NovelToon NovelToon
Tersandung Cinta, Sang CEO Posesif Terlalu Mencintainya

Tersandung Cinta, Sang CEO Posesif Terlalu Mencintainya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Kembang

Seraphina Lim kembali ke Jakarta dengan label yang memalukan — anak haram keluarga konglomerat Lim.

Dibuang sejak kecil, dibesarkan oleh keluarga lain, dan kini dipanggil pulang hanya untuk dijadikan bidak politik. Saudari tirinya yang menggantikan posisinya selama 20 tahun menganggapnya sampah. Ayah kandungnya ingin menjodohkannya dengan putra keluarga paling korup di Jakarta.

Tapi Seraphina bukan gadis lemah yang bisa diinjak.

Di malam pertamanya di Jakarta, takdir mempertemukannya kembali dengan Reynard Hartono — pewaris tunggal Hartono Group, pria paling berkuasa dan paling berbahaya di kota ini. Dingin, posesif, dan tak pernah tersentuh oleh wanita manapun...

...kecuali dia.

"Kau adalah hartaku yang paling berharga."

Reynard sudah menunggunya selama empat tahun. Dan kali ini, dia tidak akan melepaskannya — tidak peduli berapa banyak musuh yang harus dihancurkan.

Identitas palsu. Cinta obsesif. Balas dendam yang manis.

Ketika rahasia terbesar keluarga Lim terbongkar, seluruh Jakarta akan tahu — gadis yang mereka injak-injak selama ini, justru adalah pewaris sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Kembang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Bab 029

Buket untuk Pacarku

Tatapannya jatuh tepat pada buket di tangan Seraphina.

Reynard tidak mengatakan apa-apa.

Justru karena itu, Natasha langsung mundur setengah langkah sambil memegang siku Seraphina. "Oke. Udara tiba-tiba mahal."

Seraphina menatap Reynard, lalu buket itu. Mawar putih dan anggrek ungu yang tadi terasa hanya seperti gangguan profesional mendadak berubah menjadi barang bukti di tempat kejadian.

"Ini baru dikirim," katanya.

"Saya lihat," jawab Reynard.

Nada formalnya terlalu rapi. Lebih dingin daripada ketika ia memimpin rapat legal, lebih tenang daripada ketika menghadapi Kevin. Di belakangnya, pintu lift masih terbuka. Dua staf Hartono Group yang ikut turun ikut berhenti, lalu dengan naluri bertahan hidup yang baik, segera pamit lewat koridor samping.

Natasha berdeham. "Gue akan ke pantry. Kalau ada yang butuh saksi hidup, panggil."

"Tasha," panggil Seraphina.

"Apa? Gue memberi ruang untuk drama mahal." Natasha menepuk bahunya pelan, lalu berbisik, "Ingat, lo pemilik napas lo sendiri."

Seraphina hampir tertawa, tetapi wajah Reynard membuatnya menelan tawa itu.

Resepsionis berdiri kaku di belakang meja. Seraphina sadar ini masih area publik Astoria. Ia mengangkat buket sedikit. "Tolong taruh ini di ruang meeting kecil dulu. Kartu tetap di saya."

"Baik, Bu."

Reynard mengikuti gerakan bunga itu dengan mata. Rahangnya bergerak tipis.

Seraphina menunggu sampai resepsionis pergi, lalu berjalan ke arah ruang meeting kaca yang kosong. "Pak Rey, kita bicara di dalam?"

Panggilan formal itu membuat mata Reynard kembali padanya.

"Tentu, Bu Sera."

Di dalam ruang meeting kecil, begitu pintu tertutup, udara menjadi lebih sempit. Kaca buram hanya menutup separuh dinding, cukup untuk memberi privasi dari suara, tidak cukup untuk membuat mereka lupa bahwa kantor masih penuh orang.

Seraphina meletakkan kartu hitam Daniel Zheng di atas meja.

Reynard membaca tanpa menyentuhnya.

Untuk Bu Seraphina Lim.

Diskusi investasi kemarin terlalu singkat. Saya menunggu makan malam berikutnya.

Daniel Zheng.

