NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap

Duaarr!

Debu beterbangan bersamaan dengan pecahnya pertempuran sengit di dalam ruangan itu.

Kelompok pencuri yang menyusup----mereka menggunakan tiga elemen gabungan terkuat: api yang membara, petir yang menyambar murka, dan tanah yang berguncang keras.

Di sisi lain, pasukan elit yang dipimpin oleh Wu Kevin tetap tenang. Mereka bergerak lincah, terus menghindar dengan ritme taktis sebelum meluncurkan serangan balasan yang presisi.

Di tengah kekacauan itu, Mei Mei bergerak bagai bayangan yang mematikan. Meskipun sehari-hari ia hanya dikenal sebagai pelayan setia Lin Jia, identitas aslinya jauh lebih agung. Ia adalah putri kandung dari jenderal tertinggi kekaisaran. Bahkan dia memiliki tiga elemen di dalam tubuhnya.

"Aku tidak akan kalah!" teriak pimpinan pencuri itu murka. Dari kedua telapak tangannya, ia menyemburkan lidah-lidah api raksasa yang siap melahap apa saja.

Wu Kevin tidak bergeming. "Hanya segini kemampuan bajingan yang berani mengusik ketenangan Kekaisaran Naga Langit?" tanyanya dingin.

Dengan satu hentakan kaki, Wu Kevin membangkitkan elemen airnya. Seketika, pusaran air raksasa bangkit mengelilingi tubuhnya bagai perisai hidup. Pedang es di tangan kanannya berpendar dengan cahaya biru yang menyala fajar, memancarkan hawa dingin yang membekukan udara sekitarnya saat beradu langsung dengan pedang api milik musuh.

Klang! Klang! Klang!

Benturan logam dan energi elemen menciptakan gelombang kejut yang menggetarkan seluruh ruangan. Sementara itu, di sudut lain, Mei Mei menari di antara badai. Menggunakan pedang angin yang berputar cepat di tangannya, ia menciptakan dinding tornado mini.

"Jangan harap seujung rambut pun dari serangan kalian bisa menyentuh Nona Lin Jia!" seru Mei Mei dengan tatapan mata yang tajam dan berani.

Setiap bola api dan sambaran petir yang menghunus ke arahnya berhasil dihempaskan dan diredam oleh tekanan anginnya yang luar biasa. Melihat situasi yang semakin kacau, para prajurit istana langsung membentuk formasi lingkaran. Mereka menggabungkan energi spiritual mereka demi menciptakan dinding pelindung transparan yang kokoh.

Tiba-tiba, gravitasi seolah lenyap. Di udara, tubuh Wu Kevin dan pimpinan pencuri melayang semakin tinggi secara bersamaan. Yang satu berada tepat di tengah pusaran air yang menderu, sementara yang satunya lagi diselimuti oleh pusaran api yang menjilat-jilat pekat. Udara di sekeliling seketika berubah menjadi sangat mencekam.

Tekanan atmosfer naik drastis; tidak terasa dingin, namun juga tidak panas. Oksigen di dalam ruangan terasa sangat berat untuk dihirup, seolah-olah ruang itu sendiri menolak keberadaan mereka yang bernapas di dalamnya.

Sementara pertarungan hidup dan mati itu berlangsung, Lin Jia dan Pangeran Lin Tian hanya bisa berdiri di sudut ruangan yang terlindungi. Mereka menyaksikan setiap pergerakan dengan napas tertahan. Tangan Pangeran Lin Tian mengepal sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Sial! Aku juga ingin bertarung di sana! Aku tidak bisa hanya diam melihat mereka bertaruh nyawa!" geram Pangeran Lin Tian dengan nada frustrasi.

Namun sayang, racun yang baru saja dibersihkan dari tubuhnya membuat dia harus kembali berlatih. Tubuhnya yang lemas menolak untuk digerakkan lebih jauh.

Lin Jia yang berdiri di sampingnya melirik sekilas dengan tatapan mata yang teduh namun penuh keyakinan. Ia memegang pundak kakaknya dengan lembut.

"Tenang Kakak... tidak perlu memaksakan diri. Percayakan saja semuanya pada mereka," kata Lin Jia dengan suara yang sangat tenang, menjadi penyejuk di tengah badai pertempuran.

