NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rachel! Tunggu!

"Tidak perlu, Om. Aku bantu Om tanpa minta imbalan," ucap Daniel.

"Terima kasih, kau mau kemana?" tanya Daddy Brian.

"Aku mau ke bengkel, aku pergi dulu," pamit Daniel.

Daniel baru saja hendak melangkah pergi ketika matanya kembali menangkap sosok Rachel yang masih duduk kaku di kursi plastik pojok dan mendengus kecil lalu menoleh pada Daddy Brian.

​"Om, sebaiknya dia jangan terlalu lama di sini, orang-orang seperti pria bertato tadi tidak akan segan hanya karena dia perempuan cantik. Malah sebaliknya, dia itu umpan empuk di tempat seperti ini," ucap Daniel dengan nada datar namun penuh peringatan.

"Tapi, aku tidak tahu apa dia mau pergi dari sini atau tidak," ucap Daddy Brian.

"Itu tugas, Om. Dia tidak pantas disini," ucap Daniel lalu pergi meninggalkan kedia tersebut.

Daddy Brian menatap Rachel dari kejauhan, sejujurnya ia juga ingin Rachel pergi dari tempat ini. Daddy Brian takut terjadi sesuatu pada Rachel, namun ia tidak tahu apakah Rachel mau pergi atau tidak.

Rachel masih terduduk di pojok kedai dan mencoba menenangkan debaran jantungnya, matanya mengikuti punggung Daniel yang menghilang di balik kerumunan motor yang melintas di depan kedai.

Ada sesuatu yang mengusik benaknya tentang pria itu yang memiliki pengaruh besar tadi, ​Daddy Brian mendekati Rachel sambil membawa segelas es teh manis yang warnanya sangat pekat, ia meletakkannya di depan Rachel dengan gerakan hati-hati.

​"Minumlah, Rachel. Kamu pucat sekali," ucap Daddy Brian lembut.

​"Daddy, siapa orang-orang tadi? Kenapa mereka berani sekali membentak Daddy?" tanya Rachel dengan suara yang sedikit bergetar.

Daddy ​Brian tersenyum getir, ia duduk sejenak di kursi plastik di depan Rachel karena pesanan sedang sedikit berkurang. "Itu biasa di sini, sayang. Mereka buruh pelabuhan yang lelah, kadang emosinya mudah tersulut, Daniel yang sering membantu Daddy kalau ada keributan seperti tadi," ucap Daddy Brian.

​"Tapi Daniel... dia terlihat seperti preman, Dad. Wajahnya lebam dan bajunya sobek-sobek," ucap Rachel.

Daddy ​Brian tertawa kecil, "Kamu tidak perlu khawatir, dia itu orang baik," ucap Brian.

"Tapi, Dad...," Belum sempat Rachel melanjutkan perkataannya, Daddy Brian sudah kembali bersuara.

"Rachel, disini bukan tempat yang aman buat kamu. Daddy harap kamu tidak lama-lama berada disini, Daddy mengatakan ini bukan karena Daddy tidak sayang kamu. Justru karena Daddy sayang sama kamu, makanya Daddy mengatakan ini, di sini berbahaya untuk perempuan seperti kamu, kamu harus segera kembali ke Jakarta, Rachel," ucap Daddy Brian.

"Daddy... aku nggak mau pulang, aku nggak mau ketemu Mommy. Aku mau hidup sesuai dengan apa yang aku inginkan dan sekarang aku ingin ada disini," ucap Rachel.

"Tapi, Rachel...," Kali ini perkataan Daddy Brian terhenti karena Rachel yang bersuara.

"Oke, Rachel paham. Daddy yang memang tidak ingin Rachel ada disini, jadi Rachel akan pergi. Tapi, Rachel tidak akan kembali ke Mommy," ucap Rachel lalu berdiri dan pergi dari kedai tersebut.

"Rachel! Tunggu!" seru Daddy Brian, namun suaranya tenggelam oleh deru mesin truk kontainer yang lewat di depan kedai.

