NovelToon NovelToon
Detak Jantung Yang Merahasiakanmu

Detak Jantung Yang Merahasiakanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: RosaSantika

Lima tahun yang lalu, akibat satu malam penuh kesalahpahaman yang dijebak oleh orang lain, Alana Kirana menyerahkan kesuciannya kepada Devran Adhitama, seorang CEO muda yang dingin dan berkuasa. Takut dituduh sebagai wanita penghibur, Alana melarikan diri ke luar negeri dalam kondisi mengandung. Kini, Alana kembali sebagai desainer interior berbakat demi membiayai pengobatan putranya yang genius namun sakit-sakitan, Leo. Saat Devran menyewa jasanya, pria itu tidak tahu bahwa bocah berwajah sangat mirip dengannya yang sering menyelinap ke kantornya adalah darah dagingnya sendiri. Di tengah intrik mantan kekasih Devran dan rahasia masa lalu, cinta lama yang sempat padam kembali membara dengan taruhan rahasia besar yang siap meledak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RosaSantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

"Aku tidak percaya! Aku tidak akan pernah percaya jalang itu melahirkan benih Devran!"

Siska Lorenza mondar-mandir di dalam kamar hotel mewah tempatnya bersembunyi setelah diusir paksa dari Adhitama Mansion. Tangannya mencengkeram ponsel dengan begitu erat, sementara napasnya memburu dipenuhi histeria dan kepanikan massal.

Di seberang panggilan, terdengar suara berat seorang pria bayaran.

"Tenang, Nona Lorenza. Jika Anda meragukan pengakuan Tuan Devran, hanya ada satu cara untuk membuktikannya. Kita butuh tes DNA tandingan."

"Bagaimana caranya, hah?! Anak itu dikurung di dalam sayap medis mansion yang dijaga ketat oleh anjing-anjing penjaga Devran!" teriak Siska, suaranya melengking frustrasi.

"Mansion itu seperti benteng militer sekarang!"

"Selalu ada celah, Nona. Sore ini, bocah itu dijadwalkan melakukan pemeriksaan darah luar di taman samping mansion untuk terapi udaranya."

"Saya sudah menyusupkan salah satu orang terbaik saya sebagai petugas sanitasi taman. Kita hanya butuh beberapa helai rambut anak itu beserta akarnya."

"Lakukan! Ambil rambut anak itu!" desis Siska kejam, matanya berkilat penuh dendam.

"Jika hasilnya negatif, aku sendiri yang akan menyeret Alana dan anak haramnya itu ke penjara karena penipuan! Hancurkan mereka!"

Sementara itu, di taman samping Adhitama Mansion yang asri, Leo sedang duduk di atas bangku taman putih sembari memangku sebuah laptop kecil.

Di dekat kakinya, seekor anjing ras Samoyed berbulu putih lebat dan tebal milik keluarga Adhitama bernama Baron sedang berbaring malas, sesekali menjulurkan lidahnya.

"Hmm... enkripsi ini terlalu mudah. Om kaku benar-benar harus memperbarui sistem keamanan pelacak satelitnya," gumam Leo, jemari mungilnya menari-nari di atas papan ketik dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk bocah berusia lima tahun.

Alana yang baru saja selesai berkonsultasi dengan Dr. Gunawan di selasar taman berjalan mendekat.

"Leo, jangan terlalu lama menatap layar. Dokter bilang kamu harus banyak menghirup udara segar agar sel darahmu tidak cepat lelah."

"Sebentar lagi, Mommy. Leo sedang membersihkan jejak digital dari server hotel kemarin," sahut Leo tanpa mendongak.

"Mommy masuk ke dalam sebentar untuk mengambilkan jus melon kesukaanmu, ya? Jangan nakal, tetap di sini bersama Baron," ujar Alana, mengusap lembut kepala putranya sebelum berbalik melangkah masuk ke dalam bangunan utama mansion.

Begitu Alana menghilang di balik pintu kaca, suasana taman mendadak sepi. Hanya ada suara gemerisik daun yang tertiup angin sore.

Baron, sang anjing Samoyed, mendadak menegakkan telinganya dan mengeluarkan geraman rendah.

Grrr...

"Ada apa, Baron? Kamu mendeteksi ada virus masuk ya?" tanya Leo polos, menghentikan ketikannya dan menoleh ke arah semak-semak mawar di belakang bangku taman.

Seorang pria bertopi pet dan mengenakan seragam petugas kebersihan taman mansion keluar dari balik semak-semak.

Tangannya memegang sebuah gunting rumput besar, namun matanya menatap lurus ke arah kepala Leo dengan pandangan yang sangat mencurigakan.

"Hai, Anak Manis. Sedang bermain sendirian?" tanya pria itu, mencoba melembutkan suaranya yang terdengar kaku.

