NovelToon NovelToon
Santri Bar-Bar Milik Gus CEO

Santri Bar-Bar Milik Gus CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Nikahmuda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

~

​Nayanika Sadira Pangestu, gadis kaya raya yang cantik, nakal, dan bar-bar, akhirnya kena batunya. Karena saking seringnya bikin pusing, ia "dibuang" orang tuanya ke sebuah pesantren pedalaman untuk bertobat.

~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

****

Lantai marmer putih mengilat berpadu dengan dinding kaca tempered setinggi langit-langit yang langsung menyajikan panorama gedung-gedung pencakar langit di ibu kota kabupaten. Di sinilah, tiga puluh kilometer dari ketenangan agraris Pondok Pesantren Al-Falah, berdiri kokoh Menara Al-Falah Holding—pusat gurita bisnis yang menyokong seluruh operasional gratis ribuan santri di pedalaman.

Suasana di dalam ruang rapat utama lantai dua belas terasa mendingin, bahkan melebihi kapasitas pendingin ruangan yang dipasang maksimal. Di kepala meja oval kayu mahoni berukuran raksasa, duduk sesosok pria tegap yang memancarkan aura maskulin yang sangat dominan.

Gus Zayyan.

Hari ini, tidak ada kain sarung tenun hitam, tidak ada baju koko, tidak pula ada peci yang bertengger di kepalanya. Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu mengenakan kemeja slim-fit berwarna biru dongker yang melekat pas membentuk bahu kokohnya, dipadukan dengan jas formal abu-abu gelap potongan Italia. Rambut hitamnya ditata rapi dengan sedikit pomade, menampilkan dahi tegas dan sepasang mata tajam di balik kacamata berbingkai tipis yang kini berkilat dingin.

Di hadapannya, belasan direksi senior, manajer finansial, dan tim hukum Al-Falah Holding tampak menundukkan kepala. Di sisi kiri meja, tiga orang pria berdasi dengan emblem logo "Pangestu Grup" di dada mereka duduk dengan raut wajah tegang bercampur angkuh.

"Jadi..." Zayyan membuka suara. Nada baritonnya terdengar sangat tenang, datar, namun memiliki gaung intimidasi yang kuat, khas seorang CEO lulusan magister bisnis Universitas Oxford. "Kalian memanfaatkan absennya Tuan Baskoro Pangestu yang sedang berada di Eropa untuk melakukan audit sepihak pada proyek pembangunan superblok Al-Falah Grand City?"

Salah satu perwakilan Pangestu Grup, seorang pria paruh baya bernama Haryo yang bertindak sebagai direktur operasional sementara, berdeham keras, mencoba mengimbangi dominasi pria muda di hadapannya.

"Ini bukan sepihak, Gus—maaf, maksud saya Pak Zayyan," ralat Haryo cepat saat melihat tatapan Zayyan menajam. "Sebagai pemegang saham lima puluh persen di proyek konsorsium ini, Pangestu Grup berhak menuntut transparansi. Kami menemukan adanya pelambatan progres di sektor asrama barat dan komersial sejak tiga hari lalu. Mengingat dana likuiditas yang kami kucurkan sangat besar, kami meminta peninjauan ulang atas hak kelola tanah."

Zayyan tidak langsung menjawab. Dengan gerakan yang teramat santai, ia menyandarkan punggungnya ke kursi kulit mewah, lalu mengetukkan ujung pena montblanc-nya ke permukaan meja kerja. Kebisingan ketukan pena itu terdengar konstan di tengah keheningan.

Tok... Tok... Tok...

"Peninjauan ulang atas hak kelola tanah," Zayyan mengulang kalimat Haryo dengan senyum tipis yang terkesan meremehkan. "Atau... kalian sedang mencoba memanfaatkan situasi untuk mengutak-atik kepemilikan aset tanah Al-Falah?"

Haryo sedikit tersentak, wajahnya berubah kaku. "Kami hanya bicara profesionalitas bisnis, Pak Zayyan. Jika progres lambat, kami berhak mengambil alih sebagian hak guna bangunan."

Zayyan menurunkan penanya, lalu menarik sebuah tablet kerja lipat yang menyala di hadapannya. Namun, tanpa ada satu pun orang di ruangan itu yang tahu, di bawah tablet kerja premiumnya, Zayyan menyelipkan selembar berkas fisik asli berlogo notaris negara. Itu adalah salinan akta kepemilikan tanah Al-Falah mutlak atas nama Nayanika Pangestu. lIstri sahnya. Cucu murni ndalem yang saat ini sedang tidur di kasur barak santriwati setelah dipaksa menyapu halaman.

