NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: RUANG BK

‘Nakal sekali kamu, baby,’ kekeh Devan di dalam hati. Sungguh, kelinci mungil yang ada di hadapannya saat ini benar-benar berjalan di luar nalar sehatnya.

Arka yang mendengar penuturan jujur dari adiknya pun ikut dibuat setengah mati menahan tawa. Rasa khawatirnya langsung menguap, digantikan rasa geli yang amat sangat melihat bagaimana kepolosan adiknya.

Arka yang melihat Clara tak merasa bersalah sedikitpun sangat malas meladeni drama Clara dan kedua temannya lebih lama, memutuskan untuk menyudahi konfrontasi tidak bermutu itu. Tanpa membuang waktu, ia langsung menggendong tubuh mungil Naya ala bridal style dan melangkah lebar keluar dari toilet, membawa sang adik menuju UKS untuk mengobati telapak tangannya yang memerah.

...^^^...

Sepeninggalan Arka dan Naya, atmosfer di dalam toilet perempuan itu seketika berubah mencekam. Devan berdiri tegak, memancarkan aura dingin yang mengintimidasi sebagai Ketua OSIS.

“Ikut gue ke ruang BK. Sekarang,” perintah Devan mutlak, tidak menerima bantahan sedikit pun.

Sepanjang koridor menuju ruang Bimbingan Konseling (BK), Clara yang masih tidak terima dengan situasi ini terus-menerus mencoba merayu Devan dengan tidak tahu malunya. Ia sengaja berjalan mepet di samping Devan.

“Devan, kamu percaya aku kan?” Ucap clara

“beneran deh! Cewek kecentilan itu yang mulai duluan, aku cuma korban di sini,” rengek Clara dengan suara yang dibuat semanja mungkin, berharap Devan akan luluh.

“Kalau kamu enggak percaya, kamu tanya saja Lulu dan Rita. Mereka berdua lihat sendiri kok kejadiannya!” Clara menunjuk kedua anteknya yang berjalan mengekor di belakang.

Mendapat sinyal dari clara, Rita langsung menyahut cepat, “Betul, Dev! Cewek gak tau diri itu yang duluan mulai memukul Clara. Dia sengaja banget menampar Clara!”

Tanpa mereka sadari, kebohongan mereka justru terdengar sangat konyol di telinga Devan, mengingat pemuda itu sendiri yang menjadi saksi mata dari awal mula kejadian.

“Lagian tuh cewek berani banget menampar primadona sekolah. Dia belum tahu aja siapa Clara yang sebenarnya,” ucap Lulu menggebu-gebu, ikut membela.

“Ayah Clara itu donatur terbesar di sekolah ini. Bisa apa cewek miskin kampung kayak dia? Yang ada juga dia yang langsung ditendang dan dikeluarkan dari sekolah ini!” cibir Rita sinis, meremehkan penampilan Naya yang polos.

Mendengar ocehan tak bermutu dari Clara dkk, Devan yang sudah sangat muak hanya bisa memutar bola matanya malas. Langkah kakinya berhenti tepat di depan pintu ruang BK. Ia membalikkan badannya, menatap trio bully itu dengan tatapan merendahkan yang teramat dingin.

Sebelah sudut bibir Devan terangkat, membentuk senyuman sinis yang membuat bulu kuduk ketiga gadis itu meremang.

“Cewek miskin, ya?” gumam Devan pelan, mengulangi kata-kata Rita. “Kalian bertiga lihat saja sendiri nanti apa hukuman yang pantas buat kalian.”

Devan memutar knop pintu ruang BK lalu melangkah masuk terlebih dahulu, membiarkan Clara, Rita, dan Lulu mendadak diserang rasa gelisah karena aura Devan yang sama sekali tidak bisa ditebak.

^^^

Di dalam ruang BK, Clara bersama kedua anteknya duduk menunggu dengan gelisah sekaligus tidak sabar menanti kedatangan Anaya.

Tak berselang lama, pintu ruangan dibuka dengan kasar dari luar. Seno Bramantio, ayah Clara, melangkah masuk dengan raut wajah merah padam menahan murka setelah menerima telepon dari putrinya yang mengaku telah ditampar oleh seorang siswi.

