NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan / Tamat
Popularitas:329.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Wajah Anaya dan Abinaya menunjukkan ekspresi tidak percaya.

"Kata Ayah hari ini tanggal ulang tahun Bunda," ucap Anaya cepat.

"Bukan, Sayang," balas Kanaya menggelengkan kepala.

"Pokoknya hari ini Bunda ulang tahun!" ujar Anaya tegas dan Abinaya pun mengangguk.

Kanaya tertawa kecil. "Bunda bahkan enggak tahu kapan Bunda lahir."

Kalimat itu membuat suasana mendadak sedikit lebih tenang. Anaya terlihat bingung. Ia menoleh ke arah Arkana seolah meminta bantuan.

Arkana melangkah mendekat. Tatapannya lembut saat memandang Kanaya.

"Tapi hari ini adalah hari ketika Pak Soleh menemukanmu, Kanaya."

Senyum di wajah Kanaya perlahan menghilang. Ia terdiam.

Arkana melanjutkan dengan suara pelan. "Kalau hari itu Pak Soleh tidak menemukanmu, mungkin dunia enggak akan pernah mengenal Kanaya yang sekarang."

Kanaya menunduk sesaat. Dadanya terasa hangat sekaligus sesak. Ia tidak menyangka Arkana masih mengingat tanggal itu. Bahkan dirinya sendiri hampir lupa. Apalagi setelah semua yang terjadi selama bertahun-tahun.

Mata Kanaya perlahan berkaca-kaca. Kenangan tentang Pak Soleh kembali memenuhi pikirannya. Sosok pria sederhana yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski tidak memiliki hubungan darah dengannya.

"Bunda jangan nangis."

Suara panik Anaya membuat Kanaya tersadar. Buru-buru dia mengusap pipinya. "Bunda enggak nangis."

"Bunda nangis. Tuh, ada airnya,"

Kanaya akhirnya tertawa di tengah harunya. Lalu ia meraih kedua anaknya dan memeluk mereka erat-erat. Pelukan itu terasa hangat, nyaman, dan membuat segala lelah yang dirasakannya hari itu seolah menghilang begitu saja.

"Terima kasih, ya!" bisik Kanaya penuh haru.

"Bunda senang?" tanya Abinaya pelan.

Kanaya mengangguk. "Bunda sangat senang."

Anaya langsung melompat kegirangan. "Horeee! Berhasil!"

Kanaya mengernyit. "Berhasil apa?"

Mata Anaya langsung membesar. Ia buru-buru menutup mulutnya sendiri. "Enggak ada."

Abinaya refleks menarik lengan saudara kembarnya. "Kamu hampir bocor lagi."

"Aduh." Anaya menggelengkan kepala.

Melihat kepanikan keduanya, Kanaya tidak bisa menahan tawanya. Tawa itu memenuhi ruang tamu dan membuat suasana terasa jauh lebih hangat.

Sementara itu, Arkana hanya berdiri beberapa langkah dari mereka. Ia tidak ikut berbicara. Ia hanya memandangi perempuan yang selama ini masih berusaha ia perjuangkan. Perempuan yang pernah menjadi rumah bagi hatinya.

"Terima kasih," ucap Kanaya kepada Arkana. Karena dia yakin itu semua ide darinya.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Kanaya tersenyum kepadanya tanpa tatapan dingin, tanpa jarak yang terlalu jauh, tanpa sikap kaku yang selama ini selalu membatasi mereka.

Senyum itu memang sederhana. Namun, bagi Arkana, senyum itu terasa seperti hadiah terbesar yang pernah ia terima. Karena setelah sekian lama, ia akhirnya bisa melihat kebahagiaan itu kembali muncul di wajah Kanaya.

Mungkin jalan yang harus ditempuhnya masih panjang. Mungkin luka di hati Kanaya belum benar-benar sembuh. Dia masih harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan kembali kepercayaan perempuan itu.

Arkana merasa semua usahanya tidak sia-sia. Dan bagi Arkana, itu sudah cukup untuk membuat hatinya bahagia.

Malam harinya suasana rumah terasa jauh lebih hangat dari biasanya. Kejutan kecil yang disiapkan Arkana bersama Abinaya dan Anaya masih menyisakan senyum di wajah kedua anak itu. Setelah mandi dan berganti pakaian tidur, mereka memegang tablet sibuk melihat foto-foto mereka saat memakai kostum beruang. Bahkan Anaya sudah mengulang cerita yang sama entah untuk keberapa kalinya.

"Aku paling lucu, kan?" tanya Anaya yang duduk di karpet.

"Enggak," sahut Abinaya santai. "Soalnya tadi Aya hampir jatuh."

"Itu bukan lucu. Itu imut."

Abinaya langsung memutar bola matanya.

