NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 Pacar kecilku

"Ya, makanya kita pacaran biar kenal," kata Ara yang sangat kecintaan sekali pada Sean.

"Ya, kalaupun begitu, harusnya aku yang memberikan kamu cincin, bukan sebaliknya," ucap Sean.

"Iya, aku sudah kasih cincin berarti Kak Sean pacar aku, dan kalau Kak Sean nggak ngasih aku cincin berarti aku belum jadi pacar Kak Sean," kata Ara dengan senyum lebarnya.

"Tidak adil sekali kamu mengklaim hak terhadapku, sedangkan aku tidak mendapatkannya," ucap Sean karena dalam ucapan Ara hanya menyatakan Sean yang jadi pacar Ara saja, namun tidak sebaliknya.

"Ya, makanya kasih cincin, Sayang. Ara nunggu nih," kata Ara dengan centilnya, benar-benar memepet Sean sampai dapat.

"Tapi kan kemarin katanya kita bakalan pendekatan dulu beberapa minggu ini," ucap Sean yang ingat kesepakatan mereka kemarin.

"Nggak ahhhh, kelamaan. Nanti Kak Sean diambil tante-tante pirang lagi," ucap Ara yang tidak mau keduluan.

"Tidak, aku tidak menyukai wanita berambut pirang," pernyataan Sean dengan serius.

"Tapi suka wanita pantat tebal, kan?" tunjuk Ara pada seorang wanita berambut pirang yang makan tidak jauh dari mereka.

"Ara, apa sih?" Sean menyenggol kaki Ara di bawah meja yang bicara hal vulgar itu dengan suara cukup besar.

"Oooo iya, Kak Sean. Ehhhh, Ara panggil pacar Ara apa, ya?" kata Ara sejenak berpikir.

"Sayang," kata Ara setelah beberapa saat, membuat Sean langsung tersenyum tipis.

"Sayang, ajak Ara ke sini kenapa?" tanya Ara dengan serius.

"Aku, aku hanya ingin memperjelas hubungan kita," ucap Sean gugup menatap Ara yang tersenyum padanya.

"Sudah jelaskan, ada lagi yang lain? Ara mau masuk kelas habis ini soalnya," kata Ara menatap jam di pergelangan tangannya.

"Nanti saja di telepon," kata Sean mengaduk-aduk pasta di piringnya.

"Yaudah, Ara ke kampus dulu. Sepuluh menit lagi dosen masuk," kata Ara akan berdiri, tapi Sean memegang tangannya.

"Makan dulu," kata Sean menatap Ara.

"Tapi sebentar lagi dosen masuk," kata Ara menatap jam di pergelangan tangannya lagi.

"Jika begitu, makanlah ini," kata Sean menyuapi Ara pasta dengan tangan sedikit gemetaran.

"Terima kasih," kata Ara makan pasta yang disuapi Sean.

"Ohhh, iya." Ara yang baru berjalan beberapa langkah kembali lagi menghampiri Sean.

"Uang jajan mana?" tagih Ara menengadahkan kedua tangannya.

"Kamu ini," senyum geleng kepala Sean mengeluarkan dompetnya dan memberikan Ara uang jajan.

"Terima kasih, Sayang," senyum lebar berjalan kegirangan.

"Mell, ayo kita masuk kelas," ajak Ara menghampiri Melly yang masih mengobrol dengan asisten Sean di meja seberang.

"Iya," kata Melly berdiri dari duduknya setelah mengucapkan terima kasih pada Bimo.

1 minggu kemudian.

Semakin hari Sean semakin akrab dengan pacar kecilnya yang sangat excited dan effort, sampai Sean merasakan hidupnya jauh lebih berwarna hingga semangat kerja.

Ting!

"Ayang, hari ini jadi kan jalan?" pesan singkat Ara yang dibaca Sean di tengah meeting yang sedang berlangsung.

"Jadi, Baby," jawab Sean mempercepat meeting yang sedang berjalan dengan langsung menanyakan hal-hal inti.

Meeting-nya selesai 15 menit lebih cepat dari jadwal.

"Bim, aku ingin kau menutup beberapa akses publik terhadapku," perintah Sean saat mereka berjalan beriringan.

"Maksud Tuan Muda, status pacaran dengan Nona Ara?" pertanyaan Bimo.