Drap! Drap! Drap!

Langkah kaki yang tergesa-gesa dan berat terdengar menggema dari lorong luar. Jenderal tingkat dua dan tiga masuk bersama puluhan pasukan tambahan berpakaian zirah lengkap. Kehadiran para prajurit istana yang terus bertambah ini seketika membalikkan keadaan, membuat pasukan penyusup benar-benar terdesak dan kewalahan.

"Sialan?!" desis pimpinan pencuri itu dengan wajah yang memerah penuh amarah dan kepanikan.

Barulah ia menyadari kesalahan fatalnya. Kedatangan mereka ke tempat ini ternyata bukan karena kelengahan istana, melainkan sebuah jebakan matang yang sudah disiapkan untuk memancing mereka keluar dari persembunyian.

Saat fokus pimpinan musuh teralihkan, Wu Kevin tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Ini adalah serangan terakhir.

Wu Kevin mengangkat tangan kirinya ke atas, mengumpulkan sisa energi air di dalam ruangan, sementara di tangan kanannya, bilah pedang es miliknya memancarkan aura tajam yang murni dan mematikan.

Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, melakukan putaran indah namun mematikan di udara, siap menebas habis kegelapan yang ada di hadapannya.

BRAK! Dentuman keras menggema saat tebasan pedang Wu Kevin menghantam dada bidang pimpinan pencuri itu, mendorongnya hingga membentur dinding pilar berlapis emas di belakangnya.

Darah segar menyembur dari mulut sang pencuri. Sementara di sisi lain arena pertempuran, para jenderal istana mulai menghentakkan tangan mereka, membangkitkan kekuatan elemen tanaman yang seketika tumbuh melilit dan mengurung seluruh sisa gerombolan penyusup yang tersisa.

Kemenangan mutlak kini berada di genggaman istana. Lin Jia dan Pangeran Lin Tian berdiri tegak di atas panggung kekalahan musuh, menatap sisa-sisa musuh yang tak lagi berdaya. Dengan hanfu biru yang berkibar tertiup angin malam, Lin Jia berjalan perlahan, melangkah anggun mendekati pimpinan pencuri yang terkapar lemah.

"Sekarang... tidak ada lagi jalan keluar untuk tikus-tikus kotor seperti kalian," kata Lin Jia dengan nada dingin namun tersenyum penuh arti, menatap tajam ke arah mata sang pencuri.

             ********************

Suasana di dalam Aula Agung Kekaisaran Naga Langit mendadak mencekam, seolah-olah udara di sekitar sana membeku akibat aura intimidasi yang luar biasa.

Di atas takhta emasnya, Kaisar Lin Dong duduk dengan postur tegap, sepasang matanya menatap tajam ke arah sekelompok pencuri misterius yang kini berlutut dengan tubuh terikat akar tanaman di tengah aula. Mereka adalah dalang di balik kekacauan besar yang meresahkan rakyat wilayah kekaisaran belakangan ini.

"Buka penutup wajah mereka," titah Kaisar Lin Dong dengan nada suara yang begitu dingin, sanggup membuat siapa saja yang mendengarnya merinding ketakutan.

Mendengar perintah mutlak tersebut, seorang Jenderal bertubuh kekar segera melangkah maju tanpa ragu. Dengan satu sentakan kasar, ia merenggut kain hitam yang menutupi wajah para tahanan tersebut satu per satu, memperlihatkan rona wajah mereka yang pucat namun menyiratkan kepasrahan yang aneh.

Kaisar Lin Dong memajukan tubuhnya sedikit, mengunci pandangannya pada pemimpin komplotan tersebut. "Seberapa besar keberanian kalian sampai masuk ke wilayah Kekaisaran Naga Langit?" tanya Kaisar Lin Dong dengan penekanan tajam di setiap kata.

Hening. Aula megah itu mendadak sunyi senyap. Tidak ada satu pun dari para pencuri itu yang bersuara atau bahkan berani mendongak. Mereka memilih bungkam, seolah-olah lidah mereka telah terkunci rapat oleh sumpah mati.

