Seorang Pria yang tinggal di desa mempunyai cita cita menjadi orang kaya. di sisi lain, Ma'un memiliki kemampuan yaitu melihat hal gaib, pengobatan serta ucapan yang setiap di katakannya akan terjadi. namun dirinya sendiri tidak percaya kalau ucapannya bisa jadi kenyataan. sifat yang kocak dan juga apa adanya menjadi ciri khas Ma'un.
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 29
Besok paginya Ma'un sudah keluar menuju mobilnya untuk menjemput Yasmin. dia dengan cepat pergi agar tidak bertemu Layla.
karna kalau ketemu Layla bakal banyak pertanyaan lagi. Ma'un melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Layla.
Ma'un sudah sampai di rumah Yasmin, dia keluar dari mobilnya untuk menunggu Yasmin di luar.
dari pada menunggu sendirian dia pergi menemui tukang kebun yang sedang menyiram tanaman yang ada di halaman.
" pagi pak ! rajin amat ini nyiram nyiramnye " sapa Ma'un
" ehh, ada den Ma'un ! biasa lah den namanya tanggung jawab kita sebagai tukang kebun, harus rajin " kata tukang kebun
" aduh pak, jangan panggil aye kayak begitu ! kita sama sama kerja sama yang punya rumah ini. panggil nama aje pak " ucap Ma'un
" saya gak enak kalau panggil nama, apa lagi kan den Ma'un dekat sama tuan rumah di sini " kata tukang kebun
Ma'un yang mendengar tukang kebun itu tetap ngotot dengan panggilan dirinya tidak bisa apa apa lagi. saat sedang mengobrol, Yasmin keluar dan memanggil Ma'un.
" Ma'un ! " panggil Yasmin
Ma'un yang di panggil Yasmin menghampirinya. dia melihat Yasmin belum bersiap siap dan masih dengan pakaian santainya.
" Beng belum siap ? kok belum ganti baju " kata Ma'un
" santai aja, kamu kenapa gak masuk, kok malah di luar ? " tanya Yasmin
" ya gak sopan lah Neng main masuk masuk aje. ada ada aja Eneng ini " kata Ma'un tersenyum
Yasmin semakin suka dengan sifat Ma'un. walaupun dekat dengannya, dia tidak sesuka hati karena dekat dengan keluarganya.
Yasmin mengajak masuk Ma'un, di dalam rumah tepatnya di ruang makan. sudah ada Tono dan Nadia.
" loh, baru datang kamu Ma'un ? " tanya Tono yang melihat Ma'un
" udah dari tadi Pi, dia malah nunggu di luar " kata Yasmin
" kenapa gak masuk aja Ma'un. kamu udah sarapan belum ? sarapan bareng yuk " ajak Nadia
Ma'un awalnya mau menolak, tapi di paksa Yasmin dengan menariknya duduk di sebelahnya. mereka sarapan bersama, setelah itu mereka duduk di ruang tamu sehabis sarapan.
" kamu tunggu di sini, aku mau ganti baju dulu " kata Yasmin lalu pergi ke kamarnya
Ma'un menganggukan kepalanya, Tono sedang melihat layar hpnya karena melihat pergerakan grafik saham yang di belinya.
dia terlihat lesu melihat grafik saham miliknya yang anjlok. Nadia yang di sebelahnya merasakan suasana hati Tono yang tidak baik.
" papi kenapa susah begitu ? kenapa Pi ? " tanya Nadia
" saham yang papi beli mulai anjlok Mi, kayaknya bakal rugi banyak ini " jelas Tono
" lagi main game ye pak ? " tanya Ma'un
" bukan Ma'un, ngapain juga saya main game. saham saya ini gak naik naik " kata Tono
Ma'un tidak paham dengan perkataan Tono yang bahas soal saham. karena baru itu dia dengar.
" coba liat pak, gimane sih bentuk saham itu " pinta Ma'un
Tono pindah duduk dekat ma'un untuk menunjukan apa itu saham. dia memperlihatkan grafik saham tersebut dan menjelaskan makna dan fungsinya.
Ma'un jadi paham setelah di jelaskan dan di tunjukan tentang saham. dia memegang dagunya dan tiba tiba mengatakan sesuatu.
" yang ini kayaknye bakal naik pak. kayaknye naik sampe di sini dah " kata Ma'un sambil menunjuk saham lain dan angka kenaikannya
Tono yang mendengar ucapan Ma'un seketika tertawa. karena dia pikir Ma'un main asal tebak saja.
