland. Ntah dari mana Arkan mendapat semangat tersebut.
Sedangkan Oji dan Billy melihat kearah Fika yang sangat semangat melihat Aland yang sedang mengecohkan bola terhadap lawannya.
“Fik lo kok malah ngedukung Aland?” tanya Billy yang disertai anggukan Oji.
“Gue maunya Aland”
“Maksud lo?”
YEEEE!!!
ALAND!!
GO!GO!GO!
“Tuhkan lu mah, gue kehilangan konsentrasi, tapi gakpapa Aland menang yeesss!!!” ucap Fika.
"YUHUUU ALAND!!!"
Masi ada satu babak lagi.
Namun wasit menghentikan pertandingan untuk beristirahat sebentar.
Fika langsung menghambur berlari ke arah Aland. Keduanya disibukkan dengan botol minum yang disodorkan oleh siswi-siswi.
Fika yang ingin memberikan botol minum untuk Aland pun kesusahan untuk menerobos masuk ke dalam kerumunan siswi-siswi yang menyodorkan air minum juga untuk Aland.
Arkan yang melihat Fika kesusahan untuk memberi Aland minum pun bangun dari duduknya padahal ia pun kesusuahan untuk menghindar dari gadis-gadis yang ingin memberikan minuman untuknya.
Arkan mendekati Fika, lalu langsung mengambil alih botol air yang berada di tangan Fika saat itu. Fika terpelonjak kaget, melihat Arkan yang langsung meminum air yang akan diberikan kepada Aland.
“ARKAN LO APA-APAAN HAH! ITU MINUM BUAT ALAND TAU GAK!!” protes Fika. Aland yang mendengar namanya disebut dengan keras pun bangun dari duduknya dan menghampiri Fika. Arkan langsung memberi botol air yang telah ia minum setengah tadi ke tangan Aland.
“Dari Fika” ucapnya lalu pergi meninggalkan keduanya.
“Dah lo buang itu botol, pokoknya Al lo harus menang titik!” ucap Fika.
“Tenang aja Fik” ucap Aland menunggingkan senyum miring.
Pertandingan dimulai lagi, kedunya mulai siap dan focus.
Fiitttt…!
Bola diambil oleh Aland, mengecohkan Arkan ynag berada di depan yang siap ingin mengambil bola darinya.
Dengan konsisten Arkan mengalihkan bola dari Aland dan saat itu Arkan lah yang mengambil alih bola. Dan saat itu pun Arkan meloncat untuk memasukkan bola ke dalam ring basket.
Namun sebuah ide muncul di benak Aland dan saat itu tanpa diketahui oleh siswa dan siswi Aland menyepak kaki Arkan sehingga membuatnya terjatuh! Arkan yang terjatuh memegangi kakinya yang terasa nyeri, sedangkan Aland mengambilalih bola dan langsung
memasukannya ke dalam ring!!
ALAND MENANG!!!
Fika yang melihat itu berlari dan langsung memeluk Aland! Sedangkan Arkan dibantu oleh Billy dan Oji. Arkan berjalan tertatih-tatih mendekat Fika dan Aland
“Lo curang!” ucap Arkan.
“Lo gak terima kalo lo kalah?” Aland.
Dan terjadilah adu fisik diantara mereka…
“UDAH!! STOP!!” Jerit Fika menyudahi keduanya. Muka keduanya yang babak belur, namun Arkan lebih parah.
“Arkan lo dah kalah! Terima dong Aland yang menang!” jelas Fika.
“Lo gak tau dia curang!” bela Arkan untuk dirinya.
“Lo dah kalah bro terima! Gue yang menang!”
“Lo menang karena curang, bangga?” sinis Arkan.
“Udah! Oji mending lo bawa Arkan ke UKS” suruh Fika.
“Gak usah! Gua bisa sendiri!” tolak Arkan mentah-mentah.
Arkan berjalan tertatih-tatih menjauh dari keduanya. Dan saat itu Aland mengatakan dengan lantang.
“Dan karena gua yang menang, Fika jadi pacar gua!” teriak Aland. Arkan yang mendengar itu berhenti sebentar, lalu berjalan kembali untuk menjauh.
“Fik sesuai janji lu” ucap Aland. Ntah senang atau sedih Fika mengangguk tapi tidak tersenyum, ntah lah perasaanya saat ini ia tak mengerti.
serahknlah mlikmu kpda yg brhak n yg sdah halal.