Melihat itu, Wu Kevin membungkuk hormat ke arah takhta. "Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Yang Mulia... izinkan hamba untuk memastikan satu hal yang mengganjal," kata Wu Kevin dengan sopan namun tegas.

Begitu mendapat isyarat anggukan dari sang Kaisar, gerakan Wu Kevin berubah secepat kilat. Tiba-tiba saja, pedang tipis di tangannya terangkat ke udara. Sret! Sret! Kilatan perak pedangnya menyayat bagian pakaian di dekat bahu para pencuri itu hingga bunyi kain robek terdengar jelas memecah kesunyian.

Wu Kevin memicingkan matanya, mengamati permukaan kulit yang kini terekspos. Di sana, sebuah tato berwarna legam tercetak dengan jelas. "Teratai Putih..." gumam Wu Kevin dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti bisikan angin.

Namun, indra pendengaran Pangeran Lin Tian yang tajam menangkap gumaman tersebut. Ia mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Teratai Putih?" ulang Pangeran Lin Tian, memastikan apa yang baru saja didengarnya. Ia melangkah mendekat ke arah Wu Kevin. "Bukankah itu tanda dari... orang - orang yang mengikuti pelajaran terlarang?" tanya Pangeran Lin Tian dengan nada tak percaya.

"Benar... dugaan Anda tidak salah, Pangeran. Tanda ini adalah milik mereka yang mempelajari cara terlarang demi meningkatkan kultivasi elemen," jawab Wu Kevin dengan raut wajah yang berubah menjadi sangat serius.

Mendengar konfirmasi tersebut, wajah Kaisar Lin Dong langsung menjadi gelap gulita, diselimuti oleh amarah yang tertahan. Fakta bahwa 'mereka' yang mempelajari cara terlarang itu masih ada.

"Ternyata masih ada orang-orang yang mengikuti cara terlarang, hanya demi meningkatkan elemen mereka," gumam Kaisar Lin Dong penuh kemarahan.

"Bawa mereka semua ke penjara bawah tanah yang paling dalam... besok pagi, aku sendiri yang akan memimpin eksekusi mati mereka!" titah Kaisar Lin Dong dengan suara menggelegar, tidak menerima bantahan apa pun.

"Baik, Yang Mulia! Perintah dilaksanakan!" jawab para prajurit pengawal istana serempak, lalu dengan kasar menyeret para tahanan keluar dari aula.

Sementara seisi aula sibuk berbisik tegang mengenai kembalinya tanda Teratai Putih, Lin Jia yang sejak awal hanya berdiri diam di sudut ruangan mendadak menajamkan pendengarannya. Bukan karena mendengar suara, melainkan karena sebuah suara mekanis yang sangat akrab tiba-tiba bergema langsung di dalam kesadarannya.

Ting!

Sebuah jendela holografis transparan berkedip di depan matanya, memunculkan suara Sistem yang sangat dia kenal.

(Selamat, Nona. Anda telah berhasil menjalankan misi kedua dengan menangkap para pencuri yang membuat warga Kekaisaran Naga Langit menjadi resah,) kata Sistem dengan nada monoton namun terdengar menyenangkan di telinga Lin Jia.

Belum sempat Lin Jia merespons, suara itu kembali bergema.

(Hadiah pencapaian: Elemen Air tingkat murni dan Elemen Angin tingkat murni kini telah diaktifkan di dalam dantian Anda,) lanjut Sistem lagi.

Mendengar hal itu, Lin Jia melangkah mundur perlahan, menjauh dari aula menuju koridor samping yang sepi.

Setelah memastikan tidak ada mata yang mengawasi, ia mengangkat kedua tangannya ke atas. Di telapak tangan kanannya, udara mulai berputar cepat membentuk pusaran angin mini yang tajam dan bergemuruh pelan.

Di saat yang sama, ia melihat telapak tangan kirinya, di mana tetesan-tetesan air murni mulai berkumpul dan menari membentuk pusaran air yang berkilauan indah.

Dua elemen kini berada di bawah kendalinya. Sebuah senyum kemenangan yang dingin sekaligus menawan tersungging di bibir Lin Jia. Detik itu juga, ia tahu bahwa roda takdirnya di dunia ini baru saja berubah sepenuhnya.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!