NovelToon NovelToon
Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor

Status: tamat
Genre:Poligami / Patahhati / POV Pelakor / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:784.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: rafizqi

🌺🌺🌺
Cinta dan takdir, memang terkadang tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan. Begitupun dengan Stela.

Ditengah pernikahannya yang baru berjalan 1 bulan, tiba-tiba kebenaran terungkap. Kairo, pria yang ia cintai sudah memiliki istri jauh sebelum dirinya menikahi Kairo.

Ditengah kebenaran yang terungkap, Stella yang berstatus sebagai istri kedua selalu di hina sebagai pelakor dan dan ditindas sampai ibunya meninggal dunia.

Hingga akhirnya Stella kembali datang kehidupan Bella dan Kairo sebagai pelakor sungguhan, dan membalaskan dendam kepada mereka yang membuat ibunya meninggal dunia.

Penasaran dengan kisahnya? Silahkan simak cerita ini sampai habis.

⚠️Jangan lupa berikan dukungan sebanyak-banyaknya ya🥰

Follow IG author untuk info update dan berteman.
Ig: @rafizqi0202

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Peringatan

Di dalam kamar. Terlihat Kairo mengambil handuk dan hendak mandi.

"Sayang! Aku mandi dulu ya!" Ucap Kairo. Stella hanya tersenyum tipis merespon ucapan suaminya itu. Kairo pun beranjak pergi setelah berpamitan kepada istrinya itu.

Sementara Stella kini mengambil handphone miliknya di dalam laci. Lalu dia membalas pesan chat yang dikirim Toni sejak tadi siang.

\[Kamu baik-baik saja kan? Jangan lupa untuk makan makanan yang sehat ya!] Pesan teks Toni.

\[Iya, terimakasih ya Ton. Kamu jangan khawatir, aku baik-baik aja kok. Oh ya, jangan terlalu sering hubungin aku ya! Aku takut Mas Kairo curiga, dan rencana ku untuk membalas mereka akan sia-sia] Balas Stella melalui pesan teks nya.

Sementara, di tempat lain. Toni hanya menghela nafas panjang.

"Semoga kamu selalu baik-baik saja disana Stella." Lirih Toni penuh harap.

Krekkkk

Tidak lama pintu kamar mandi pun terbuka. Buru-buru Stella memasukan kembali handphone miliknya ke dalam laci tanpa Kairo curigai.

"Mas! Cepat amat mandinya?" Tanya Stella tergagap.

Kairo sedikit menyernyit heran, "Memangnya mandi harus lama?" Tanya Kairo.

"Bukan gitu. Perasaan baru aja masuk, malah sudah keluar. Kan kayak gak pakai sabun mandinya" Jawab Stella menggoda dengan terkekeh kecil.

Kairo hanya menggeleng dengan tersenyum manis.

"Bagaimana kalau kita mandi lagi? Mandi keringat!" Goda Kairo dengan mengedipkan matanya genit.

"Gak ah, aku mau mandi mas. Tubuhku sudah gerah banget" Elak Stella. dia pun berdiri dan hendak pergi.

"Tunggu dulu!" Kairo menahan tangan Stella, dan menariknya kembali yang membuat tubuh Stella terhuyung dan jatuh ke dalam pelukannya.

"Kenapa kau selalu menggoda junior ku?"

"Apaan sih mas. Gak ada yang godain kamu kok!" Balas Stella yang masih di dalam pelukan Kairo.

"Tuh lihat" Kairo menunjuk dua buah gunung yang menggembul dari balik baju yang terbuka. Stella pun juga melirik bajunya yang di tunjuk Kairo, lalu seperdetik kemudian ia meringis terkekeh kecil.

"Aku lupa. Tadi kepanasan jadi aku buka kancing bajunya" Ujar Stella.

Kairo pun hanya menampakan senyuman manisnya, dengan tatapan penuh hasrat. Dia selalu tidak tahan jika berhadapan dengan tubuh istrinya itu. Baginya, apa yang ada di tubuh istrinya itu adalah candu yang tidak bisa dia hilangkan. Dan malam yang panjang pun terjadi disana.

Selesai mandi, malam itu Stella langsung pergi ke meja makan. Karena sedang dalam masa mengidam, Niatnya adalah ingin masak tumis jamur suas tiram yang sempat dia beli tadi sore sebelum pulang bekerja.

Dia sangat ingin makanan itu. Dia pun pergi ke dapur untuk memasak. Namun karena baru pertama kali berada di dapur, Stella sedikit kebingungan dimana para pelayan biasanya meletakan rempah-rempah dapur.

Stella yang sudah mencuci jamur itu pun sontak menghentikan kegiatannya ketika seorang pelayan hendak masuk ke dapur. Namun setelah melihat keberadaan Stella, pelayan itu mendadak berbalik yang membuat Stella langsung memanggilnya.

