pilihan? kalau bukan aku, kenapa kamu menikah denganku, Cand..
Apa itu semua hanya karena peristiwa 8 Tahun lalu?! Aku bahkan SUDAH LUPA apa itu nyaman....
"kamu pikir apa?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cathrine lei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
"ayo kepalanya agak di angkat.. jess susah mau kasi foundation."
aku menuruti jess, aku mengangkat kepalaku. "segini cukup?"
"nah gini..."
aku tak pernah tahu ilmu atau pelajaran soal merias atau make up. Setiap hari aku bekerja hanya menggunakan bedak, lipstick, pensil alis dan parfume.
aku pasrah pada penata rias dan bridal ku ini. Aku dengar dia selalu bisa membuat pengantin perempuan nampak lebih tua riasannya. Tapi aku tak peduli!
Ini pilihan Candra, dan aku hanya tinggal menurut saja. Selesai.
"finally....udah selesai ni..yuk.buka mata..." Jess mengangkat sapu brush dari pipiku.
aku membuka mataku dan melihat ke arah kaca. Oh Tuhan....betulkah ini aku???
"jess...kamu ga salah ini benarkah aku?"
Jes mengangguk..."boleh ya gw buat foto lo waktu Before - after? lo cantik banget mau gw buat testimoni."
"Baiklah jess...sambil ganti baju ya jes..."
*Dalam Gedung Pesta.
"selamat ya Pak Adi... saya Dengar calonnya ini beda dari biasanya Keluarga besar winanto.?"
"hahahah...kau lihat saja nanti" Pak Joko Adiwinata sibuk dengan tamu kolega..
keluarga besarku tampak datang semua. Jelas betapa mereka jahat dan aku mulai mencium bau niat jahat.
"ayo dek, kakak yang bawa kamu ke depan masuk ruang acara."
"baik kak." kak Martha yang menggandeng membawaku masuk ke ruangan. Seharusnya ini di lakukan oleh papa. Andai saja papa masih ada..
Aku berjalan perlahan masuk ke gedung tempat acara pertunangan kami. Aku berjalan masuk, banyak orang yang tidak ku kenal.
Aku bisa melihat wajah sinis dari keluarga Candra kepadaku. 'perempuan rendahan masuk keluarga kita'. itu yang dapat aku dengar....dengan Jelas....
.....
kami duduk berhadapan. kak Benny, Martha, aku, Ibu dan kursi kosong. Aku sengaja mengosong-kan. Aku berharap seharusnya papa yang duduk disana.
Depanku ada Hangga, Wina, Candra, Om Joko, dan Kursi kosong juga. Candra tidak mau 'Teman wanita' ayahnya yang duduk disitu. Tak sudi buatnya memanggil dan menyandingkan wanita itu dengan ayahnya.
"baik Hadirin terkasih. selesai Sudah Ibadah berkat untuk kedua calon mempelai. Kini kita masuk ke acara inti dari calon pasangan.
Dari pihak keluarga laki - laki silakan waktu dan tempat kami persilakan."
Candra mengambil mic dan menarik nafas panjang. "Selamat Malam Hadirin disini, saya Candra Adiwinata ingin memperkenalkan Calon Istri saya. masa depan saya. dan Pasangan saya yang saat ini dan Untuk selamanya.
Dialah...Elsa Nirmala....perempuan yang pertama kali kulihat berbeda dari perempuan lain seusianya. kami sudah pernah bertemu saat di bangku SMA. namun tak ku sangka, ia amat berbeda.
perempuan Mandiri. pintar. polos dan jujur.. yang sulit kutemui saat ini.
Maka dengan Tulus..
(Candra berdiri dan mengeluarkan Kotak perhiasan berwarna Biru)
Elsa Nirmala, maukah kamu menikah denganku? menjadi pendampingku, mencintai dan saling mencintai. serta bersama denganku, mengarungi rumah tangga bersama. Aku berjanji akan Setia kepadamu, dan aku tidak akan membuatmu susah dan menangis..."
aku tercengang...candra bersujud di hadapanku. Apa..apa..apa ini mimpi?