Daddy Brian hendak mengejar, tapi tiga orang pelanggan baru masuk dan langsung berteriak memesan makanan, ia terjepit antara tanggung jawab menyambung hidup dan rasa bersalah pada putrinya.

​Rachel berjalan dengan langkah cepat, air mata mulai mengaburkan pandangannya. Kata-kata Ayahnya terasa lebih menyakitkan daripada bentakan pria bertato tadi, selama 12 tahun ia merindukan sosok pelindung. Namun saat bertemu, ia justru diminta pergi.

​'Semua orang sama aja, Mommy mengaturku karena ambisinya dan Daddy mengusirku, tidak ada yang benar-benar menginginkanku,' batin Rachel.

Rachel tidak kembali ke rumah Daddy Brian, ia merasa tidak enak jika harus terus menumpang di sana jika Ayahnya sendiri tidak menginginkannya. Rachel terus berjalan menyusuri trotoar yang semakin menyempit, hingga tanpa sadar ia sampai di area pasar tradisional yang sangat padat di dekat dermaga.

Bau amis darah ikan dan sayuran busuk menyengat, lalat-lalat beterbangan di sekitar lapak kayu. Rachel yang biasanya steril kini tak peduli lagi saat ujung roknya tersangkut tumpukan keranjang rotan, ia melihat sebuah penginapan kecil bertuliskan huruf lokal dengan papan neon yang berkedip-kedip redup. Bangunannya terlihat kumuh, tapi setidaknya ia punya tempat untuk sembunyi dari dunia sejenak.

​Rachel masuk ke dalam dan disambut oleh seorang pria tua yang sedang menghisap cerutu, meskipun pria tersebut tidak mengerti bahasa Inggris, namun Rachel berhasil menyewa satu kamar yang ada di lantai dua.

​Kamar itu sangat mengerikan, hanya ada satu kasur tanpa dipan yang bau apek, bantal yang sudah menguning dan sebuah kipas angin yang mengeluarkan suara berisik seolah akan meledak kapan saja, Rachel mengunci pintu kayu yang rapuh itu lalu duduk di atas kasur dan menangis sejadi-jadinya.

Malam semakin larut di distrik pelabuhan, Daddy Brian pulang ke rumah dengan langkah yang gontai, badannya terasa remuk setelah seharian bekerja di bawah tekanan panas dan perasaan bersalah. Saat ia melangkah masuk ke rumah, Anna yang sejak tadi menunggunya pun menghampirinya.

​"Rachel mana, Mas? Dia belum pulang?" tanya Anna yang baru saja keluar dari dapur sambil mengelap tangannya.

​Wajah Daddy Brian seketika memucat dan menatap sang istri, "Loh! Dia belum sampai rumah? Tadi siang dia udah pergi dari kedai, Anna. Aku pikir dia akan langsung pulang ke sini karena marah sama aku," ucap Daddy Brian dengan suara yang mulai gemetar.

​Anna terperanjat dan matanya membelalak panik, "Marah kenapa? Mas, ini udah jam sepuluh malam! Rachel itu tidak tahu jalan, dia tidak bisa bahasa sini. Bagaimana kalau dia diculik atau tersesat?" tanya Anna yang terlihat jelas begitu khawatir pada Rachel.

Daddy ​Brian terduduk lemas di sofa kainnya yang tipis, jantungnya berdegup kencang dan membayangkan putrinya yang terbiasa hidup mewah, kini berkeliaran di gang-gang gelap distrik pelabuhan yang penuh dengan kriminalitas.

​"Tadi... aku menyuruhnya pulang karena aku takut dia menderita di sini, tapi dia malah mengira aku mengusirnya," ucap Daddy Brian penuh penyesalan.

​"Astaga, Mas! Dia itu datang jauh-jauh kesini karena merindukan kamu, kamu malah usir dia!" seru Anna sambil meraih ponselnya.

"Aku nggak bermaksud buat ngusir dia," ucap Daddy Brian.

