NovelToon NovelToon
GHOST SCHOOL

GHOST SCHOOL

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:11.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
Empat orang gadis memiliki kemampuan yang semua orang tidak miliki, melihat mahluk halus? melihat masa depan? melihat masalalu? merasakan aura disekitar? Mengerikan bukan? Tentu saja. Siapa yang baik-baik saja ketika memiliki kemampuan tersebut.

Kadang melihat sesuatu yang mengerikan itu sangat melelahkan.

Tapi semua itu membaik ketika mereka bertemu dengan Kakak senior di sekolah barunya, memiliki aura yang notabenenya mereka butuhkan selama ini.

Bagaimana kisah cinta mereka dan kisah mereka dengan para mahluk tak kasat mata?

On IG: @ry_riuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERASUKAN

Saat ini mereka sedang menuju kelas 12 ipa 6 lorong yang gelap mereka lewati, Echa dan teman-temannya hanya membawa senter dan keberanian saja, tinggal 3 mendali lagi yang harus mereka cari.

Di ujung lorong Echa melihat sesuatu seperti wanita besar, dengan kuku yang sangat panjang dengan lidah panjang menjulur keluar, Echa takut melihat yang seperti itu, dia hanya menundukkan kepala, takutnya manusia besar itu menyadari bahwa Echa bisa melihat mereka yang tak kasat mata.

"Nin, takut." ucap Ivy sambil menggenggam tangan Hanin sangat erat.

"Hanin juga takut Vi, diem deh." ujar Hanin sambil meggenggam tangan Echa.

"Kalian kenapa si?" tanya Echa sambil menatap kedua sahabatnya itu yang sedang beradu mulut.

"Hanin ngerasa ada aura yang jahat banget." jawab Hanin.

"Iya gak enak energinya juga, apalagi kelompok kita semua pada takut." ucap Ivy sambil melihat pikiran mereka yang dipenuhi ketakutan.

"Caca ngeliat sesuatu gak dibelakang?" tanya Hanin yang merasakan aura hitam berada dibelakang mereka.

"Caca gak liat apa-apa nin." jawab Echa jujur.

Echa tidak melihat apa-apa dibelakang barisan bahkan di depanpun tidak ada mahluk tak kasat mata yang Hanin maksud, Aneh.

Apa mungkin ini rencana mereka? tanya Echa dalam hati.

"Serius Ca? jangan bohong." ujar Ivy memperingatkan Echa.

"Serius Vi." ucap Echa sambil melihat kesana kemari.

Apa mungkin yang tadi Caca temuin ya? masa iya si? tanya Echa pada dirinya sendiri.

"Ca, kalau nanti Hanin kerasukan panggil kakak senior ya, Caca juga harus jauh-jauh." ucap Hanin memperingatkan Echa.

"Hanin ngomong apa si? jangan gitu. Caca gak suka, bikin Caca parno tau!" ujar Echa sambil cemberut.

"Hanin udah gak kuat Ca." ucap Hanin yang masih menahan diri untuk tidak mudah dirasuki oleh sosok yang sangat kuat itu.

"Hanin kuat, masa kalah sama Caca." ujar Ivy sambil menguatkan Hanin.

"Titip Caca kalau nanti Hanin kenapa-kenapa." ucap Hanin sambil menatap kearah Ivy.

Echa tau mungkin sekarang Hanin sedang berusaha keras untuk Echa agar dirinya tidak kerasukan. Echa juga tau Hanin sedang melindungi dirinya, pasti sakit melawan aura jahat yang ada disekitar sini, dia pernah merasakannya dan itu sangat sesak, pusing dan tak tentu arah. Apalagi pada saat mengeluarkan mahluk jahat itu dari dalam tubuh, Hanin harus berjuang untuk kembali ketubuhnya sendiri.

"Caca bakal jaga Hanin kok, tenang aja." ucap Echa menenangkan hanin yang sudah gelisah.

"Udah gausah ngomong gitu lagi." ujar Ivy menatap mereka berdua.

...----------------...

10 menit telah berlalu, akhirnya kelompok mereka sudah sampai di kelas 12 ipa 6, Echa melihat kerangka tubuh manusia ada di sana, dengan kepala yang diarahkan langsung pada pintu.

"Itu mendalinya ada di kotak." ujar Gea sambil menunjuk pada leher kerangka itu.

Tanpa berpikir panjang, Rafa melangkahkan kakinya kearah kerangka tersebut untuk mengambil mendalinya.