" ahh, kamu ada ada aja Ma'un. kalau saham ini yang kamu bilang kenaikannya segitu bisa untung orang yang beli saham itu ! " kata Tono
" liat aje nanti pak, bakalan naik segitu entar sore. aye yakin soalnye " ucap Ma'un
kemudian Yasmin turun dan sudah berganti baju. dia melihat papinya tertawa jadi penasaran.
" kenapa papi tertawa begitu ? " tanya Yasmin
" enggak ada, si Ma'un ada ngomong buat lucu lucuan aja Yasmin " kata Tono
" emang Ma'un ngomong apa pi ? " tanya Yasmin semakin penasaran
" Ma'un bilang kalau saham ini bakal naik dan angka kenaikannya segini " jelas Tono sambil menunjukan ke Yasmin
Yasmin yang mengetahui hal itu kaget, karna saham yang di tunjuk harganya sangat rendah. dia mengingat kalau ucapan Ma'un ini benar benar terjadi.
waktu itu dia sendiri pernah melihat dengan langsung saat kejadian mall yang mengatakan kalau Dani akan mencret.
dia segera mengambil laptopnya dari dalam kamar dan kembali lagi dan duduk di sebelah Ma'un.
Tono dan Nadia terheran dengan tingkah putrinya yang seperti itu. mereka berdua hanya memperhatikan saja apa yang akan di lakukannya.
" Ma'un kamu tunjuk saham mana yang naik nanti sore ? " tanya Yasmin
" yang ini Neng ! emang kenape Neng ? " bingung Ma'un
" kamu diam aja dulu, kalau emang beneran naik kita bagi dua hasilnya " kata Yasmin
Ma'un kaget saat mendengar kalau hasilnya akan di bagi dua. jadi di berpikir yang aneh aneh untuk Yasmin.
" aye kagak mau Neng, bagi hasil itu. haram ! " kata Ma'un
mereka yang ada di situ terheran dengan ucapan Ma'un. " maksud kamu apa Ma'un ? haram apanya ? " tanya Yasmin
" Eneng mau main judi kan ? aye kagak mau hasil dari judi, mending untuk Eneng aje " kata Ma'un
" hahaha, Ma'un Ma'un. ini bukan judi seperti yang kamu pikirkan, nanti aku jelasin ke kamu soal ini ya " ucap Yasmin sambil tertawa
" Yasmin, kamu mau apa ? " tanya Tono
" Yasmin mau beli saham yang di pilih Ma'un Pi " kata Yasmin
" haa, mau beli saham itu ? kamu gak salah Yasmin ? gak mungkin saham itu naik " ucap Tono
Yasmin tidak menggubris apa yang di katakan papinya. dia lebih mempercayai Ma'un.
" kamu beli saham itu berapa Yasmin ? " tanya Nadia
" Yasmin beli semua dengan tabungan Yasmin Mi " kata Yasmin
" apa !? gila kamu Yasmin, yang ada kamu bakal rugi ! cepat kamu batalkan beli saham itu ! " cegah Tono yang terkejut
" udah selesai Pi yasmin beli. dengar ya Pi, pokoknya nanti sore papi akan liat yang sebenarnya. jangan nyesal nanti gak ikut pilihan Ma'un " ucap Yasmin sambil tersenyum
Tono hanya bisa pasrah saja, karena putrinya sudah membeli saham pilihan Ma'un. dia malah heran melihat putrinya yang terlalu percaya dengan Ma'un, padahal Ma'un belum mengerti betul tentang saham.
setelah itu Yasmin pergi bersama Ma'un untuk meninjau mall. Tono dan Nadia menggelengkan kepala mereka.
" si Yasmin, buang buang uang aja Mi ! kenapa dia malah membeli semua dengan uang tabungannya " kata Tono
" entah lah Pi, tapi biarkan aja. nanti dia sendiri yang merengek minta uang lagi sama papi kalau sampai anjlok lagi saham itu " ucap Nadia
di dalam mobil, Ma'un yang sedang menyetir mendengarkan penjelasan Yasmin soal beli saham tadi.
Ma'un jadi paham soal beli saham tadi. dia pikir tadi judi, karena Yasmin bilang bagi dua. mereka sudah sampai di mall dan berhenti di parkiran khusus.
setelah turun mereka masuk ke dalam mall dan berkeliling dengan Yasmin yang menggandeng Ma'un.
di tempat lain yaitu di rumah Layla, dia sangat kesal melihat mobil yang terparkir di sana sudah tidak ada lagi.
