NovelToon NovelToon
Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Penyesalan Keluarga / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..

Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Setelah mendengar ayahnya akan menghabiskan waktu selama satu minggu di vila untuk berlibur sekaligus membahas rencana pengumuman resmi Keyla kepada publik, Keisya segera kembali ke kamarnya.

Tubuhnya masih terasa lemah akibat mimisan yang baru saja berhenti, tetapi kali ini kepalanya jauh lebih ringan. Ingatan dari kehidupan sebelumnya perlahan kembali utuh, seolah sebuah pintu yang selama ini terkunci akhirnya terbuka.

Tanpa membuang waktu, ia berjalan menuju meja belajar. Ada terlalu banyak hal yang harus diingat sebelum semuanya terlambat.

Jika ia mengandalkan ingatan semata, bukan tidak mungkin beberapa detail penting akan kembali menghilang. Karena itu, ia memutuskan untuk menuliskan setiap peristiwa yang masih melekat jelas di kepalanya.

Keisya mengambil beberapa lembar tisu untuk membersihkan sisa darah yang mengering di wajah serta jemarinya. Setelah memastikan tangannya bersih, ia menyobek selembar kertas kosong dari sebuah buku lalu mulai menulis dengan cepat.

"Setelah liburan satu minggu di vila... dua hari kemudian akan diadakan pesta peresmian perusahaan milik Kak Alden."

Ujung penanya terus bergerak.

"Di pesta itu... posisi Keyla akan diumumkan secara resmi sebagai putri bungsu keluarga Jordan."

Setelah menuliskan poin tersebut, Keisya terdiam cukup lama. Tatapannya kosong, seolah sedang menembus waktu menuju masa lalu yang pernah ia jalani.

Perlahan ia mengganti pena hitam di tangannya dengan pena bertinta merah.

Livia keracunan.

Kalimat itu ia tulis perlahan, kemudian dilingkari beberapa kali. Namun beberapa detik kemudian ia menggeleng pelan.

"Bukan... bukan diracuni," gumamnya lirih. "Dia sengaja meracuni dirinya sendiri."

Keisya mengembuskan napas panjang sambil memijat pelipisnya.

Semakin ia mengingat, semakin jelas pula seluruh kebusukan yang selama ini tersembunyi. Kotak rahasia milik Livia... benda yang dahulu sempat ia buka... kini kembali muncul di benaknya satu per satu.

Livia memang sengaja meminum racun itu.

Bukan racun mematikan, melainkan racun yang hanya melemahkan tubuhnya selama beberapa waktu. Tujuannya sederhana, tetapi sangat licik. Ia ingin membangkitkan simpati keluarga Jordan sekaligus membuat semua orang percaya bahwa musuh keluarga telah mengincarnya.

Dari sana, perhatian keluarga sepenuhnya tertuju kepadanya, dan ketika situasi mulai berbalik, Livia akan menyeret nama Keisya sebagai kambing hitam, lalu perlahan mengarahkan semua kecurigaan kepada Keyla.

Mengingat semua itu membuat Keisya hanya mampu tertawa hambar.

"Gila..."

Ia mengacak rambutnya sendiri.

"Gila banget. Gue tahu semua kebusukan dia, tapi kenapa dulu gue tetap nurut sama semua rencananya?"

Semakin dipikirkan, semakin sulit ia memahami dirinya di kehidupan pertama.

"Apa gue sebodoh itu?"

Ia mengepalkan tangan di atas meja.

"Livia waktu itu bahkan baru lima belas tahun... tapi cara berpikirnya sudah seperti orang dewasa."

Seketika tubuhnya merinding karna masih ada satu rahasia yang belum pernah berhasil ia ungkap.

Isi kotak Pandora milik Livia yang bahkan belum sempat ia lihat seluruhnya sebelum kematiannya.

'Apa sebenarnya yang terjadi setelah aku mati? Apa lagi yang disembunyikan gadis itu?'

Hanya memikirkannya saja membuat telapak kaki Keisya terasa dingin.

Dengan cepat ia kembali menuliskan satu kalimat menggunakan tinta merah, lalu memberi lingkaran besar di sekelilingnya.

Penebusan dosa terakhir.

Keisya menatap tulisan itu cukup lama.

"Kalau gue bisa mencegah Livia keracunan..."

Ia berhenti sejenak, mencoba menyusun kemungkinan demi kemungkinan.

"...maka perhatian keluarga Jordan nggak akan pernah beralih ke dia."

Semakin dipikirkan, rencana itu terdengar masuk akal.

Jika Livia gagal menjalankan sandiwaranya, maka seluruh rangkaian kejadian berikutnya pun akan berubah, dan jika dirinya juga menolak mengikuti semua hasutan Livia, maka penyiksaan yang dahulu ia lakukan kepada Keyla tidak akan pernah terjadi.

Mungkin Livia masih akan mencari cara lain. Namun setidaknya kali ini Keisya bukan lagi pion yang bisa dimanfaatkan sesuka hati.

Ia hanya perlu menjadi seseorang yang tidak lagi ikut campur. Seseorang yang perlahan menghilang dari kehidupan keluarga Jordan.

