Thania, seorang mahasiswi semester akhir harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya yang hampir selesai karena keluarga tengah dilanda Krisis ekonomi.
Thania terpaksa bekerja di sebuah tempat hiburan demi mendapat uang banyak untuk biaya kuliah nya sendiri.
Akankah perjalanan Thania mulus tanpa hambatan? atau malah akan membuat Thania menyesal seumur hidup?
Ikuti kelanjutan nya yahh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Suaminya!
Malam menjelang,,,
Thania melangkah kan kaki dengan begitu cepat menuju kedalam kamar setelah berbincang di ruang tengah bersama Bara, Ayah dan juga ibunya. Masih sama saja, bara tetap lah Bara, ngobrol santai wajah masih tetap datar dan kaku tanpa banyak bicara. Obrolan mereka pun lebih banyak didominasi oleh Thania dan juga kedua orang tuanya. Sementara itu Bara tidak mau kalah, dia pun mengambil langkah lebar menyalip Thania agar sampai lebih dulu kedalam kamar.
Keduanya terlibat saling tatap tidak mengenakkan, setibanya di kamar, Bara hanya menggunakan satu kaki saja sudah membuat pintu kamar mereka tertutup.
Harap!!!
"Aku duluan!! Mas Bara tidur di sofa!" Ucap Thania yang sudah tengkurap di tengah-tengah tempat tidur mereka
"Enak saja! kau yang tidur di sofa!" Sarkas Bara yang kemudian menyeret kaki Thania hingga terjatuh di lantai.
"Minggir!" Sarkas Bara yang kemudian menguasai tempat tidur miliknya
"Ihhh!! aku mau tidur disini!!" Sarkas Thania ganti menyeret kaki Bara dengan sekuat tenaga
"Ogah aku berbagi tempat tidur denganmu!" Sarkas Bara dengan menarik sprei hingga membuat Thania kesulitan menarik Bara
Thania tidak kehilangan akal, diapun melompat dan menindih diatas Bara yang tengkurap.
Bruuuukkkkkkkkkkkkkkk
"Aww!! berat Nia!!! cepat turun!!!" Hardik Bara yang merasa pengap karena Thania menindihnya
"Aku gak mau turun, sebelum mas janji untuk tidur di sofa!" jawab Thania
Bara menggerakkan-gerakkan badannya dan alhasil membuat Thania terguling di sampingnya. Berganti Thania yang merasa engap saat Bara berada di atas dirinya dan tak lupa Bara menatap tajam kearah Thania
"Ini kamar Ku! kau yang harus tidur di sofa!!" sarkas Bara
"Ogah!" Jawab Thania dengan tidak mau kalah
"Oh,,, ya sudah,,, kita bisa tidur bersama! lagian kita sudah menikah bukan?! jadi kita bisa bersenang-senang dulu sebelum tidur!" Ucap bara menakut-nakuti Thania
Seketika wajah Thania pias!
"Minggir!!" Sarkas Thania yang kemudian mendorong Bara hingga terguling di sampingnya
Tanpa bicara lagi thania mengambil bantal dan juga guling lalu membawanya ke sofa panjang dengan wajah cemberut. Sementara Bara terlihat begitu senang karena berhasil menguasai tempat tidur nya. Tak lama kemudian sudah tidak ada lagi suara keduanya, yang ada hanya suara jangkrik diluaran sana.
.
Pagi hari yang cerah, secerah wajah bara pagi ini. Bara keluar sudah dengan berpakaian rapi ala kantoran, dia keluar dengan wajah cerah bukan tanpa alasan. Mulai dari semalam dia berhasil memenangkan pertarungannya dengan Thania, pagi tadi setelah Bara keluar dari kamar mandi, pakaian kerjanya sudah tersiapkan diatas tempat tidur rapi. Siapa lagi kalau bukan Thania yang melakukan.
Sementara Thania sudah kembali berada didapur menyiapkan sarapan bersama ibunya setelah menyiapkan pakaian Bara.
