NovelToon NovelToon
Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kiara Valeska Pratama, desainer muda berbakat lulusan terbaik Jakarta tak pernah menyangka hidup glamornya akan runtuh hanya karena satu kata, perjodohan. Dijodohkan dengan anak Pak Kades dari desa pelosok, Kiara memilih kabur ke Bali dan mengabaikan hari pernikahannya sendiri.

Baginya, menikah dengan pria kampungan yang hidup di desa kumuh adalah mimpi buruk terbesar. Namun, Kiara tak tahu satu hal. Pria desa yang ia remehkan itu adalah Alvar Pramesa, dokter obgyn lulusan terbaik luar negeri yang meninggalkan karier gemilang demi kembali ke desa, merawat orang tuanya dan mengabdi pada tanah kelahirannya. Pernikahan tanpa kehadiran pengantin wanita menjadi awal dari konflik, gengsi, dan benturan dua dunia yang bertolak belakang. Gadis kota yang keras kepala dan pria desa yang tenang namun tegas, dipaksa hidup dalam satu atap.


Akankah cinta tumbuh dari perjodohan yang penuh luka dan salah paham?
Atau justru ego Kiara akan menghancurkan ikatan yang terlanjur terjalin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Di tengah kabut yang semakin menebal, Alvar menghentikan langkahnya. Alvar menajamkan pendengarannya, jantungnya berdetak keras.

“Kiara?” panggilnya lagi, kali ini lebih lirih.

Tangisan itu terdengar kembali, lebih jelas, berasal dari arah tepi sungai.

Alvar berlari, mengabaikan lumpur yang membuatnya hampir terpeleset. Hingga akhirnya ia melihat sosok Kiara yang duduk meringkuk di bawah pohon, tubuhnya basah, wajahnya pucat, lututnya berdarah.

Tanpa berpikir panjang, Alvar langsung memeluknya. Seolah ingin mengusir seluruh rasa takut yang sejak tadi menyesakkan dadanya.

Kiara terkejut sesaat, lalu tanpa sadar membalas pelukan itu, jari-jarinya mencengkeram punggung Alvar seolah jika dilepaskan, dunia akan runtuh.

“Aku di sini…” bisik Alvar, suaranya parau. “Udah nggak apa-apa.”

Tangis Kiara pecah lebih keras, tak lama, Bu Sulastri dan beberapa warga tiba. Begitu melihat Kiara, Sulastri langsung menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca.

“Alhamdulillah…” gumamnya berulang kali.

Jam tangan salah satu warga menunjukkan pukul setengah dua siang, namun kabut belum juga pergi. Seorang Pak RT maju dan berkata tegas,

“Kita harus segera turun. Di sini rawan, hujan bisa turun lagi.”

Semua orang mengangguk, mereka bergegas kembali. Alvar membantu Kiara berdiri, namun gadis itu langsung meringis, tubuhnya hampir ambruk.

“Kaki kamu kenapa?” tanya Alvar.

“Sakit…” jawab Kiara lirih.

Tanpa bertanya lagi, Alvar langsung menggendong Kiara. Kiara terkejut, wajahnya memerah meski tubuhnya menggigil.

“Alvar—”

“Diam, pegangan yang kuat.”

Tak punya pilihan, Kiara melingkarkan lengannya di leher Alvar, memeluk erat, malu bercampur aman.

Di belakang mereka, Bu Sulastri tersenyum pelan, menatap pemandangan itu dengan haru, berharap anak dan menantunya bisa hidup rukun setelah ini.

Malam turun bersama dingin pegunungan.

Kiara terbaring lemah, tubuhnya menggigil meski sudah diselimuti tebal. Keningnya panas, napasnya sesekali terengah. Alvar duduk di sisi ranjang, membawa baskom kecil berisi air hangat dan kain bersih.

“Diam,” katanya singkat saat Kiara hendak bangkit.

“Jangan banyak gerak.”

Alvar mengompres keningnya perlahan, lalu membuka perban darurat di lutut Kiara. Luka itu tampak kemerahan. Tangannya terlalu cekatan untuk pria desa biasa. Tetapi, dia memang seorang dokter yang paham penangan utama.