Ia melangkah mendekati bangku Leo dengan tangan kiri yang diam-diam meraba saku celananya, bersiap mengeluarkan selembar selotip bening.

Leo menyipitkan mata bulatnya. Insting tajamnya sebagai anak yang tumbuh di lingkungan penuh kewaspadaan di Eropa langsung berbunyi.

Ia memperhatikan sepatu boots pria itu yang tampak terlalu bersih untuk seorang tukang kebun, dan cara berjalannya yang tidak natural.

"Om bukan tukang kebun di sini kan?" tembak Leo langsung, melipat layar laptopnya dengan tenang.

"Tukang kebun yang asli selalu menyapa Baron dengan biskuit daging, tapi Baron justru menggeram pada Om."

Pria itu tertegun sesaat, tidak menyangka bocah sekecil ini akan begitu jeli.

"Ah... Om baru bekerja hari ini, Sayang. Sini, Om lihat rambutmu, ada daun kering yang menempel di kepalamu." Pria itu mempercepat langkahnya, mengulurkan tangan kanannya dengan cepat ke arah puncak kepala Leo.

"Jangan sentuh Leo!" bentak Leo, dengan gesit melompat turun dari bangku taman ke sisi lain, menghindari jangkauan tangan pria asing tersebut.

Namun, pria bayaran Siska itu tidak menyerah. Ia langsung maju dan berhasil mencengkeram bahu mungil Leo.

Dengan gerakan kasar, tangannya menjambret beberapa helai rambut dari arah kepala di dekatnya, lalu buru-buru menempelkannya ke selotip bening yang sudah ia siapkan.

"Dapat!" seru pria itu puas, langsung memasukkan selotip berisi helai-helai rambut putih ke dalam kantong plastik klip kecil.

Tanpa memedulikan teriakan Leo, pria itu langsung berbalik dan melompati pagar pembatas taman, melarikan diri ke arah hutan pinus di belakang mansion.

Baron menggonggong keras, bersiap mengejar, namun Leo segera menahan kalung leher anjing besar itu. "Baron, stop! Jangan dikejar!"

Leo berdiri di tengah taman, memandangi pagar tempat pria itu melarikan diri dengan sebuah senyuman tipis yang sangat licik, sebuah ekspresi yang merupakan replika sempurna dari wajah Devran Adhitama saat berhasil menjebak musuh bisnisnya di papan catur.

Bocah itu perlahan membuka telapak tangan kirinya yang sejak tadi ia sembunyikan di balik punggung.

Di dalam genggaman mungilnya, terdapat segenggam bulu putih lebat yang baru saja ia cabut dari tubuh Baron saat ia berpura-pura menghindar di bawah bangku tadi. Sementara di tangan kanannya, Leo memegang beberapa helai rambut hitamnya sendiri yang utuh.

"Bodoh sekali Om penjahat itu," kekeh Leo geli, mengusap kepala Baron yang masih kegirangan.

"Dia pikir dia berhasil mengambil rambut Leo, padahal saat Leo menghindar tadi, Leo sengaja mencondongkan badan ke bawah dan membiarkan tangannya meraih bulu putih tebalmu yang tersangkut di sandaran kursi, Baron!"

Alana yang mendengar gonggongan Baron langsung berlari keluar dari dalam mansion dengan wajah panik, membawa segelas jus di tangannya.

"Leo! Ada apa?! Kenapa Baron menggonggong keras sekali?!"

"Tidak ada apa-apa, Mommy," jawab Leo cepat, langsung memasukkan kembali laptopnya ke dalam tas dan menyembunyikan rambut hitamnya di saku celana.

"Tadi hanya ada kucing besar yang melompat ke pagar, jadi Baron agak kaget."

Alana menarik napas lega, meskipun matanya sempat menatap curiga ke arah semak-semak yang agak berantakan.

"Benar tidak apa-apa? Wajahmu agak merah, Sayang. Ayo kita masuk ke dalam, udara sore mulai dingin."

"Iya, Mommy. Ayo masuk. Leo juga sudah tidak sabar ingin melihat wajah Om kaku kalau tahu sistem keamanannya baru saja ditembus oleh tukang kebun palsu," gumam Leo dengan bisikan yang sangat lirih hingga tidak terdengar oleh Alana.

Di dalam otaknya yang genius, Leo sudah bisa membayangkan kekacauan massal yang akan terjadi di laboratorium DNA medis luar sana saat mereka memeriksa sampel rambut yang dibawa oleh utusan Siska Lorenza.

Siska menginginkan perang genetik, dan Leo baru saja memberikan hasil laboratorium yang akan menyatakan bahwa sang pewaris Adhitama Group adalah seekor anjing ras Samoyed abad ke-19.

1
Rosa Santika
makasih kk
Icha Kolin
sangat bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!