Mengingat bagaimana kondisi Naya yang kritis dua hari lalu akibat ulah internal pondok, dan sekarang internal korporat keluarga Pangestu mencoba bergerak merongrong hak istrinya, amarah dingin di dalam dada Zayyan kian membakar.

"Bicara soal profesionalitas, Pak Haryo," Zayyan menggeser layar tabletnya, lalu memproyeksikan sebuah bagan grafik finansial ke layar proyektor besar di ujung ruangan. "Mari kita bedah angka. Pelambatan progres tiga hari lalu terjadi karena tim logistik Pangestu Grup terlambat mengirimkan pasokan baja struktural selama empat puluh delapan jam. Akibatnya, sub-kontraktor kami harus menjadwal ulang pekerja lapangan."

Semua mata di ruangan itu langsung menatap layar proyektor. Wajah Haryo dan dua rekannya seketika berubah pias.

"Selain itu," lanjut Zayyan, suaranya kian merendah namun menusuk dalam. "Saya tahu Tuan Baskoro menyerahkan tanda tangan kuasa sementara kepada Anda sebelum beliau bertolak ke London. Tapi, apakah Anda lupa membaca klausul nomor empat belas dalam perjanjian siri korporasi kita?"

Zayyan melirik pengacara hukum Al-Falah Holding yang langsung berdiri dan membagikan selembar berkas salinan kontrak kepada tim Pangestu Grup.

"Klausul nomor empat belas menyatakan..." Zayyan menjeda kalimatnya, menatap Haryo tepat di manik matanya dengan pandangan menguliti. "Hak guna bangunan dan hak kelola tanah Al-Falah tidak bisa dipindahtangankan, digugat, atau diambil alih oleh pihak mana pun, termasuk dewan direksi Pangestu Grup, selama ahli waris tunggal dari garis keturunan murni pemilik tanah tersebut berada di bawah perlindungan mutlak Al-Falah Holding."

Haryo membaca lembaran itu dengan tangan yang mulai gemetar. "Ahli waris tunggal? Maksud Anda... Nayanika? Anak perempuan Tuan Baskoro yang sedang dihukum di pesantren Anda?"

"Dia tidak sedang dihukum, Pak Haryo. Dia sedang menempuh pendidikan dasar kehidupan," potong Zayyan dengan nada dingin yang mutlak, matanya berkilat di balik kacamata. "Dan status Nayanika di Al-Falah saat ini... berada di tingkat tertinggi. Siapa pun di dalam Pangestu Grup yang mencoba mengutak-atik proyek ini dengan niat menyingkirkan hak Nayanika selama ayahnya di luar negeri, maka dia tidak hanya berurusan dengan hukum perdata."

Zayyan memajukan tubuhnya, menumpukan kedua tangannya di atas meja, memberikan tekanan psikologis skala penuh yang sanggup membuat nyali para direktur tua di hadapannya menciut.

"Saya, Zayyan Al-Falah, selaku CEO Al-Falah Holding sekaligus pemegang otoritas penuh atas amanah Tuan Baskoro, akan memastikan Pangestu Grup kehilangan seluruh hak investasi mereka di proyek komersial ini jika kalian berani melangkah satu senti lagi melewati batas."

Ruang rapat itu benar-benar senyap. Keberanian dan ketajaman taktis Zayyan dalam membedah celah hukum membuat perwakilan Pangestu Grup mati kutu. Mereka mengira Gus muda yang memimpin pondok ini bisa digertak dengan istilah-istilah audit korporat, namun mereka lupa bahwa Zayyan adalah hiu bisnis yang sesungguhnya di dunia luar.

"Ada pertanyaan lagi, Pak Haryo?" tanya Zayyan, nadanya kembali datar dan tenang, seolah tidak terjadi perdebatan apa pun sebelumnya.

Haryo meneguk ludahnya dengan susah payah, lalu menutup map dokumennya dengan pasrah. "T-Tidak ada, Pak Zayyan. Kami... kami akan segera mengevaluasi keterlambatan logistik baja dari pihak kami."

"Bagus. Rapat selesai. Kalian bisa meninggalkan ruangan," titah Zayyan dingin.