“Siapa yang berani sekali menampar putri saya di sekolah ini?!” gertak Tuan Seno lantang, suaranya menggelegar memenuhi ruangan.

“Belum tahu dia sedang berhadapan dengan siapa?! Saya tidak akan pernah terima putri saya diperlakukan tidak adil seperti ini!” amuknya lagi, menatap sang guru BK seolah menuntut pertanggungjawaban instan.

Tepat setelah Tuan Seno menyelesaikan kalimat penuh arogansinya, pintu ruang BK kembali terbuka perlahan. Anaya melangkah masuk didampingi oleh Arka di sisinya. Gadis mungil itu datang dengan tangan yang sudah dibalut perban tipis dari UKS, wajahnya tampak bingung karena sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam ruangan tersebut.

Dengan sopan anaya mengetuk pintu lalu mengucap salam dengan suara imutnya, “Assalamualaikum... Anaya datang.”

Melihat kedatangan Naya yang tampak begitu polos, seulas senyum miring nan licik langsung terukir di wajah Clara, Rita, dan Lulu.

Pemandangan itu tentu saja tidak luput dari pengawasan mata elang Devan yang sejak tadi berdiri bersedekap di sudut ruangan, serta guru BK yang mulai merasa situasi ini akan menjadi pelik.

“Itu, Ayah! Cewek sialan itu yang sudah menampar pipiku sampai merah begini! Sakit banget, Ayah... hiks,” adu Clara langsung berhambur memeluk lengan ayahnya sembari menunjuk Naya dengan tatapan penuh dendam.

Tuan Seno yang melihat pipi putrinya sedikit memerah langsung kehilangan akal sehatnya akibat amarah yang menyulut dada.

“Saya tidak mau tahu! Saya minta anak ini dikeluarkan dari sekolah sekarang juga!” ucap Tuan Seno memberi keputusan mutlak

“Anak tanpa didikan orang tua seperti dia ini sama sekali tidak pantas berada di sekolah elite ini!”

Kalimat kasar dan hinaan yang keluar dari mulut pria paruh baya itu seketika menyulut emosi Arka hingga ke ubun-ubun. Rahang sang kapten basket mengeras, dan mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih.

Di sisi lain, Clara, Lulu, dan Rita saling berbisik sembari menatap Naya dengan tawa sinis kemenangan. “Mampus lo. Siapa suruh sok berani menampar gue,” cibir Clara lirih tanpa suara, merasa di atas angin karena sang ayah adalah donatur sekolah.

“Apa maksud perkataan Anda, Tuan Seno?”

Suara rendah, berat, nan teramat dingin tiba-tiba memotong keheningan ruangan. Kalimat itu keluar langsung dari mulut Arka. Matanya menatap tajam ke arah Tuan Seno tanpa ada rasa takut sedikit pun. Jelas, ia tidak akan pernah membiarkan satu orang pun menghina adik kesayangannya, apalagi mengatai adiknya sebagai anak yang tidak berpendidikan.

Tuan Seno yang baru menyadari kehadiran putra sulung keluarga Wicaksono sempat tertegun kaget sejenak. Namun, setelah berhasil menguasai keterkejutannya, pria paruh baya itu justru memamerkan senyuman remeh.

“Heh, untuk apa kamu melindungi anak tidak tahu diri ini, Tuan Muda Wicaksono? Bukankah itu hanya akan sia-sia saja?” ucap Tuan Seno dengan nada tidak tahu diri. “Lebih baik kamu menjalin hubungan baik dengan putri saya, yang sudah sangat jelas asal-usul dan status sosialnya.”

Arka yang mendengar tawaran menjijikkan itu langsung terkekeh datar. Tatapan matanya sarat akan penghinaan.

“Saya? Berhubungan dengan putri Anda yang rendahan itu?” Arka menatap Clara dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan meremehkan. “Heh, dalam mimpi!”

Clara yang mendengar penghinaan telak itu langsung menggeram tak terima, sedangkan Tuan Seno dibuat murka bukan main oleh tingkah angkuh remaja di hadapannya.

“Kauu!” bentak Tuan Seno dengan wajah memerah. “Beginilah jadinya kalau kamu terlalu sering bergaul dengan anak yang tidak punya aturan dan tidak punya didikan yang benar seperti dia!” hardiknya lagi sembari menunjuk Naya dengan kasar.