Perlahan ia membersihkan luka, mengoleskan salep, lalu membalutnya kembali. Setelah itu, ia memijat pergelangan kaki Kiara yang terkilir dengan minyak hangat, tekanannya pas, tidak menyakitkan.

Kiara meringis kecil.

“Pelan…”

“Ini juga udah pelan,” jawab Alvar, namun suaranya tidak setajam biasanya.

"Manja banget," cetus Alvar, Kiara diam menatap pria itu kesal, tetapi nggak mau menyangkal.

'Aku sudah sangat merepotkannya… 'pikir Kiara. Dia menelan ludah ,dalam kepalanya terlintas suara Delia, berita tentang Yoga dan Lala yang menikah. Luka itu masih ada, tapi kini terasa berbeda dan lebih sunyi daripada perih.

'Mungkin aku tidak bisa terus menolak semua yang ada di depanku,' batinnya.

'Mungkin … aku harus belajar menerima Alvar juga.'

Alvar berdiri setelah selesai merapikan perban.

“Kamu istirahat saja,” katanya. “Aku bantu ibu di dapur.”

Kiara hanya mengangguk pelan, matanya mengikuti langkah Alvar yang meninggalkan kamar.

Pintu tertutup perlahan.

Di luar kamar, Alvar melangkah pelan membawa baskom, airnya masih hangat. Ia meletakkannya di sudut dapur, lalu berdiri ketika Sulastri menoleh penuh cemas.

“Gimana Kiara?” tanya sang ibu lirih.

“Sudah mendingan, Bu. Demamnya mulai turun,” jawab Alvar singkat.

Sulastri menghela napas lega.

Di sudut lain, Yono duduk di kursi kayu, tongkatnya bersandar di meja, wajahnya tampak serius.

“Var,” panggilnya.

“Bapak dengar gosip hari ini.”

Alvar menoleh.

“Warga mulai membandingkan Kiara dengan Dokter Hesti. Itu nggak baik, kamu harus jaga jarak. Kiara itu beda, Hesti juga beda. Nggak perlu dibandingkan.”

Alvar mengangguk tipis.

“Kamu harus fokus sama yang di rumah,” lanjut Yono.

“Sama Istri kamu.”

“Benar,” sambung Sulastri pelan. “Dengar kata bapakmu. Jangan sampai nanti kamu nyesal.”

Alvar tidak membantah. Ia hanya membantu ibunya membereskan dapur, mengelap meja, menyusun piring dan diamnya bukan tanda tak peduli, melainkan sedang menimbang banyak hal.

Yono kembali bersuara, kali ini nadanya lebih lunak.

“Kalau kamu mau, bapak bisa bantu urus kerjaan kamu di kota. Papa Kiara juga sudah bilang, kamu bisa kerja di rumah sakit swasta. Kamu tinggal di sana sama Kiara. Bapak kasihan lihat dia di sini … mungkin dia nggak betah.”

Alvar berhenti mengelap meja.

“Pak,” katanya tenang namun tegas, “biarkan dulu Kiara tinggal di sini.”

Yono dan Sulastri menatapnya.

“Alvar belum tahu dia betah atau masih marah karena dipaksa nikah. Kalau hubungan ini bisa berjalan baik-baik saja, Alvar akan pertimbangkan saran Papa Kiara buat pindah ke kota. Tapi ini rumah tangga Alvar,” ucapnya perlahan. “Biar Alvar yang memutuskan nanti.”

Ia menatap ayahnya mantap.

“Dia istri Alvar. Alvar janji akan menjaganya dengan baik. Tapi … biarkan kami tinggal di desa dulu. Biar Kiara belajar banyak hal di sini.”

Sulastri tersenyum kecil, meski masih ragu.

“Mulai besok,” lanjut Alvar, “kalau Kiara sudah sembuh, ibu ajari dia masak. Alvar yakin dia mungkin belum pernah pegang alat dapur.”

Sulastri tertawa kecil. “Apa nggak apa-apa?”

Alvar menghela napas.

