7 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk pasangan suami isteri Mia dan Shendy membina rumah tangga, dan kebersamaan mereka selama ini kurang lengkap karena belum hadirnya buat hati di tengah-tengah kehidupan mereka
Shendy memang tidak mempermasalahkan hal itu, bisa hidup bahagia bersama sang isteri sudah cukup baginya namun berbeda dengan Mia, wanita itu selalu merasa kesepian dan sedih kerap kali membayangkan adanya kehadiran anak di rumah mereka
Bahkan Sendy kerap kali harus menghibur sang isteri setiap kali mendengar kabar berita kehamilan para sahabatnya
Shendy merupakan sosok yang penyabar dan sangat mencintai isterinya tapi rasa cintanya di uji ketika sang isteri mengungkapkan keinginan konyolnya pada Shendy hingga membuat pria tersebut marah besar dan terjadilah pertengkaran hebat diantara keduanya
Apakah keinginan konyol sang isteri hingga membuat Shendy yang penyabar itu marah besar?
Simak terus cerita selanjutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Sinar Matahari pagi masuk melalui celah-celah jendela yang kini sudah terbuka, suara kicauan burung pun terdengar indah saling bersahut-sahutan
Mia menggeliat ketika matanya tersapu oleh sinar mentari pagi yang menyapanya
" Euhhh...." wanita itu merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku
Tangan Mia terulur meraba-raba sisi kasur yang biasa ditempati suaminya, namun ternyata kosong, sontak Mia membuka kedua bola matanya dan benar saja suaminya sudah tidak ada disampingnya
Mia pun bergegas bangun dan terkejut ketika melihat jam yang bertengger di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 8 pagi
" Ya ampun aku kesiangan" gumamnya lalu beranjak dari tempat tidur
Mia pun langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih, setelah selesai dan rapih ia pun turun ke lantai bawah menuju dapur
" Harum banget, tumben si bibi masak apa gara-gara aku bangun kesiangan ya mungkin mas Sendy yang menyuruhnya untuk masak hari ini" gumam Mia sambil menuruni anak tangga satu persatu
Setelah sampai di dapur sungguh pemandangan yang cukup mengejutkan untuk Mia
" Loh mas kamu sedang apa?" tanya Mia yang terkejut melihat keberadaan suaminya yang ternyata sedang sibuk di dapur
" Aku sedang membuat sarapan sayang" Sendy menoleh sekilas lalu kembali melanjutkan masaknya
" Kamu emangnya enggak pergi ke kantor mas?" Mia berjalan pelan mendekati Sendy yang sibuk dengan spatulanya
Sendy tersenyum " Aku ambil cuti untuk beberapa hari" jawab Sendy dengan santainya
" Apa, kamu cuti mas?" tanya Mia yang lagi-lagi dibuat terkejut oleh pernyataan suaminya karena tidak biasanya Sendy mau mengambil cuti jika tidak ada acara-acara penting dan mendesak
" Kenapa kamu ambil cuti mas?" tanya Mia yang cukup penasaran
" Azka yang menyuruh ku ambil cuti untuk beberapa hari ke depan, karena kurangnya konsentrasi akhir-akhir ini aku sudah banyak melakukan kesalahan dalam pekerjaan ku dan hal itu membuat aku harus mengerjakan pekerjaan ku ulang" jawab Sendy dengan jujur
Mia mendesah dan merasa bersalah karena apa yang dialami suaminya tidak lepas dari sikapnya
" Maafkan aku mas" lirih Mia merasa bersalah
Sendy berjalan ke arah meja makan sambil membawa mangkuk berisi hasil masakannya lalu meletakkan diatas meja tersebut
" Duduklah!" Seru Sendy menarik satu kursi untuk Mia
Mia mendudukkan dirinya di kursi yang sudah disediakan oleh Sendy
" Mas kita perlu bicara" ucap Mia
Sendy tersenyum lalu berjalan kembali ke dapur untuk mengambil hasil masakannya yang lain
Di atas meja makan kini sudah tertata beberapa makanan hasil masakan Sendy yang nampak menggugah selera
" Jangan membicarakan apapun ketika makan, masih banyak waktu untuk kita bicara" ucap Sendy seraya mendudukkan dirinya di depan Mia
Mia langsung membungkam mulutnya dan tidak berani lagi bicara
Keduanya menikmati sarapan mereka dengan khidmat, tidak ada yang mengeluarkan kata satu sama lain
Usai sarapan Sendy menyuruh Mia untuk menunggunya di ruang kerjanya sementara dirinya akan membereskan piring kotor bekas mereka
" Biar aku aja mas!" ucap Mia ingin membantu suaminya
" Tidak usah, kamu sebaiknya tunggu mas di ruang kerja mas aja"
Sendy pun dengan cekatan membereskan piring-piring kotor yang ada di atas meja makan lalu mencucinya
Ceklek
Sendy membuka pintu menyusul Mia yang sudah lebih dulu berada di ruang kerjanya
" Mas!" Mia menoleh kearah pintu ketika mendengar suara pintu dibuka dari luar
" Apa yang mau kamu bicarakan sama mas?" tanya Sendy yang kini sudah duduk di sofa dan berhadapan dengan Mia
Mia menundukkan wajahnya merasa berat untuk mengatakannya
" Ada apa? kenapa diam?" Tanya Sendy yang merasa tidak sabar melihat isterinya malah diam saja
" Jangan bilang walaupun kamu sudah mengetahui siapa sebenarnya Marisa, kamu masih tetap ingin aku menikahi wanita itu?"
Glek
Mia mendongak dan melihat tatapan mata Sendy yang begitu tajam
" Mas a..aku...?" Mia bingung harus mengatakan apa
Sebelum Sendy masuk ke dalam ruangan itu sebenarnya Mia ingin meminta maaf kepada Sendy dan berniat untuk membatalkan rencana bodohnya itu tapi setelah ia mengubungi Siska dan banyak bercerita pada Siska hal yang terjadi justru sebaliknya, Siska malah mengatakan Mia bodoh hanya karena masalah sekecil itu saja menyerah padahal seharusnya ia bersyukur dengan begitu suaminya akan dengan mudah mendapatkan keturunan jika dilakukan dengan wanita yang pernah hadir dalam hidupnya
Entah dengan mantra apa Mia bisa dengan mudah menuruti ucapan Siska begitu saja padahal ia sebenarnya sudah bertekad tidak akan mungkin membiarkan suaminya kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya itu
Apalagi setelah mendapat pesan dari Marisa yang juga memohon kepadanya agar Mia tetap meneruskan rencananya, dia berjanji hanya ingin memberikan Sendy keturunan setelah itu ia akan pergi jauh, Mia yang bodoh dan naif begitu mudahnya percaya dengan ucapan Siska dan Marisa
" Apa sebenarnya yang ada di isi otak kepala mu itu hah?" marah Sendy setelah Mia mengatakan apa yang ingin dibicarakannya
" Kamu ini bodoh atau apa sih?" ejek Sendy yang sudah tidak tahu harus bicara apalagi dengan isterinya itu
" Mas!" lirih Mia dengan air mata yang sudah mengalir dengan derasnya
" Jika kamu tetap kekeh ingin mas menikah dengan wanita itu, baiklah mas akan menikahinya hari ini juga!" Sentak Sendy dan langsung keluar dari ruang kerjanya seraya membanting pintu cukup keras
Brughhh
Mia tersentak kaget dengan kemarahan Sendy yang membanting pintu dengan kasar
Mia terisak di dalam ruangan tersebut sementara Sendy sudah pergi meninggalkan rumah dalam keadaan marah