Jika semua berjalan sesuai rencana, ia tak perlu lagi bertemu dengan Keyla. Namun beberapa detik kemudian senyum di wajahnya perlahan memudar.

Ia membalikkan tubuh dan memandang seluruh kamar yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Tatapannya menatap tiap sudut ruangan itu menyimpan kenangan.

Tanpa sadar, matanya mulai menghangat. Jika dihitung dari dua kehidupan yang pernah ia jalani, ia telah tinggal di kamar ini selama dua puluh tujuh tahun.

Waktu yang bahkan lebih lama daripada usia hidupnya di kehidupan pertama.

Ia masih ingat hari ketika pertama kali memasuki kamar itu di usia tujuh tahun.

Bagi seorang anak jalanan yang terbiasa tidur di bawah kolong jembatan dan menggigil diterpa hujan, kamar itu terasa seperti surga.

Keisya tersenyum kecil. Ia bahkan masih mengingat malam pertamanya.

Kasur yang terlalu empuk justru membuatnya tidak bisa tidur. Ia menangis semalaman karena merasa asing dengan kenyamanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Malam itu, Alden memilih menemaninya tidur, bukan karena kedua adiknya tidak peduli.

Justru sebaliknya, Ivan dan Geo bertengkar hebat hanya untuk menentukan siapa yang akan tidur bersama Keisya kecil.

Karena keduanya sama-sama keras kepala, Alden akhirnya turun tangan sebagai kakak tertua dan mengakhiri pertengkaran itu dengan mengalah.

Sejak malam itu, mereka bertiga bergantian menemaninya tidur. Bahkan beberapa kali Keisya juga tidur di kamar ayahnya.

Kenangan-kenangan hangat itu terasa begitu nyata. Namun kini semuanya justru membuat dadanya semakin sesak.

Sebab setelah dipikirkan baik-baik, tak ada satu pun yang benar-benar menjadi miliknya.

Baik itu kamar, kasur ini, pakaian ini, ataupun kasih sayang yang pernah ia terima...

Semua hanyalah titipan yang seharusnya menjadi milik Keyla.

Keisya menarik napas panjang.

"Kayaknya... gue harus mulai berkemas."

Ia menatap lemari besar di sudut kamar.

"Walaupun semua ini bukan punya gue, nggak mungkin juga keluarga Jordan membiarkan putri kandung mereka memakai barang bekas anak jalanan."

Kalaupun nanti ia tak bisa membawa semuanya...

Setidaknya barang-barang itu bisa dipindahkan ke gudang sebelum Keyla resmi menempati tempat yang memang menjadi haknya.

1
ita aja
istrhat dlu kei
pasti lelah kmu
Ari Peny
😭😭😭😭
Dedi Dahlia
kesya bertahan jangan menyerah dulu jangan patah berjuang,semangat thorr
Sulati Cus
lanjut Thor walaupun bikin mewek gpp lah itung2 latihan
Rossy Annabelle
next /Sob/
MomRea
banyak bawang nya 🥲🥲
dome🌬️🌀🌀🌀
kak thorrrr.... aaaakkkhhhjj.... ngereog nih akuuuuuuuuuuuu😭😭😭😭
kok dikit amat siiihhhhh

satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr

semangattttttttttttt 💪💪💪💪
Pawon Ana
dari awal episode baca cerita ini, bikin menguras emosi, nyesek bnget ya si Keisya....😔
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah terlambat sudahhh, keysia sudah minum racun. mau marah sama pelayan juga kalian bersikap sama. pelayan hanya mengikuti perilakuan majikan nya lahh. sok perduli siapa yg berani memperlakukan kluarga Jordan dengan tidak hormat.. kau dan kalian pun sama. 😤😤😤
kesiannya keysia 😭😭
dome🌬️🌀🌀🌀
kspoookkkkk... menyesal kan, setelah apa yg sudah dialami keysia. baru pada perhatian dan mencari tahu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
sampai sebegitu nya ingin merubah arah hidupnya agar tak berakhir tragis keysia😭😭😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu
aku
pergi aja keysha. lanjutkan rencanamu. sukses kan diri!!! go go keysha 😭😭
Ari Peny
lbh baik lanjut jaga jarak sha
Rossy Annabelle
biar istirahat dulu dah si Keisya/Frown/
Dedi Dahlia
menyesal tidak berguna,sekarang kesya sudah siap meniggalkan keluarga yang tidak pernah di anggap,kalu siuman nanti tinggalkan saja,kalau masih bertahan akan ada masalah apa lagi kalau ujungnya sakit dan sesak.
Pawon Ana
akhirnya pada tahukan kamar Keisya sudah kosong....biarin dah si Keisya tidurnya agak Lamaan...biar istirahat dulu dia😔
Ari Peny
😭😭😭
Dedi Dahlia
😭😭 nanggis lihat kesya menderita kapankah mendapat kebahagiaan lanjut thorr
Pawon Ana
ok Keisya perjuanganmu kok ya sampai sejauh itu ... 😔
Rossy Annabelle
next ,,suka sama tokoh utama tp kasihan jg sih /Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!