NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:38.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Selama ini, aku bertahan bukan karena masih mencintaimu, Arsen. Bukan juga karena aku lemah. Tapi, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuat kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Perundungan

Meski berusaha bertahan, kenyataannya kehidupan Alena di perusahaan tidak pernah benar-benar membaik.

Hari demi hari, tekanan yang ia rasakan justru semakin berat.

Rumor yang beredar membuat sebagian besar rekan kerjanya mulai memandangnya dengan sinis.

Awalnya hanya berupa bisik-bisik dan tatapan merendahkan. Tapi, lama-kelamaan berubah menjadi perundungan yang dilakukan secara terang-terangan.

Mereka menyindir Alena setiap kali berpapasan. Bahkan, beberapa orang dengan sengaja melemparkan pekerjaan mereka kepadanya.

"Alena, tolong kerjakan laporan ini."

"Dokumen ini juga sekalian, ya."

"Kalau kamu yang mengurus, pasti lebih mudah."

Awalnya, Alena menolak dengan sopan karena semua itu bukan pekerjaannya. Tapi, penolakannya justru menjadi bahan ejekan.

"Lho, bukannya kamu orang kepercayaan atasan?"

"Iya. Katanya dekat dengan Pak Doni dan tuan CEO."

"Kalau memang semua rumor itu tidak benar, harusnya kamu tidak keberatan membantu kami, kan?"

Ucapan mereka terdengar seperti pujian. Padahal, setiap kalimat mengandung hinaan yang menusuk. Bahkan, beberapa dari mereka mulai mengancamnya.

"Kalau sampai proyek terlambat gara-gara kamu tidak mau membantu, kami akan laporkan ke Tuan CEO."

Pada akhirnya, Alena tidak memiliki banyak pilihan. Ia terpaksa mengerjakan pekerjaan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Akibatnya, pekerjaannya sendiri sering tertunda.

Lalu, bagaimana dengan pihak perusahaan?

Sebenarnya Doni sudah mengetahui semua yang terjadi. Beberapa kali ia memergoki para karyawan sengaja memanfaatkan Alena.

Tapi, dia jadi serba salah. Jika ia menegur mereka, maka Alena semakin di benci dan mereka akan semakin percaya dengan rumor itu. Tapi, jika ia diam, hal buruk akan tetap terjadi pada Alena.

Jadi, yang ia bisa lakukan adalah melaporkan semuanya kepada Kenan.

Tapi, di luar dugaan, Kenan memilih untuk tidak ikut campur.

"Biarkan saja dulu," ucapnya singkat.

Doni mengernyit. "Tapi, Tuan...."

"Aku sudah terlalu banyak membantunya." Kenan menyandarkan tubuhnya di kursi. "Aku memberinya kesempatan bekerja di sini. Aku memberinya kesempatan dia bergabung dalam proyek besar. Bahkan, bonus yang diterimanya sama dengan karyawan lama."

Ia mengembuskan napas pelan. "Kalau setiap masalah terus aku selesaikan, dia tidak akan pernah belajar menghadapi tekanan."

"Tapi, Tuan, rumor ini bisa merusak citra perusahaan."

"Aku tahu." Sorot mata Kenan berubah tajam. "Justru karena itu aku ingin melihat bagaimana Alena menghadapinya."

Doni akhirnya hanya bisa mengangguk. Jika saja Alena mempunyai keberanian untuk melawan, semua bisa teratasi dengan mudah. Tapi sayangnya, Alena tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan itu.

Beberapa hari kemudian, masalah yang jauh lebih besar akhirnya datang.

Pagi itu, Kenan dan Doni pergi ke Atma Group untuk menghadiri penandatanganan kontrak kerja sama.

Ketiadaan mereka membuat Sasa dan kelompoknya semakin berani.

Di ruang kerja, Anisa mengembuskan napas panjang sambil menatap map di tangannya.

"Sial."

Sasa menoleh. "Kenapa?"

"Siang ini aku harus bertemu dengan Tuan Bram untuk membahas kelanjutan proyek."

"Memangnya kenapa? Bukankah itu tugasmu?"

Anisa tampak gelisah. "Apa kamu belum dengar rumor tentang Tuan Bram?"