"Selamat pagi yah" sapa Bara kepada mertuanya
"Pagi nak Bara,,, jadi mau ke kantor dulu?" tanya pak Setya
"Jadi yah" Jawab Bara singkat
Bara melihat makanan yang ada di meja makan seperti begitu menggoda. Lalu Bara mengajak mertuanya untuk sarapan bersama Kemudian Thania pun ikut duduk di samping Bara
"Mau makan apa mas?" tanya Thania
Deg!
Sejenak Bara menoleh kearah Thania, Thania terdengar sangat ramah pagi ini, tidak seperti semalam mereka bertengkar. Senyumnya pun mengembang manis tanpa pengawet tambahan. Jantung Bara terpompa begitu cepat, bahkan debarannya sangat terdengar begitu jelas
Dag
Dig
Dug
"Lontong sayur" jawab Bara singkat
Kemudian Thania mengambilkan Lontong di piring Bara
"Segini cukup?" tanya Thania menatap kearah Bara
"Iya" jawab Bara masih terpaku
Setelah itu Thania mengambilkan sayurannya dan juga kerupuk. Lalu diberikannya piring tadi kepada Bara.
"Apa yang terjadi pada Thania?! kenapa dia semanis ini sekarang? atau,,, dia sedang berakting? ah yang benar saja!" batin Bara
Terlihat Ayah dan ibu Thania begitu senang melihat putrinya mau melayani suaminya, meski hanya mengambilkan sarapan untuknya. Kemudian mereka sarapan bersama tanpa ada yang berbicara.
Selesai sarpaan,,,,
"Nduk,,, nanti kamu pulang jam berapa?" tanya ibu Thania saat mereka sudah berada di depan teras rumah
"Aku gak lama Bu, setelah ketemu dosen pembimbing ku, aku segera pulang" jawab Thania
"Ohh ya sudah kalau gitu,, kalian kan belum beres-beres pakaian,, sore saja kita mudiknya" ucap ibu
"Iyah" Jawab Thania
Kemudian Thania berpamitan kepada ayah dan juga ibunya. Bara yang baru keluar dari kamar mengambil kunci mobil juga berpamitan kepada kedua mertuanya. Sementara Thania sudah melangkah lebih dulu
"Masuklah Nia, aku antar kamu ke kampus" ucap Bara membuka kunci mobilnya
Thania tidak menolak, diapun masuk kedalam mobil bersama Bara. Setelah itu mereka berangkat bersama. Selama di perjalanan tidak ada satupun yang mulai berbicara, Bara memilih fokus menyetir, sementara Thania lebih memilih fokus pada skripsinya.
Sampai nya di kampus,,,,
"Makasih mas" ucap Thania saat melepas seat belt nya dan akan segera turun
"Nanti kamu pulang naik taksi" ucap Bara
"Gak masalah" jawab Thania
Thania mengulurkan tangannya kepada Bara, tapi bara malah terlihat bingung dengan apa yang dilakukan Thania
"Ngapain?" tanya Bara
"Pamit lah!" Jawab Thania
Kemudian Bara menjabat tangan Thania, lalu Thania mencium tangan Bara seperti yang dilakukannya terhadap ayah dan ibunya tadi saat berpamitan
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab Bara masih tidak bergeming
Thania turun dari mobil dan segera menutupnya kembali. Lalu Thania berjalan menuju ke lobby kampus
Bara masih diam mengawasi Thania yang semakin menjauh, masih tidak percaya Thania mencium tangannya untuk berpamitan. Berkali-kali Bara melihat tangannya, bahkan senyum kecil malah terbit di bibirnya
Kemudian Bara akan kembali menjalankan mobilnya meninggalkan kampus.
