Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 MENIKAH???
Dalam perjalanan Vendra yang mengendarai sebuah motor (Moge) berwarna hitam dengan mengenakan pakaian jaket hitam nya, melaju cepat menuju ke rumah Luna. Hari ini, hari pertama nya untuk kerja sebagai Asisten Luna menjaga dan mengawasi dia selama beraktivitas. Iya.. di mulai sekarang untuk menemukan yang seharusnya Vendra dapatkan. Sampai depan gerbang pagar, seorang pria membukakan untuk nya masuk ke dalam. Vendra masuk dengan motor nya lalu berhenti di depan rumah parkir dengan aman, melepaskan helm hitam di kepalanya. Vendra turun dari atas motor meletakkan helm hitam di atas Jok motor.
Luna keluar dari dalam rumah melangkah menghampiri Vendra.
Vendra berbalik melihat Luna yang datang mendekat
"Pagi Bos! ". Sapa Vendra senyum manis
" Jangan seperti itu. Panggil nama saja. aku tidak terbiasa mendengar nya. bisa? ". Minta Luna
" tentu saja. Kak Luna". Senyum Vendra
"itu jauh lebih baik. Ok mulai sekarang kamu jadi asisten ku. konsep nya kamu harus tinggal bersama ku di rumah ini. jadi kamu tidak tinggal lagi di hotel". Ujar Luna
Vendra terdiam mendengar nya. " Tinggal? ". Jawabnya terkejut
" Iya! ". Balas Luna heran bingung melihat reaksi wajah Vendra yang bengong. " kenapa? tidak mau? ". Tanya Luna
" Tidak! hanya saja, baru tahu kalau jadi Asisten tinggal di rumah. aku pikir hanya menjaga saat aktivitas saja" Ucap Vendra
"pelayan rumah dan penjaga rumah saja tinggal di dalam rumah ku, yang sudah di sediakan kamar untuk mereka. tidak mungkin kamu bolak-balik ke hotel ke rumah ku begitu". Ucap Luna
" iya juga. Ok sekarang mau kemana? ". Tanya Vendra
" sebenarnya mau ke kantor. tapi pagi ini aku harus bertemu dengan seseorang. Tapi sebelum itu kamu harus ganti pakaian dulu. jangan tampilan seperti itu". Luna berkata pada Vendra
Vendra melihat dirinya sendiri___ Kemudian tidak lama Vendra mengganti pakaian dengan mengenakan pakaian jas hitam. Melihat tampilan Vendra dari bawah kaki hingga atas kepala sudah cukup cocok, senyum Luna pada Vendra.
"ok! itu jauh lebih baik! ayo kita jalan". Ajak Luna pada Vendra.
Tidak lama mereka sudah berada di dalam mobil terlihat Vendra berada di kursi jok depan bersama seorang pak sopir. Di belakang mereka sudah ada Luna yang sedang main ponsel mengenakan pakaian kemeja putih polos dengan rambut terurai panjang.
Perjalanan pun di mulai mobil yang mereka tumbangi pun jalan meninggalkan rumah yang besar.
Sampai di Cafe VVIP ternama terlihat di sebuah cafe itu tidak terlalu banyak orang yang datang, wajar saja namanya juga Cafe VVIP ternama hanya khusus untuk orang-orang kaya saja.
Vendra lebih dulu keluar dari dalam mobil, tutup pintu, lalu buka pintu untuk Luna. Luna pun keluar dari dalam mobil melihat sekeliling parkir mobil tampaknya mobil yang ia cara belum datang. terlihat wajah Luna berubah menjadi sedikit murung.
"Kamu tetap di sini. ini pertemuan pribadi. tapi tetap mengawasi". Minta Luna pada Vendra.
" Baik! aku mengerti ". Jawab Vendra
Luna melangkah jalan memasuki Cafe VVIP
****
****
****
Di rumah Ambarawa tampaknya Rajab bergegas melangkah jalan menghampiri Mobil hitam nya itu. Hari ini ada pertemuan dengan Luna.
" Rajab! ". Sahut Elisa yang tiba-tiba saja datang memeluk dirinya dari belakang saat hendak menyentuh pintu mobil.
" kamu mau kemana. sayang.! ". Tanya Elisa yang masih memeluk tubuh Rajab dengan erat
" Elisa! Lepaskan! Elisa! ". Minta Rajab untuk melepaskan pelukan nya. Kedua tangan Rajab menyingkirkan tangan Elisa yang melingkar di perutnya. " Lepas!! ". Sentak nya berbalik dengan ekpresi datar pada Elisa.
Seketika ekpresi Elisa berubah menjadi cemberut bete di tolak oleh Rajab.