Sasa menggeleng.

"Katanya, dia suka bermain wanita."

Sasa melebarkan kedua matanya. "Benarkah?"

Anisa mengangguk. "Dan sialnya, dia meminta bertemu di restoran yang ada di hotel." Ia merapatkan map ke dadanya. "Aku benar-benar tidak mau datang. Aku takut."

"Lalu, bagaimana dengan proyeknya kalau kamu tidak datang?"

"Itu dia masalahnya." Anisa menghela napas. "Beliau secara khusus memintaku datang sendirian dan tidak boleh membawa anggota tim."

Sasa terdiam beberapa saat. Lalu, senyum licik perlahan muncul di wajahnya.

"Kalau begitu, kita suruh Alena saja."

Anisa tampak ragu. "Apa tidak masalah?"

Sasa tertawa pelan. "Tentu saja tidak." Ia mendekat dan berbisik di telinga Anisa. "Bukannya dia pintar merayu atasan demi mendapatkan proyek? Kalau rumor itu benar, pasti menghadapi Tuan Bram bukan masalah besar baginya."

Anisa terdiam beberapa saat. Kemudian, senyum tipis ikut menghiasi bibirnya.

"Kamu benar." Ia lalu berjalan menuju meja Alena dan meletakan map tersebut begitu saja di hadapannya.

"Alena, aku punya pekerjaan untukmu."

Alena mendongak. "Apa?"

"Tolong temui Tuan Bram siang ini. Bahas kelanjutan proyek kerja sama dengannya."

Alena langsung menggeleng. "Maaf. Aku tidak bisa."

"Kenapa?"

"Pekerjaanku sendiri masih menumpuk."

Wajah Anisa langsung berubah. "Kamu menolak?"

"Iya, karena itu bukan pekerjaanku."

Anisa mengepalkan tangan. "Kalau proyek ini tertunda, apa kamu mau bertanggung jawab?"

Alena menatapnya tenang. "Tentu tidak. Itu proyek mu. Jadi, yang bertanggung jawab adalah kamu, bukan aku."

"Kamu...!"

Belum sempat Anisa membalas, Sasa sudah lebih dulu datang. Telapak tangannya menghantam meja Alena hingga membuat seluruh ruangan terkejut.

"Hei!" Sasa menatap Alena tajam. "Jangan mentang-mentang kamu anak emas perusahaan, lalu seenaknya menolak membantu rekan kerja!"

Alena tersenyum tipis. "Anak emas?" Ia menggeleng pelan. "Selama ini, bukankah aku sudah cukup banyak membantu kalian?"

Ia menunjuk tumpukan berkas di mejanya. "Lihat sendiri. Pekerjaanku sendiri sampai terbengkalai karena mengerjakan pekerjaan kalian. Kalau pekerjaanku terlambat selesai, apa kalian juga mau bertanggung jawab?"

Sasa terdiam sesaat. Namun, rasa malunya segera berubah menjadi amarah.

"Berani sekali kamu melawanku!"

Alena tidak menggubrisnya. Ia kembali fokus mengetik di depan komputer.

Tapi, sikap acuh itu membuat emosi Sasa meledak. Dengan kasar, ia meraih berkas yang sedang Alena kerjakan lalu, melemparkannya ke lantai.

Brakh!

"Apa yang kamu lakukan?" pekik Alena sambil berdiri.

"Itu balasan karena kamu tidak mau membantu Anisa."

Alena menarik napas panjang, berusaha mengendalikan emosinya.

"Kenapa? Mau marah?" Sasa menyeringai puas. "Kalau sudah tidak tahan diperlakukan seperti ini, resign saja."

Anisa maju selangkah sambil menyilangkan kedua tangan.

"Pokoknya aku tidak peduli." Ia menunjuk map yang tadi dibawanya. "Siang ini kamu harus menemui Tuan Bram dan membahas kelanjutan proyek. Kalau tidak, aku akan melaporkanmu kepada Tuan CEO karena menolak menjalankan tugas perusahaan."

Setelah mengatakan itu, Anisa dan Sasa pergi begitu saja, meninggalkan Alena yang berdiri mematung di tengah ruangan.