Sementara itu, Kanaya duduk di samping kedua anaknya, dengan laptop terbuka di atas meja. Jemarinya bergerak pelan memeriksa daftar pesanan katering untuk beberapa hari ke depan. Sesekali ia mencatat sesuatu di buku kecil yang selalu dibawanya ke mana-mana. Namun, di sela kesibukannya itu dia sesekali tersenyum tipis ketika mendengar perdebatan kecil kedua anaknya.

Arkana yang duduk tidak jauh dari mereka diam-diam memperhatikan pemandangan itu. Hatinya terasa tenang. Sudah lama sekali ia tidak merasakan suasana keluarga seperti ini. Tidak ada pertengkaran ataupun tangisan. Tidak ada luka yang kembali dibahas.

Untuk sesaat, semuanya terasa begitu damai. Saat itulah ponsel Arkana bergetar di atas meja. Nama Bu Winda muncul di layar.

Arkana segera mengambil ponselnya lalu berdiri dan berjalan ke teras depan agar tidak mengganggu yang lain. "Assalamualaikum, Ma."

"Waalaikumsalam," jawab Bu Winda dengan suara yang terdengar sangat bersemangat. "Lagi apa?"

Arkana melirik ke dalam rumah melalui jendela ruang tamu. Kanaya masih duduk bersama kedua anak mereka.

"Lagi di rumah," balas Arkana.

"Bagus."

Arkana tersenyum kecil. Ia sudah hafal. Jika ibunya menjawab seperti itu, biasanya ada sesuatu yang ingin disampaikan.

"Ada apa, Ma?" tanya Arkana penasaran.

"Besok lusa pulang ke Jakarta," jawab Bu Winda dari sebrang sana..

Arkana mengernyit bingung. "Pulang?"

"Iya."

"Siapa?"

Bu Winda terdengar mendecak pelan di seberang sana. "Ya, Papa sama Kakek kamu, lah."

Arkana yang semula bersandar santai di pagar teras langsung berdiri tegak. "Serius?"

"Iya."

Untuk beberapa saat Arkana terdiam. Selama beberapa bulan terakhir, ayah dan kakeknya memang berada di luar negeri. Selain mengurus beberapa urusan bisnis keluarga, kondisi kesehatan sang kakek juga sempat menurun sehingga harus menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih intensif.

Karena itulah sampai sekarang mereka belum pernah bertemu Kanaya juga belum pernah bertemu Abinaya dan Anaya. Dua anak yang bahkan keberadaannya baru diketahui keluarga mereka beberapa waktu lalu.

"Mama sudah cerita semuanya ke mereka," lanjut Bu Winda dari balik telepon.

Arkana langsung bisa membayangkan bagaimana reaksi ayah dan kakeknya saat mendengar kabar itu..Apalagi selama lima tahun terakhir ia membuat seluruh keluarganya percaya bahwa dirinya belum pernah menikah. Padahal kenyataannya jauh lebih rumit dari itu.

"Mereka bilang apa?" tanya Arkana pelan.

1
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
Ya elahh kelamaan daripada nunggu kabar dari mamahmu mending samperin gihh trs cari informasi disana soal Kanaya ntar pergi jauh lagi Kanaya nya
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
wahh Oma nya yang nganterin ternyata tapi koq Kanaya gak kenal sama mertuanya apa dulu nikahnya juga sembunyi2 jadi orangtua Arkana gak tau kalo anaknya udah nikah
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
Kayana sekarang jadi pengusaha sukses ya tapi gak mungkin dech dia memberikan anaknya kartu hitam yang isinya milyaran kira2 dapat darimana tuch kartu🤔
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
Oalahh kanaya ternyata punya anak kembar ya😲
Muajidah Firdausi
Black Card si Kembar. blm dijelaskan drmana
Muajidah Firdausi
black card kan ada Jo PINnya ya

kok karyawan itu bs tahu isi saldo nya
Muajidah Firdausi
mama atau Bunda
Darti abdullah
luar biasa
v_cupid
penyesalan mmg sll dtg terlambat
🌸🍣わたなべ_Ryuzu👘🌸
👍💪
LibraGirls
Makasih Thor 👍🏻🙏
ayu cantik
bagus
Ummee
waahhh... gk kerasa uda tamat aja, Alhamdulillah... makasih kak author, sehat selalu...
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
Nikmati penyesalan Arkana sampai 5 tahun pun kamu masih terus dibayangi rasa bersalah tak sebanding dengan luka yang didapat Kanaya karena kebohonganmu
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
hancur banget hati Kanaya mendengar kenyataan bahwa cuma dijadikan taruhan 😢😢
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
pertemanan sesat bukannya ngajak kebaikan malah ngajak taruhan😠
≼⊱ ƈ̤h͜͡ᵢ๓𐔤² ⊰≽
mampir thor🙋‍♀️
itin
happy happy happy
v_cupid
👍
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!