"Kemarin?" tanya Reynard.

"Ada pertemuan singkat dengan beberapa calon investor setelah aku dari Dinas. Michelle yang memperkenalkan salah satunya. Daniel Zheng hadir di sana."

"Dia mengirim bunga setelah satu pertemuan singkat."

"Itu sebabnya aku tidak nyaman."

Reynard menatapnya. Sedetik kemudian, sesuatu di wajahnya retak. Bukan marah pada Seraphina. Ia tidak menuduh. Ia hanya terlihat seperti seseorang yang baru menyadari bahwa cemburu bisa datang begitu cepat sampai logika tertinggal di belakang.

"Aku tahu kau tidak melakukan apa pun," katanya pelan.

"Tapi?"

"Tapi aku tetap tidak suka."

Seraphina melipat tangan di dada. "Tidak suka karena dia tidak profesional, atau karena dia laki-laki?"

Reynard diam.

Jawaban itu cukup jujur.

"Rey."

Ia menghela napas. "Dua-duanya."

Seraphina memandangnya beberapa detik. Bagian kecil dalam dirinya ingin tersenyum karena laki-laki sedingin Reynard Hartono bisa cemburu pada kartu bunga. Bagian yang lebih waras mengingatkan bahwa cemburu hanya manis jika tidak berubah menjadi perintah.

"Kalau kau mau marah, marahlah," katanya. "Tapi jangan mengambil alih."

Mata Reynard bergerak tajam ke arahnya.

"Aku belum melakukan apa-apa."

"Belum. Tapi aku melihat wajahmu di lift."

Reynard menunduk sedikit, seperti orang yang tertangkap sebelum sempat menyusun strategi. "Aku ingin menelepon Stanley."

"Untuk?"

"Mencari tahu semua jadwal Daniel Zheng, menolak aksesnya ke Astoria, dan memastikan semua pertemuan berikutnya terjadi di ruangan dengan CCTV."

"Itu mengambil alih."

"Aku tahu."

"Dan?"

Reynard menatap kartu itu lagi. Jari-jarinya mengepal di sisi tubuh, lalu perlahan terbuka. "Dan aku tidak akan melakukannya tanpa persetujuanmu."

Seraphina merasa dadanya melunak, tetapi ia tetap menjaga suara. "Aku akan menangani ini sebagai pendiri Astoria. Dia calon investor, bukan teman dekat. Kalau niatnya profesional, dia harus kembali lewat jalur profesional. Kalau tidak, pintunya tertutup."

"Boleh aku ada saat kau menjawab?"

"Sebagai pacar cemburu atau partner strategis?"

"Sebagai pacar cemburu yang sedang berusaha tidak menjadi bencana."

Seraphina tidak tahan. Ia tertawa kecil.

Suara itu membuat ketegangan di bahu Reynard turun sedikit. Namun matanya masih gelap.

"Jangan tertawa," katanya. "Aku serius."

"Aku tahu."

"Aku tidak pernah suka berbagi sesuatu yang sudah kupilih."

Seraphina mengangkat alis. "Sesuatu?"

Reynard berhenti, lalu wajahnya berubah. "Seseorang. Maaf."

Permintaan maaf itu cepat, tanpa dibela. Seraphina menyukai bagian itu lebih dari yang seharusnya.

"Aku bukan barang," katanya.

"Aku tahu."

"Aku juga bukan wilayah."

"Aku tahu."

"Tapi kau boleh cemburu."

Reynard menatapnya seolah kalimat itu lebih berbahaya daripada seluruh bunga Daniel Zheng.

Seraphina mendekat satu langkah. "Boleh cemburu, boleh bilang tidak suka, boleh menggenggam tanganku kalau aku mengizinkan. Tapi keputusan tentang pekerjaanku tetap aku yang pegang."

"Setuju."

"Dan kalau aku perlu bantuan?"

"Aku menunggu kau memanggil."

Seraphina mengangguk. Ia mengambil kartu itu, lalu membuka ponsel. "Kalau begitu dengarkan."

Ia mengetik balasan resmi melalui email Astoria, bukan pesan pribadi.