" Jangan ganggu aku! Ok! ". Minta Rajab mengingat kan pada Elisa. Rajab berbalik lagi buka pintu mobil masuk kedalam mobil nya.
Elisa yang di abaikan hanya berdiri terdiam dengan rasa tidak Terima prilaku Rajab terhadap nya.
Mobil Rajab berjalan pergi meninggalkan Elisa berserta rumah besar nya. Elisa melihat mobil Rajab sudah jalan pergi langsung berfikir untuk mengikuti Rajab. ia pun bergegas ke mobil nya. Masuk ke dalam mobil berjalan pergi mengikuti Rajab.
****
****
****
Di dalam Cafe VVIP terlihat Luna duduk di kursi tubuh punggung menyender santai sendirian menunggu Rajab datang sembari main ponsel yang ia pegang.
Di Luar Cafe VVIP terlihat Vendra memperhatikan Luna dari kejauhan. Vendra berfikir entah siapa yang di tunggu Luna, sedikit penasaran pertemuan Luna dengan seseorang.
Tidak lama Vendra menoleh ada sebuah mobil hitam datang berhenti samping mobilnya, Vendra melihat-lihat penasaran mungkin orang yang di dalam mobil itu bertemu dengan Luna. fikir Vendra.
Sebuah kepala muncul. Seketika Vendra terkejut melihat wajah Rajab, ia langsung bergegas bersembunyi di balik mobil nya. Rajab melangkah jalan memasuki Cafe VVIP. Tidak lama ada mobil lain datang. Vendra pun terkejut.
"Siapa lagi yang datang". Kata Vendra berbicara diri sendiri sambil memperhatikan mobil yang datang itu.
Seorang wanita keluar dari mobil dengan mengenakan pakaian sexy nya. Vendra merasa mengenal wajah wanita itu. Sejenak Vendra berfikir terdiam, Ia ingat wanita itu pernah pertemu sebelum nya. wanita reses yang sudah merendahkan dirinya.
"Dia lagi. Kenapa bumi ini kecil sekali!! Astaga hubungan mereka apa? ". Vendra berkata bicara diri sendiri.
Rajab melangkah mendekat. terlihat Luna tidak menyadari Rajab datang, ia terus main kan ponsel nya.
" Luna! ". Panggil Rajab tarik kursi lalu duduk depan meja di hadapan Luna.
" Hei! ". Jawabnya meletakkan ponsel di atas meja.
"Maaf lama! ". Ucap Rajab
" iya tidak apa-apa". Jawabnya
"jadi bagaimana! keputusan nya? ". Tanya Rajab
Luna menghela nafas berat melirik ke meja, berlahan melihat Rajab lagi. lalu berkata____
" Walaupun tidak adil buat ku. Ok! aku Terima dengan pernikahan itu". Jawab Luna walaupun hati kecil nya masih belum yakin dengan tujuan nya itu.
"PERNIKAHAN APA?? ". Sentak Elisa yang tiba-tiba saja datang dari belakang Rajab.
Sontak Luna dan Rajab menoleh kaget kedatangan Elisa. Mereka berdua langsung beranjak berdiri melihat Elisa
" Elisa!! ". Sentak Rajab marah
" KAMU AKAN MENIKAH DENGAN WANITA INI? ". Tanya Elisa sembari tunjuk jari terhadap Luna dengan ekpresi marah menatap tajam pada Rajab.
" Ini bukan urusan kamu, ELISA! cukup sudah! BERHENTI MENGEJAR KU! OK!! ". Tampaknya Rajab mulai kesel dengan sikap Elisa yang semakin mengejar hingga mengikuti sampai Cafe
Luna yang berdiri terdiam hanya menyimak mereka berdua.
Di Luar Cafe Vendra yang memperlihatkan mereka bertiga di dalam Cafe ekpresi heran dan bingung.
"Ada apa? Ko kayak ribut! ". Vendra berkata bicara sendiri sembari memperhatikan mereka di dalam Cafe itu. Sebenarnya Vendra ingin masuk kedalam, penasaran apa yang telah terjadi di sana.
" Rajab!! aku cinta sama kamu. aku tidak ingin kamu menikah dengan siapapun hanya cukup aku saja. kenapa harus dia. aku juga ingin menikah dengan kamu! ". Ucap Elisa yang sangat ingin mendapatkan Rajab
ekpresi Rajab berubah heran berfikir kalau Elisa semakin aneh dan ____?
" CUKUP! JANGAN PERNAH IKUTIN AKU LAGI! CUKUP ELISA!! ". Jawab Rajab Tegas dengan nada sentak pada Elisa.