Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32: Siasat Laporan Bulanan dan Jebakan yang Sempit
Beberapa jam setelah perdebatan sarapan pagi yang sangat menguras emosi itu selesai, aktivitas mereka kini berpindah ke dalam ruang kerja lantai dua yang dipenuhi oleh jajaran lemari buku mahoni.
Nadine sedang duduk di atas sofa kulit hitam dengan kaki yang disilangkan anggun, fokus memeriksa lembaran dokumen laporan pajak tahunan Ernest Group yang baru dikirimkan oleh tim sekretaris perusahaan.
Kyle melangkah mendekat dari arah meja kerjanya sambil membawa sebuah gawai tablet berteknologi tinggi dengan pelindung bodi berbahan titanium hitam.
"Ada kesalahan input data operasional sebesar dua ratus juta rupiah pada bagian audit internal ini, dan hanya Anda yang memiliki otorisasi untuk memperbaikinya."
Nadine langsung menegakkan posisi duduknya, ketertarikan profesionalnya seketika menyala terang mendengar adanya potensi kerugian finansial yang menuntut penyelesaian cepat.
"Tunjukkan kepada saya di lembar mana kesalahan itu terjadi, biar saya lakukan kalkulasi ulang sekarang juga."
Kyle tidak langsung menyerahkan gawai tersebut, melainkan duduk di samping Nadine hingga bahu tegap mereka saling bersentuhan tanpa ada pembatas jarak sedikit pun.
Pria es itu meletakkan tablet titaniumnya tepat di atas pangkuan Nadine, memaksa wanita itu untuk menundukkan kepala agar bisa melihat tampilan layar digital yang berukuran cukup kecil tersebut.
@Sistem Keamanan Biometrik: Silakan lakukan pemindaian sidik jari kedua pengguna secara bersamaan untuk membuka akses berkas.@
Nadine segera mengulurkan ibu jari kanannya ke arah sensor pemindai yang berkedip di sudut bawah layar gawai.
Namun, sebelum ujung jarinya menyentuh permukaan kaca gawai, Kyle sudah meletakkan telapak tangan besarnya tepat di atas punggung tangan Nadine dengan gerakan yang sangat perlahan namun penuh tekanan.
Sentuhan fisik yang sangat mendadak ini membuat jari Nadine bergetar pelan, merusak fokus pemindaian biologis yang sedang berjalan pada sistem gawai.
@Pemindaian Gagal: Tekanan jari tidak stabil, silakan coba kembali dalam posisi yang lebih dekat.@
(Pria licik ini pasti sengaja mengacaukan gerakan tangan saya agar sistem mendeteksi kegagalan akses keamanan.)
Nadine melirik tajam ke arah wajah Kyle yang kini sedang menunjukkan ekspresi datar tanpa dosa sama sekali di sampingnya.
"Jauhkan tangan Anda dari jemari saya, Pak Kyle, tindakan Anda ini sangat menghambat efisiensi waktu kerja saya."
"Sistem enkripsi ini membutuhkan tekanan biologis yang sangat stabil dari kita berdua, Nadine, jadi berhenti bersikap keras kepala dan ikuti saja tuntunan saya."
Kyle semakin mempererat cengkeraman jemarinya pada punggung tangan Nadine, menekan ibu jari istrinya ke atas layar sensor dengan posisi tubuh yang kian merapat erat.
Nadine terpaksa menahan napasnya untuk mengendalikan debaran jantungnya yang kembali berkenyut sangat kencang akibat kedekatan fisik yang sangat tidak higienis bagi logikanya ini.
Ia bisa merasakan sentuhan kulit tangan Kyle yang mengunci pergerakannya dengan sangat posesif di atas permukaan gawai tersebut.
Mengapa setiap kali ia mencoba fokus pada urusan pekerjaan yang menghasilkan uang, pria es ini selalu berhasil membelokkan seluruh perhatiannya pada sensasi fisik yang sangat mengganggu pertahanan dirinya?
Ah, Kyle Ernest memang tahu benar bahwa cara terbaik untuk menjinakkan istrinya yang keras kepala adalah dengan menciptakan jebakan fisik yang dikemas dalam bentuk kerja sama bisnis yang sah.
Pemindaian sidik jari akhirnya berhasil dilakukan, menampilkan deretan data transaksi keuangan yang sangat rumit di layar utama gawai pintar tersebut.
Namun, bukannya segera melepaskan genggamannya setelah akses terbuka, Kyle justru membiarkan tangannya tetap mengunci jemari Nadine dengan remasan yang sangat lembut namun tidak bisa dibantah.
"Sekarang, mari kita mulai menganalisis kesalahan dua ratus juta rupiah ini bersama-sama, Nona Konsultan Keuangan kesayangan saya."
Nadine hanya bisa mengangguk pasrah dengan wajah yang terasa sangat panas, menyadari bahwa dirinya sekali lagi telah masuk ke dalam babak baru perangkap romansa lambat yang sepenuhnya dikendalikan oleh suaminya sendiri.