NovelToon NovelToon
Kuberikan Anakku Ke Ayah Kandungnya

Kuberikan Anakku Ke Ayah Kandungnya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:261.7k
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Akibat kenakalan di masa remajanya, Shanum sampai hamil di luar nikah. Wanita itu menyembunyikan kehamilannya dari Aska—kekasihnya kala itu, dan yang Aska tahu Shanum sudah menggugurkan kandungan.

Hingga Enam tahun kemudian, Shanum bertemu Aska yang baru saja menikah dengan seorang wanita bernama Zara.
Shanum ingin putranya yang dia beri nama Laskar, mendapat kehidupan yang baik karena papa kandungnya menjadi orang sukses. Namun, akankah Aska akan menerima Laskar dengan tangan terbuka? Lalu bagaimana dengan Zara? Sanggupkah wanita itu menerima masa lalu sang suami?

Shanum, alasan apa yang membuatnya sampai dengan tega memberikan anaknya? Apa benar hanya karena Aska kaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Tanda Lahir

Aska berjalan di koridor rumah sakit sendirian, dia meninggalkan Laskar bersama Zara d rumah. Pria itu hendak menemui Bagus untuk minta kunci rumah Shanum untuk mengambil baju Laskar.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Aska begitu bertemu dengan Bagus.

“Masih belum sadar. Tapi dokter bilang itu wajar karena biusnya belum hilang, mungkin beberapa jam lagi baru bangun,” jawab Bagus.

Aska pun mengangguk mendengar penjelasan Bagus. Ia bingung harus memberikan respon seperti apa untuk saat ini.

“Ini kunci rumah Shanum, kamu bisa mengambil pakaian Laskar di sana," kata Bagus sambil menyodorkan kunci rumah ke Aska.

“Apa tidak apa-apa jika aku ambil baju Laskar di rumahnya?” tanya Aska yang ragu.

“Santai saja. Lagi pula Shanum tidak memiliki barang-barang mewah, aku rasa aman saja jika kamu masuk ke sana,” ujar Bagus meyakinkan Aska.

Aska pun menatap kunci yang kini ada di tangan, hingga akhirnya percaya kepada Bagus. Dia memandang pintu kamar inap Shanum, ingin melihat kondisi wanita itu, tapi Aska tidak tega dan memilih untuk segera pergi saja dari sana.

“Ya sudah, aku pergi dulu,” ucap Aska berpamitan ke Bagus.

Bagus mengangguk dan memandang Aska yang berjalan pergi. Dia pun kemudian memilih kembali masuk ke ruangan untuk menjaga Shanum.

***

Aska melajukan mobil menuju rumah mantan cinta pertamanya itu, hingga setelah beberapa menit, dia pun sampai ke alamat yang Bagus berikan. Aska memandang rumah sederhana itu, menebak jika rumah itu pasti bukan milik Shanum, tapi hanya kontrakan.

Lama Aska berada di dalam mobil, sampai memutuskan untuk keluar dan masuk ke rumah, matanya menyisir setiap sudut ruang tamu, di mana banyak foto-foto yang terpajang di meja maupun dinding.

Aska melangkah dan melihat sebuah pintu, dia membukanya dan langsung bisa menebak jika Shanum pasti tidur satu kamar dengan Laskar. Saat masuk Aska kembali melihat figura yang ada di dinding. Aska terdiam dan menatap foto Laskar saat masih bayi berada di gendongan Shanum. Ada rasa bersalah di hatinya melihat Shanum yang saat itu masih belia tapi sudah memiliki anak. Ada penyesalan dalam hati Aska karena dulu sempat meminta Shanum menggugurkan kandungan.

“Jika saat itu kita menghadapinya bersama, apa mungkin saat ini kita masih bersama?” gumam Aska.

Sementara itu, di rumah sakit. Bagus duduk di kursi samping ranjang, memandang Shanum dengan ekspresi wajah cemas karena wanita itu belum juga sadar.

“Cepatlah bangun! Aku dan Laskar menantimu. Aku harap kamu segera bangun dan sembuh seperti sediakala,” ucap Bagus penuh harap.

Bagus memejamkan mata sekilas dengan ekspresi kecemasan di wajah. Hingga dia mengingat ucapan dokter setelah selesai melakukan operasi.

“Sampel jaringan yang diambil dari tumor akan diperiksa apakah ganas atau tidak. Untuk sementara ini, kita hanya bisa menunggu dan memastikan kondisi pasien stabil.”

Bagus membuka kelopak mata setelah mengingat ucapan dokter, hingga kemudian kembali memandang Shanum yang wajahnya masih pucat. Dia pun meraih telapak tangan Shanum, lantas menggenggamnya erat.

