Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 Persiapan kerja
Kami selesai mandi dan segera sholat subuh, seperti biasa aku merawat rambut suami ku dan ini adalah hobi baruku, sambil ku beri vitamin lalu ke keringkan dan kusisir ku ciumi kemudian aku kuncir, kalau rambutku pendek cuma di kasih vitamin lalu ku sisir saja.
Setelah itu aku ganti sprei dan selimut yang kotor dengan seprey yang bersih, yang kotor aku masukan ke plastik nanti di bawa ke laundry di lobi ada nomer telepon laundry nanti tinggal telephon saja, aku keluar kamar dan menuju dapur aku bikin kopi untuk berempat, kemudian aku bikin bikin roti bakar buat teman minum kopi dan aku letakkan di mini bar dapur.
Mama datang dari bilang masak nasi pakai megic com, ada rendang jadi yang di beli kemarin, ada di kulkas di panasi saja buat sarapan kami, aku memasak nasi di magic com kemudian aku ambil rendang jadi,dua bungkus lalu aku panasi buat kami sarapan pagi ini, ya sarapan simple, dan mas Arya pesan suruh bikin telor dadar kesukaan dia.
Mama duduk kursi mini bar dapur sedangkan mas Arya duduk di balkon sama pak Samsul, mereka minum kopi dan merokok di balkon sambil makan roti bakar buatan ku, kalau mama ngopi cantik konsentrasi dengan tabletnya, kelihatan anggun dan berkelas, ya memang dia ceo sih walaupun cuma kopi dan coklat, tapi kebunnya luas. Yang pasti uangnya banyak dan penampilannya nggak kalah dengan para sosialita dan influencer di sana.
Mama wanita berkelas dan berwibawa senyum nya ada dua,ada yang tulus dan yang bisa mematikan lawan, jarang bicara, tapi sekali bicara tepat sasaran. Cara bicara tertata rapi dan bersikap sopan dan elegan cara berpakaian sopan, tertutup tapi berkelas.
" Kamu melamun saja sambil mengamati mama dari tadi apa yang ada dalam pikiran kamu" kata mama menegurku
" Iya ma saya kagum sama mama ingin seperti mama tapi belum bisa" kataku
" Ilmu bela dirimu masih rendah hanya lawan barang mati saja kamu menang, dan emosimu belum stabil, kalau ingin kayak mama ya stabilkan dulu emosimu" kata mama menjelaskan
" Siap ketua" jawabku takut.
" Kamu mama angkat jadi murid, kalau emosinya sudah stabil dan mama ajari pelan pelan, biar ilmumu bertambah" kata mama
Nasi sudah matang aku pangil mas Arya dan pak Samsul. Mama ambil nasi duluan sedikit kemudian dia ambil rendang yang sudah aku panaskan dan aku taruh di dalam mangkuk.kemudian pak Samsul ambil nasi juga lauknya, aku ambil nasi buat mas arya dia minta aku suapi,di depan mama nya, dan aku juga ikut makan sambil menyuapi suamiku.
" Nad! mama mau ke kafe nya Arya dan akan bertemu teman, kamu ikut apa nggak?" tanya mama
" Nadia nggak ikut ma, ini Nadia mau menata baju Nadia dan mau ngecek laptop buat kerja besok Sekalian mau nunggu tukang laundry yang akan mengambil cucian" jawabku
" Iya sudah kami berangkat bertiga ya nanti pesan apa?" tanya mama
" Nggak pesan ma, semua kan sudah ada di kulkas kalau lapar,tinggal ambil dan di panasi" jawabku
Mereka bertiga berangkat aku cuci piring di dapur, aku menyapu apartemen dan ada tukang laundry jadi kami kenalan dan bertukar nomer enak nanti kalau butuh di hubungi.kemudian aku kekamar menata bajuku dan baju kerja ku yang lama kenapa semua kelihatan jelek ya, kalau di banding baju mama, kayaknya aku harus beli blazer yang baru yang lama sudah pudar. biar aku ambil saja uang yang dari bapak buat beli pakaian kerja, pakaian yang dulu kebanyakan hanya kemeja putih dan celana panjang, hanya ada blazer yang masih baru aku pakai saja besok.