“Nggak apa-apa … kalau dia memang mau jadi seorang istri, Bu. Kalau nggak,” ucapnya pelan, “biarkan saja. Mungkin Alvar memang nggak berjodoh dengannya.”

Kalimat terakhir itu membuat dapur mendadak hening. Bahkan, suara angin malam di luar terdengar jelas.

Alvar mengambil baskom berisi air bersih, lalu melangkah kembali ke kamar tanpa berkata apa-apa lagi.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
tapi emang harusnya gini ga sih kan logika nya yg makan adalah konsumen harusnya dikasihin yg sesuai pesanan konsumen kok jd nurutin orang lain tanpa konfirmasi 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
naahhh wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kagak ada cctv nya di ruangan kerja pribadi? harusnya kalo level manager yg nanganin proyek ada ya slnya buat jaga2 kalo ada kejadian begini hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
orang stress nya ilang satu tumbuh satu lagi 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini jatohnya apa sih? stress? depresi atau apa? tapi aku bingung lho kok bisa orang dengan gangguan kejiwaan gini dia lolos sekolah jd dokter kandungan 🤔 emang selama proses belajar mengajar sampe sumpah dokter ga ada psikotes nya ya? kok bisa ngelolosin orang sakit jiwa 😌
Soleh Sudarna
tuu kaaannn.. beneran gillaa.. sedeng.. sableng.. sinting.. eddaann.. 😠😡😡
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
beneran stress ternyata, slnya patah hati nya sampe ngebunuh orang 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bukan apa ya tp kayak pantes aja si pradi akhir hidupnya ngenes, si bahrul juga wkwk ternyata makan hasil uang orang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
inilah kalo siluman ular sm siluman lipan di satukan wkwk tp aku suka keributan ini, pengen tau di antara sesama siluman siapa yg menang 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaaan wkwk perempuan ini bikin repot, harusnya dr awal gausah segala acara ngeboncengin dan berusaha cari tau dr ini orang, salah strategi kan 🙂
Soleh Sudarna
dr hesti terbangsat.. iblizz gila 😡😡😡
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok bisa ga kepikiran ngabarin isteri nya, aku ga di kabarin suami ku dia udah sampe kantor apa belum ada tantrum 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
better di bakar sih wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo gua mah ga ridho gua tarik kalung nya 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok bisa hamil duluan jd kebanggaan sih wkwk padahal itu top tier aib bikin malu keluarga selain jd gundik/pelakor 😂 slnya di bahas nya sepanjang segala abad sm ibu2 satu kampung 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
buset 10 ga bayar sewa tanah jatohnya gatau diri sih 🙂 bukan apa ya tp takutnya dia aja ga menuhin kewajiban dia, sama aja mencurangi hak orang lain trus gara2 ngasih makan keluarga nya dr cara begini si supradi jd begitu kelakuannya, suka KDRT 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
mungkin aku jahat tp aku ga suka kalo situasi alvar terjadi di kenyataan, niat nya mungkin baik ya belain mantan dr kdrt atau apalah tp kalo bikin berantem sama pasangan kita sekarang aku mending di bilang jahat gapapa deh slnya kelakuan nya si hesti juga begini, niat alvar nolong tp di tanggap nya masih ada rasa jd ya repot sih kataku mending manggil warga aja kalo mau nolongin ramean 🙏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
penasaran banget sama pencetus mitos ini, pengen nanya slnya dia awalnya mencetuskan ini dr mana 🙏🙂 slnya bingung sm korelasi hamil sm ngelayat, nanti giliran ga ngelayat di omongin juga di bilang suami berduka kok isterinya ga ikut ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢: aku malah baru tau ada mitos ini kak 😅
total 2 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini buat dokter hesti: wleeeeek 😛😛😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya kata gua juga lu aneh, kenal enggak deket apalagi tp nyeritain kisah cinta dokter (yg mungkin dia tau kiara isteri nya alvar) kayak buat apa coba? 🤷🏻‍♀️ gua kalo jd pasien biasa aja kayak hah lu stress tiba2 ngomong gini, mau itu mantan pacarnya kek mantan isteri nya kek bodo amat 🙏🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!