NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8

***

Seminggu setelah insiden Kulkas Mencair di kamar utama, suasana di Mansion Hadiwinata terasa sedikit lebih tenang, namun tidak bagi Nyonya Sekar. Wanita itu masih tidak terima martabatnya diinjak-injak oleh menantu yang dulu ia anggap keset. Bersama Siska, ia menyusun rencana terakhir Membawa Nadia ke Grand Charity Gala Hadiwinata Foundation.

"Ingat Siska, dia itu cuma gadis rumahan yang nggak tahu tata krama kelas atas. Kita kasih dia gaun yang paling ketat dan sulit, lalu kita permalukan dia di depan kolega Raditya. Biar semua orang tahu kalau Raditya salah pilih istri," bisik Nyonya Sekar licik.

Namun, mereka lupa satu hal. Jiwa yang menghuni tubuh Nadia sekarang adalah Aurelia—gadis yang cerdik dan tidak mudah di tindis di tambah lagi kehidupan Nadia sebelum menikah karena perjodohan dengan Raditya merupakan cucu seorang mantan menteri. Protokol istana, etika makan malam, dan cara menghadapi ular-ular politik sudah menjadi sarapannya sejak kecil.

Di kamar mewah, Nadia berdiri di depan cermin. Nyonya Sekar sengaja mengirimkan gaun sequin emas yang sangat berat dan sempit, berharap Nadia terlihat seperti badut dengan perut buncitnya.

"Ibu, apa Ibu yakin mau pakai gaun ini? Ini terlalu ketat, nanti Ibu sesak napas," ujar Bi Sum cemas.

Nadia tersenyum miring, matanya berkilat licik. "Bi, ambilkan gunting dan panggil penjahit butik langganan saya sekarang. Kita akan melakukan sedikit operasi pada gaun norak ini."

Dua jam kemudian, Nadia siap. Ia tidak menggunakan gaun kiriman mertuanya secara utuh. Ia mengubahnya menjadi gaun empire waist berbahan sutra satin berwarna midnight blue yang elegan, dengan aksen emas dari gaun lama yang ia jadikan sabuk di bawah dada. Perut buncitnya justru terlihat sangat cantik dan melambangkan kemakmuran. Rambutnya disanggul modern dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya yang putih glowing.

"Mas Radit ke mana, Bi?"

"Bapak sudah berangkat duluan untuk menyambut tamu VIP, Bu. Bapak bilang Ibu akan menyusul dengan sopir."

"Bagus. Biar ada kejutan sedikit," gumam Nadia sambil memoles lipstick merah berani.

Aula hotel bintang lima itu berkilau oleh lampu kristal. Para pengusaha papan atas dan istri-istri mereka yang menggunakan perhiasan seharga satu blok perumahan sedang berkumpul. Nyonya Sekar dan Siska sudah berdiri di tengah lingkaran nyonya-nyonya besar, siap meluncurkan misinya.

"Eh, Jeng Sekar, mana menantunya? Kok nggak kelihatan?" tanya Nyonya Prasetya, salah satu sosialita berpengaruh.

Nyonya Sekar mendesah dramatis. "Aduh Jeng, maklum saja. Nadia itu kan kurang terbiasa dengan acara begini. Mungkin dia masih bingung cara pakai baju yang pantas. Saya sudah kasih gaun, tapi ya... tahu sendiri kan, seleranya agak 'sederhana'."

Siska menimpali sambil tertawa kecil, "Iya Tante, kasihan Mas Raditya. Harus sabar membimbing istri yang asalnya dari kalangan... ya, begitulah."

Tiba-tiba, pintu aula terbuka lebar. Seluruh percakapan terhenti.

Nadia melangkah masuk dengan dagu terangkat dan langkah yang anggun. Aura kewibawaan cucu menteri terpancar kuat. Setiap langkahnya memancarkan kelas yang tidak bisa dibeli dengan uang.

"Siapa itu? Cantik sekali!" bisik tamu-tamu di sudut ruangan.