Aku masuk kamar menata baju di lemari aku lihat perhiasan almarhumah ibuku, aku simpan di laci yang ada di lemari kemudian aku kunci, baju mas Arya juga aku tata kebanyakan bajunya kaus oblong celana jins dan celana selutut juga ada jersey sepak bola punya timnas ada juga jersey punya timnas Inggris, ingin aku pakai saja dan ternyata ada nama Bellingham, nanti aku pakai ah kapan kapan.
Selesai menata aku capek dan aku tidur saja di kamar, semalam lembur sama loopi jadi siang ini lemes dan ngantuk, aku pun tidur nyenyak apalagi aku sendirian.
Aku bangun ketika perut terasa lapar, aku ke dapur, tadi masih ada nasi dan rendang aku bikin sambal dan bikin telor dadar buat tambah lauk, aku makan sendirian mereka belum pulang, katanya mama pulang ke desa nanti sore.
Aku sudah kenyang kemudian aku mandi,sholat dhuhur dan aku mempelajari kira kira besok apa yang akan aku kerjakan, sabagai karyawan baru pasti aku nervous.
Sore mama dan mas Arya datang aku membukakan pintu untuk mereka,
" Ini baju buat besok kamu kerja, semoga cocok ukuranya" kata mama sambil memberikan paper bag
" Terima kasih ma, besok aku pakai, tadi aku cek baju kerja ku ternyata banyak yang sudah pudar tadi mau beli nunggu mas Arya datang minta di antar" jawabku
" Besok saja biar di antar sama Arya ke butik teman nya mama kamu bisa pilih lagi biar mama yang bayari" kata mama
" Maaf ma jadi merepotkan, apa apa aku minta mama" kata ku
" Nggak apa apa kamu kan tanggung jawab Arya dan Arya anak mama uang kamu, kumpulkan nanti bisa buat beli rumah impian kamu" Jawab mama
Aku nggak ngerti harus bilang apa dengan kebaikan mereka, tapi aku bersyukur di pertemukan dengan mereka yang menyayangiku dengan tulus.
Mama pamit berangkat pulang ke desa melanjutkan pengolahan kopi nanti kalau para petani pemilik kebun kopi, sudah panen semua dan sudah menjual hasilnya ke juragan mama, beliau mau ke sini mengunjungi anak dan menantunya.
Mama berpesan aku harus bisa mengendalikan emosi nanti akan di angkat jadi muridnya, karena aku belum begitu mendalami yang namanya tenaga dalam.
Mama menciumi, anak dan menantunya dan berpesan, suruh jaga diri, kepada anak lelakinya dia bilang harus menjaga menantunya nggak boleh lecet sedikit pun, ada ada aja mama ini.
Aku semakin kagum sama mama sebagai wanita yang pernah di selingkuhi dan di fitnah bahkan anak lelakinya di katakan anak haram padahal anak hasil perkawinan yang sah, dia bisa mengelola emosinya dengan baik, kalau aku jadi mama, mungkin sudah aku bogem pak Wicaksono dan istrinya.
" Dek kamu makan siang pakai lauk apa" tanya mas Arya
" Tadi aku makan siang lauk rendang dan telor dadar, mas lapar ya ingin makan kasihan suami aku cuekin" kata ku sambil menciumi pipinya.
" Tadi sudah makan sama mama mas cuma pastikan kalau kamu sudah makan ingin apa biar mas beliakan" jawab dia
Kan aku semakin jatuh cinta sama suami dadakanku, mas Aryaku, Jude ku dan sepaket dengan loopinya yang imut dan menggemaskan juga bikin aku keenakan, ku ciumi suami ku sampai aku puas.
"Nanti malam mau makan apa nanti mas traktir cup" kata dia sambil menciumku.
" Aku nanti mau bikin nasi goreng sendiri di kulkas banyak persediaan makanan jangan beli terus boros" jawabku
" Adek istri yang baik sini mas pangku dan mas peluk" kata dia dan akupun. duduk di pangkuan mas arya.
Bersambung.
.
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