Tatapannya perlahan jatuh pada berkas-berkas yang berserakan di lantai dengan tangan mengepal erat.

Silvi menghampiri Alena lalu, membantunya mengumpulkan berkas yang berserakan di lantai. Setelahnya, ia berdiri dan meletakan berkas tersebut di meja.

"Maaf, aku tidak bisa membantumu. Tapi, aku hanya ingin mengingatkan untuk berhati-hati saat bertemu dengan tuan Bram."

Setelah mengatakan hal itu, Silvi pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban Alena. Ia memang pengecut karena tidak bisa membantu Alena. Tapi, semoga wanita itu mengindahkan peringatannya.

1
nunik rahyuni
bocah nakal lg kasmaran kakek..relakan saja hp jadulnya...untuk kelancaran menjemput calon cucu menantu🤣🤣🤣
Ma Em
Alena semangat ya dan kamu jgn mau direndahkan Arsen , Kenan pasti bohong pada Alena bahwa dia menggantikan kakek Rendra .
sunaryati jarum
Orang panik juga bisa lupa.sampai menggandeng tangan.orang tidak merasa.Untuk.Arsen Emak beritahu ya kamu memiliki masalah kesuburan jadi diaknosa saat masih jadi suami Alena kemungkinan kecil membuat pasangan kamu hamil
Muft Smoker: atuh perlu di pertanyakan atuh mak ,, ank di kandungan erina????😲😲😲😲😲
total 1 replies
sunaryati jarum
Astaga kirain emak Kenan baca pesan di Hp Alena, ternyata.hp kakek Rendra dibaea🤣🤣🤣
sunaryati jarum
O yang baca Tuan Kenan,ya.Sudaj berani baca pesan di Hp Alena
Yeni Astriani
ternyata saingan terberat Kenan dalam mendapatkan perhatian Alena Kakek Rendra sampai mencuri hape kakek nya sendiri biar gak bisa kencan sama Alena.
aduhh😂😂😂
nunik rahyuni
kan...kenan nakal..orsng tua dikerjai...sampai seisi rumah di balik cuma cari hp..tp sang cucu yg licik menguntit nya🤣🤣g ada nyali nya kenan...klo suka bilang bos
Heny
SUAMI YG GK BERSYUKUR DPT ISTRI SETIA DAN BAIK HATI
Heny
Main cabtik Alena
Heny
Alena yg sabar
nunik rahyuni
yg di beri kbr si kakek tp notif nya msuk di hp kenan jg🤣🤣🤣l modus kenan licik
Muft Smoker
jgn2 yg nerima pesan bukan kek rendra tp si kenan ,,
😂😂😂😂
sunaryati jarum
Bosnya suka kamu,dia bayar dengan dana pribadi ,dia mengatakan dana perusahaan agar kamu tidak menolak.Untuk urusan Arsen di perusahaan ASN kamu tidak perlu kawatir,dari hasil sidang dan terungkapnya fitnah Arsen padamu, Arsen sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi.Apalagi jika perselingkuhannya diungkap, mungkin para pemegang saham memintanya mundur
sunaryati jarum
Semangat dan sukses Alena.Dan emak ingin segera melihat kehancuran Arsen dan keluarganya termasuk selingkuhannya
sunaryati jarum
Kenan Pepet Alena dengan dalih menemani kakek Rendra.Cerdas juga bisa memanfaatkan kedekatan kakeknya dengan Alena 🤣🤣🤣👋👋
Ma Em
Semangat Alena semoga kamu makin sukses selalu bahagia tinggalkan masa lalu menuju masa depan yg bahagia , semoga Arsen tdk akan pernah bahagia bersama selingkuhan nya dan mendapatkan balasan yg lbh menyakitkan .
Muft Smoker
tdk perlu memandang lg kebelakang Alena ,, anggap aj mereka mimpi buruk yg perlu km lupain ,,
Muft Smoker
tkuut kesaing ma kakek ny sndriii yx kenan😂😂😂😂😂
sunaryati jarum
Arsen yang menghubungi atau ada bukti baru
sunaryati jarum
Cerdas juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!