"Tidak, maksudku jangan tampilkan aku terlalu kaya dan populer. Intinya, buat aku biasa-biasa saja dan satu lagi, hapus setiap rumor-rumor miring tentangku," kata Sean yang membuat Bimo mengangkat sebelah alisnya.

"Bim, aku tidak ingin pacar kecilku merasa insecure atau tidak pantas. Kalau dia menilai aku sebagai orang biasa-biasa saja, dia pasti akan senang berada di sisiku karena setara," ucap Sean.

"Tapi Nona Ara adalah putri salah satu konglomerat kota ini. Kalau Tuan Muda biasa-biasa saja, nanti malah diejek karena tak pantas dengannya," ucap Bimo mengatakan realita walaupun Sean berasal dari keluarga kaya yang punya aset luar dan dalam negeri.

"Yaudah, tampilkan informasi yang kira-kira aku sedikit lebih kaya dari keluarganya. Dan satu lagi, jika di depan Ara, panggil aku Boss, jangan Tuan Muda," ucap Sean.

"Lah, kenapa?" shock Bimo mendengar Sean yang menolak dipanggil Tuan Muda.

"Panggilan itu terlalu terhormat dan hampir menjelaskan latar belakang. Kalau dipanggil Boss, kan hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan saja," kata Sean.

"Baiklah, Boss," kata Bimo yang diangguki Sean.

"Setelah ini antar aku ke alun-alun kota. Hanya kamu yang menyetir dan suruh saja bodyguard melakukan pengawalan jarak jauh. Aku tidak ingin Ara risih," ucap Sean yang diangguki Bimo.

......

"Sayang!" teriak Ara berlari dengan senang menghampiri Sean yang sudah menunggu di dekat taman bunga.

Sean membalas pelukan Ara dan mengelus kepalanya.

"Sayang, sudah Ara bilang kalau pergi jalan jangan pakai stelan jas," rengek Ara menatap tampilan Sean yang sangat formal.

"Aku lupa," kata Sean melepas jas dan dasinya, lalu menaruhnya di kursi taman.

"Ara ada hadiah untuk Sayang," kata Ara mengeluarkan topi kasual dari ranselnya dan langsung memakaikannya pada Sean.

"Wahhhh, Sayang ganteng banget pakai topi," senang Ara sampai meronta-ronta melihat Sean yang begitu tampan memakai topi yang dia belikan.

"Terima kasih," ucap Sean memeluk pacar kecilnya yang begitu mencintainya.

Sean mengambil cokelat di saku jasnya lalu memberikan pada Ara.

"Duduk di sini," kata Sean duduk di kursi taman dan meminta Ara duduk di paha kirinya.

"Sabar," kata Sean yang sedang membuka cokelat, menatap Ara yang sudah membuka mulut padahal bungkusan cokelatnya belum selesai dibuka.

"Sayang beliin Ara cuma satu?" pertanyaan Ara yang sangat menyukai cokelat.

"Satu sudah cukup. Tidak baik untuk kesehatan gigi kalau makan cokelat terlalu banyak," kata Sean menyelipkan rambut Ara ke telinganya.

"Ini sangat enak. Terima kasih, Sayang," kata Ara memeluk leher Sean setelah cokelatnya habis.

Perlahan Sean mulai menerima kehadiran Ara dan terbiasa walaupun di awal-awal sangat kaku.

"Wahhhhhh," mata Ara berbinar-binar menatap kalung yang Sean keluarkan dari saku celananya.

"Terus cincin buat Ara mana?" pertanyaan Ara karena sampai sekarang Sean belum memberinya cincin.

"Kalung ini adalah tanda milik Baby," ucap Sean memegang liontin kalung itu yang sebenarnya berisi kode rahasia.

"Pantas bentuk liontinnya unik," senang Ara menatap liontin kecil di kalung itu.

"Sayang, sepertinya ini berlian," kata Ara setelah menatap liontin itu cukup lama.

Ara kaget ketika Sean mengangguk.

"Sayang, jangan memberikan Ara hadiah terlalu mahal. Kalau punya uang, tabung saja," ucap Ara melepas kalung itu, memberikan kembali pada Sean.

"Tabung? Untuk apa?" pertanyaan Sean menatap kalung yang kembali dilepas Ara.

"Beli rumah," jawab Ara dengan polosnya.

"Berarti Ara hanya tahu aku bekerja di perusahaan sebagai direktur dan menginvestasikan dana yang aku punya ke beberapa perusahaan," batin Sean menatap Ara yang juga menatapnya.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!