NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dermaga Masa Depan

Kemenangan hukum atas Valerie Wijaya dan kejatuhan mutlak Arkan menjadi akhir dari segala badai yang sempat mengguncang kehidupan Keyra. Seluruh media nasional kini tidak lagi membahas skandal murahan, melainkan berbalik memuji ketegasan Alister Group dan pesona berkelas seorang Keyra yang terbukti bersih dari segala tuduhan. Lini kosmetik mewah mereka pun meluncur dengan sukses yang tidak tertandingi, menempatkan wajah Keyra di puncak tertinggi industri kecantikan kota.

​Satu minggu setelah peristiwa penangkapan itu, suasana di pusat kota tampak begitu cerah. Sore itu, Devan Alister meminta Keyra untuk mengosongkan seluruh jadwal kerjanya. Tanpa memberitahukan tujuan mereka, Devan menuntun Keyra masuk ke dalam mobil limosin pribadinya, membelah jalanan menuju ke arah pelabuhan marina privat khusus keluarga Alister.

​Keyra duduk di dalam mobil dengan gaun malam berbahan sutra satin berwarna putih mutiara. Gaun itu melekat sempurna di tubuh indahnya, menyapu lantai mobil dengan potongan yang sangat elegan namun tetap terkesan bersahaja. Rambut hitamnya dibiarkan terurai ombak, hanya dihiasi sepasang anting berlian kecil pemberian Devan.

​"Kita sebenarnya mau ke mana, Devan?" tanya Keyra sembari melirik pria di sampingnya.

​Devan yang malam ini tampak teramat tampan dengan setelan tuksedo hitam tanpa dasi hanya tersenyum misterius. Ia meraih tangan kanan Keyra, membawanya ke depan bibir, lalu mengecup punggung tangan itu dengan sangat lembut. "Sebuah tempat di mana tidak ada yang bisa mengganggu kita, Keyra. Tempat di mana aku bisa menunjukkan dunia yang sesungguhnya kepadamu."

​Saat mobil berhenti, pintu dibuka oleh Leon yang sudah berdiri menyambut mereka di dermaga eksklusif. Begitu melangkah keluar dari mobil, mata Keyra seketika berbinar takjub. Di hadapannya, sebuah kapal pesiar super mewah berukuran raksasa bersandar dengan megah. Seluruh tubuh kapal itu dihiasi oleh ribuan lampu LED kekuningan yang temaram, menciptakan pantulan cahaya yang sangat indah di atas permukaan air laut yang tenang.

​Tidak ada orang lain di dermaga maupun di atas kapal tersebut selain para awak kapal yang langsung menunduk hormat saat Devan menuntun Keyra menaiki tangga dek utama. Kapal pesiar itu sengaja disewa dan dikosongkan oleh Devan khusus untuk malam ini.

​Saat kapal pesiar mulai bergerak perlahan membelah lautan, meninggalkan gemerlap lampu cakrawala kota di kejauhan, Devan membawa Keyra menuju ke area dek paling atas. Di sana, sebuah meja makan bundar untuk dua orang telah ditata dengan sangat mewah. Kelopak bunga mawar merah segar bertaburan di atas lantai kayu dek, sementara alunan melodi biola yang lembut terdengar mengalun dari sudut tersembunyi, menambah kesan romantis yang begitu pekat.

​Mereka menikmati makan malam mewah di bawah langit malam yang dipenuhi gugusan bintang. Angin laut yang berembus lembut menerpa wajah Keyra, menerbangkan beberapa helai anak rambutnya. Sepanjang makan malam, Devan tidak pernah mengalihkan pandangan matanya dari Keyra. Binar mata elang pria itu tidak lagi memancarkan kedinginan atau kekejaman seperti saat menghadapi musuh-musuhnya; yang tersisa hanyalah kehangatan, pemujaan, dan rasa cinta yang teramat tulus.

​"Kenapa terus melihatku seperti itu?" tanya Keyra, pipinya sedikit merona merah di bawah cahaya lilin yang temaram.

​Devan meletakkan gelas kristalnya, lalu berdiri dari kursinya. Ia melangkah mendekati kursi Keyra, mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu berdiri. Keyra menyambut uluran tangan kekar tersebut, membiarkan Devan menuntunnya berjalan menuju ke tepian pagar pembatas dek, tempat di mana mereka bisa melihat pemandangan laut lepas yang luas tanpa batas.