"ii...iya Candra Adiwinata, Aku Elsa Nirmala..menerima Lamaranmu..aku berjanji mau menerimamu seumur hidupku..dan saling memberikan kebahagian satu - sama lain...." aku menangis haru....
Hadirin terbawa suasana haru dan mulai menangis...Candra berdiri dan membuka kotak perhiasan tersebut..
'kalung itu...itu kalung yang aku mau..'
"dan...selamat Ulang Tahun Sayang..."
"aaawh...so sweet...ternyata hari ulang Tahun dari Elsa juga ya.. selamat Elsa, dan kini Candra bisa langsung memakaikan kalung tanda Ikatan cinta mereka berdua, dimana kurang satu Tahapan lagi...maka...
mereka akan Resmi menjadi Nyonya dan Tuan Candra Adiwinata..
Selamat - Selamat....
baiklah Para hadirin ini tiba pada acara Jamuan sederhana dari Keluarga Adiwinata..sebagai ucapan terima kasih dan mohon doa dari hadirin untuk kedua calon mempelai..silakan menikmati Hidangan yang Telah di Siapkan oleh The Westil Hotel and Convention...." (tepuk tangan riuh)
Mc kami tidak tahu sebenarnya seperti apa. Candra memasangkan kalung tersebut di leherku.
pas...Cantik...
"Rupanya cocok untukmu Els.. Gunakanlah, sebagai hal yang pantas kamu lakukan. karena kamu Tunangan ku sekarang."
aku terdiam dan mengangguk kan kepala. "aku mengerti Candra..terima kasih kalung ini...."
"aku lihat kamu begitu ingin kalung ini. jadi ya sudah. sekalian saja.
ternyata cocok untukmu. pakailah selalu..."
aku reflek memeluk Candra.."terima kasih, Candra...."
candra juga merangkulku..berbisik..."kamu cantik malam ini, setelah ini...lakukan tugasmu dengan benar. Aku sudah membayar mahal untuk extra rayuan tadi."
"aku mengerti Candra."
Dan pesta - pun berlanjut. semua menikmati pesta, tak terkecuali Surya.
'seharusnya kamu sudah bahagia Candra. kalo kamu mencintai Elsa bagaimana jika Cristin jadi miliku saja.' Surya berfikir saingan terberatnya dalam mengejar Cristin telah menghilang satu...
*********
Dalam kamar tersebut, suhu pendingin kamar dipasang 23 derajat. Tapi kedua anak manusia ini, malah bermandikan keringat.
Malam itu Candra menagih apa yang menjadi tugas Elsa. ia tak peduli make up Elsa yang masih menempel.
gaun pesta Elsa juga masih terpasang. yang Candra mau, ia harus melahap wanita itu malam ini. bagi Candra Elsa begitu cantik saat itu dan membuatnya begitu terobsesi menghabiskan malam dengan nya.
Elsa terbangun dalam pelukan Candra. Elsa melepaskan tangan Candra. pergi turun dari ranjang, berjalan keluar kamar...
membuka tirai berwarna putih tulang itu. membiarkan matahari masuk. menyinari Tubuhnya yang putih mulus bak batu pualam.
sepasang tangan melingkar pinggang Elsa. memeluknya dari belakang. "Sudah bangun Els."
"iya sayang.....Candra.." Elsa membelai wajah candra.
"mau sarapan apa?"
"cari bubur ayam saja. yuk..."
kami bergegas mandi dan pergi keluar.
makan bubur ayam di dekat GBK (Gelora Bung Karno).
"Elsa....!"
"eh pandu...masuk siang ?"
laki laki bertubuh tambun itu menyapaku saat kami sedang makan.
"iya Els...kamu makan sendiri?"
"ini, sama..."
"Candra.. tunangan Elsa.." Candra menjabat tangan Pandu.
mereka bersalaman.
"Pandu...saya temen kerjanya Elsa...yaudah tinggal dulu ya.."
"Okaii...byeee...."