“Kalau kamu sembuh, aku akan melamarmu. Kamu tahu? hanya kamu yang bisa menerima masa laluku yang kelam.”

**

Hari berikutnya. Laskar rewel karena ingin bertemu sang bunda, bocah itu bahkan semalam bersikeras ingin menyusul Shanum meski akhirnya bisa dibujuk Zara.

“Aku mau ketemu Bunda.” Laskar merengek saat Zara menyiapkan seragam sekolahnya.

“Laskar harus sekolah dulu,” kata Zara membujuk.

“Tapi aku mau ketemu Bunda,” rengek Laskar lagi.

Zara mengulas senyum, berlutut di depan Laskar, kemudian berkata, “Iya, nanti ketemu Bunda. Tapi sekarang Laskar sekolah dulu, nanti kalau sudah pulang, tante janji bakal ajak Laskar ketemu Bunda.”

Laskar terlihat ingin menangis, tapi Zara meladeni dengan sangat sabar.

“Laskar sekarang mandi, nanti tante yang antar. Tante ga bohong buat ajak Laskar lihat Bunda,” ucap Zara mencoba meyakinkan.

Aska melihat Zara yang sedang membujuk Laskar dari kejauhan, entah kenapa merasa semakin miris dan merasa bersalah ketika melihat Zara yang sangat baik ke Laskar.

“Apakah aku harus jujur ke Zara tentang masa laluku?” Aska bertanya-tanya dalam hati sambil memandang Zara.

Aska merasa bimbang, hingga akhirnya memilih menjauh dari Zara dan Laskar.

Zara menunggui Laskar mandi setelah berhasil membujuk bocah itu.

“Tante, aku ga bisa nyiram bagian punggung!” teriak Laskar dari dalam kamar mandi.

“Iya, sebentar.” Zara pun masuk dan hendak membantu Laskar menyiram bagian punggung yang penuh busa.

Saat siap menyiramkan air ke tubuh Laskar, Zara terkejut melihat sebuah tanda lahir di punggung Laskar. Dia pun menyeka busa dari punggung bocah itu, hingga melihat tanda lahir yang sama persis seperti milik sang suami.

“Kenapa bentuk dan letaknya bisa sama seperti ini? Kenapa sangat kebetulan?” Zara pun merasa ada yang janggal.

1
Risty_Antiq
kali ini bener bener nangis.. bukan cuman mewek bentar...
recommended...
bahkan setelah baca ini . bakalan banyak bersyukur
Agus Siswahyudi
sangat menarik banyak pelajaran yg bsa di ambil dari cerita ini, untuk penulis 💪💪💪
Jessica
Luar biasa
qira
cerita ye sedih.penhujung ye tergantung MCM ada sambungan lgi..
Evy
pemeran utama kok meninggal sih... pasti banyak yang kecewa..
Susilawati
sedihhhhh 😭😭😭😭😭😭😭😭
Susilawati
pelajaran buat ibu2, kalo lagi ngegosip atau mengghibah jangan di depan anak2, kasian otak nya yg masih polos jadi terkontaminasi.
Susilawati
benar2 cerita yg menguras airmata 😭😭😭
Susilawati
kamu salah Aska kalo hanya minta maaf kepada istrimu, seharusnya maaf itu kamu ucapkan utk shanum, disini shanum lah yg paling menderita. harus hamil di luar nikah, ngurus anak nya sendirian tanpa keluarga. benci banget sama si Aska, dia hanya fokus sama perasaan istri nya tapi nggak peduli sama perasaan shanum waktu dulu.
Aska kamu berhutang permohonan maaf yg sangat besar ke shanum.
Susilawati
jgn jadi pengecut kamu Aska, jgn hanya mikirin diri kamu dan kebahagiaan kamu aja. dulu kamu sdh merusak masa depan nya shanum, sekarang lah waktunya kamu bertanggung jawab.
Susilawati
sedih banget 😭😭😭😭😭😭
Laskar harus kuat ya nak 💪
Sweet Girl
huuuuaaaa....sesek tau Tor ...😭😭😭😭😭
Sweet Girl
😭😭😭😭😭
Sweet Girl
😭😭😭😭😭jahat kali kamu Tor...
bikin anak kehilangan ibuknya...😭😭😭😭😭
Sweet Girl
Sedih.... huhuhuuuuuu
Sweet Girl
Perih tau Tor... hati ini...😭😭😭😭😭
Sweet Girl
Yaa Allah...😭😭😭😭
Sweet Girl
huhuhuuuuuu😭😭😭
Sweet Girl
ih sedih...😭😭😭
Sweet Girl
Laskar... kamu masih kecil... JD berfikir seperti anak kecil aja... jangan JD dewasa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!