" ihh Ma'un ini, kenapa dia udah pergi sih !? sengaja menghindari aku apa ya ? " ucap Layla
dia mengeluarkan hpnya untuk menelpon a'un untuk menanyakan kenapa dia pergi cepat sekali.
Ma'un yang lagi jalan dengan Yasmin mendengar suara dering ponselnya. dia mengeluarkan hpnya dan melihat ada panggilan dari Layla.
Yasmin yang melihat nama Layla kesayangan jadi kesal. dia langsung cemberut mukanya. Ma'un menjawab panggilan Layla.
" iye hallo Neng ! ada apa nelpon aye ? " kata Ma'un
" ada apa, ada apa ? kenapa kamu cepat sekali perginya ? kamu sengaja menghindari aku ya Ma'un ? " ucap Layla dengan suara yang keras
Ma'un menjauhkan hpnya dari kupingnya, dia mengorek kupingnya karna berdengung. " ett dah si Eneng Layla ini kenceng amat suaranye. sekalian aje pakek toak ngomongnye " gumam Ma'un
" hallo, hallo ! Ma'un ! " panggil Layla
" iye Neng, jangan kenceng kenceng nape suaranye ! sakit kuping aye dengernye ! " kata Ma'un
" gak usah mengalihkan pembicaraan ! cepat kamu jelasin ke aku " ucap Layla
" aye bukan sengaja menghindari Eneng, karna emang jadwalnya aye harus cepet jemput Neng Yasmin " jelas Ma'un beralasan
" ohh gitu, awas kalau kamu bohongin aku. jangan lama lama sama cewek itu perginya, kalo bisa cepat pulang " kata Layla lalu mematikan panggilan telpon.
Ma'un memasukan ponselnya setelah berbicara dengan Layla. namun Yasmin meminta hp Ma'un.
" sini hp kamu Ma'un " pinta Yasmin
" ehh, untuk ape Neng ? " tanya Ma'un
" aku mau masukin nomor aku juga. kamu kan belum simpan nomor aku " kata Yasmin
Ma'un memberikan hp miliknya ke Yasmin. Yasmin mengetikan nomornya dan menyimpan di kontaknya Ma'un. setelah itu dia mengembalikan hp Ma'un.
" kok nama kontaknye Yasmin Lovely, mana pake lope lope segala lagi " kata Ma'un melihat nomor kontak Yasmin
" kenapa ? kamu gak suka gitu ? kamu aja bisa buat nama cewek itu jadi Layla kesayangan, masa aku gak bisa " jelas Yasmin
" itu bukan aye Neng yang bikin, tapi Layla sendiri " kata Ma'un
" udah diem, jangan protes lagi. awas kalau kamu rubah lagi nama kontak aku di hp kamu " ucap Yasmin
Ma'un cuma bisa pasrah saja saat Yasmin bilang seperti itu. Ma'un rasanya mau menangis saja menghadapi dua cewek yang seperti itu.
jam siang sudah tiba, mereka duduk dan makan di gerai makanan yang ada di mall milik Yasmin.
" ohh iye Neng, tadi Neng beli berape saham tadi ? " tanya Ma'un sambil makan
" aku beli 3 milyar Ma'un " kata Yasmin
Ma'un mendadak tercekik tenggorokannya saat menelan makanan. dia buru buru ambil air minum untuk meredakan tenggorokannya.
" kamu kenapa sih, kok sampai begitu makannya ? pelan pelan makanya kalau lagi makan " ucap Yasmin
" aye udah pelan pelan makannye Neng, ini gara gara denger nominal Eneng sebutin tadi untuk beli sahamnye " kata Ma'un
" emang kenapa ? nanti kalau berhasil dapet banyak juga hasilnya " ucap Yasmin
" emang berape dapatnye Neng ? " tanya Ma'un sambil makan lagi
" kalau di hitung sekitar 200 milyar begitu lah Ma'un " ucap Yasmin
lagi lagi Ma'un tercekek lagi tenggorokannya. dia langsung minum sampai habis.
" aduh Neng, aye kagak mau makan lagi kalau bahas soal beginian. bisa bisa ko'it aye " kata Ma'un yang sudah merah mukanya
Yasmin hanya tertawa saja melihat Ma'un yang tersedak begitu saat mengetahui jumlah uang yang di dapat.
kyknya lucu dan seru.. 🤭🤭🤭