NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia dinodai dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

‎Brak!!!

‎‎Tuan Wirawan menggebrak meja dengan keras hingga gelas berisi brendi di atasnya terlempar jatuh dan pecah berkeping-keping di lantai. Wajahnya merah padam, urat-urat di leher dan pelipisnya menonjol menahan amarah yang meledak tak terbendung.

‎‎"GAGAL?!" teriaknya menggelegar, membuat asisten yang berdiri tertunduk gemetar di hadapannya seketika membungkuk lebih dalam lagi. "Hanya menangkap satu wanita lemah saja kalian tidak becus?!"

‎‎Asisten itu menelan ludah susah payah, suaranya nyaris tak terdengar. "Mereka... mereka sudah berusaha, Tuan. Tiba-tiba puluhan orang pasukan Victor datang. Semua anak buah kita tertangkap hidup-hidup. Tidak ada satu pun yang bisa lolos."

‎‎Tuan Wirawan mencengkeram tepi meja begitu kuat, matanya menyala penuh kebencian, seolah ingin menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.

‎‎"Victor Blackwood..." geramnya rendah, penuh dendam. "Dia berani melindungi wanita itu sampai sejauh ini? Dia pikir dia bisa melawanku begitu saja?!"

‎‎Ia berputar gelisah di ruangan itu, sepatunya menginjak pecahan kaca. Rasa malu dan amarah bercampur aduk di dadanya. Selama ini tak ada satu pun orang yang berani menentang kehendaknya, namun kini seorang wanita yang dianggapnya tak berdaya dan seorang saingan lama membuatnya tampak konyol di hadapan anak buahnya sendiri.

‎"Kalian semua tidak berguna!" bentaknya lagi, menatap asistennya dengan pandangan yang mengancam nyawa. "Aku akan menyelesaikan semua ini sendiri!"

‎‎Tuan Wirawan melangkah keluar dari ruangan kerjanya, berjalan menuju ke arah lift yang membawa mereka turun ke lantai bawah. Pintu lift terbuka perlahan kembali, ia menunduk sedikit menyesap ujung rokoknya, sementara asistennya berjalan di sampingnya dengan langkah tergesa-gesa, berniat membukakan pintu mobil mewah tuannya yang terparkir di halaman kantor.

‎‎Belum sempat tangan asisten itu menyentuh gagang pintu, sejumlah kendaraan berwarna putih dengan garis biru mendadak berhenti melaju tepat di hadapan mereka. Lampu berkedip-kedip menyilaukan mata, dan puluhan orang berseragam polisi turun dengan sigap, mengelilingi mereka tanpa memberi ruang untuk melangkah sedikit pun.

‎‎Wajah Tuan Wirawan seketika mengeras. Ia berdiri tegak, menatap ketua tim yang berjalan mendekat dengan surat terbuka di tangannya.

‎‎"Ada apa ini?!" bentaknya dengan nada mengancam. "Apakah kalian tahu siapa aku? Berani-beraninya kalian menghalangi jalanku!"

‎‎Ketua tim itu tidak tergoyahkan sedikit pun. Ia menegakkan surat perintah penangkapan tepat di hadapan wajah pria itu.

‎‎"Tuan Wirawan, kami datang untuk menangkap Anda atas dugaan keterlibatan dalam penggelapan dana perusahaan, pemerasan, percobaan penculikan, dan berbagai tindak pidana lainnya. Ini surat perintah dari pengadilan."

‎‎Darah seketika mendidih di tubuh Tuan Wirawan. Ia menatap surat itu dengan pandangan tak percaya, sementara asisten di sampingnya sudah gemetar hebat hingga hampir berlutut.

‎‎"Ini tidak mungkin! Ini fitnah! Aku akan menuntut kalian semua!" teriaknya berusaha melawan saat tangan dingin polisi mulai meraih lengannya.

‎‎Namun perlawanannya sia-sia. Tangan itu segera diputar ke belakang, dan suara besi yang berbunyi nyaring terdengar jelas saat borgol dikaitkan erat ke pergelangan tangannya. Ia dipaksa berbalik badan, diarahkan menuju mobil tahanan yang menunggu.

‎-

‎‎-

‎‎-

‎‎Suasana di meja makan pagi itu terasa tenang. Tuan Aryan menyesap kopinya perlahan, sementara Nyonya Melani sibuk menikmati sarapannya. Tiba-tiba suara Luna memecah keheningan saat ia menatap layar ponselnya dengan mata terbelalak.

‎‎"Ma, Ayah... kalian harus lihat ini," seru Luna tiba-tiba, suaranya memecah keheningan saat ia menatap layar ponselnya dengan mata terbelalak. "Tuan Wirawan dari PT Arsena Group ditangkap semalam, video penangkapannya sudah menyebar di mana-mana. Kabarnya seluruh asetnya sudah dibekukan, dan semua tuduhan yang menjeratnya sangat berat."

‎‎Nyonya Melani mendengus sinis, meletakkan sendoknya dengan kasar. "Dia memang bodoh. Berani-beraninya dia melawan dan mengganggu orang penting seperti Tuan Victor. Akhirnya dia sendiri yang menelan ludahnya."

‎‎Luna masih terus menelusuri berita di layarnya, lalu wajahnya berubah semakin heran. "Tapi ada hal yang lebih mengejutkan lagi, Ma. Di sini juga tertulis bahwa yang berhasil mengumpulkan seluruh bukti kejahatan Tuan Wirawan adalah Kanaya Aurelia. Dia seorang wanita muda yang sekarang mengambil alih cabang perusahaan milik Tuan Victor yang hampir bangkrut."