Nadia berjalan lurus ke arah lingkaran mertuanya. Ia tidak terlihat gugup sedikit pun. Sebaliknya, ia tersenyum sangat manis—senyum yang bagi Nyonya Sekar terlihat seperti ancaman.

"Selamat malam, Mama. Maaf Nadia sedikit terlambat, bayi Hadiwinata di dalam sini tadi sibuk menendang, sepertinya dia tidak sabar ingin melihat kakek-neneknya yang hebat," suara Nadia terdengar merdu namun penuh penekanan.

Nyonya Sekar melongo. Gaun yang ia kirim sudah berubah menjadi mahakarya yang membuat Nadia terlihat seperti dewi Yunani. "Ka-kamu... kok bisa pakai baju ini?"

"Oh, gaun kiriman Mama bagus sekali, tapi terlalu berisik untuk acara amal yang khidmat ini. Jadi Nadia minta penjahit butik menyesuaikannya agar lebih berkelas. Mama suka, kan?" tanya Nadia dengan nada polos yang mematikan.

Nyonya Prasetya menatap Nadia dengan takjub. "Wah, Sekar! Menantumu ini ternyata sangat pintar berbusana. Sangat anggun!"

Siska yang merasa tersisih mulai meluncurkan serangan licik. "Tapi Kak Nadia, banyak yang bilang pernikahan Kakak dan Mas Radit itu kan cuma formalitas. Apalagi kabar soal kehamilan Kakak yang tiba-tiba... orang-orang jadi bertanya, apa benar itu darah daging keluarga Hadiwinata?"

Suasana mendadak tegang. Beberapa nyonya besar saling berpandangan. Ini adalah serangan langsung pada kehormatan.

Nadia tertawa kecil, suara tawanya terdengar sangat elegan. Ia mengelus perutnya dengan lembut sambil menatap Siska dengan tatapan meremehkan.

"Siska sayang... di kalangan kita, bicaranya harus pakai data, bukan gosip murah. Bayi ini tentu saja pewaris tunggal Hadiwinata Group. Wajahnya mungkin akan sangat mirip suamiku yang kaku itu," Nadia menjeda sebentar, lalu mendekat ke telinga Siska namun dengan volume yang cukup terdengar oleh para nyonya besar.

"Lagipula... kalau kamu ragu soal 'asal-usul' bayi ini, mungkin kamu harus tanya Mas Radit sendiri. Dia itu... sangat 'perkasa' dan tidak kenal ampun di ranjang kalau sudah menyangkut tugasnya sebagai suami. Benar-benar tipe pria yang tidak memberikan celah sedikit pun untuk istrinya menolak," bisik Nadia sambil tersipu malu-malu yang dibuat-buat.

Wajah para nyonya besar di sana langsung memerah. Mereka saling berbisik sambil tersenyum-senyum nakal. Mereka membayangkan sosok Raditya yang dingin, kaku, dan tampan itu ternyata adalah pria yang panas di ranjang.

"Duh, Nadia! Kamu ini jujur sekali," goda Nyonya Prasetya sambil tertawa. "Memang ya, pria dingin itu biasanya paling 'bertenaga' di rumah!"

Nyonya Sekar hampir meledak karena malu. Niatnya mempermalukan Nadia justru berakhir dengan Nadia yang dipuji-puji dan menjadi pusat perhatian sebagai istri idaman yang memahami "kebutuhan" suaminya.

"Nadia! Jaga bicaramu!" desis Nyonya Sekar.

"Lho, Mama kenapa marah? Nadia kan cuma membanggakan putra Mama yang hebat itu," jawab Nadia santai sambil mengambil segelas jus jeruk dari nampan pelayan yang lewat.

Tak lama kemudian, dari kejauhan, Raditya terlihat berjalan mendekat setelah selesai berbincang dengan para investor. Ia terpaku melihat istrinya yang menjadi pusat perhatian. Raditya melihat Nadia yang tampak begitu mempesona, jauh lebih bersinar dari wanita mana pun di ruangan itu.