"Pelayan! Pelayan!"

Namun pelayan itu nampaknya tidak menggubris sama sekali. Hal itu membuat Stella sedikit bingung. Dan tidak lama, kepala pelayan pun datang, namun hal yang sama pun terjadi, tidak ada satu pelayan pun yang mau mendekat, apalagi mendengar seruannya.

Dengan perasaan yang masih bingung. Stella pun kembali ke dapur, dan dia pun mencari sendiri semua alat-alat dapur disana. Beruntung, dia menemukan segala sesuatu yang dia perlukan untuk memasak.

Stella pun juga merasa heran, sebelumnya semuanya biasa saja, namun kali ini semua orang nampak sangat berbeda.

Detik kemudian, Stella menyadari, bahwa semua ini pasti ada campur tangan dari Bella yang tidak mengijinkan para pelayan untuk melayaninya, apalagi untuk mendekatinya.

"Aku mengerti sekarang! Pasti dia dalang dari semua ini!" Lirih Stella curiga.

Stella pun cepat-cepat menyudahi masakannya, dia hendak pergi ke atas dan mengajak Kairo untuk makan malam.

Di tengah perjalanan, di balkon teras lantai atas, Bella menarik tangan Stella yang hendak masuk ke kamar dengan begitu kasar. dia membawa Stella pergi menjauh dari depan pintu kamar mereka, karena disana masih ada Kairo, Bella takut jika bicara disana, Kairo akan mendengar percakapannya kepada Stella.

"Heh wanita murahan! Sudah berapa kali aku peringatkan, jangan menggangu rumah tangga aku lagi! Kamu gak malu ya jadi pelakor di rumah tangga orang lain?"

Stella hanya tersenyum sinis mendengar ocehan Bella. Sampai pada akhirnya dia menjawab ucapan Bella, "Mengaku lah di depan media bahwa kau yang telah menabrak seorang wanita di jalan Cemara beberapa minggu yang lalu! Maka dengan begitu, aku akan pergi meninggalkan Kairo" Balas Stella dengan serius.

Bella yang mendengar itu pun sontak terkaget, Bella terkejut, sekaligus Syok. Bagaimana bisa Stella mengetahui rahasia besarnya.

"Bagaimana kau bisa tahu?" Ujar Bella mempertanyakan hal tersebut.

"Karena kau yang telah menabrak ibu ku dan aku tahu segalanya. Aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang sebelum kau mengakui kesalahan mu dan bertanggung jawab atas tindakan mu yang telah membuat ibu ku meninggal,"

Bella diam berpikir, jika dia menyetujui permintaan STella, sama saja dengan bunuh diri. Jika dia tertangkap polisi, otomatis usaha butik nya akan bangkrut. Belum lagi nanti dia akan di keluarkan dari daftar keluarga karena telah mencoreng nama baik. Sama saja dia menghancurkan hidup dan juga karirnya sebagai desainer dan pengusaha. Dia akan di cap pembunuh oleh keluarganya dan juga Kairo. Memikirkan semua itu, membuat Bella menjadi pusing dan akhirnya menolak mentah-mentah keinginan Stella.

"Tidak! Aku tidak akan melakukan itu. Aku tidak mau. Jangan berharap aku akan menuruti semua ingin mu Stella" Ujar Bella cepat dengan menggelengkan kepalanya tidak setuju.

.

.

.

.

Bersambung

jangan lupa untuk like dan komen ya ☺️

1
ayu cantik
suka
kimiatie
lanjut thor
Isayanti Hernanur
good ceritanya terbaik
Sabhi Adyuta
kalo aku jadi Bella juga mungkin bakal kek gitu,Bella cuma mempertahankan apa yang jadi miliknya,kok di hujat...?
Meira: cinta kq dipaksa😏 tu resikonya jd g punya rahim😬
total 1 replies
tuti sriyono
Luar biasa
Atmita Gajiwi
klimaks cepat, ak suka
Anik Trisubekti
oteweh favorit kak
MFay
disini ketegasan mu sebagai suami dibutuhkan Kairo, penentu masa depan 🥺
Kesatria Tangguh
keren
Sylvia Alhabsyi
knapa bella ga pergi aja. masa mharapan laki2 yg ga mcintainya. masih banyak laki2 yg lain bella
Yani Ar
cerita nya baguss
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Mama nya ganti nama ta, drli awal mama sophia di belakang jd sonia
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Lip :( Lift Thor 😩
Lip :( Lift thor
Rosita Wijaya
aku suka ceritanya thor
Maeta Waode
lanjutkan misiMu stella
Soraya
mksh y thor karyanya👍
Qonita Asriani
Lumayan
Novi YAnti
pelakor kok di jaga,,setiap pelakor tu pasti merusak
Winda Iwin
main ranjang nya bikin merinding
Adinda
otw thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!