NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 2

Bayangan masa lalu masih membekas di hati dan pikiran Layla.

Empat tahun lalu ibu mertuanya dengan tega mengusir Layla dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil dari rumah pribadi Layla sendiri. Rumah itu di bangun hasil dari kerja keras sang suami tercinta, Hendi. Namun rumah itu berdiri di atas tanah sang mertua.

‎"Dasar menantu tidak tau diri ! Kamu sudah membunuh anak laki-lakiku satu-satunya. Kamu tidak pantas atas harta yang di miliki anakku!! Sekarang!! Pergi kamu dari sini!" kata sang mertua yang bernama Merry.

‎"Tapi ibu, anak-anak Hendi berhak atas harta-harta itu bu, untuk masa depan mereka," Layla memprotes sambil menangis.

‎"Pergi dari sini!! Bawa anak-anak kamu juga!!" kata Merry dengan intonasi yang tinggi lalu mengusir Layla. Amarahnya membuat mata dan hatinya tertutup. Baginya mereka adalah hama yang harus di singkirkan, pilihannya hanya dua menghilang atau tersingkir.

Kemudian Layla pergi dengan langkah yang lunglai dan hati yang hancur. Namun air matanya ia bendung agar terlihat tegar di depan kedua anaknya dan memberi sinyal kepada mereka bahwa semua akan baik-baik saja. Beberapa jam kemudian Layla sampai di rumah orang tuanya. Di saat dunia terasa gelap dan meresahkan, hanya rumahlah tempat yang paling aman dan terang untuk menenangkan diri serta menemukan kembali tujuan hidup yang baru, kehangatanmya selalu di rindukan di manapun ia berada. Itu adalah arti Rumah bagi Layla. Melihat kondisinya saat ini, di tambah kondisi ayahnya yang sedang sakit serta kesulitan ekonomi yang di hadapi, membuat Layla terpukul dan sedih. Namun dia masih memiliki sosok adik tersayang yang selalu mendukung dan menghiburnya di kala sulit maupun sepi.

‎"Kaka, yang sabar ya kak. Kita pasti bisa menghadapi ujian ini. Nanti Lyly bantu Kaka urus keponakan sambil cari kerja yang gajinya besar," kata Lyly lembut untuk menghibur dan menguatkan hati kakanya.

‎"Terimakasih Lyly, kamu udah support Kaka. Sekarang kita berdua yang jadi tulang punggung keluarga. Ibu udah tua, ayah sakit-sakitan dan butuh perawatan ekstra. Anak-anak Kaka butuh uang buat biaya hidup. Kita harus kuat Ly," kata Layla. Mereka berpelukan untuk saling menguatkan.

Tiba-tiba Layla teringat rencana pernikahan adiknya dengan seorang laki-laki dari suku yang berbeda, dari adat istiadat yang berlaku di sana pihak wanita wajib memberikan uang adat kepada pihak laki-laki dan yang menentukan berapa jumlah uang adat yang harus di berikan adalah pihak laki-laki juga. Layla merasa ragu, karena sekarang mereka sedang mengalami krisis ekonomi di keluarga mereka, namun ia tetap bertanya karena penasaran "Oh ya gaimana urusan pernikahan mu?"

‎"Tenang kak, aman," jawab Lyly meyakinkan. Namun di hatinya tersimpan rasa was-was karena hingga detik ini uang adat belum terkumpul juga, padahal waktunya sudah mepet. Jika tidak bisa memberi uang adat di waktu yang sudah disepakati, maka terpaksa pernikahan di batalkan. Lyly sendiri bingung bagaiman caranya dia bisa mengumpulkan uang 500 juta dalam waktu yang singkat. Dia sudah berusaha sekuat tenaga namun belum berhasil. Akankah pada akhirnya dia harus menyerah dan menutup lembaran lama dengan lembaran baru?

‎Berbulan-bulan lamanya Layla merasa terpuruk namun ia tetap berjuang untuk bangkit sedikit demi sedikit walau hari-harinya terasa semakin berat karena keadaan ekonomi negri ini sedang tidak stabil.

Di suatu titik paling rendah muncul secercah harapan baru, namun di balik harapan ini ada pengorbanan yang harus di lakukan. Jauh dari keluarga terasa berat bagi Layla, terutama meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Ada rasa penyesalan di hatinya, dia menyesal tidak bisa melihat tumbuh kembang anak-anaknya secara langsung. Dia akan menjadi ibu yang sangat merindukan anak-anaknya.