Satu per satu peserta rapat melangkah keluar dari ruangan dengan terburu-buru, menyisakan Zayyan sendirian di dalam ruang kerja yang luas tersebut. Pria itu melepaskan kacamata bacanya, lalu menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa pening.

lIa menarik lembar dokumen fisik dari bawah tabletnya. Matanya menatap nama Nayanika Pangestu yang tertera di sana. Bayangan gadis sembilan belas tahun yang keras kepala, yang tadi siang menatapnya dengan kilat permusuhan di koridor madrasah namun memiliki sepasang mata yang rapuh, mendadak melintas di benaknya.

Anak bar-bar itu... dia memilih kembali ke barak asrama biasa daripada tinggal di kenyamanan ndalem, batin Zayyan, sudut bibirnya berkedut tipis membentuk senyuman samar yang teramat langka.

Ada rasa kagum yang menyelinap di relung hati Zayyan. Naya menolak menyerah. Gadis itu memilih menghadapi gosip dan ritme pesantren yang keras demi sebuah pembuktian diri, tanpa mau memanfaatkan status aslinya sebagai pemilik tanah atau istri dari seorang Gus.

Zayyan meraih gawai pribadinya. lIa membuka aplikasi pesan singkat, menatap sebuah nomor baru yang kemarin sengaja ia daftarkan ke dalam sistem paket data tanpa batas milik pondok—gawai milik Naya yang kontrak kuotanya telah ia hancurkan.

Jemari besar Zayyan bergerak di atas layar, mengetikkan beberapa patah kata dengan ketikan yang kaku namun sarat akan perhatian yang mendalam.

[ Makan obatmu tepat waktu setelah makan siang. Jangan mencoba menyelinap keluar barak lagi saat malam hari, udara sedang tidak bagus untuk fisikmu yang baru sembuh. ]

Zayyan menatap pesan itu selama beberapa detik. Ada keraguan di matanya. Apakah ini terlalu cerewet untuk ukuran seorang suami siri yang dianggapnya 'om-om kaku'? pikir Zayyan ragu. Namun, mengingat keras kepalanya Naya, ia akhirnya menekan tombol kirim.

lIa meletakkan gawainya kembali, lalu menatap keluar jendela kaca besar, menatap arah pulang menuju Pondok Pesantren Al-Falah. Di luar sana, intrik bisnis dan dendam pribadi mungkin sedang mengintai istrinya dari berbagai sisi, namun selama Zayyan masih bernapas, ia memastikan singgasana milik Nayanika tidak akan pernah bisa terusik oleh siapa pun.

BERSAMBUNG

1
Kholiq Masbuhin
greget banget thorrr,antek2 Fida bikin darting.mapus di bikin Naya kicep🤣🤣
Kholiq Masbuhin
🥹🥹bikin mewekkk, semangat terus Thor
Kholiq Masbuhin
huhuhuhu terharu q thorr🥹🥹, seperti masuk dalam ceritanya
Kholiq Masbuhin
gilaaaa lanjutkan thorrrr,kamu membuat aku menghaluuuuu
Kholiq Masbuhin
thorrrrrrrrrrrrrr bom bas tis,ya Allah mengguncang hatiku,sampe deg deg serrrrrrrr.tidak bisa berkata-kata,karyamu bagusss bangettttt.semoga semakin bagus thorrrrr,lope lope banyak banyak🤍🥰😘
Kholiq Masbuhin
aaaaaa thorrrr di lope lope sama alur ceritanya 🥰🥰 ku tunggu punya yg banyak2 ya thorrrrr, semangat 💪
Kholiq Masbuhin
up nya jam berapa Thor ?setiap hari apa gimana? di tunggu Thor, semangat 💪💪😘
Kholiq Masbuhin
bagus banget,alur ceritanya santai ringan dan enak di bacanya.semangat nulisnya ya
Kholiq Masbuhin
suka banget sama alur ceritanya ,ringan dan santai.enak di bacanya.aku pernah baca novel seperti punyamu ini Thor, serupa tapi tak sama.semangatttt terus ya nulisnya,🤍
Kholiq Masbuhin: /Drool/
total 2 replies
Runi Mayantri
gus zayyan ud mulai trtarik ma si nay😄😄😄😍
Ell Fikar
udh up banyak tp msh kurang rasanya
ahhhh gus zayyan, naya yg di perhatiin aku yg baperrrrrrr

lanjut thor up yg banyak
guest1053527528
lanjut thor bagus ceritax dengan aksi bar2 dan menentang sy suka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!