​Devan berdiri di belakang Keyra, melingkarkan kedua lengan kekarnya di pinggang ramping wanita itu, lalu menariknya bersandar sepenuhnya pada dada bidangnya yang hangat. Keyra mengembuskan napas lega, meresapi detak jantung Devan yang berdegup konstan di punggungnya.

​"Keyra," bisik Devan, suara baritonnya yang berat terasa begitu seksi di dekat telinga Keyra. "Tiga tahun lalu, kamu dikhianati dan dibuang oleh orang yang kamu percayai. Kamu pernah berada di titik di mana kamu merasa dunia ini tidak adil dan seluruh usahamu tidak dihargai. Saat pertama kali aku melihatmu di toko kue itu, aku melihat sepasang mata yang terluka, namun di saat yang sama, aku melihat api keberanian yang tidak pernah padam."

​Keyra terdiam, mendengarkan setiap bait kata yang diucapkan Devan dengan perasaan yang membuncah haru. Air mata kebahagiaan mulai menggenang di sudut mata jernihnya.

​"Aku berjanji pada diriku sendiri malam itu, bahwa aku akan menjadi pria yang menyembuhkan lukamu," lanjut Devan, perlahan membalikkan tubuh Keyra agar menghadap penuh ke arahnya. Devan menangkup kedua pipi lembut Keyra dengan telapak tangannya yang besar, menatap dalam-dalam ke dalam manik mata wanita yang telah mencuri seluruh jiwanya itu. "Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar... bukan hanya aku yang menyelamatkanmu, Keyra. Kamulah yang menyelamatkanku dari kegelapan dan kesepian hidup sebagai penguasa kota ini. Kamu memberiku alasan untuk pulang."

​Dengan gerakan yang teramat jantan dan penuh penghormatan, Devan Alister perlahan menurunkan tubuh tegapnya, berlutut dengan satu kaki di atas taburan kelopak mawar di hadapan Keyra. Pria yang ditakuti oleh seluruh pebisnis kota itu kini bertekuk lutut dengan sukarela di hadapan seorang wanita.

​Dari dalam saku jasnya, Devan mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil berwarna biru tua. Saat kotak itu dibuka, sebuah cincin emas putih dengan berlian biru langka sebesar lima karat berkilau dengan teramat indah di bawah sinar rembulan.

​"Keyra, masa lalumu yang kelam telah sepenuhnya terkubur di balik jeruji besi. Malam ini, di bawah saksi langit dan lautan luas, aku ingin meminta masa depanmu," ucap Devan, suaranya bergetar penuh kesungguhan yang mendalam. "Maukah kamu menikah denganku? Maukah kamu menjadi istriku, ibu dari anak-anakku, dan satu-satunya Ratu yang bertakhta di dalam hidup dan kerajaan Alister Group seumur hidupmu?"

​Keyra menutup mulutnya dengan kedua tangan, air mata bahagianya akhirnya runtuh membasahi pipinya. Segala penderitaan, air mata banting tulang di toko kue, penghinaan dari Arkan dan Mentari, hingga badai fitnah dari Valerie... semuanya terasa menguap dan terbayar lunas pada detik ini. Tuhan tidak pernah tidur; Dia hanya menyiapkan skenario terbaik dengan mengirimkan seorang Devan Alister ke dalam hidupnya.

​Keyra menganggukkan kepalanya dengan cepat tanpa ada keraguan sedikit pun di hatinya. "Ya, Devan... Aku mau. Aku mau menikah denganmu dan menghabiskan sisa seluruh hidupku di sampingmu."

​Senyuman tulus dan lebar—senyuman terindah yang pernah ada—terukir di wajah tampan Devan. Ia berdiri, mengambil cincin berlian biru tersebut, dan menyematkannya dengan perlahan di jari manis tangan kiri Keyra. Cincin itu terpasang dengan sangat sempurna.

​Tanpa menunggu lama, Devan langsung menarik tubuh Keyra ke dalam pelukannya, mengangkat tubuh wanita itu dan memutarnya di udara di bawah guyuran cahaya bintang malam. Keyra tertawa bahagia, mengeratkan pelukannya di leher Devan. Tepat saat Devan menurunkan tubuh Keyra, pria itu menundukkan wajahnya, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang teramat dalam, lembut, dan penuh dengan komitmen suci penanda awal dari lembaran hidup baru mereka yang penuh kemewahan dan kebahagiaan abadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!