Akhirnya Layla di terima bekerja di pabrik elektronik otomotif terbesar di Singapura. Sebelum keberangkatan Layla, calon suami Lyly dan keluarga datang ke rumah untuk membahas pernikahan. Karena uang panai belum terkumpul juga, mereka pun mendesak keluarga Lyly untuk menyerahkan uang panai secepat mungkin jika Lyly ingin menikah dengan anak mereka. Tanpa di duga, Lyly akhirnya memutuskan pilihan yang sulit antara masa depan dan keluarganya. Lyly memutuskan untuk membatalkan pernikahan itu dan berpisah secara baik-baik dengan Daeng calon suaminya. Lyly merasa sedih, ia memilih mundur daripada mentalnya tersiksa di kemudian hari.

Kemudian tibalah hari keberangkatan Layla ke Singapura, perpisahan itu di warnai air mata dan harapan.

Tak terasa Layla sudah tiga bulan di Singapur, gaji yang di dapatnya benar-benar bisa membantu perekonomian keluarga di kampung. Lyly juga tak mau kalah, ia juga ikut kerja keras membanting tulang, mulai dari berjualan di pasar sampai membuka jasa cetak printing sablon di rumahnya yang kecil. Hasilnya juga lumayan untuk tambah-tambah biaya pengobatan sang ayah.

Rasa rindu Lyly kepada sang kakak mendorong dirinya untuk menelfon dan menanyakan kabar kaka tersayang. Ayahnya bercerita, sejak kecil kakanya hidup susah, semua serba terbatas. Bahkan waktu itu mereka tak punya rumah, mereka hanya punya gubuk reot beratapkan jerami. Namun kerja keras ayahnya membuahkan hasil mereka akhirnya punya rumah yang layak untuk di huni walaupun sederhana dan sempit. Lulus sekolah kakanya langsung bekerja di luar kota kemudian berkenalan dengan Hendi dan menikah, awal-awal kehidupan pernikahan mereka sangat sederhana namun berkat perjuangan dan doa yang tiada habisnya mereka meraih kesuksesan yang tak terhingga. Namun musibah terjadi dan merenggut segalanya. Lyly memikirkan kakanya, apakah dia makan dan istirahat dengan baik?

‎"Hallo, Kaka apa kabar?" Lyly menanyakan kabar dari sebrang telfon.

‎"Hallo Cimit, aku baik kok. Senang deh bisa dengar suara kamu. Gimana kabar kalian semua?" Layla menanggapinya dengan suara yang ceri.

‎"Ihhh Kaka, kok manggilanya masih kayak gitu sih? Aku kan bukan anak kecil lagi,'' Lyly menggerutu protes.

"Ya tapi bagi aku kamu itu masih cimit,'' Layla menggoda dan sedikit bercanda untuk mencairkan suasana.

"Kami semua baik kok, tapi sayang banget anak-anak udah pada tidur. Soalnya tadi abis belajar sama main. Kaka makasih ya kak, berkat Kaka kita semua disini keadaannya membaik," ucap Lyly.

‎"Senang mendengar semua baik-baik aja. Aku di sini masih dalam kondisi penyesuaian. Kamu enggak perlu berterimakasih ini semua berkat usaha dan doa kita bersama," timpal Layla.

‎"Tahun baru ini Kaka pulang enggak?" tanya Lyly antusias.

‎"Kayaknya enggak bisa deh mit, aku masih baru di sini enggak berani ambil cuti. Lagi pula kalau mau ambil job tahun baru dapat uang lembur sama bonus yang lumayan gede lohh ehe, jadi aku enggak mau ngelewatin kesempatan itu," uacap Layla semangat.

‎"Ohh gitu ya, sayang banget," Lyly merasa sedih, dia rindu ingin bertemu Kaka tersayang. Tapi ia mengerti apa yang di lakukan kakanya saat ini adalah untuk kebaikan keluarga di kampung.

‎"Maaf cimitku sayang aku harus balik kerja, aku harus kasih kesan baik ke yang lain," kata Layla.

‎"Kalau gitu hati-hati ya kak," kata Lyly.

‎"Ok," ucap Layla, kemudian dia menutup telfon.

‎"Huuuuffftttt..., siapa sangka aku malah kerja di negara ini. Dulu aku pengen banget ke sini buat bulan madu. Tapi takdir berkata lain. Hihi lucu banget," batin Layla.

‎"Ayo Layla kita harus cepat nanti kita di marahi leader," tegur Alea kepada Layla yang sudah terlalu lama ijin keluar ruang produksi.

‎"Iya Alea," ucap Layla sambil tersenyum.

‎Saat bekerja di pabrik pun Layla mencari pekerjaan tambahan agar bisa mendapatkan uang lebih banyak. Dia bekerja di toko bunga yang tak jauh dari lokasi pabrik. Tak di sangka suatu hari dia akan bertemu seseorang yang jauh merubah hidupnya dan juga perasaannya.

...****************...

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!