Kepada Pak Daniel Zheng,

Terima kasih atas kiriman bunganya. Untuk menjaga profesionalitas, seluruh komunikasi terkait potensi investasi PT Astoria Teknologi akan dilakukan melalui kanal resmi perusahaan. Jika Bapak ingin melanjutkan diskusi, tim kami dapat menjadwalkan pertemuan di kantor Astoria dengan agenda dan peserta yang jelas.

Salam,

Seraphina Lim

Reynard membaca dari samping. "Terlalu sopan."

"Ini email bisnis."

"Tambahkan bahwa makan malam tidak diperlukan."

Seraphina menatapnya.

Reynard mengangkat kedua tangan sedikit. "Saran. Bukan perintah."

Seraphina menahan senyum, lalu menambahkan satu kalimat.

Pertemuan di luar agenda resmi, termasuk makan malam pribadi, tidak diperlukan.

"Lebih baik?" tanyanya.

"Jauh."

Email terkirim.

Tidak sampai satu menit, ponsel Seraphina berdering. Nama Daniel Zheng muncul di layar.

Reynard langsung membeku.

Seraphina mengangkat ponsel, tetapi belum menjawab. "Aku akan bicara singkat."

"Speaker?"

"Kau ingin menguji kemampuan menahan diri?"

"Aku ingin mendengar."

Seraphina menekan speaker dan menerima panggilan. "Selamat siang, Pak Daniel."

Suara laki-laki di ujung sana terdengar santai. "Bu Seraphina, saya khawatir kiriman saya membuat Anda salah paham. Saya hanya ingin memberi apresiasi."

"Apresiasi profesional cukup disampaikan melalui email, Pak."

"Saya pikir makan malam akan lebih hangat."

"PT Astoria Teknologi tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan makan malam pribadi."

Ada jeda.

"Anda sangat tegas."

"Itu bagian dari pekerjaan saya."

"Kalau begitu, saya minta maaf jika membuat Anda tidak nyaman. Tim saya akan menghubungi kantor Anda."

"Terima kasih. Selamat siang."

Seraphina memutus panggilan.

Ruang itu kembali sunyi.

Reynard memandangnya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Cemburu masih ada di sana, tetapi kini bercampur sesuatu yang lebih lembut, lebih berbahaya.

"Apa?" tanya Seraphina.

"Aku suka saat kau menutup pintu untuk laki-laki lain."

Wajah Seraphina panas. "Itu bukan untuk menyenangkanmu."

"Aku tahu. Justru karena itu aku suka."

Ia melangkah lebih dekat, berhenti pada jarak yang masih aman dari kaca. "Aku tidak akan meminta maaf karena cemburu. Tapi aku akan meminta maaf setiap kali cemburuku melewati batasmu."

Seraphina menatapnya. "Itu kalimat yang bagus."

"Aku bisa mengulangnya sambil memegang tanganmu."

"Kita di kantor."

"Aku tahu."

"Ada kaca."

"Aku tahu."

"Natasha mungkin sedang mengintip dari pantry."

"Aku sangat yakin dia sedang mengintip."

Seraphina menoleh. Di balik kaca buram, bayangan seseorang langsung bergerak menjauh.

Ia menutup mata sebentar. "Aku akan membunuhnya."

"Setelah akhir pekan," kata Reynard.

Seraphina membuka mata. "Akhir pekan?"

"Datanglah ke Teluk Mutiara. Tidak ada investor. Tidak ada rapat. Aku masak, kau pilih acara bodoh di TV, Sejuta akan memonopoli perhatianmu."

"Itu undangan atau strategi mengalihkan cemburu?"

"Dua-duanya."

Seraphina memandang laki-laki di depannya: masih posesif, masih berbahaya jika dibiarkan tanpa batas, tetapi juga mau berhenti ketika ia diminta berhenti. Perlahan, ia mengulurkan tangan.

Reynard menatap tangannya, lalu menggenggamnya.

"Akhir pekan," kata Seraphina. "Tapi tidak ada drama bunga."

Reynard menunduk, mencium punggung tangannya sangat singkat.

"Kalau ada bunga," katanya, "itu dariku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!