"Coba Mas hubungi dia, cepat!" ucap Anna panik.

Daddy ​Brian mencoba menghubungi nomor Rachel berulang kali, namun hanya suara operator yang menjawab. Sinyal di distrik ini memang buruk, ditambah kemungkinan baterai ponsel Rachel yang sudah habis.

​"Aku harus mencarinya," ucap Daddy Brian tegas.

"Hati-hati, Mas," ucap Anna.

Daddy Brian berlari menembus gang-gang sempit yang hanya diterangi lampu remang-remang. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi kausnya yang sudah kumal dan setiap kali ia melihat sosok wanita dari kejauhan, jantungnya mencelos, namun selalu berakhir dengan kekecewaan karena itu bukan putrinya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
apa sekarang mau kabur lagi Rachel 🤔🤔🤔
Djuniati 123
kpn mak ny dpt karma
dome🌬️🌀🌀🌀
sumpah muak banget dengan tingkah laku emaknya Rachel, kenapa ga diracun aja sih. toh Rachel juga yg akan mewarisi harta kekayaan emaknya. itung2 mempercepat keberangkatan nya ke neraka🤭🤭🤭🤭
yaaa kaaannnnn
lia juliati
setiap anak orng kaya walau d atur hidup yang pasti slalu ada cela ntk berbuat apapun karna mrk kaya n punya kuasa
Eva Tigan
aku juga yakin seperti Ana
bahwa suatu saat Rachel akan kembali kepada Cintanya yg tinggal di Vietnam
dome🌬️🌀🌀🌀
crazyyyyy up nya ditunggu yaaaa thorrrr🤗🤗🤗🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
kecewa karena penolakan dan dia merasa bahwa dia hanya menjadi beban bagi semua orng yg berusaha melindungi nya. heeemmmm

akankah Daniel mengejar Rachel ke Indonesia
dome🌬️🌀🌀🌀
mungkin yg membuat sosok Daniel tak mau mengingat sosok ibu, bisa jadi ibunya pergi jauh tanpa membawa dirinya. bentuk kekecewaan yg dipendam hingga kini mungkin.
dome🌬️🌀🌀🌀
cemunguuuuutyt eeeaaaaa thor🤭🤭😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
Daniel lebih ke bukti buka omon omon apalagi janji janji busuk🤣🤣🤣
like lah Daddy Bryan sudak lampu ijo😁😁🤗
Eva Tigan
Pasti Daniel menyesal setelah tau Rachel pergi..entah kapan mereka bisa bertemu kembali
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjutkan thorrr. up yg banyakkk... banyaakkk.... yaa😁🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
sudah kuduga ini cerita bakalan bagus bangettt... aku tahan sampe nunggu babnya agak banyakan.. tapi cepet banget habis nya tiap bab😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaaa... ampun... kalau uang sudah bertindak yaaa.. apa saja bisa dilakukan.
ini emaknya Rachel bener2 kebangetan deh, nyari anak kayak nyari tahanan yg kabur. gila sih udah kayak psikopat aja emaknya.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
nahhhh,,,, akhirnya yg ditanya kan Rachel udah bener2 kisal kelam yg ditutup rapat rapat dan perlahan mulai dibongkar
hemmmm bakal ngamuk nih nanti si daniel
Aidil Kenzie Zie
yah si Rachel nyerah
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor ceritamu bagus banget.. ga salah aku baca. keren alurnya bener2 berimajinasi seperti sedang menonton serial drama bagus banget 🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Rachel adalah bidadari yg LG nyasar jatoh ke sarang serigala 😄😄😄
dan sang alpha yg menjaga 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ini yg namanya cinta mulai berkembang 🤭🤭🤭
dr interaksi kecil, sentuhan ringan, obrolan yg menjurus keranah pribadi. akhirnya nyaman😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
teganggggg.... sumpah, berasa lagi nonton drama asia 🤣🤣🤣🤣

lanjut thorrr😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!