"Gak ada kertasnya." ucap Rafa sambil menunjukkan kotak kosong itu.

Echa keluar dari barisan mencari dimana surat petunjuknya, dia sedang mencari petunjuk itu di dalam lemari.

"Disini gak ada." ucap Echa sambil membuka lebar lemari itu.

Mereka semua berpencar mencari dimana surat itu, namun nihil, tidak ada yang menemukan surat petunjuk yang mereka maksud.

Tiba-tiba saja ada suara yang mampu membuat mereka kaget disaat sedang mencari kertas berisi petunjuk.

"Kalian sedang mencari ini bukan?" Tanya Hanin dengan suara yang melengking memenuhi ruangan itu sambil menunjukkan kertas yang ada di telapak tangannya

Mereka semua terdiam, hanya dapat melihat Hanin tanpa berbicara apapun, hanya saling merapatkan dirinya satu sama lain.

"Nin jangan becanda, bukan waktunya." ucap Rafa sambil mendekat kearah Hanin.

Namun saat Rafa mendekat kearahnya, Hanin langsung menunjuk rafa dan tiba-tiba saja tubuh Rafa langsung terpental ke tembok dengan sangat keras, jika saja rafa wanita pasti akan pingsan.

"Rafa!!" Teriak mereka semua.

"Jangan ada yang mendekat..hii..hiii.hhiii" ujar Hanin dengan suara dan tawa yang sangat nyaring.

Mereka langsung menutupi kedua telinganya karena suara itu terlalu nyaring.

"Nin, sadar." ucap Echa sambil menatap kearah Hanin.

"Kamu tadi melihatku bukan? kenapa tidak menyapa?" tanya Hanin dengan suara lembut namun terdengar mengerikan.

"Aku tidak melihatmu." jawab Echa menahan rasa ketakutannya.

Mahluk itu yang Echa temukan di ujung lorong, wanita dengan kuku yang panjang, lidah yang menjulur keluar dan mata yang hitam dan tajam. Sangat mengerikan.

"Kau ingat bukan?" tanya Hanin dengan suara nyaring.

Hanin melangkahkan kakimya mendekati Echa dengan tangan yang seperti ingin mencekik musuhnya, Ivy yang melihat itu langsung mendekat kearah Echa.

"Panggilkan kakak senior, tolong. Vivi yang bakalan alih perhatian Hanin." ucap Ivy pada teman-temannya dengan suara yang pelan agar tidak terdengar oleh Hanin.

Saat Ivy mengalihkan perhatian Hanin, Gea dan Rafa pergi secara diam-diam seperti seorang pencuri. Meski banyak rasa takut dalam dirinya, tapi mereka pasti bisa melewati semua yang menegangkan ini, meskipun perjalanan mereka tinggal beberapa langkah lagi.

"Apa kau tidak melihatku?!" teriak Hanin dengan suara yang menggema.

Mereka yang ada diruangan hanya terdiam melihat semua ini. Ini sungguh hal yang mengerikan, bagaimana tidak? mereka mendengar bagaimana suara yang nyaring memasuki gendang telinganya. Suara dengan nada yang penuh ancaman.

Echa hanya terdiam, dia takut salah mengambil langkah jika dia berbicara, nanti malah menyakiti Hanin dan semua yang ada disana. Echa harus berpikir tenang, dia harus menyelamatkan teman-temannya.

"Kenapa kau diam saja?! Apa kau tidak melihatku?!" tanya Hanin sambil berteriak dengan mata yang sudah menghitam.

Hening. Tidak ada jawaban apapun, hanya suara jarum jam yang terdengar dengan udara yang sangat panas di dalam kelas tersebut padahal ini sudah larut malam, seharusnya udara semakin dingin.

"Aku tidak melihatmu, keluar dari tubuh itu." ucap Echa sambil menatap mata Hanin.

"Kau bisa melihatku!" teriak Hanin dengan tangan yang menunjuk wajah Echa.

"Aku bisa melakukan apapun pada teman-temanmu!!" teriak Hanin sambil melihat satu persatu semua orang yang berada disana.

"Jangan lakukan itu!" bentak Echa memegang erat tangan Ivy dan Putri, seperti meminta kekuatan dari mereka.

"Kau mau melihatnya?" tanya Hanin dengan suara lembut dan menggema seperti dalam gua.

PRANGG..

Suara pecahan kaca terdengar nyaring di telinga, kaca itu berserakan kemana-mana sampai Alka terkena pecahan itu.