Anaya yang sejak tadi terdiam di balik punggung Arka akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Dia tidak suka abangnya yang sangat menyayanginya dibentak-bentak oleh orang asing. Ia pun melangkah maju, keluar dari perlindungan Arka.

“Why bentak-bentak Abang Naya?” ucap Naya polos dengan suara yang lantang. “Om itu aneh sekali, kerjaannya marah-marah terus dari tadi. Pantas saja wajah Om banyak sekali keriputnya,” celetuknya tanpa filter. “Jangan bentak-bentak Abang Naya lagi!”

sambungnya lagi sembari memasang wajah garang dengan mata bulat yang melotot sempurna.

(Ekspresi Anaya pass marah )

Namun, bukannya terlihat menakutkan, ekspresi garang buatan Naya itu sialnya justru terlihat seribu kali lebih lucu dan menggemaskan.

‘Shit, kau lucu sekali, baby girl,’ gumam Devan di dalam hati. Jantung sang Ketua OSIS kembali berdegup tidak karuan saat menyaksikan kelinci mungilnya sedang meradang dengan cara yang sangat menggemaskan.

Di sisi lain, Pak Bambang selaku guru BK yang duduk di kursinya sampai harus mati-matian menahan tawa sekuat tenaga karena ulah tanpa dosa dari Naya.

Benar-benar tersulut emosi dan kehilangan akal sehat karena dihina oleh seorang gadis remaja, Tuan Seno langsung mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi di udara.

“Dasar kamu anak sialan!” raung Tuan Seno, berniat melayangkan tamparan keras tepat ke arah pipi mulus Anaya.

Arka dan Devan yang melihat pergerakan kilat itu langsung bergerak maju dengan mata membelalak panik. Namun, sebelum telapak tangan Tuan Seno sempat menyentuh kulit Naya, pintu ruang dibuka dengan kasar dari luar hingga menghantam tembok.

Brak!

“Apa yang Anda lakukan, Tuan Seno?!”

...***************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB SEBELAS..

PASTI MAKIN SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
Opacraphile
mulai ada musuh bermuncula, lanjut thorr💪
Sandhyaruntala: Tunggu bab selanjutnya ya guys🔥🫶
total 1 replies
partini
udah muncul ini yg ga suka
Sandhyaruntala: Nanti makin seruuu, tungguin aja kak🥰
BTW aku ada tulis judul baru loh tentang pembalasan, yuk mampir kak dijamin makin banyak keselnya🔥🫶
total 1 replies
Sandhyaruntala
Namanya juga nanay 🥰, kelakuannya diluar nurul 😭
Opacraphile
the real bocil kematian🤣
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Sandhyaruntala
Guysss FYI, sedikit lagi memasuki babak seruu loh, stay tune bareng degem yaa🫶🔥
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰

HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜
aku
lah lah 🤔 terulang apa gmn ini 🤔
Opacraphile: no no kaka, itu karna kedatangan sepupu tamvan itulah yang buat mereka histeris hehe
total 1 replies
partini
ini gimana sih Thor 2 bab sama
Opacraphile: no no, itu karna kedatangan para sepupu tamvan hehe
total 1 replies
Anita Rahayu
bagus
Sandhyaruntala: Thank you untuk penilaiannya kak🥰
total 1 replies
Anita Rahayu
Suka thor tapi panjang dikitlah alur dan epsnya👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Sandhyaruntala: Thank you kak, di usahakan ya kak 🫶

Aku up dia kali kok kak.hehe🥰
total 1 replies
partini
musuh" waduh. tapi tenang Naya yg satu ini pasti banyak kejutan nya
Sandhyaruntala: Thank you sudah dukung karyaku kak, happy sekali ada yang sayang sama degem🫶
total 1 replies
falea sezi
kurang thor🤣
Sandhyaruntala: besok pagi up lagiiii, jangan lupa masukin favorit ya biar tau pas author up😍
HAPPY READING GUYS💜
total 1 replies
Opacraphile
Bocil ada aja gebrakannya🤣
falea sezi
lanjut
Sandhyaruntala: Tunggu jam 7 author update ya kak🫶
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 bocil. umur brp thor
Sandhyaruntala: Udah kelas 11 sebenernya tapi emang terlalu polos😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!