Nadia melihat suaminya. Ia mengedipkan sebelah mata ke arah Raditya, seolah memberi kode bahwa ia sudah membereskan "ular-ular" ini.

"Mas Radit!" panggil Nadia manja. Ia berjalan mendekat dan langsung menggandeng lengan Raditya dengan posesif. "Tadi Mama dan Siska sedang menanyakan rahasia keperkasaan Mas, tapi Nadia bilang itu rahasia dapur kita. Benar kan, Mas?"

Raditya yang biasanya tidak ekspresif, mendadak berdeham kaku dengan telinga yang memerah. Ia melihat tatapan nakal dan menggoda dari para nyonya besar di sekitarnya.

"Nadia... jangan bicara aneh-aneh," gumam Raditya rendah, namun tangannya justru melingkar di pinggang Nadia, melindunginya dari kerumunan.

"Saya bawa Nadia ke meja VIP dulu. Permisi," ucap Raditya tegas.

Saat mereka menjauh, Nadia bisa mendengar Siska yang menghentakkan kaki karena kesal. Di pelukan Raditya, Aurelia tersenyum dalam hati.

Mama mertua, Siska... ini baru pemanasan. Jangan coba-coba main api sama mantan cucu menteri kalau nggak mau mansion kalian terbakar karena pesona gue!

****

Bersambung

siapa yang ikutan puas juga sama savage bumil kesayangan kita....

🤭🤭🤭😚

1
Noey Aprilia
Mkanyaaa.....
kl d blangin sm suami tu nurut...
udh tau bnyak msuh,mlah sntai bgt kluar sndrian.....mnimal ingt lh sm perutmu yg ada bayi d dlm,jgn cma mkirin diri sndri......
partini
hhh pasti ada orang lain itu
Heresnanaa_: stay tune beb 🫶
total 1 replies
MARWAH HASAN
di tunggu kelanjutannya 🤭
Heresnanaa_: stay tune beb 😚
total 1 replies
Noey Aprilia
Hai kk....
aku udh mmpir....slm knal....
Aku syuka crtanya........tipe istri yg ga menye2,trs suami posesif.....mskpn d awl dia acuh,tp akhrnya jd bucin.....
d tnggu up'ny.....smngtt.....😘😘😘
Heresnanaa_: happy reading yaa 🫶
total 2 replies
MARWAH HASAN
aku suka yg cerita model begini
ehhhh
suka semua ceritamu deng🤣
Heresnanaa_: aaa maaciw kaka😍🤭😚🥹🫂
total 1 replies
partini
wah tumben mafia bermain dulu bisa sikat tebas biarpun itu ibu ayah sodara ga penting,keren bang Radit
partini
wow
aku
sangat jelas..... 🤣🤣🤣🤣
partini
ahhh ternyata mafia juga Thor,masih di dalam perut aja aktif luar biasa gimana kalau dah lahir bisa lebih sadis dari ayahnya tu baby
MOZZA AUDYA
sikattt trussssssssss Thor buat nyaaaa seru bat drama siang yang di buat nadia 🤭
partini
itu baru di semprot kalau pakai jurus 10 tinju dan tendangan apa ko langsung 😂
MOZZA AUDYA
lanjut thorrr.... gk sabar nih nunggu drama di kantor nyaaa🤭
partini
ulet kadut itu,ayo nak bantu mommy buat hempas uler kadut 😂😂
tunggu aksi luar biasa bumil thor
𝐀⃝🥀Weny
si kulkas jadi bucin😁
MOZZA AUDYA
wahhhhh nampak aada drama baru yang akan di main kn nihh🤭
partini
Thor sekali pakai lingerie bagus deh perut Belendung uhhhh
partini
see main masuk aja kata ga berani wkwkwk
partini
lah masa udah ketauan aja sih ,roh nya Nadia ganti yg tau orang lain pula 🤦
MOZZA AUDYA
aduhh nadia jiwa barbar nya gk bisa di tahan sihhh 🤭
partini
good story 👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!