‎‎Kata-kata itu membuat tangan Nyonya Melani yang sedang memegang cangkir berhenti sejenak, ia menoleh ke arah suaminya.

‎‎"Kamu dengar itu, Mas? Seorang wanita muda saja bisa menjatuhkan orang sekuat Tuan Wirawan dalam waktu singkat. Ini membuktikan betapa hebatnya perlindungan yang diberikan Tuan Victor. Kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Saat pesta nanti, kamu harus lebih gigih menawarkan kerja sama dengan mereka. Orang-orang di bawah naungan Tuan Victor jelas bukan orang sembarangan. Jika kita bisa bersekutu dengan mereka, masa depan perusahaan kita akan terjamin."

‎‎Tuan Aryan meletakkan cangkir kopinya perlahan, menatap istrinya dengan tatapan yang dalam dan penuh pertimbangan. "Tapi Tuan Victor bukan orang yang semudah itu untuk didekati. Kamu tahu sendiri aku sudah beberapa kali menawarkan kerjasama tapi selalu di tolak."

‎‎"Itu sebabnya kamu butuh bantuan Luna, Mas." potong Nyonya Melani cepat, "Luna bisa diandalkan dalam hal ini."

‎‎Tuan Aryan mengernyitkan keningnya, tidak paham dengan maksud istrinya, "Luna? Maksud kamu?"

‎‎Luna yang sedari tadi fokus dengan ponselnya segera menurunkan benda itu dan meletakkannya di atas meja, ia menatap ayahnya, "Ayah... Ayah percaya saja padaku dan Mama. Kali ini aku akan membuktikan jika aku bisa diandalkan untuk perusahaan kita. Aku akan membuat Ayah bangga."

‎‎Tuan Aryan menatap putrinya lama sekali, matanya menyiratkan keraguan namun juga harapan yang samar.

‎‎"Dunia bisnis bukan sekedar pesona dan senyuman, Luna," ucapnya pelan namun tegas. "Di sana ada banyak jebakan yang tak kasat mata. Jangan sampai kamu terlalu jauh melangkah hingga tak bisa kembali lagi."

‎‎"Aku tahu batasanku, Ayah," jawabnya penuh keyakinan. "Dan aku tidak akan mengecewakan kalian."

‎‎Nyonya Melani tersenyum puas melihat keberanian putrinya. Ia segera menepuk punggung tangan Tuan Aryan dengan lembut. "Sudahlah, Mas. Biarkan Luna mencoba. Siapa tahu pesonanya justru kunci yang selama ini kita cari. Tuan Victor itu laki-laki, pada akhirnya dia juga bisa luluh kalau Luna yang bicara untuk mengajak kerjasama."

‎‎Tuan Aryan menghela napas panjang, lalu perlahan mengangguk pasrah.

‎‎"Baiklah," ucapnya akhirnya. "Tapi ingat satu hal. Jangan pernah melanggar batas kehormatan keluarga kita demi apa pun. Dan di pesta itu... Ayah ingin melihat sendiri wanita bernama Kanaya itu. Ayah ingin tahu seperti apa sosok yang mampu menjatuhkan Tuan Wirawan."

‎‎Luna mengangguk setuju, ia juga penasaran dengan sosok bernama Kanaya Aurelia itu. "Tentu saja, Ayah. Kita akan melihatnya bersama-sama nanti."

-

-

-

Bersambung....

1
lelah
semua orang disini cerita dibuat lemah laki laki semuanya GK py kekuatan, yg lebih berkuasa nyonya nyonya, heran cuma Victor aj sedikit ad kekuatan nya, mungkin aj NT jg Victor dibuat lembek lemah kayak Haris , Aryan dan Darius,
Rizky Manik
iya bagus itu Kania, buat perhitungan sama orang yg udh perkaos kamu😏
ini ku titip senjata 🪓🪓🔨🪚🤣🤣🤣
Rizky Manik
kenapa ya laki² kalau udah nikah lagi tu jadi kyk kerbau dicucuk hidungnya? nuurrrruuutt aja gitu sama binik ke 2. Sukak heran tapi kebanyakan di real life gituu ya
MamDeyh
Bpk kandung tp bego
MamDeyh
Dihh Hariss... Lakik pengecut.. 😒
Rizky Manik
ternyata mama Haris juga kek Dajjal ya🤣
mungkin sakit hati karna bapak Haris masih cinta sama mama Kania yg kandung😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
〈⎳ FT. Zira
kamu nanyaaa/Speechless/
〈⎳ FT. Zira
bukan hanya mirip, ya emang Kania🤧
〈⎳ FT. Zira
bentar lagi juga kamu bakal liat, siapin jantung aja
〈⎳ FT. Zira
mana mau Vic deketin kalo hatinya dah tertanam buat wanita lain.
〈⎳ FT. Zira
melihat, tapi gak dianggap ada🤣
partini
akhir nya bertemu
Agunk Setyawan
kelamaan x mau bongkar aja nunggu ber bab" /Pooh-pooh/ thor
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa ini emang rencana ibu tirinya buat nyingkirin kania 😠
Rizky Manik
lanjut thor🤭
Rizky Manik
tik tak tik tok
sabar ya pemirsa, bentar lagi malam pesta dimulai😁
〈⎳ FT. Zira
panggungmu belum tersedia ternyata bapak🤣
〈⎳ FT. Zira
bisa pakai banget, buktinya kamu sampe gelisah kan.😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!