NovelToon NovelToon
Obsesi Gila Tuan Kazarov

Obsesi Gila Tuan Kazarov

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:908
Nilai: 5
Nama Author: Kiandra_Reinn

Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

akibat mencoba kabur

"Victor"

"Ya, tuan"

"Bereskan kedua bajingan ini"

Victor mengangguk menerima perintah.

"Baik,tuan"

Kedua pengawal itu terkejut mendengar ucapan Dominic, saat menyadari siapa yang berada di atas bahu tuannya mereka hanya bisa menunduk ketakutan tanpa berani melawan.

"Hei apa yang kau lakukan, turunkan aku"

Dominic membuka pintu tersebut menggunakan sidik jarinya, menerjang salah satu pintu dengan kaki dan masuk,lalu melempar tubuh nayara ke atas ranjang.

"Akhhh...apa yang kau lakukan"

Dominic mendekat dan menindih tubuh mungil itu.

"Ini akibatnya jika kau mulai berani bermain-main denganku Naya, karena tindakan bodohmu,nyawa kedua penjaga itu sebagai gantinya! "

"A.. Apa maksudmu, kau ingin memb*nuh mereka"

Dominic hanya memperlihatkan senyum mengerikannya.

"Kenapa kau melakukan itu, mereka tidak bersalah,sialan! ini tidak ada hubungannya dengan mereka"

Dominic mencengkram kedua tangan Naya dan menahannya diatas kepala, tangan kanan Dominic bergerak mengelus pipinya.

"Apa yang kau lakukan... lepaskan aku" Nayara mulai panik.

"Kenapa? Kau takut,hm?"

"Sial.. Pria ini terlihat mengerikan saat sedang marah"

"Tuan batu,lepaskan aku! "

"Agar kau bisa kabur lagi dariku,begitu? "

"A.. aku janji, aku tidak akan kabur lagi seperti tadi"

"Kau pikir aku akan percaya pada kucing liar sepertimu"

"A... aku bersumpah dengan nyawaku sendiri, aku tidak akan mengulanginya lagi"

"Buktikan....Buat aku percaya dengan ucapanmu, jika kau tidak akan kabur lagi"

Nayara berpikir sejenak, hingga sesuatu terlintas di pikirannya.

"Kau ti.... " Tubuh Dominic menegang, matanya bahkan membulat sempurna karena karena tindakan naya yang tiba-tiba saja mengecup bibirnya.

"Apa sekarang kau percaya?"

Dominic tersadar "belum, baby" Ia menarik tengkuk Naya,mulai melumat habis bibir ranum tersebut dengan penuh kepemilikan.

Nayara membeku sesaat, dadanya naik turun mencoba menstabilkan nafas yang terasa berantakan,Wajahnya memanas.

Pria itu masih berada sangat dekat dengannya, tatapannya tajam seolah belum puas. Ibu jarinya mengusap sudut bibir naya perlahan, menghapus sisa benang saliva yang tadi sempat terputus.

Nayara memalingkan wajahnya cepat, berusaha menghindari tatapan pria itu. Jantungnya berdetak terlalu keras sampai membuatnya sulit berpikir jernih.

"Sekarang aku percaya" Dominic bangkit dan duduk di tepi ranjang.

"Mulai sekarang,Kau tidak perlu lagi bekerja, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan".

"Um..baiklah"

"Bagus,tetaplah menjadi wanita penurut seperti ini, karena jika kau melakukan hal bodoh seperti tadi kau akan tau akibatnya" Ia berjalan keluar.

"Tunggu.... "

Xander menoleh "apa ada yang kau inginkan?"

"Tidak... Aku hanya memikirkan kedua pengawal tadi, kau tidak sungguh-sungguh memb*nuh mereka, kan? "

"Menurutmu?"

"Dominic, aku serius...mereka tidak bersalah, jadi tolong lepaskan mereka".

Hening.

Nayara berjalan ke arah Dominic.

"Aku mohon jangan bun*h mereka, ini semua salahku,aku kabur tanpa sepengetahuan mereka,bahkan kedua pengawal itu tadi sudah melarang ku pergi, kau boleh menghukumku sepuas mu tapi tolong lepaskan mereka, Dominic aku mohon"

"Tidak... Mereka sudah ceroboh dalam menjalankan tugas dan aku tetap akan menghukum mereka"

"Kau bilang,jika aku meminta sesuatu kau akan menurutinya,kan? "

"Ya"

"Kau tidak akan menolak, apapun keinginanku kan?

"Aku akan menuruti semua keinginanmu, tapi tidak untuk pergi dari sini"

"Tidak, aku tidak akan meminta itu, tapi kau harus janji, kau akan mengabulkannya"

"Ayo berjanjilah" Nayara mendesak.

"Jika itu bukan untuk membuatmu pergi dari sini aku akan berjanji"

"Baiklah, karena kau sudah berjanji, kau tidak boleh melanggarnya, mengerti"

Dominic mengangguk.

"janji" Nayara menyodorkan jari kelingkingnya "Ayo lakukan, setelah nya aku baru bisa percaya"

"Aku janji" Jari kelingking Dominic tertaut di jari kelingking Naya.

"Kalau begitu aku ingin kau melepaskan kedua pengawal itu, kau tidak boleh menolak, ingat! kau sudah berjanji tadi dan janji tidak boleh dilanggar"

"Kau serius,memintaku untuk melepaskan mereka? " Dominic mengerutkan dahinya.

"Aku serius, aku tidak ingin menjadi penyebab kematian mereka, karena itu akan membuatku merasa bersalah seumur hidup, jadi aku mohon Dominic, lepaskan mereka"

Dominic menghela nafas "baiklah aku akan melepaskan mereka "

"Terima kasih, tuan batu" Naya langsung memeluk tubuh Dominic.

Tubuh Dominic menegang, untuk pertama kalinya setelah sekian lama ada gadis yang berani memeluknya, setelahnya ia juga membalas pelukan itu.

****

"Victor"

"Iya, tuan"

"Lepaskan kedua pengawal tadi"

Marco hanya diam.

"Apa kau tidak mendengar ucapanku,Victor? "

"Saya mendengar nya tuan, kalau begitu saya permisi" Victor berbalik keluar dari ruang kerja Dominic.

"Kenapa dia jadi tiba tiba baik? Untuk pertama kalinya tuan memaafkan kesalahan seseorang, apa ini karena nona naya?" Victor terus berjalan sambil memikirkannya "ahh terserah lah, mungkin jiwa iblisnya mulai menghilang"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!