"Aww" ringgis Alka yang kesakitan terkena pecahan kaca itu.

"Alka, kamu baik-baik saja?" tanya Echa sambil menatap kearah Alka dengan darah yang menetes dari tangannya.

"Aku baik-baik saja." ujar Alka sambil tersenyum manis.

"Apa kau mau yang lebih dari itu?" tanya Hanin sambil berteriak dengan mata yang hampir ingin keluar.

"Cukup!! Hanin sadar!! lawan diaa!!" teriak Ivy dengan suara yang sudah habis.

Mahluk di dalam tubuh Hanin yang geram dengan semua itu langsung mengarahkan globe yang dipajang dengan pigura diarahkan kearah Echa, globe itu terbang sangat kencang kearah Echa.

Sedangkan Echa hanya menutup matanya bersiap menerima itu, mungkin akan sedikit sakit, tapi jika tidak diterima, teman-temannya yang mungkin akan kena imbasnya. Dia lakukan demi menyelamatkan teman-temannya.

BRUGH...PRANGG

 

Kenapa gak sakit ya? tanya Echa dalam hati ketika tubuhnya tidak merasakan apapun.

Perlahan Echa membuka matanya, dia melihat seseorang yang sedang melindungi dirinya dari pigura itu, menjadikan tubuhnya sebagai pelindung serangan dari Hanin, dia orang yang sangat Echa kenali.

1
Esti Restianti
padahal bukan pertama kali baca,ttp aja nyesek
Miutami Rindu
Mampir lagi ke sini di tahun 2026🤭 Ntahlah tiba² rindu sama Echa n friends😍Suka bngtt soal nya, dan belum nemu cerita horor yang seru lagi d sini
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
ku mampir lagi, dulu terakhir baca taun 2022
lala laili
haloo thor
setelah 3 thun lalu aku baca 3 kali, tahun ini baca lagi yng ke empat saking bagusnya ni cerita 😍😍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
Ceritanya bagus.
di baca deh, di jamin bakalan nagih 🥳👍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
baca ulang lgi di tahun 2025, ingat dlu thn 2022 nge fans sm novel ini. skrg udh Sma tpi tetep suka sama Couple Echa & bara.
saking suka buat nama panggilan jdi caca🤭
yupiiii
gasuka ceritanya terlalu lebay apalagi dgn panggilan yg manggil nama ke diri sendiri geli aja gt, dan kesan horornya ga dpt malah kebanyakan romance. utk thn 2022 okelah novel ini tp pas 2025 dibaca geli banget anjinggg
Itss Amyy: tipikal orang yang gatau cara nya menghargai orang lain yaa gini nihh, padahal kalo ga suka tinggal cabut aja ga perlu kebanyakan bacot segala mana pkek ngatain lagi 🤭
total 15 replies
y u l l i e
kok tamat thooorrrrr????
but thanx ya.....lanjut ghostvilla......bye²
strella♡
author Miss you kapan lanjutin yang teror? 😢
Leandra Anastasya
aku pertama baca cerita ini dari tahun 2022 tapi aku pengen baca lagi karna seru cerita nya thank you ya Thor karna nulis cerita bagus ini dan cerita² lain nya juga
Matthias Von Herhardt
Si Riana lagi Ada ritual Pemujaan... dia itu pengkhianat sbnrnya, juga Ivy...
anikksuriani🌼
Huaaa nggk bisa ini novel trllu kece pokoknya keren banget novel horror pertma yg paling keren yg aku baca susah move on😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Othorr TANGGUNG JAWAB!!!😭😭😭😭
Didi Penulis Horror
kak ceritanya bagus
yasmin azzahra
Luar biasa
Dede Sup
Lumayan
~• Hypper©®Queen°L•A™ •~
calon pasangan nya Echa nih boss, senggol dong 🫠
Sekar Sari
itu nancy momoland bukan si yang jadi viola
Aquarius26
gk bisa berkomentar,,,novelnya bagus banget, speechless sama alurnya,,, tp aq baru nemu & baca ditahun 2025 ,gpp terlambat,drpda tdk sama sekali,,keren novelnya
elsaa
Luar biasa
Imliyana Syafi'i
nyri novel teror keman" aku
di online pengen ad yg jual tp semua nihil
hbsnya greget sma lnjutnn si teror
Evie Aprilianti: di sopee nama nya ap kak.soal aku cari ga dapet
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!