Belum sampai jauh, Bara melihat dari kaca spion mobilnya, Thania tengah di hadang oleh beberapa pria di lobby. Bukan hanya pria, namun ada juga wanita disana. Sontak bara menghentikan mobilnya dan memperhatikan sejenak dari kejauhan. Bara melihat seorang wanita mendorong bahu Thania, dan seorang lagi menyentuh hijabnya. Rasa tidak terima, Bara langsung memarkirkan mobilnya dan menyusul Thania yang sepertinya sedang dibully oleh teman sekampusnya. Dengan langkah lebar, wajah Bringasan, emosi Bara sudah mencapai ubun-ubun
"Untuk apa pake hijab?! untuk nutupin keburukan mu diluaran sana?! haha,,, "
"Semua anak di kampus juga udah tau kali!! kamu itu sama aja kayak kak Intan! segerombolan wanita penghibur!"
Thania terlihat diam dan hanya menatap tajam kearah teman-teman nya.
"Mau-maunya Aryo pacaran sama cewek bekasan kayak kamu!" Ucap salah satu mahasiswi dengan menunjuk kearah Thania.
"Aku tidak bersama Aryo lagi! itu kan yang selama ini kamu mau Verra! jangan kau pikir aku tidak tau, jika kamu menyukai Aryo! dan satu hal lagi,,, aku tidak peduli semua orang di kampus ini tau, yang jelas aku tidak seburuk yang mereka pikirkan!" Sarkas Thania menjawab ejekan teman-temannya
"Oh haha akhirnya kau putus dengan Aryo!! bagusss!! ternyata Aryo sudah terbuka matanya!! sudah bisa melihat siapa kamu sebenarnya Nia! Pasti dia sudah tau berita yang tersebar!! lagian Mana mau Aryo dengan cewek bekasan kayak kamu!" Sarkas Verra
"JAGA BICARAMU!!" Suara keras dengan tegas membuat semua yang ada di lobby menoleh kesamping. Thania begitu kaget, sangat sangat kaget ketika melihat Bara datang menghampiri nya. Bukan hanya Thania, Verra dan teman-teman juga bingung saat melihat pria itu datang dengan wajah memerah padam
Bara menggenggam erat tangan Thania dan tatapan tajamnya tidak sedikitpun lepas pada Verra didepannya
"Jangan pernah kau bully Thania lagi! atau,,, aku akan buat kau menyesal seumur hidup!" sarkas Bara
"Anda siapa?! kenapa anda ikut campur?! kami tidak membully, hanya menyadarkan dia, tidak perlu berkedok baik, tapi kelakuan nakal diluar sana! bikin malu kampus!!" jawab Verra
"AKU SUAMINYA!" Jawab Bara dengan tegas
Semua orang terdiam, tidak ada yang bersuara sama sekali. Thania pun langsung menoleh kearah Bara dan menatapnya dengan tatapan sejuta tanya
"Jika kau tidak tau kenyataannya, lebih baik kau diam! atau,,, kau ingin aku mengeluarkan mu dari kampus ini dan kau tidak akan bisa melanjutkan kuliahmu dimanapun?!" Ucap Bara
"Anda hanya suami Thania! anda tidak punya kuasa untuk mengeluarkan saya dari kampus ini!! papa saya salah satu pemegang saham, jadi itu tidak akan mungkin!" jawab Verra
"Oh! siapa?!" tanya Bara dengan wajah datar
Verra merasa menang karena melihat Bara seperti tidak akan berani lagi padanya
"Hamzah Kusuma!" jawab Verra
"Oh, pak Hamzah?! baik,,, aku akan mengeluarkan dia dari pemegang saham di kampus ini!!" jawab Bara
"Hahaha bagaimana bisa?!" Ucap Verra
"Aku adalah pemilik kampus ini!!" jawab Bara
Semua orang terdiam, begitu juga Verra yang langsung diam tanpa bisa bicara lagi. Dia syok dan hampir pingsan saat mendengar ucapan Bara saat itu. Bara tidak ingin menanggapi Teman-teman Thania lagi, lalu Bara menggandeng tangan Thania dan mengajaknya menuju ke ruang dosen. Thania tidak bicara apapun dan hanya mengikuti langkah Bara menerobos kerumunan teman-teman Verra.
"Apa ini suamiku?"
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...
gila nggak sih 😂