Aku dan Candra melanjutkan acara makan kami. aku melihat pandu langsung menghindari kami.
"habis ini kita balik kan?"
"ya. mulailah berkemas. kamu akan pindah ke apartemen ku."
aku terdiam menghabiskan bubur ayam tanpa di aduk-ku..
********
"Selamat ya Elsa..kamu bakalan ayem sekarang.." Bu Amel memberikan selamat saat aku masuk ke dalam ruangan.
"hehe...iya bu...amin..tapi saya masih mau kerja terus bu.."
"oia aku lupa..selamat ya Els..bakalan nikah sebentar lagi.."
"selamat...selamat...
"iya..ini kalungnya juga baru...ini bagus ya.." Bu Amel melihat liontin Elsa.
"iya Bu..ini kalung dari Dia...Cantik sekali ya..pas denganmu."
aku melihat ke cermin kecil di mejaku.
cantik kah...
aku tetap saya binggung apa itu Cantik..?
aku berjalan perlahan keluar area kerjaku..
absen..dan jalan keluar..
udara malam ini agak panas...musim kemarau yang terlalu lama..
"Eh...kamu Elsa kan.." Seorang Ibu muda menyapaku, aku tak tau dia siapa..yang jelas, aku pernah bertemu dengannya kemarin sabtu..
"iya benar..maaf anda siapa ya?"
"saya Mila..kakak sepupu Candra, baru pulang? kamu kerja disana yah?" mila menunjuk Hotel Aryah.
"iya..wah kebetulan...ayo makan dulu bareng sama aku."
"ga usah..makasih..aku balik aja kak.."
Mila merangkul-ku, "udah ikut aja sinih.." aku di seret masuk ke dalam resto.
mila menyuruhku duduk dekat pintu keluar. di depanku ada seorang pria seumur Candra kurasa.
Tapi, wajahnya lebih bersahabat. Pria itu hanya fokus pada makan-nya..
"richie....ini Calon Candra..bagaimana?"
pria itu mengangkat kepalanya, "Ooowh....dia..lumayan. Kamu pasti polos, eh salah..Bodoh..."
aku langsung naik pitam. "eh maksudnya apa!!"
"Richiee...udah..jangan godain lah.." mila mengambilkan aku mangkok dan sumpit. "kamu makan dulu ya Els. Adikku memang suka sembarangan kalo ngomong."
"kalo kamu mau aku ga bilang bodoh. nikahnya jangan sama Candra. Dia itu jahat dan konyol. Cintanya cuman Buat Cristin."
aku berhenti memakan nasi dan Bulgogi-ku.
"memang aku sudah tahu kalau soal itu. Candra memang hanya mencintai Cristin. aku menikah dengan nya juga tahu resiko itu."
Richie meletakan sumpitnya. "Yah..kasihan kamu... mendingan kamu siap - siap. jika suatu saat kamu di tinggal kamu punya 'cadangan uang cukup' Jangan Seperti almarhum mama Candra."
"Richie...diam...makan! aku ngajak Elsa kesini itu buat makan. bukan buat kamu cuci otak-nya."
Mama Candra...aku tak pernah tau soal dia. saat aku SMA yang aku tahu, ibunya sakit dan meninggal. Papanya menikahi adik mama-nya beberapa tahun sebelum mama-nya pergi.
lama aku tak mendengar atau lebih tepatnya, orang sekitarku berhenti membicarakannya. mereka memilih menutup mulut nya saja.
"Terima Kasih Buat makan malam nya ya kak Mila & Richie.. saya duluan pulang ya.."
"yakin..tidak kami antar saja? tidak apa - apa kami bisa menunggu pulang agak malam."
"Tidak kak..terima kasih, ada yang harus aku urus dulu....
byee...."
"baiklah...hati - hati di jalan..bye.."
aku berjalan menjauh ke arah busway Halte Golden Tulip. Aku berjalan sendiri dan masih terbayang dengan kata - kata Richie..
tidak bosan membacanya dan sentiasa penasaran kisah selanjutnya...🥰❤️